Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22.
" AYAH JANGAN MACEM-MACEM SAMA PAK ARGA."
terdengar suara nyaring dari dalam rumah. pak rudi terkejut dan langsung berbalik badan.
ternyata ada bunda yang sedang bertolak pinggang , raut wajahnya sudah seperti mau makan orang.
pak rudi nyengir lebar lalu menghampiri istrinya. " eh ada bunda, istriku yang paling cantik sejagat raya." sambil memeluk bu euis.
bunda hanya berdeham sambil memutar bola mata malas.
Arga yang masih berdiri di depan pintu tercengang melihat perilaku pak rudi.
" perasaan tadi di depan gue kek singa, ini kenapa depan bini nya jadi kucing." Gumam Arga.
bunda melepas paksa pelukan pak rudi, matanya tertuju kepada Arga yang masih terdiam di depan sana.
bunda langsung menghampiri nya.
" mari masuk pak." tutur sopan bunda. Bunda langsung mengganti Panggilan kepada Arga Setelah dia tahu perjodohan itu dibatalkan.
"o-oh iya terimakasih."
bunda mengajak Arga duduk di ruang tamu.
" pak Arga maaf bila saya lancang menanyakan ini. kenapa pak Arga ingin menemui anak saya? bukan nya perjodohan ini sudah di batalkan.
ternyata Bunda juga penasaran dengan datangnya Arga yang menemui Bela.
" Maafkan saya tante euis, Pak Rudi. Saya memang salah, Dulu saya masih dibutakan Cinta oleh wanita dari masa lalu saya. Saya menyesal telah meninggalkan Bela , saya ke sini ingin menebus kesalahan saya dan saya akan memperjuangkan lagi untuk mendapatkan hati bela. "
Arga menghela nafas panjang , lalu dia berlutut di depan Pak Rudi dan Bunda euis dengan kepala tertunduk .
Pak Rudi dan Bunda Euis terkejut melihat Apa yang dilakukan Arga.
" Apa yang sedang kamu lakukan Pak tolong cepat berdiri " ucap Bunda
Arga menggeleng dia tidak mau mendengar perkataan Bunda ,Arga tetap pada posisinya .
" om, tante Maafkan saya, tolong restuin saya, Saya berjanji tidak akan menyakiti hatinya lagi."
Bella mengintip di balik pintu kamarnya , dia memang tidak diperbolehkan keluar oleh orang tuanya . Bella terkejut dan terharu dengan apa yang Arga buat .
flashback on
Di malam hari.. bunda sudah selesai menyiapkan makan malam. di meja makan sudah ada ayah yang sedang mengecek data perusahaan.
" bunda..mana Adek? tumben dia belum keluar kamar." Tanya ayah
" bunda panggilkan dulu." langsung bergegas menghampiri kamar Putrinya.
pintu kamar Bela terbuka sedikit jadi saat bunda ingin memanggil Putrinya dia tidak sengaja mendengar percakapan anaknya yang sedang telponan.
Bela: La pak Arga minta ketemuan tapi dia yang jemput gue,gimana ini?
(....)
Bela: ya..udah terlanjur gue Terima sih.
(....)
Bela: iya gue salah, harusnya nolak tapi karena saking seneng nya gue Terima.
(....)
Bela: iya, nanti gue ngabarin lu.
KLIK. panggilan terputus, ngga lama bunda langsung masuk kamar Bela.
" nak, ayo makan." ajak bunda.
setelah nya Bela langsung bergabung di meja makan, setelah makan malam selesai.. bunda meminta Bela tunggu di ruang tamu.
mereka bertiga berkumpul di ruang tamu, ayah dan Bela bingung.. tumben sekali bunda ingin bicara serius.
ayah langsung kepo. " bunda mau ngomong apa? apa harga kebutuhan naik jadi kita harus hemat? atau bu rt ngajak senam keluarga lagi?
" bukan soal itu, ini soal hubungan Bela dan Arga."
Ayah terdiam tapi tidak dengan Bela. dia terkejut, - apa bunda dengar ya tadi waktu gue nelpon sama Lula-. ucap dalam hati Bela.
bunda yang memang duduk di sebelah Bela langsung memegang tangan putri nya dengan lembut.
" Nak maaf kalo tadi bunda ngga sengaja dengar percakapan kamu di kamar. cuma bunda ingin memastikan apa bener kamu dan Arga janjian mau bertemu? untuk apa nak? bukanya kamu ngga suka sewaktu di jodohkan itu."
"apa sebenarnya kamu suka dengan Arga? terus kenapa kalian sepakat untuk membatalkan perjodohan ini? Atau sebenernya hanya Arga yang mau membatalkan perjodohan nya?" lanjut bunda.
Bela tertunduk, air mata mulai menetes lalu terdengar isakan. dia menangis bukan karena kepergok bunda tapi dia menyesal karna memang masih menyimpan perasaan kepada Arga.
Bela masih bungkam, dia takut kalo mengatakan sejujurnya. takut Arga di pandang jelek oleh orang tuanya.
tapi tanpa sepengetahuan Bela, ayah sudah tau alasan batalnya perjodohan ini.
karena Bela masih bungkam akhirnya ayah yang menjelaskan semua kepada istrinya. bunda terkejut ternyata hati anaknya di sakiti oleh orang yang dia anggap calon mantu, Bela juga terkejut ternyata ayahnya sudah tau semua apa yang dia sembunyikan.
" dek maafkan ayah, seharusnya ayah ngga pernah menjodohkan dengan laki-laki seperti itu." matanya memerah sedang menahan tangis. " maaf ya ayah egois."
Bela langsung menghampiri ayahnya lalu memeluk dengan erat, Ayah tidak kuat lagi menahan tangis saat di peluk putri tersayang..jadi mereka menangis bersama.
Ayah melepas pelan pelukan Bela, dengan suara serak. " dek besok kamu ngga usah ketemu Arga ya, nanti biar ayah dan bunda yang urus. Ayah ngga Terima anak ayah di sakitin hatinya."
Flashback off
" saya dan ayah Bela sudah memaafkan kamu, tapi mohon maaf jangan paksa Bela untuk kembali kesisi pak Arga." ayah langsung menoleh protes ke istrinya sebab dia masih belum memaafkan Arga, tapi hanya delikan mata bunda.. ayah langsung manut.
" soal hati itu rapuh pak, jadi kalo sudah di sakiti oleh orang tersayang.. susah untuk di sembuhkan." nasihat bunda.
Arga masih berada di posisinya, ngga ada niat untuk berdiri.
" iya saya tau dan saya memang salah. saya ngga akan memaksa Bela untuk kembali lagi kepada saya tapi saya akan berusaha menyembuhkan hatinya dan Bela lah yang memutuskan kembali kepada saya."
" ck kepedean sekali." julid pak rudi dan langsung dapat cubitan dari istri tercinta.
Bunda menyuruh kembali agar Arga beranjak.
" yasudah bunda panggilkan Bela dulu." setelah kepergian bunda, pak rudi kembali berulah.
dengan tatapan sinis pak rudi berceletuk. " harusnya sebelum meluluhkan hati anak saya , kamu harus bisa mengambil hati orang tuanya dulu. masa ke sini ngga bawa apa-apa."
Arga merasa kikuk dibuatnya.
"m-maaf om. saya ngga tau makanan kesukaan om apa" sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
ayah bersedekap dada dan langsung memalingkan wajahnya. dengan suara ketus.. " martabak, saya suka makanan manis."
Arga tersenyum dengan semangat dia langsung mengiyakan. " siap om nanti saya bawakan martabak spesial buat om." tapi hanya di jawab deheman saja oleh pak rudi.
bunda dan Bela keluar kamar. Bela hanya mengikuti bunda dari belakang dengan kepala menunduk.
" kalian ngobrol di sini saja ya, ayok yah." bunda menarik tangan suami.
" loh bun kita kan harus jadi wasit."
" udah ayok kita ke kamar aja." ucap bunda sambil berjalan ke arah kamarnya.
" wah bunda sore sore udah ngajakin aja." sumringah ayah.