NovelToon NovelToon
Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.

Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: HARGA DARI SEBUAH KEBENARAN

Aula Sanctum of Silence kini diselimuti kesunyian yang mencekam. Kaisar, yang baru saja terbangun dari kungkungan entitas kuno, menatap Axel yang tak sadarkan diri di pangkuan Reynarda dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara kebingungan, rasa syukur, dan kewaspadaan seorang penguasa.

Grand Inquisitor, yang telah kehilangan kekuatannya bersamaan dengan hancurnya altar, terkapar di sudut ruangan. Dia bukan lagi ancaman, melainkan saksi bisu dari kegagalan konspirasi besar mereka.

Reynarda memeluk Axel dengan sangat erat, tangannya gemetar. Dia tidak memedulikan tatapan Kaisar. Baginya, hanya detak jantung Axel di dadanya yang menjadi pusat semesta saat ini.

"Dia... menyelamatkanku?" Kaisar berdiri dengan goyah, didukung oleh pengawal pribadinya yang baru saja berhasil menerobos masuk setelah segel sihir kuil hancur.

Elysia melangkah maju, berdiri di antara Kaisar dan Axel dengan posisi melindungi. Matanya yang hijau menyala tajam. "Dia telah menanggung beban kutukan yang seharusnya menghancurkan pikiranmu, Yang Mulia. Jika Anda berniat menganggapnya sebagai buronan setelah ini, Anda harus melangkahi mayat kami bertiga."

Kaisar terdiam. Dia melihat ke arah Grand Inquisitor, lalu ke arah Reynarda—Ksatria Sucinya yang paling setia—dan Valeria yang meskipun masih menyembunyikan belati di balik jubahnya, tampak siap untuk membunuh jika perlu.

"Aku tahu siapa kalian," suara Kaisar berat dan berwibawa. "Kalian adalah Pilar Hitam. Berita tentang aksi kalian di katedral sudah sampai ke telingaku sebelum aku kehilangan kendali atas diriku sendiri. Aku tahu Gereja telah memutarbalikkan fakta."

"Host," suara AI menggema di kepala Axel yang masih pingsan, memicu kesadaran samar. "Sistem mendeteksi bahwa Kaisar berada dalam kondisi netral. Jika Anda sadar, Anda bisa memenangkan loyalitasnya. Jika tidak... tim keamanan kerajaan mungkin akan melakukan prosedur pembersihan."

Axel membuka matanya sedikit. Pandangannya buram. Dia merasakan kehangatan di dadanya. Dia berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar, "Yang Mulia... Gereja... mereka... bukan teman Anda."

Kaisar berlutut di depan Axel. Dia melepaskan jubah kebesarannya dan menutupi tubuh Axel yang menggigil karena sisa-sisa energi dingin.

"Aku tahu," jawab Kaisar pelan. "Mereka telah menanamkan racun di tubuhku selama berbulan-bulan. Aku butuh seseorang yang tidak memiliki afiliasi dengan sihir atau politik mereka untuk menuntaskan ini. Seseorang yang... 'bersih' dari kepentingan."

Valeria mendengus kasar. "Jadi, apa sekarang? Apakah kami akan tetap dicap sebagai pengkhianat negara?"

Kaisar menatap Grand Inquisitor yang sudah tak berdaya. "Dia akan menjadi tumbal kebenaran. Aku akan mengumumkan bahwa Grand Inquisitor adalah otak di balik ritual terlarang, dan bahwa kalian... adalah agen rahasia yang sengaja kubentuk untuk mengungkap korupsi dari dalam."

Reynarda dan Valeria saling pandang, terkejut dengan tawaran itu. Itu bukan sekadar pengampunan; itu adalah legitimasi.

"Ada satu syarat," tambah Kaisar. "Aku butuh Axel untuk tetap berada di sisiku, sebagai penasihat pribadi yang tidak terikat oleh hukum menara sihir mana pun. Karena hanya dia yang bisa melihat dunia ini tanpa filter sihir yang memuakkan itu."

"Host, tawaran ini memiliki risiko tinggi. Jika Anda menerima, Anda akan berada di pusat pusaran politik. Jika menolak, kita kembali menjadi buronan."

Axel menarik napas panjang, mencoba duduk dengan bantuan Reynarda. Dia menatap Kaisar, lalu menatap ketiga wanita yang selalu berada di sampingnya. Dia tahu, jika dia menerima posisi ini, dia tidak akan pernah bisa kembali ke kehidupan staf kebersihan yang tenang. Tapi, dengan berada di samping Kaisar, dia bisa memastikan tidak ada lagi ritual gelap yang akan terjadi.

"Saya akan menerima," ucap Axel parau. "Tapi dengan satu syarat tambahan, Yang Mulia."

"Katakan."

"Mereka bertiga," Axel menunjuk Reynarda, Elysia, dan Valeria, "bukan bawahanku. Mereka adalah rekan kerjaku. Jika aku tinggal, mereka tetap bersamaku. Tidak ada lagi perintah untuk memisahkan kami."

Kaisar tersenyum kecil—senyum seorang penguasa yang akhirnya menemukan sesuatu yang nyata di tengah dunia penuh kepalsuan. "Diterima. Mulai hari ini, kalian resmi bukan lagi buronan, melainkan Unit Khusus Kaisar."

Saat itu juga, Axel merasakan sebuah notifikasi baru muncul di panel AI-nya.

> [ MISI UTAMA SELESAI: Penyelamatan Kaisar ]

> [ STATUS: Unit Khusus Kaisar terbentuk ]

> [ Catatan AI: Selamat, Host. Anda baru saja naik jabatan dari staf kebersihan menjadi penasihat kerajaan dengan tiga bodyguard kelas dunia. Apakah ini awal dari ketenangan? Tentu saja tidak. Tapi setidaknya, sekarang Anda punya anggaran negara untuk membiayai keributan Anda selanjutnya.]

Axel tersenyum. Dia menoleh ke arah Reynarda, Elysia, dan Valeria. Mereka tampak lega, namun tatapan mereka padanya masih sama: obsesif, protektif, dan penuh rasa memiliki.

Dia tahu, perang melawan gereja mungkin sudah usai, namun kehidupan barunya di istana baru saja dimulai. Dan dia punya firasat, mengurus "tiga monster" ini di istana akan jauh lebih melelahkan daripada membersihkan lorong akademi.

1
Pria Misterius
Harem😋 aku suka ini
Orimura Ichika
up yg banyak thor👍
Orimura Ichika: di tungguin 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!