NovelToon NovelToon
Galang With Lestari

Galang With Lestari

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: yourclvl

Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.

Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika

Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.

walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu

galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galang masih di rawat

Sambil menunggu hasil pemeriksaan sementara, aga juga langsung mengabari bu ratna dan pak retno terkait galang yang masuk UGD. Kedua orang tua galang pun langsung datang kerumah sakit.

Begitu dokter dan perawat keluar dari ruang UGD, mereka semua langsung menghampiri dan menanyakan keadaan galang

"sebelumnya dimana keluarga pasien" tanya sang dokter

"saya dok, saya ibunya, dan ini ayahnya" jawab bu ratna sambil memegang tangan pak retno

"jadi begini bapak, ibu, dan adik- adik sekalian. Kondisi pasien sementara sangat kritis dan harus kami pindahkan ke ruang icu. karena sepertinya pasien mengalami benturan yang cukup keras pada bagian kepala, yang membutuhkan perawatan intensive."

"sebelumnya silahkan tanda tangani berkas pemindahan ini dan bisa urus pembayaran meja administrasi ya bapak dan ibu" ucap sang dokter

"baik dok" jawab pak retno

Lalu mereka berdua segera ke meja administrasi untuk mengurus pembayaran dan perpindahan galang ke ruang ICU.

Saat dikeluarkan dari UGD, ratna dan retno melihat hidung galang yang tersumpal selang dan kondisi kepalanya yang juga masih terus mengeluarkan darah. Melihat hal itu, mereka semua aga, top, lestari, indah, puspa, terutama retno dan ratna pun miris.

Ketika menunggu di depan ruang ICU, ratna menghampiri lestari, karena sebelumnya ia pernah melihat lestari datang kerumah untuk bertemu galang

"nak lestari ya" sapa ratna ramah

"iya tante"

"terimakasih ya sudah membawa galang kemari, tante benar- benar berhutang budi sama kamu, maaf tante baru bilang sekarang, tadi saat datang tante khawatir sekali dengan keadaa galang"

"tidak apa- apa kok tante, sudah seharusnya saya membantu galang"

"kalian pulang lah dulu, biar tante dan om yang berjaga disini. Orang tua kalian pasti khawatir, terutama yang perempuan ini" ucap ratna pada aga, top, lestari, indah dan puspa

"kita mah udah akrab enggak sih tante, sungkan segala kayak sama besan" oceh top bermaksud menghibur ratna

"kamu ini top bisa aja, kalian yang perempuan ini pulang lah. Aga kamu anter mereka ya, enggak baik kalau mereka pulang sendiri, mana perempuan semua"

"siap tante ratna, nanti aga balik lagi kok kesini. Enggak ngerepotin aga kok, tante udah aku anggap keluarga sendiri. Top kabarin ntar kalau ada apa- apa ya, aku mau antar mereka dulu" ucap aga pada top, yang dibalas anggukan oleu top

"top nanti tolong kabari kalau ada apa- apa ya" ucap lestari

"sip, kalian hati- hati yah"

"hehe om boleh minjem mobilnya enggak, aga tadi kesini naik ojek pengkolan"

"aga, malu ih" ucap top

"biarin sih"

"pake mobilnya galang aja ini kuncinya masih sama aku kok" ucap lestari

"belum isi bensin pasti dia, kalau mobil om retno mah pasti full tank"

Retno hanya geleng- geleng kepala melihat tingkah aga

"nih pake aja, hati- hati ya" ucap retno sambil memberikan kunci mobilnya pada aga

"hehe makasih om"

Lalu aga pergi untuk mengantar lestari, indah dan puspa pulang. Sebelum pergi, lestari menyerahkan kunci mobil galang kepada ratna. dan mereka bertiga pun izin pulang kepada ratna dan retno.

"perempuan itu lagi dekat sama galang ya, top?" tanya ratna

"kenapa tante nanya begitu?" bukan menjawab, top malah bertanya balik

"bukan begitu, si lestari itu pernah main kerumah waktu itu. Katanya ada perlu sama galang. terus hari ini galang izin mau ke smp dan bilang berangkat sama dia" jelas ratna

"bisa dibilang gitu sih tante, galang naksir dia dan lagi coba deketin dia" jawab top

"menurut kamu lestari orang seperti apa?" tanya ratna

"sayang, kok kamu malah nanya begituan sama top" ucap retno akhirnya buka suara

"kan mau tau aja perempuan seperti apa yang dideketin sama anak kita" ucap ratna

"si galang pasti panjang umur sih tante dan om"

"ya jelas lah, harus itu, tapi kenapa kamu bilang begitu?"

"ya orang dia lagi kritis di dalem, tante malah sempet- sempetnya ngomongin dia disini" sindir top bercanda

"is kamu nih, udah jawab aja pertanyaan tante. lestari itu perempuan seperti apa? Takutnya kayak laras dulu. Tante cuman enggak mau lihat galang sedih seperti dulu top"

"kalau menurut top nih ya tante, sebagai teman yang juga melihat lestari bersama galang. Dia perempuan yang baik, walau dia jarang bicara, tapi dia kelihatan peduli banget sama galang, walau mereka belum pacaran. Lestari juga anak berprestasi sama kayak galang, dia anak jurusan sastra, satu sma sama kami" jelas top

"ada mantan yang ganggu dia enggak? Maksudnya kayak si galang sama laras gitu loh" tanya ratna

"sejauh ini sih enggak ada ya tante, enggak tau kalau nanti"

"okey syukurlah, seenggaknya untuk sementara tante bisa tenang"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

setelah mengantar lestari, indah dan puspa. Aga buru- buru kembali ke rumah sakit untuk menemani top yang berjaga dan menunggu galang siuman.

"gimana top? Udah ada kabar?" tanya aga yang baru datang, dan dijawab gelengan kepala oleh top

terlihat tante ratna dan om retno juga duduk di seberang mereka sambil berharap cemas.

Tak lama dari sekembalinya aga ke rumah sakit, dokter yang berjaga di ruang ICU pun keluar dengan ditemani oleh dua perawat disisinya.

"bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya ratna penuh cemas

"ibu tenanglah, untuk sementara kondisi pasien sudah stabil. Menurut pemeriksa CT Scan tidak ditemukan adanya pendarahan otak yang serius. walau demikian, kami akan tetap memantau perkembangan pasien dalam 24 jam kedepan"

"tapi putra saya baik- baik saja kan dok? tadi diruang UGD saya lihat kepalanya berlumuran darah. Apa betul putra saya tidak apa- apa dok?" tanya ratna penuh cemas

"untuk sementara kami tidak bisa memberikan pernyataan pasti. Karena benturan yang dialami pasien cukup keras, jadi masih harus kami pantau. Namun untuk sementara ini kondisinya pasien sudah stabil"

"untuk pendarahan yang dialaminya tadi tergolong masih wajar dan sudah kami tangani dengan baik. Tapi kami masih perlu memantau kondisinya selama 24 jam kedepan. jadi untuk saat ini pasien belum bisa di besuk. Karena masih dalam masa pengawasan. Jika nanti tidak ditemukan gejala lain yang menunjukkan kondisi pasien memburuk"

"kami akan memindahkan pasien keruang rawat, dan saat itu pasien sudah bisa di jenguk. Tapi tetap tidak bisa beramai- ramai. Nanti perawat erni yang akan membantu menjelaskan tentang prosedur penjengukan"

"baik dok, terimakasih, saya mohon bantuan dokter untuk membantu menyembuhkan anak saya" ucap retno

"pasti pak, kami akan berusaha semampu kami. Kalau begitu saya izin pamit dulu"

"iya dokter silahkan" ucap retno

Lalu dokter pun berjalan menuju ruangan lain.

"tante sama om pulang dulu aja istirahat, biar kami yang berjaga disini" ucap aga

"harusnya kalian yang pulang dan istirahat, kalian masih kecil, enggak seharusnya kalian menemani kami disini" ucap retno

"kami mau melakukannya karena kami khawatir pada galang, walau kadang menyebalkan dia tetaplah sahabat kami. Tolong izinkan kami berjaga disini ya om dan tante. Lagi pula besok kami masih libur" ujar top

"baiklah, tapi kalau lelah kalian tidurlah tante dan om tidak apa- apa" ucap ratna

"baik tante, kami mengerti" jawab aga dan top berbarengan

24 jam berlalu dan dokter menyatakan kondisi galang tidak mengalami hal buruk atau gejala lain yang ditakutkan. Dan galang pun dipindahkan ke ruang rawat VIP.

Suster erni menjelaskan bahwa selama pasien belum sadar atau selama 20 jam kedepan, yang bisa berada di dekat pasien hanya diperbolehkan dua orang saja.

Karena itu kamar rawat VIP jadi, tersedia sofa dengan jarak yang lumayan dari ranjang tempat galang berada.

Aga dan top tak lupa mengabari lestari, indah dan puspa terkait kondisi galang yang sudah di pindah ke ruang rawat.

"aga, top, kalian pulang lah dulu untuk istirahat. Ini sudah jam 9 malam, kalian besok kan juga harus sekolah" ucap om retno

"baik om, tante, aga sama top pulang dulu, besok sepulang sekolah, kami akan datang kemari untuk bergantian menjaga galang" ucap aga

"kalau kalian tidak keberatan, om dan tante sangat berterimakasih" ucap retno

"kami bersedia melakukanya kok om, tante. Kalau begitu kami izin pamit ya" ucap aga

"tunggu dulu"

"kenapa om?"

"kalian pulang naik apa?"

"pesen taxi sih palingan om, kenapa?" jawab top

"bahaya, ini ambil kunci mobil galang, pake aja. Ini juga ada uang buat isi bensin, tolong sekalian isi in yah mobilnya galang" ucao retno sambil memberikan uang 1jt kepada top

"banyak banget om? Biasanya galang ngisi bensin 100rb aja masih kembali" ujar aga

"udah enggak apa- apa, anggap aja buat uang jajan kalian, udah sana pulang" ucap retno

"makasih loh om hehe" ucap top

Lalu aga dan top pulang dengan menaiki mobil galang.

KEESOKAN HARINYA DI KELAS AGA DAN TOP

"ga.. Agaa.." panggil top

"hmm"

"sepi banget gak sih enggak ada galang, biasanya kalau ada dia kan ada yang kita usilin" ucap top

"iya nih, kalau ada dia juga tiap pelajaran yang enggak kita ngerti, dia bakalan bantu jelasin" saut aga lesu

"aga, top" panggil pak surya dari meja depan

Yang di panggil malah hanya melamun, dan terdiam lesu

"AGAAA, TOPPP" teriak pak surya yang mendekat kedepan mereka

"eh pak surya, ada apa pak" tanya aga

"kalian ini kenapa? Bengong aja dari tadi, galang juga kemana? Sakit apa dia? Apa sakit karena banyak ikut lomba ya? Aduh saya jadi enggak enak..." ujar pak surya

"kemarin sabtu galang kecelakaan pak, ini dia masih di rumah sakit belum siuman" jawab aga lemah

"HAHHH?? KOK BISA" ucap pak surya kaget, dan tanpa sadar suaranya meninggi

"panjang deh pak kalau di ceritain kami enggak ada tenaga, intinya dia belum siuman sampe sekarang. Ini nanti pulang sekolah rencananya kami mau ke rumah sakit, buat gantiin orang tuanya menjaga dia" ucap aga

"terus kenapa ada mobil galang di parkiran?" tanya pak surya

"oh itu papa nya galang yang minjemin ke kami pas kemarin kami mau pulang, katanya suruh pake aja" jawab top

"oh begitu.. Nanti tolong kabari bapak soal kondisinya galang ya. Tadinya bapak mau ngasih tau dia buat pulang sekolah nanti ke ruang kepala sekolah dulu, soalnya mau ada penyerahan piagam dan sertifikat lomba gambar peta tempo hari"

"dia juara 1 dan masuk ke tingkat provinsi" ucap pak surya

"itu jarak lomba lanjutannya masih lama enggak pak? Galang belum siuman masalahnya pak" tanya top

"masih 1 bulan 3 minggu" jawab pak surya

"nanti kalau galang sudah siuman saya kabari ya pak, semoga sebelum waktunya dia udah bisa masuk sekolah" jawab aga

"iyah semoga yah"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!