NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Tuan muda jadi asisten Montir

Arjuna Adhitama terdiam membatu. Wajah tampannya yang biasanya dingin dan tak tergoyahkan itu kini terlihat memerah menahan rasa malu sekaligus marah. Dia yang datang dengan penuh percaya diri, berniat membuat gadis itu takjub atau setidaknya merasa terhormat, malah tertangkap basah sedang mengintip seperti pencuri.

Dan kalimat terakhir gadis itu ...

"Jangan-jangan hatinya yang mogok dan mau dibenerin sama aku?"

Arjuna mengeratkan rahangnya. Matanya menatap tajam ke arah Kirana, berusaha mengembalikan wibawa Tuan Muda yang sempat hilang sejenak. Dia merapikan jas hitamnya yang rapi, berdiri tegak dengan aura mengintimidasi yang dia biasa ia tunjukkan.

"Jangan sok tahu kamu!" jawab Arjuna dingin, suaranya berat dan rendah. "Aku datang ke sini hanya ingin menepati janji yang kau minta!"

Kirana mengerutkan kening cantiknya, wajahnya terlihat bingung polos. Dia memiringkan kepalanya ke samping, rambut hitamnya yang terikat tinggi sedikit bergerak mengikuti gerakan itu. Di tangannya, kunci inggris besar itu masih dia putar-putar santai seolah itu mainan.

"Janji? Janji apa ya? Emangnya kita pernah janji mau jajan bareng atau nonton bioskop?" tanyanya enteng.

Arjuna menghela napas kasar, merasa sabarnya diuji habis-habisan. Bagaimana bisa gadis ini melupakan permintaannya sendiri? Sedangkan dia seharian memikirkannya.

"Kau bilang bayaranku adalah satu janji. Kau suruh aku tidak boleh emisian. Ingat? Dan aku sudah melakukannya. Lihat aku sekarang, aku datang dengan sopan tanpa marah-marah, tanpa mengusir siapa pun. Jadi sekarang ... aku punya hak untuk minta imbalan," jelas Arjuna panjang lebar, berusaha tetap tenang meski rasanya ingin mencakar wajah santai gadis itu.

Kirana terdiam sejenak, matanya berkedip-kedip seolah sedang mengingat-ingat kejadian semalam. Lalu tiba-tiba bibirnya membentuk lingkaran kecil, seolah baru ingat hal sepele.

"Oalah! Itu ya! Kirain apa. Iya deh iya, aku ingat. Terus, Tuan Dingin mau imbalan apa? Mau aku bersihin sepatu? Pasang stiker lucu di mobilmu? Atau mau aku ajarin cara ngomong yang ramah dikit?" tanya Kirana bertubi-tubi dengan wajah serius, matanya berbinar jenaka.

Arjuna hampir saja tersedak ludahnya sendiri. Dia menatap tak percaya. Apakah gadis ini sadar sedang bicara dengan siapa sekarang?

"Aku serius, Kirana," potong Arjuna tegas, melangkah selangkah lebih dekat. Aura kewibawaannya keluar lagi, membuat udara di sekitar mereka terasa lebih berat. "Aku ingin kau bekerja untukku."

Keheningan sejenak menyelimuti mereka. Suara bising dari dalam bengkel seolah menjauh, hanya menyisakan dua manusia itu yang saling tatap-tatapan.

Di mata Arjuna, ada keyakinan penuh. Dia yakin tawarannya itu pasti akan membuat gadis itu terharu dan memujanya atau setidaknya terkesan. Gaji besar, fasilitas lengkap, hidup mewah, siapa yang akan menolaknya.

Namun, reaksi Kirana sama sekali tidak sesuai dugaan.

Gadis itu malah menautkan kedua alisnya, lalu menatap Arjuna dari atas ke bawah dengan tatapan bingung bercampur kasihan.

"Kerja sama kamu? Emangnya kamu kerja apa? Penjaga parkir? Atau tukang parkir liar? Kok butuh asisten sih?" celetuk Kirana polos, membuat Arjuna yang biasanya tenang itu sampai memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut sakit.

"AKU BUKAN TUKANG PARKIR!" teriak Arjuna tidak kuat lagi, suaranya menggelegar di udara.

Kirana sedikit mundur kaget, lalu mengangkat kedua tangannya ke udara seolah menyerah, kunci inggrisnya masih ada di tangan. "Ya ampun... marah lagi. Ya maaf jadi kalau bukan tukang parkir, apaan? Pemilik gedung? CEO perusahaan? Menteri? Presiden? Hahaha ..." Kirana tertawa renyah, menganggap omongannya sendiri lelucon yang lucu.

Arjuna menarik napas panjang dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang makin kencang karena emosi. Dia menatap tajam ke manik mata cokelat itu.

"Aku Arjuna Adhitama. Pemilik dan pimpinan Grup Perusahaan Adhitama. Kau pasti pernah dengar itu kan? Perusahaan properti, otomotif, perbankan, dan teknologi. Aku orang yang membuat gedung-gedung tinggi di kota itu berdiri. Aku orang yang ...," Arjuna berhenti sejenak, nadanya kembali angkuh dan penuh percaya diri, "... yang bisa mengubah hidupmu dalam sekejap mata."

Dia menunggu. Menunggu reaksi takjub, menunggu tatapan hormat, atau setidaknya rasa malu karena sudah sembarangan bicara padanya.

Tapi lagi-lagi, dunia seolah bersekongkol melawannya.

Kirana hanya diam, menatapnya kosong, lalu menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Arjuna Adhitama ya? Hmmm! ... tapi maaf Tuan Dingin ... aku belum pernah dengar tuh! Perusahaan Adhitama? Emangnya bikin jajanan apa? Keripik? Atau biskuit? Enak nggak?" tanyanya polos tanpa dosa.

Arjuna merasa kakinya mau ambles ke dalam tanah. Nama besarnya, kekuasaannya, pengaruhnya ... semuanya seolah lenyap begitu saja di hadapan gadis ini. Gadis yang hidupnya hanya berputar di sekitar oli, besi, dan baut doang.

"Sudahlah," potong Arjuna pasrah, sadar bahwa menjelaskan siapa dirinya sama saja bicara dengan tembok sama Kirana. Dia kembali ke tujuan awal.

"Intinya, tawaranku begini, aku ingin kamu bekerja untukku sebagai montir pribadi, penanggung jawab semua kendaraanku. Gajinya sepuluh kali lipat dari apa yang kau dapat di sini. Kau akan tinggal di rumah besar, makan makanan enak, tidak perlu lagi kotor-kotoran lagi. Bagaimana?"

Arjuna menyilangkan tangan di dada, menatap Kirana dengan pandangan menang. Dia yakin kali ini pasti berhasil. Siapa yang bisa menolak hidup enak dan uang banyak?

Kirana diam sejenak sambil menunduk, berpikir keras. Wajahnya terlihat sangat serius seolah sedang menghitung rumus matematika rumit di kepalanya. Arjuna menunggu, bibirnya tersenyum tipis penuh kemenangan.

Seperkian detik selanjutnya Kirana menatap Arjuna dengan mata berbinar antusias.

"Sepuluh kali lipat ya? Wah banyak juga ya ... Tapi ..." dia berhenti, lalu menggeleng tegas. "Aku enggak tertarik tuh!"

Jawaban itu keluar begitu saja, cepat, dan tanpa ragu sedikit pun.

Senyum Arjuna langsung lenyap seketika. Matanya membelalak tak percaya. "Kau ... kau bilang apa? Kau menolak? Kau tahu apa yang kau katakan? Uang banyak, kenyamanan, kemewahan ... kau tolak begitu saja demi bengkel tua dan kumuh ini?!" suaranya mulai meninggi lagi, emosi arogannya bangkit kembali.

Kirana malah berjalan santai mengelilingi Arjuna, mengamati pakaian mahal dan sepatu mengkilap itu sambil berdecak kagum, tapi bukan kagum yang Arjuna inginkan.

"Dengar baik-baik ya Tuan Dingin ..." Kirana berhenti tepat di depan wajah Arjuna, menatapnya lurus. "Kau tahu kenapa aku betah di sini? Di tempat yang menurutmu kumuh dan kotor ini?"

Arjuna diam, menunggu jawaban dengan rahang yang masih kaku.

Kirana menunjuk ke arah bengkel, ke arah orang-orang yang sedang bekerja, tertawa, dan saling membantu di sana.

"Di sini, aku bebas. Aku bisa pakai baju apa saja, bicara apa saja, ketawa sepuasnya, dan kalau aku mau tidur siang di bawah truk, ya aku tidur. Nggak ada aturan kaku, nggak ada orang yang ngejar cuma karena mau minta tanda tangan, nggak ada orang yang sok kenal untuk menjilat demi kekuasaan dan uang," ucap Kirana tenang, suaranya yang biasanya berisik kini berubah lembut tapi tetap terdengar tegas.

Dia kembali menatap Arjuna, senyum miringnya kembali terbit.

"Di tempatmu nanti, aku pasti harus pakai baju rapi, sepatu bersih, bicara sopan, jalan harus tegak, makan pakai garpu dan pisau dengan posisi duduk tertentu ... duh, capek deh. Itu sih namanya penjara emas, bukan kerja. Aku mah nggak mau. Aku mau bebas. Uang banyak sih enak, tapi kalau buat beli kebebasan ... harganya kemahalan buat aku."

Arjuna terpaku. Kata-kata itu sederhana, tapi entah kenapa menohok tepat di dadanya. Kebebasan. Sesuatu yang sudah lama hilang dari hidupnya sejak dia kecil, sejak dia dipersiapkan menjadi pewaris keluarga. Dia punya segalanya, tapi dia sadar ... dia adalah orang yang paling terpenjara di dunia ini.

Tatapan Arjuna melembut. Aura mengintimidasinya perlahan menghilang, berganti dengan rasa takjub yang diam-diam tumbuh di hatinya. Gadis ini ... benar-benar berbeda. Dia tidak bisa dibeli. Dia tidak bisa dikuasai. Dia adalah satu-satunya hal yang tak terjangkau oleh Arjuna Adhitama.

"Jadi ... kau benar-benar menolak?" tanya Arjuna pelan, nadanya sudah tidak lagi marah, melainkan penuh rasa ingin tahu yang makin dalam.

Kirana mengangguk mantap, lalu meletakkan kunci inggrisnya di bahu Arjuna, membuat Tuan Muda itu kaget setengah mati tapi tidak menepisnya.

"Iya. Kecuali ..." Kirana berhenti, matanya berkilat jahil lagi.

"Kecuali apa?" tanya Arjuna cepat, seolah ada harapan kecil.

"Kecuali kalau kau yang kerja sama aku di sini. Jadi asisten aku. Nanti aku kasih gaji juga deh, lumayan kan? Tugasmu gampang kok cuman bersihin oli, angkat ban, beliin aku kopi manis, dan ... jadi tempat aku ngomel kalau ada mesin yang susah diurus. Gimana? Mau nggak, Tuan Dingin?" tawar Kirana dengan wajah serius, seolah itu tawaran paling menguntungkan sedunia.

Arjuna menatap wajah gadis itu lama sekali. Dia melihat senyum nakal itu, melihat kepercayaan diri itu, melihat kebebasan yang memancar dari setiap gerak-geriknya.

Bekerja jadi asisten gadis montir? Arjuna Adhitama? Pemimpin ribuan karyawan? Itu hal yang paling gila, paling memalukan, dan paling tidak masuk akal yang pernah dia dengar.

Namun ... kenapa rasanya tawaran itu terdengar jauh lebih menarik daripada tawaran tender miliyaran yang ada di gedung pencakar langitnya?

Arjuna tersenyum. Bukan senyum sinis, bukan senyum arogan, tapi senyum tipis yang tulus dan penuh tantangan. Senyum yang jarang sekali dia perlihatkan pada siapa pun.

"Kau gadis yang sangat aneh, Kirana," gumamnya pelan.

"Terima kasih! Itu pujian paling tinggi lho," jawab Kirana ceria.

Arjuna mundur selangkah, merapikan kembali jasnya, tapi kali ini sikapnya tidak lagi kaku. Dia menatap Kirana dengan pandangan baru.

"Baiklah. Kalau kau tidak mau datang ke duniaku ... maka akulah yang akan masuk ke duniamu."

Kirana mengerutkan kening bingung. "Maksudnya?"

"Kau bilang aku yang harus jadi asistenmu? Baik. Ingat kata-katamu itu. Karena aku Arjuna Adhitama. Dan apa pun yang aku inginkan ... pas ti akan akau dapatkan. Dengan cara apa pun," ucap Arjuna tegas, matanya berbinar kemenangan yang berbeda dari biasanya. Kali ini kemenangan bukan karena kekuasaan, tapi karena dia menemukan permainan paling seru dalam hidupnya.

Sebelum Kirana sempat bertanya lebih detail, Arjuna sudah berbalik badan berjalan menuju mobil mewahnya yang terparkir agak jauh. Dia melambaikan tangan sekilas tanpa menoleh ke belakang.

"Sampai jumpa lagi, Dokter mesin. Persiapkan dirimu. Aku akan kembali ... dan aku pastikan kau akan menyesal sudah menolak tawaran pertamaku."

Suara deru mesin mobil yang bertenaga gema terdengar, membawa pergi sosok Tuan Muda itu, meninggalkan Kirana yang berdiri diam menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

"Dasar orang aneh ... mau masuk duniaku katanya? Hahaha ... kita lihat saja nanti. Jangan sampai lari ketakutan setelah tau betapa kerasnya dunia ini ya, Tuan Dingin ..." gumam Kirana sambil tertawa kecil, lalu berbalik kembali masuk ke dalam bengkel.

Namun di sudut hatinya yang paling dalam, ada rasa getaran halus. Entah kenapa, dia punya firasat buruk ... atau mungkin firasat baik ... bahwa sosok Tuan Muda arogan itu baru saja mengacaukan ketenangan hidupnya selamanya.

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!