NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kentos46

Aluna butuh 3M buat nebus utang kakaknya. CEO es batu Arsen Asmara nawarin nikah kontrak setahun. Syaratnya gampang: Tidur pisah ranjang, dilarang jatuh cinta.

Tapi semua berantakan gara-gara satu malam salah kamar. Aluna hamil anak CEO paling ditakuti se-Indonesia.

Pas foto mereka satu selimut viral + saham anjlok 12%, Arsen bukannya marah malah pasang badan hajar mantanku. Katanya ini cuma kontrak... tapi kenapa ciumannya bikin jantungku mau copot?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kentos46, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arsen Kehilangan Kendali

Brak!

Suara benturan keras dari dalam apartemen membuat tubuh Aluna langsung menegang.

Jantungnya seperti jatuh ke dasar perut.

Tanpa pikir panjang perempuan itu langsung berlari menuju unit 1703, namun Daniel buru-buru menahan lengannya.

“Nyonya, jangan masuk dulu.”

“Aku harus lihat Arsen!”

Suara Aluna mulai panik.

Karena entah kenapa dadanya sesak banget sekarang.

Instingnya buruk.

Sangat buruk.

Dari dalam apartemen terdengar suara benda pecah disusul umpatan kasar seseorang.

Dan Aluna langsung mengenali suara itu.

Bima.

Napasnya makin nggak teratur.

Daniel terlihat ragu beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“Tetap di belakang kami.”

Pintu apartemen terbuka lebar.

Dan dalam satu detik…

langkah Aluna langsung berhenti.

Ruangan itu berantakan total.

Botol alkohol pecah di lantai.

Meja kaca retak.

Kursi terbalik.

Sedangkan di tengah ruangan—

Arsen berdiri sambil mencengkram kerah Bima brutal sampai tubuh laki-laki itu hampir terangkat dari lantai.

Deg.

Tatapan mata Arsen benar-benar mengerikan sekarang.

Gelap.

Dingin.

Dan penuh amarah.

Bahkan Aluna sampai merinding melihatnya.

Karena selama ini Arsen memang selalu terlihat dingin.

Namun laki-laki itu tetap tenang.

Tetap bisa mengendalikan dirinya.

Sedangkan malam ini…

Arsen seperti kehilangan semua kontrolnya.

“Mana file aslinya?”

Suara laki-laki itu rendah banget.

Namun justru itu yang bikin suasana makin mencekam.

Bima tertawa kecil meski sudut bibirnya berdarah.

“Lo panik juga ternyata.”

Brak!

Tubuh Bima langsung dihantam ke dinding keras sampai suara benturannya menggema di ruangan.

“ARSEN!”

Aluna refleks berteriak.

Dan untuk pertama kalinya malam itu…

Arsen berhenti.

Tatapan laki-laki itu langsung berpindah ke arah Aluna.

Napasnya berat.

Rahangnya tegang.

Sedangkan matanya masih penuh emosi yang belum turun sedikit pun.

Bima malah tertawa pelan.

“Liat tuh…”

Laki-laki itu menyeringai miring sambil mengusap darah di bibirnya.

“Dia takut sama lo.”

Tatapan Arsen langsung berubah makin dingin.

“Diam.”

Namun Bima terus bicara.

“Lo pikir cowok kasar kayak lo bisa bikin dia nyaman?”

Deg.

Jantung Aluna langsung nggak aman.

Karena ucapan itu jelas sengaja memancing Arsen.

Dan sayangnya…

berhasil.

Tatapan mata Arsen berubah gelap lagi.

“Aku bilang diam.”

Namun Bima malah tertawa makin keras.

“Kenapa? Takut topeng lo kebuka?”

Brak!

Pukulan kedua mendarat lebih keras.

Tubuh Bima langsung jatuh ke lantai.

Aluna sampai membeku.

Karena ini pertama kalinya dia melihat Arsen benar-benar meledak.

Dan yang paling bikin takut…

laki-laki itu belum selesai.

Arsen berjalan mendekat lagi perlahan.

Pelan banget.

Namun tiap langkahnya bikin suasana makin mencekam.

Aura CEO dinginnya sekarang hilang total.

Yang tersisa cuma amarah.

Murni amarah.

“Video itu siapa yang edit?”

Suara Arsen rendah.

Bima meludah darah ke lantai sambil tertawa miring.

“Bagus kan hasilnya?”

Deg.

Tatapan Arsen berubah tajam banget.

“Semua orang sekarang mikir lo pemerkosa.”

Kalimat itu langsung membuat udara di ruangan terasa berat.

Karena memang itu yang sedang terjadi sekarang.

Media mulai menyerang Arsen.

Saham perusahaan mulai dibahas.

Dan nama laki-laki itu perlahan dihancurkan.

Namun yang membuat Arsen benar-benar marah bukan soal reputasinya.

Tapi karena Aluna ketakutan.

Karena perempuan itu nangis gara-gara semua ini.

Dan Bima sadar betul soal itu.

Makanya dia sengaja terus memancing.

“Harusnya gue upload dari dulu,” lanjut Bima sambil tertawa kecil. “Biar semua orang tahu CEO sempurna kayak lo ternyata sampah juga.”

Brak!

Kerah Bima langsung dicekik brutal lagi.

“ARSEN STOP!”

Aluna buru-buru memegang lengan laki-laki itu.

Deg.

Tubuh Arsen sedikit menegang saat merasakan sentuhan tersebut.

Napasnya masih kasar.

Tatapannya masih gelap.

Namun perlahan…

emosinya sedikit tertahan.

“Aku mohon…”

Suara Aluna mulai gemetar.

“Cukup…”

Sunyi.

Ruangan mendadak diam beberapa detik.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Arsen benar-benar melihat wajah Aluna dengan jelas.

Perempuan itu takut.

Bukan takut pada Bima.

Tapi takut dirinya berubah jadi monster malam ini.

Kesadaran itu langsung menghantam Arsen keras.

Laki-laki itu perlahan melepaskan cengkramannya.

Namun matanya masih dingin banget saat menatap Bima.

“Kalau bukan karena dia…”

Suara Arsen rendah.

“Kamu udah nggak bisa ngomong sekarang.”

Deg.

Bahkan Daniel sampai ikut diam mendengar nada suara tersebut.

Karena semua orang tahu—

Arsen serius.

Sangat serius.

Bima tertawa kecil sambil terbatuk.

“Keren juga…”

Tatapan laki-laki itu pindah ke Aluna.

“Dia beneran cinta sama lo ternyata.”

Deg.

Napas Aluna langsung tertahan.

Sedangkan Arsen membeku sesaat.

Dan yang paling berbahaya…

laki-laki itu nggak membantah.

Tatapan mereka bertemu beberapa detik.

Jantung Aluna langsung berdetak kacau.

Karena entah kenapa suasana tiba-tiba berubah aneh.

Terlalu dalam.

Terlalu nyata.

Padahal awalnya semua cuma kontrak.

Namun sebelum Aluna sempat berpikir lebih jauh—

Bima kembali bicara.

“Sayang banget.”

Tatapannya berubah gelap.

“Lo nggak bakal bisa bahagia sama dia, Luna.”

Aluna langsung mengernyit.

“Maksudmu apa?”

Bima menyeringai tipis.

“Lo pikir keluarga Arsen bakal nerima cewek biasa kayak lo?”

Deg.

Dadanya langsung sesak.

Karena ucapan itu adalah ketakutan terbesar Aluna sejak awal.

Dan Bima tahu persis titik lemahnya.

“Apalagi sekarang…”

Tatapan laki-laki itu turun ke perut Aluna.

“Lo hamil.”

Tubuh Aluna langsung menegang refleks.

Sedangkan Arsen langsung berubah dingin total.

“Jangan lihat dia kayak gitu.”

Nada suaranya rendah banget.

Namun justru itu yang bikin suasana makin menyeramkan.

Bima malah tertawa lagi.

“Kenapa? Takut?”

Tatapan laki-laki itu kembali ke Aluna.

“Luna… sadar nggak sih? Cowok kayak dia nggak mungkin serius sama lo.”

“Diam.”

“Keluarganya pasti malu punya menantu kayak—”

Brak!

Arsen langsung menghantam meja di sampingnya sampai kaca pecah berantakan.

Deg!

Aluna refleks kaget.

Napasnya tercekat.

Karena ini pertama kalinya dia melihat Arsen semarah ini.

Tangan laki-laki itu sampai berdarah terkena pecahan kaca.

“Arsen!”

Aluna buru-buru mendekat panik.

Namun Arsen sama sekali nggak peduli pada tangannya sendiri.

Tatapannya masih tertuju dingin ke Bima.

“Keluarin semua file yang kamu punya.”

“Kalau nggak?”

Sunyi.

Lalu perlahan…

Arsen tersenyum tipis.

Namun senyum itu sama sekali nggak hangat.

Justru bikin bulu kuduk merinding.

“Kamu nggak akan suka akibatnya.”

Deg.

Bahkan Bima sampai diam sesaat.

Karena untuk pertama kalinya malam itu…

laki-laki tersebut terlihat sedikit takut.

Namun rasa takut itu cuma sebentar.

Karena detik berikutnya Bima malah tertawa lagi.

“Lo udah kalah, Arsen.”

Tatapan laki-laki itu berubah aneh.

“Netizen sekarang benci sama lo.”

“Peduli amat.”

Jawaban Arsen langsung bikin semua orang diam.

Bima mengernyit.

Sedangkan Arsen berjalan mendekat perlahan.

“Saya nggak peduli nama saya dihancurin.”

Tatapan matanya dingin banget sekarang.

“Tapi saya nggak akan maafin orang yang bikin Aluna nangis.”

Deg.

Jantung Aluna langsung bergetar keras.

Karena cara Arsen mengatakan itu…

terdengar terlalu tulus.

Terlalu dalam.

Dan itu bikin dirinya makin takut jatuh lebih jauh.

Namun sebelum suasana berubah lagi—

ponsel Aluna tiba-tiba bergetar.

Deg.

Perempuan itu refleks membuka layar.

Nomor tidak dikenal.

Instingnya langsung buruk.

Sangat buruk.

Dan benar saja.

Begitu membaca isi pesan tersebut—

wajah Aluna langsung pucat total.

Karena di layar sekarang muncul sebuah foto.

Foto USG kandungannya.

Yang seharusnya cuma dirinya dan Arsen yang punya.

Tangan Aluna langsung gemetar.

“Arsen…”

Suara perempuan itu melemah.

Laki-laki itu langsung menoleh cepat.

“Ada apa?”

Aluna perlahan menunjukkan layar ponselnya.

Dan dalam sepersekian detik…

raut wajah Arsen berubah gelap total.

Karena di bawah foto USG itu ada satu kalimat.

“Kalau mau anakmu selamat, suruh Arsen berhenti.”

Deg.

Suasana ruangan langsung berubah dingin.

Napas Aluna tercekat.

Sedangkan Arsen…

diam banget.

Terlalu diam.

Dan itu jauh lebih menakutkan dibanding amarah sebelumnya.

Karena kali ini…

yang disentuh bukan lagi dirinya.

Bukan reputasinya.

Tapi anak mereka.

1
MayAyunda
keren kak👍👍
Suhirno Cilok
Lanjut.👍
kentos46: sudahh yaa kak
total 1 replies
kentos46
makasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak yaa
kentos46
punya cerita lain ga kak
Clarice Diane
semangat kak💪
kentos46: makasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!