Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
YOU'RE MIND FOREVE
Waktu terus berjalan begitu cepat malam telah berlalu dan pagi datang lagi meninggalkan cerita tentang kehancuran dragon fire di mata dunia.
pagi ini di taman yas hospital raka dan Kayla sedang bersantai Dan menikmati waktu istirahatnya setelah melakukan operasi panjang semalaman.
kayla perlahan mendekat ke arah raka "kamu tadi mau bilang apa rak?" kayla bertanya kepada rak.
"yang dimana kay" raka pura-pura bingung!
"waktu diruang operasi tadi disaat kita sedang mengoperasi pasien" kayla berkata mencoba mengingatkan raka.
"Yang mana kay?" lagi-lagi raka bertanya pura-pura tidak tahu
kayla berdiri dari tempat duduknya "kalau memang tidak ada yang mau dibicarakan aku lanjut ke ruangan rak ingin istirahat sebentar" kayla berkata kepada raka.
kayla ingin berjalan meninggalkan raka namun raka menarik tangan kayla dia langsung berdiri mencium bibir mungil kayla lama sangat lama dan anehnya kayla tidak marah dia ikut menikmati ciuman mereka yang saling beradu yang membuat kayla seakan melayang ke langit ketujuh
raka melepaskan ciumannya dan bibirnya menempel di telinga kayla "aku mencintaimu Kayla Pratama (you're mind forever)" raka berbisik di telinga kayla.
Deg
deg
jantung kayla berdetak tidak normal sesuatu dalam dirinya ikut bergejolak namun Kayla belum menyadari apa yang membuat hatinya berdebar kencang.
"maukah kau jadi wanitaku selamanya" raka kembali berbisik di telinga kayla.
sunyi terasa lama tanpa suara terdengar Kayla belum membalas semua perkataan Raka dan Raka masih menunggu jawaban.
namun perlahan namun pasti kayla menatap mata raka mencari sesuatu kebohongan namun tidak menemukannya selain ketulusan
begitu lama Kayla diam "aku mau jadi pacarmu selamanya raka ferdinand" kayla menjawab dengan suara tegas.
Raka yang mendengar jawaban Kayla membuatnya memeluk Kayla erat tanpa Raka ingin melepaskan pelukannya dan mulai hari itu ada cinta yang terus tumbuh di anatara mereka.
waktu berlalu begitu cepat saat ini waktu telah menunjukan jam 1 siang ditempat yang jauh dari tempat raka dan kayla di sebuah restoran depan kantor pengadilan aura dan alvin makan bersama disana setelah makan mereka mulai mengobrol.
"ra aku mendapat kabar kalau jaenab dan orang-orang yang diculik sudah kembali kerumah mereka" Alvin membuka pembicaraan.
aura melirik sedikit ke alvin "bagus dong!!" aura membalas singkat!! "jadi yang kau masalahkan sekarang ini apa?" aura bertanya kepada alvin yang selalu banyak tanya.
"bagaimana bisa tebakanmu benar bahwa jaenab akan pulang hari ini ra" Alvin berkata kalau tebakan aura sangat tepat.
aura tersenyum kecil 'aku tidak menebak vin karena aku berbicara apa yang aku ketahui" aura membalas perkataan Alvin.
"kalau memang tidak menebak bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Alvin bertanya penasaran.
aura memasang raut wajah serius membuat Alvin mendekatkan kepalanya ke arah aura "kapan kapan aku kasih tau" jawab aura memberikan harapan palsu
Alvin kecewa aura tidak memberitahu "kasih taulah ra aku sangat penasaran" Alvin berkata dengan nada kecewa.
"tidak mau memberitahu mu" aura membalas singkat kepada Alvin.
alvin menggelitikan aura membuatnya tertawa geli "Hi Hi Hi Hi" namun Alvin tidak berhenti dia masih terus menggelitik aura membuat aura tertawa tidak henti-hentinya
"Hi Hi Hi ampun ampun vin" aura meminta ampun sambil tertawa karena Alvin terus menggelitikan aura
alvi terus menghentikan aura tidak mau berhenti "mangkanya beritahu aku sayang" Alvin berkata kepada aura.
"Tidak mau Hi Hi Hi" aura masih terus tertawa geli!!
membuat semua orang yang datang ke restoran ikut terbawa perasaan bagaimana interaksi aura dan Alvin yang membuat mereka seakan terbius dengan kisah Alvin dan aura.
aura tidak pernah menjawab semua pertanyaan yang Alvin lontarkan mau hal tentang sindikat atau pun tentang cinta yang Alvin utarakan kepada aura namun yang Alvin tahu aura selalu berada disisinya.
yas corporation masih di hari yang sama namun di tempat yang berbeda saat ini alena melangkahi kakinya ke dalam perusahaan tidak ada yang berani membantah tidak yang berani melarang namun Alena sekarang telah benar-benar sembuh tidak minder lagi bahkan dia telah menjadi Alena yang sebelumnya.
Alena perlahan memasuki ruangan Arka dengan kotak makan siang ditangannya "permisi sayang" Alena berkata kepada Arka.
arka melirik ternyata kekasih hatinya datang arka langsung berdiri menyambut Alena "selamat datang tuan putri" Arka berkata kepada Alena membuat gadis itu begitu di hargai.
Setelah duduk Alena mengangkat kota makan siangnya "sayang aku datang membawa makanan kesukaan mu" alena memberitahu.
arka yang mendengar alena membawakan makanan kesuksesannya berubah menjadi begitu bersemangat "Wah kelihatan nikmat" Arka berkata melihat kotak makan siang.
alena membuka kotak makan siangnya untuk Arka makan "ayo dimakan aku memasak makanannya sendiri sayang" Alena mempersilahkan Arka untuk memakannya.
wajah arka berbinar cerah mendengar kalau alena memasaknya sendiri "ayo kamu ikut makan juga sayang" Arka mengajak Alena untuk makan bersama.
Alena dan Arka suap-suapan begitu romantis mereka makan sambil tertawa dan bercanda.
BERSAMBUNG...