NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Beberapa saat kemudian.

Kapten Wong menatap seluruh anggota Tim A.

"Semua personel berpencar sesuai rencana. Jangan berjaga tepat di depan ICU. Bersembunyi di titik yang sudah ditentukan."

"Baik, Kapten," jawab mereka serempak.

Wesley, Andy, Joy, Damien, serta beberapa petugas kepolisian segera meninggalkan lorong dan bersembunyi di balik dinding, ruang tunggu, serta lorong-lorong yang mengarah ke ICU.

Dalam hitungan menit, koridor di depan ruang ICU tampak lengang.

Dua petugas berpakaian preman juga menyamar sebagai keluarga pasien dan duduk tidak jauh dari mereka.

Kapten Wong melirik jam tangannya.

"Semoga dia benar-benar datang..." gumamnya pelan.

Seluruh lorong menjadi sunyi.

Semua orang menunggu pelaku menunjukkan dirinya.

Sekitar lima belas menit berlalu.

Suasana di koridor rumah sakit masih sunyi.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat dari ujung lorong.

Seorang pria mengenakan seragam petugas kebersihan rumah sakit berjalan sambil mendorong troli perlengkapan.

Wajahnya tertutup masker, kepalanya memakai topi, sehingga sulit melihat wajahnya dengan jelas.

Namun ada satu hal yang langsung menarik perhatian Wesley.

Pria itu mengenakan sepatu bot hitam.

Wesley menyipitkan mata.

"Kapten..."

Kapten Wong mengikuti arah pandang Wesley.

"Sepatu bot?"

Wesley mengangguk pelan.

Joy yang mendengar melalui alat komunikasi juga mulai memperhatikan.

"Jadi dia sedang menyamar?"

Kapten Wong tidak langsung menjawab. Ia terus mengamati pria itu.

Pria tersebut berjalan santai menuju ICU, tetapi gerakannya terlalu tenang. Ia tidak melihat sekitar seperti petugas biasa, melainkan seperti seseorang yang sedang mengamati situasi.

"Jangan bergerak dulu," perintah Kapten Wong."Pastikan dia melakukan sesuatu yang mencurigakan."

Pria itu berhenti di depan pintu ICU. Tangannya perlahan menyentuh gagang troli.

Sementara di balik persembunyian, seluruh anggota Tim A mulai bersiap.

Pria berseragam petugas kebersihan itu masuk ke dalam ICU.

Begitu pintu tertutup, ia langsung mengeluarkan pistol dari balik pakaiannya.

Dokter dan suster yang berada di dalam ruangan dikejutkan dengan kemunculan pria bersenjata itu.

Pria itu mengarahkan pistol ke arah ranjang Evelyn.

Di sudut ruangan, Damien yang bersembunyi langsung bergerak.

Brak!

Tangannya menghantam tangan pria itu sebelum pelatuk ditarik.

Pistol terlepas dan jatuh ke lantai.

Pria itu terkejut dan mundur beberapa langkah.

"Kau..."

"Kau ingin membunuh Evelyn?" tatap Damien tajam. "Tanpa izinku, siapa pun tidak bisa menyentuhnya."

Damien langsung maju menyerang.

Pria itu segera menghindar dan membalas serangan Damien.

Brak!

Keduanya terlibat pertarungan sengit di dalam ICU.

Pria itu ternyata bukan orang biasa. Gerakannya cepat dan terlatih, setiap serangannya penuh perhitungan.

Damien menahan pukulan pria tersebut, lalu mencoba menjatuhkannya.

Namun pria itu dengan sigap memutar tubuhnya dan melepaskan diri.

"Kau cukup hebat, Jaksa Lu," ucap pria itu dingin.

Damien menatapnya tajam.

"Siapa yang mengirimmu?"

Pria itu hanya tersenyum tipis dan kembali menyerang.

Pertarungan mereka membuat beberapa peralatan di sekitar ICU bergeser.

Keduanya langsung bertarung.

Pria itu menyerang dengan cepat, tetapi Damien berhasil menahan pukulannya.

Damien menangkap tangan lawannya, memutar tubuhnya, lalu menggunakan momentum serangan tersebut.

Brak!

Tubuh pria itu terbanting ke atas ranjang beroda hingga ranjang tersebut bergerak mundur.

Pria itu meringis menahan sakit. Ia mencoba bangkit, tetapi gerakannya melambat.

Damien tidak memberinya kesempatan.

Ia langsung maju dan kembali menyerang.

Pria itu menahan serangan Damien dan berusaha melawan, tetapi pertarungan membuat beberapa peralatan di sekitar ICU bergeser.

Pria itu mulai kesulitan menghadapi serangan Damien.

Setiap kali mencoba menyerang, Damien selalu berhasil membaca gerakannya dan menahan serangannya.

Pria itu mundur beberapa langkah sambil mengatur napas.

Melihat dirinya semakin terdesak, matanya bergerak mencari jalan keluar.

Tiba-tiba, ia menarik seorang suster yang masih berada di dalam ruangan dan menjadikannya tameng.

Suster itu terkejut.

"Lepaskan aku!"

Pria itu mengambil alat operasi yang berada di meja dekatnya dan menempelkannya ke arah suster.

"Jangan mendekat!"

Damien langsung berhenti.

Tatapannya berubah tajam melihat suster itu dalam bahaya.

Pria itu tersenyum tipis.

"Jangan coba-coba menantangku.'

"Tenangkan dirimu!" suara Kapten Wong terdengar melalui alat komunikasi.

Dokter yang berada di dalam ruangan terlihat memakai alat komunikasi kecil di telinga mereka.

Pria itu tetap menarik suster tersebut keluar dari ICU hingga ke koridor.

Damien mengikuti dari belakang dengan tatapan tajam.

"Kau tidak akan bisa lolos," ucap Damien.

Pria itu mencengkeram suster tersebut lebih erat.

"Belum tentu. Kalau aku gagal keluar dari sini, dia akan ikut denganku."

Mendengar itu, Kapten Wong langsung memberi perintah melalui alat komunikasi.

"Semuanya jangan bergerak. Biarkan dia pergi untuk sementara."

Di ruangan lain, Kapten Wong segera mengatur langkah berikutnya.

"Siapkan kendaraan. Ikuti dia dari jarak aman. Jangan sampai dia sadar sedang diawasi."

Dokter yang berdiri tidak jauh dari Damien kemudian maju perlahan.

"Jangan lukai rekan saya."

Pria itu menatapnya curiga.

"Aku akan ikut denganmu. Tahan aku saja, kendaraan saya ada di parkiran. Asalkan lepaskan suster itu."

Pria itu menyipitkan mata.

"Jangan mencoba menjebakku. Kalau aku merasa ada yang mencurigakan, dia akan mati."

Dokter itu tetap tenang.

"Aku hanya ingin membantu. Lepaskan dia, dan aku akan membawamu keluar."

Damien yang sejak tadi menahan amarah akhirnya membuka suara.

"Pengecut."

Tatapan pria itu langsung beralih kepadanya.

"Kau hanya berani menyembunyikan dirimu di balik seorang wanita. Kalau memang kau pria pemberani, hadapi aku langsung."

"Diam!" bentak pria itu. "Kalau kau maju lagi, dia akan mati."

Dokter kembali maju.

"Biarkan saya yang membawa Anda pergi. Lepaskan dia."

Beberapa saat kemudian, pria itu perlahan melepaskan suster tersebut dan menarik dokter untuk ikut bersamanya.

"Semuanya tetap di posisi masing-masing," perintah Kapten Wong.

"Jangan bertindak gegabah. Jangan sampai dia menyadari rencana kita."

Pria itu membawa dokter menuju keluar rumah sakit.

Namun ia tidak mengetahui bahwa dokter yang ia sandera bukan dokter biasa.

Dia adalah salah satu rekan Evelyn yang ikut membantu operasi penangkapan tersebut.

1
Dian Fitriana
update
Mei TResna Rahmatika
cepet bangett kak udah end aja😭
Dame Manalu
maafkan lah Evelyn,balikan SM Damian+ketemu ayah kandung.dua kebahagiaan sekaligus
Kinara Widya
maafkanlah evelin
Kinara Widya
lanjut kak ...tambah seru..serasa LG nonton film kungfu Andy lah...😂
merry
trm ajj ksh Steven hdp sndri evelyn lgian kmu jdi ad ayahnya🙏🙏🙏🙏
merry
berati bpkmu Steven evelyn, dgrinn duluu pnjlsann x ya knp Steven tglin mmu
Dame Manalu
karna mungkin tuan ma mafia,tapi mafia yg memberantas org korupsi doank makanya BS kenal jaksa Damian..
Kinara Widya
yaaa d gantung...tambah up kak...makin penasaran
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
btw knp Steve ma nggak bertanggung jawab dlu waktu tau dya melakukan kesalahan
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤭
merry
jgn jgn Steven papa y evelyn tu 🤔🤔🤔
Kinara Widya
terima Damien ya evelin
merry
Ohw ternyta Ronald nikh sm luci dh pyn ank dan,,, dgn Ronald gk pyn ank mlhnn Ronald selingkuh dgn cwe lain,,, dan pyn ank tp mrk gk tau malu y dh numpang mau morotin hartanya lg,, bhknn evlin lbh tgl di luar dr pd serumah dgn manusia gk tau diri cm syg ajj evlin selma in ngalah sm eve
merry
pantes Ronald gk syg eve lbh syg ank selingkuhan ya,, ternyta evlin bukn ank kandung ya,, berati disini lucy mm y evlin bodoh ya mau ajj ngerawat ank hsil perselingkuhan suaminya dgn cwe dalih luci cinta sm Ronald,,, dan lucy gk tau klo laki y ngegrotin harta bersama ank yan🤔🤔🤔
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
usir saja dan penjarakan mereka
Kinara Widya
bagus Evelin...hajar terus 2 orang tidak tau malu itu
Kinara Widya
siapa sebenarnya ayah Evelin...pantes saja Ronald tidak menyukai Evelin ...karena bukan darah dagingnya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jd bpk kandung Evelyn siapa, nah bener kan pantasan roland g suka Evelyn
merry
banjingan bgtt si Ronald dh selingkuh ank selingkuhan y yg rawat mm ya evelyn lg🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ank selingkuhan gk tau dri lg mau bunuh ev sm mmy trs ajkinn mmy tgl drmh milik mmy evelyn lgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!