Aku sudah mati sekali di hari kiamat.
Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.
Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.
Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.
Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 Rahasia Sarah dan kalung liontin merah
"Apa?! Kamu jangan bercanda sarah!" Ucap Dio yang semakin tak percaya.
"Kalau tidak percaya ya sudah! Bahkan saya juga tahu kalau reina memiliki kalung liontin merah jika kamu bisa mendapatkan kalung liontin milik Reina, kamu bisa menjadi orang nomor 1, karena kalung itu memiliki ruang dimensi tanpa batas." tegas Sarah sambil melipat tangannya.
"dua hari lagi gunung berapi di pulau lotte akan meletus dan dibarengi dengan letusan kekuatan spiritual pertama. Kalau kita bisa menyerap energi spiritual kedalam tubuh, maka tubuh kita bisa bermutasi dan bisa berkultivasi. Dalam hal ini kita bisa memiliki kekuatan super, namun juga setiap letusan energi spiritual dibarengi pintu portal iblis terbuka, dan akan membawa reruntuhan kuno dimana tempat para dewa dan iblis saling membunuh. Ini juga berarti tahap awal dunia berubah sebelum kiamat." lanjut Sarah.
Dio bergidik merinding mendengar penjelasan Sarah yang tidak masuk akal. "apa kamu yakin? Aku tidak percaya hal seperti ini didunia modern." bantah Dio yang mencoba tidak percaya.
"tidak percaya ya sudah, setelah 2 hari pasti kamu akan percaya dengan ku. Aku tetap harus ikut ke Utara."
Dio tidak memiliki alasan untuk menolak permintaan Sarah, dan juga Dio ingin melihat apakah ucapan Sarah benar-benar bisa dipercaya. Jika ucapannya benar maka Dio beruntung bisa mendapatkan sarah yang mampu melihat masa depan. Kalaupun ucapannya hanya mengada-ngada tidak rugi juga untuk membiarkan disisinya.
Sedangkan sarah sedang memikirkan bagaimana dia harus menjalani hidup didunia yang akan menjadi neraka, "Si*l! Kenapa saya harus membeli video game yang tidak masuk akal ini. Saya harus masuk kedalam permainan dan menyelesaikannya."
"huaaaa..." rengek sarah dalam diam.
DING...!! (sistem AI milik Sarah muncul)
[Sarah, ingat misi mu! Kalau kamu ingin kembali keduniamu kamu harus menyelesaikan misimu.] sambil menunjuk Sarah.
Sarah sangat kesal, "tenang saja lila, saya sangat pintar dan memiliki kecantikan. Pasti saya akan berhasil merebut posisi tokoh utama."
Sarah memberi nama sistem miliknya lila.
[Jalanmu tidak akan semudah yang kamu bayangkan, meskipun kamu memiliki sistem canggih dari dunia asal tetap saja masih akan sangat sulit untukmu menyelesaikan game ini. Kamu harus berhasil merebut kalung liontin merah supaya poin dan kemampuanmu bertambah. Lagi pula kalung liontin merah itu memiliki ruang dimensi tanpa batas.]
"ya ya saya sangat tahu dan sangat ingin mencoba masuk kedalam ruang dimensi lain."
[Jika kamu bisa memilikinya kamu bisa menyimpan barang dan berlatih disana, dalam artian hidupmu akan lebih mudah jika memiliki ruang dimensi itu. Jika kamu berhasil bertahan hidup sampai hari kiamat kamu bisa kembali kedunia asalmu.]
[POKOKNYA KAMU HARUS BERHASIL MENYELESAIKANNYA] teriak lila.
"tenang saja, saya pasti akan menyelesaikan semua misi. Berapa poin kesukaan Dio terhadapku sekarang?."
Ding..! Sistem terbuka
Kesukaan dio 40%
Kepercayaan Dio 20%
kebencian Dio 5%
"hah? Kenapa kesukaan dan kepercayaan dio turun??." ucap Sarah yang terkejut.
"bukankah kemarin kesukaan dio sudah mencapai 70% dan kepercayaan 50% ??."
[dio meragukanmu, itu karena kebodohanmu yang mengatakan mengetahui masa depan. Jadi kamu harus dihukum karena melanggar aturan.!]
"apa? Hukuman? Hukuman apa?" tanya sarah yang tidak percaya jika kejujurannya malah menyengsarakan dirinya.
Hukuman sistem teracak
**** sistem sedang mengacak ****
DING..!!
Hukuman untuk Host! Host kehilangan satu keterampilan hadiah sistem!
Ding!!
Tiba-tiba perut sarah sedikit membesar, "apa? Hukumannya kehilangan hadiah tubuh sempurna?." tiba-tiba sarah ingin menangis.
"Sarah, kamu kenapa tiba-tiba kelihatan sakit? Kenapa saya merasa tubuhmu seperti sedikit gendutan?" tanya Dio yang melihat tiba-tiba tubuh Sarah berubah.
"ah tidak-tidak, saya tidak apa-apa." ucap Sarah sembari pergi terburu-buru, jika tidak dio akan semakin curiga dan banyak tanya.
******
Sedangkan disisi lain, jauh dari kota dan banyaknya manusia. Di sebuah pulau yang berada diujung katulistiwa ada seseorang yang tengah bersemedi.
Salju masih menutupi seluruh dunia tak terkecuali, disebuah goa yang tak terawat.
"hampir 2000 tahun saya bersemedi disini, apakah sudah hampir waktunya?" gumam Edrik Zeindra sambil membuka matanya perlahan.
"Dewi Sinta dimana sebenarnya kamu?, seharusnya kamu sudah berreinkarnasi. Saya harus menemukanmu sebelum kiamat terjadi, misi kita harus tercapai. Saya harus memberikan ingatan ini kepadamu." ucap Edrik sambil berdiri dan terbang.
Edrik menyimpan seperti bola cahaya yang dipercayai adalah setengah kekuatan dan ingatan dewi sinta.
********
"sebentar lagi kakek-kakek itu akan lewat." gumam Reina sambil melihat arloji ditangannya.
Sambil bersembunyi dibalik gang kecil yang akan dilalui kakek-kakek tersebut.
Setelah Reina menunggu, senyum dibibir Reina sangat mengembang kala melihat bayangan seseorang yang sedang berjalan dengan tertatih-tatih. "tunggu sebentar lagi, sampai benar-benar terlihat." batinnya.
Reina berlari menghampiri kakek-kakek yang hampir mati karena lapar dan kedinginan.
"kakek, kakek tidak apa-apa?" Reina mencoba memapah kakek tersebut dan membawanya pulang ke Apartemen miliknya.
Dikehidupan sebelumnya reina baru pulang belanja makanan pokok dan beberapa bahan-bahan yang lainnya, dan melewati gang kecil tanpa sengaja menemukan kakek tersebut yang hampir pingsan. Kemudian dia memberikan air mineral dan roti yang telah ia beli sebagai imbalannya dia memberikan sebuah kalung berliontin merah tanpa menjelaskan apapun.
Karena reina tidak mampu membawa kakek tersebut untuk pulang keapartemennya. Sedangkan dikehidupan ini reina telah terlahir kembali dan memiliki sedikit energi spiritual, menggendong orang dewasa bukan hal yang sulit lagi baginya.
"sebenarnya, setelah saya lahir kembali saya merasa banyak keanehan didunia ini, termasuk kakek ini." ucap Reina dalam hatinya.
Setelah mereka berada diapartemen milik reina, Reina langsung menghidupkan mesin penghangan ruangan dan memberi makan sup pada kakek tersebut.
Karena Reina telah mempersiapkan semuanya sebelum pergi, "Aneh, kenapa rasanya kamu seperti tahu saya akan lewat gang kecil dan telah menyiapkan berbagai macam makanan disini." ucap kakek sambil meminum sup yang telah disediakan Reina.
"Eh?,
"tidak,, tidak kok kek.." ucap Reina terbata-bata.
"saya hanya tidak sengaja melewati gang kecil itu, tidak diduga saya melihat kakek yang hampir sekarat."
"setidaknya dulu memang begitu." batin Reina.
"oh iya? Mungkin seperti itu, atau memang pernah terlahir kembali." ucap Kakek yang mengejutkan Reina.
Reina benar-benar terkejut mendengar ucapan kakek tersebut, tanpa beban tanpa ada halangan dia membicarakan hal tersebut dengan sangat mudah.
"berarti memang benar, dunia ini menyimpan banyak misteri yang belum pernah terpecahkan." batin Reina.
"memang kakek percaya kalau ada manusia yang bisa terlahir kembali setelah kematian?." tanya Reina.
"anak muda sepertimu memang tidak banyak mengetahui hukum alam, didunia ini masih banyak misteri yang belum terpecahkan, mungkin kamu juga tidak pernah tahu kalau sebenarnya didunia ini memiliki para dewa dan kehidupannya hampir sama dengan para manusia."
"Dewa? Apa benar dewa itu beneran ada kek?, saya memang terlahir kembali. Saya mati dizaman kiamat." ucap Reina.
"oh ya? Apakah kamu melihat para dewa saling menyerang?." tanya Kakek tersebut.
"tidak, apakah benar dewa itu ada?." tanya Reina penasaran.
"hahaha, dasar anak muda zaman sekarang. Kalau kamu memang terlahir kembali akan saya beritahu. Mungkin kematianmu belum dikatakan dizaman kiamat, karena zaman kiamat adalah sumpah para dewa untuk saling menghancurkan umat manusia dan saling berperang untuk merebutkan kekuasaan. Jauh sebelum itu terjadi raja dewa mengirim jiwa-jiwa dewa dan dewi untuk bereinkarnasi didunia fana ini untuk melindungi umat manusia dan membawa misi perdamaian. 2 hari lagi adalah tahap awal perubahan dunia."
"setelah dunia benar-benar berubah dan gerbang iblis benar-benar terbuka reruntuhan kuno akan muncul dimana-mana. Disana akan ada banyak monster dan iblis yang menyerang."
"reruntuhan kuno? Apa itu kek?"
"reruntuhan kuno bisa dibilang sebagai peninggalan para dewa dan iblis yang telah hancur. Namun disana masih ada jiwa yang menjaga reruntuhan tersebut."
Reina bergetar mendengar cerita tersebut, tangannya mengepal sangat keras, namun kakek melihat reaksi Reina.
"jika kamu beruntung bisa mendapatkan kekuatan spiritual, setidaknya kamu bisa bertahan hidup sampai dimana hari yang sudah ditetapkan. Berpetualang Lah untuk menolong umat manusia dan mencari dewa kultivasi yang telah dikirim kedunia fana ini." ucap kakek sambil mencari sesuatu ditas usang yang sudah sangat compang camping.
"meskipun kalung ini tidak memiliki kekuatan, setidaknya bisa melindungimu. Bahkan sampai sekarang saya tidak bisa masuk kedalam ruang dimensi yang dimiliki kalung tersebut. Jika kamu yang menggunakannya mungkin bisa bermanfaat." ucap kakek sambil memberikan sebuah kalung berliontin merah.
"liontin merah memiliki ruang dimensi?" gumam reina pelan.
Reina sangat berterimakasih dengan pemberian kakek tersebut, dia bertekad untuk melindungi kalung ini dan menggunakannya sebaik mungkin.