NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Karina Dyah Pramesti, it-girl global sekaligus putri kandung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, harus menelan pahitnya kehancuran karier di Korea Selatan akibat skandal politik yang menjebaknya.
-
Dipulangkan paksa ke tanah air, Karina tidak punya pilihan selain tunduk pada misi terakhir ayahnya: Pernikahan Politik.
Demi menyatukan kekuatan militer dan supremasi ekonomi, Karina dijodohkan dengan Darma Mangkuluhur, pewaris klan Cendana yang dingin dan ambisius. Di tengah kemewahan yang menyesakkan dan intrik kekuasaan antara dua keluarga raksasa, Karina harus memutuskan—menjadi bidak catur yang pasrah, atau bangkit menjadi penguasa baru untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan impiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

***

Pagi di kediaman Menteng tidak lagi diawali dengan aroma kayu manis yang manis. Sebaliknya, udara terasa dingin dan tajam. Darma Mangkuluhur sudah berdiri di ruang kerjanya yang berdinding kaca, menatap tablet yang menampilkan laporan intelijen terbaru dari Aldi.

"Pak, jejak digital sudah dikunci," lapor Aldi yang berdiri tegap di pintu. "Angel bertemu dengan Surya Atmadja semalam di bar rahasia Jakarta Pusat. Kami memiliki foto-foto mereka, dan berdasarkan penyadapan frekuensi di area tersebut, Angel menyerahkan sebuah flashdisk yang berisi salinan draf awal kontrak Anda dengan Jenderal Agus."

Darma tidak terkejut. Baginya, pengkhianatan adalah variabel yang selalu ia perhitungkan. Namun, melihat musuh politik mertuanya terlibat, ini bukan lagi sekadar urusan sakit hati seorang selebgram. Ini adalah upaya pembunuhan karakter berskala nasional.

"Mereka pikir mereka memegang kartu as," gumam Darma, suaranya sedingin es. "Mereka lupa bahwa draf awal yang bocor itu adalah dokumen yang sudah saya modifikasi untuk menjebak siapa pun yang berniat membocorkannya. Tapi kita tidak bisa membiarkan narasi ini berkembang liar di publik."

Pintu ruang kerja terbuka. Karina masuk dengan langkah tegas, masih mengenakan jubah tidur sutranya, namun matanya memancarkan api yang sama dengan ayahnya saat di medan perang. Ia sudah melihat sekilas berita-berita bisikan yang mulai beredar di akun-akun anonim.

"Mas, katakan padaku kalau Mas sudah punya rencana untuk membungkam perempuan itu," ucap Karina tanpa basa-basi.

Darma berbalik, menatap istrinya. "Mereka ingin bermain api dengan keluarga kita, Karina. Mari kita beri mereka kebakaran yang sesungguhnya."

Karina menyilangkan tangannya di dada. "Perempuan itu... dia benar-benar ingin menghancurkan Papa. Dia tidak tahu siapa yang dia lawan."

"Itulah sebabnya saya butuh kamu," Darma melangkah mendekat. "Aldi sudah mengatur wawancara eksklusif dengan CN* Indonesia dan Forbes sore ini. Narasi yang mereka bangun adalah tentang 'Pernikahan Transaksi Politik'. Kita akan membaliknya. Kita akan memberikan mereka drama, emosi, dan kecerdasan yang tidak akan bisa mereka bantah."

**

Darma menarik sebuah kursi untuk Karina, mengajaknya duduk di depan meja kerjanya yang penuh dengan layar monitor.

"Dengar, Karina. Dalam bisnis dan politik, siapa yang memegang narasi pertama, dia yang menang. Surya Atmadja akan merilis dokumen itu malam ini. Kita harus mendahului mereka dengan 'kejujuran' yang terukur," jelas Darma.

Karina menatap monitor yang menampilkan wajah Angel. "Apa rencananya?"

"Saya akan mengurus sisi teknis dan finansial. Saya akan merilis laporan audit Hutomo Group yang menunjukkan bahwa proyek di Kalimantan sepenuhnya didanai oleh konsorsium swasta, bukan dana taktis militer. Saya akan mengurus 'banknya'. Tapi kamu..." Darma menatap Karina dalam-dalam.

"Kamu adalah 'panggungnya'. Kamu adalah alasan kenapa publik jatuh cinta pada aliansi ini. Saya butuh kamu menunjukkan taringmu sebagai putri militer yang tidak tergoyahkan."

Karina tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung bahaya. "Mas urus banknya, aku urus panggungnya. Jangan biarkan perempuan itu berpikir dia bisa menyentuh apa yang sudah aku klaim sebagai milikku."

"Bagus," Darma mengangguk puas. "Aldi, siapkan draf poin-poin bicara untuk Karina. Masukkan unsur emosional tentang bagaimana dia menjaga kehormatan keluarganya di Korea, dan bagaimana pernikahan ini adalah pelabuhan terakhirnya setelah semua badai itu."

"Mas..." Karina menyela, suaranya sedikit melunak. "Apakah kita akan berbohong soal kontrak itu di depan kamera?"

Darma terdiam sejenak. "Kita tidak berbohong. Kita hanya tidak menceritakan seluruhnya. Kita akan menekankan pada aspek perlindungan yang saya berikan padamu. Biarkan mereka melihat bahwa kontrak itu bukan tentang uang, tapi tentang jaminan keamanan bagi aset nasional—yaitu kamu."

**

Sore harinya, ruang tamu utama mansion Menteng disulap menjadi studio mini. Karina tampil sangat memukau dengan kebaya modern berwarna putih bersih, memberikan kesan suci namun kuat. Di sampingnya, Darma duduk dengan jas formalnya, tangan mereka bertautan di atas meja sebuah gestur kepemilikan yang tertangkap sempurna oleh kamera.

Pembawa acara senior mulai memberikan pertanyaan menjebak. "Banyak rumor yang menyebutkan bahwa pernikahan Anda berdua adalah 'kesepakatan serbet' untuk mengamankan ambisi politik Jenderal Agus. Bagaimana tanggapan Anda, Mbak Karina?"

Karina menarik napas pendek, matanya menatap langsung ke lensa kamera dengan ketenangan yang luar biasa. Tidak ada kegugupan, hanya otoritas.

"Menarik sekali," Karina memulai dengan suara stabil. "Saya tumbuh di keluarga militer. Bagi saya, komitmen adalah segalanya. Ketika saya menghadapi fitnah di luar negeri, Mas Darma adalah orang pertama yang berdiri sebagai perisai, bukan sebagai pebisnis. Jika orang menyebut perlindungan seorang suami kepada istrinya sebagai sebuah 'transaksi', maka saya rasa mereka tidak mengerti arti dari sebuah komitmen."

Darma menimpali dengan suara baritonnya yang mantap. "Hutomo Group bergerak berdasarkan data. Dan data menunjukkan bahwa stabilitas keluarga adalah kunci stabilitas korporasi. Jika ada pihak-pihak yang mencoba mempolitisasi kehidupan pribadi kami dengan dokumen-dokumen palsu yang dicuri secara ilegal, kami tidak akan segan menempuh jalur hukum paling tegas."

Karina kemudian memberikan serangan terakhir yang mematikan. "Saya tahu ada seseorang yang merasa sakit hati karena diberhentikan secara profesional. Tapi menggunakan fitnah untuk menjatuhkan seorang abdi negara seperti Papa saya adalah tindakan pengecut. Mas Darma memilih saya bukan karena kesepakatan di atas kertas, tapi karena dia tahu, hanya putri seorang Jenderal yang sanggup berdiri di sampingnya tanpa gentar."

Wawancara itu disiarkan secara langsung dan meledak. Narasi publik berubah seketika. Netizen yang tadinya mulai curiga, kini berbalik membela Karina. Citra "Putri Militer yang Tangguh" dan "Suami Pelindung" menjadi tameng yang tak tertembus.

Di saat yang sama, Aldi merilis bukti CCTV pertemuan Angel dan Surya Atmadja ke publik melalui akun intelijen anonim. Di sana terlihat jelas Angel menyerahkan dokumen. Narasi bergeser: Ini bukan soal skandal pernikahan, tapi soal pencurian dokumen perusahaan dan konspirasi politik jahat.

Di apartemennya, Angel menjerit histeris melihat namanya dihujat habis-habisan.

Pengikutnya merosot jutaan dalam hitungan jam. Brand-brand besar memutus kontraknya. Ia bukan lagi seorang korban, ia adalah pengkhianat nasional yang mencoba merusak nama baik Panglima TNI.

Setelah kru TV pergi, suasana kembali sunyi. Karina duduk di sofa, merasa seluruh energinya terkuras. Darma mendekat, membawa segelas air putih.

"Kamu luar biasa tadi," ucap Darma.

Karina mendongak, tersenyum getir. "Aku hanya melakukan apa yang perlu dilakukan. Tapi Mas... apakah Angel akan diam saja?"

"Dia sudah selesai, Karina. Aldi sudah memastikan tidak ada satu pun media yang mau menerima suaranya lagi. Surya Atmadja juga sedang sibuk mengklarifikasi posisinya agar tidak ikut tenggelam," Darma duduk di samping Karina, merangkul bahunya.

"Mas benar," bisik Karina. "Mereka ingin bermain api, tapi mereka lupa kalau kita adalah pemilik bensinnya."

Darma terkekeh, menarik Karina ke dalam pelukannya. "Panggungmu hari ini menyelamatkan banyak hal. Bank saya tetap aman, dan panggungmu tetap bersinar."

Karina menyandarkan kepalanya di dada Darma. "Mas jangan bangga dulu. Ini baru babak pertama. Di dunia Papa, musuh tidak pernah benar-benar mati, mereka hanya berganti wajah."

"Kalau begitu, kita akan terus memperbarui strategi kita," sahut Darma. Ia mengecup puncak kepala Karina. "Tapi untuk malam ini, mari kita lupakan politik. Saya ingin merayakan dividen dari panggungmu ini."

Karina merinding merasakan hembusan napas Darma. Ia tahu apa arti kata "merayakan" bagi suaminya. Di tengah ancaman yang masih mengintai, ia merasa anehnya aman. Di tangan Darma, ia bukan lagi hanya sebuah investasi, melainkan sekutu yang paling ia hargai—dan miliki.

****

Bersambung...

1
aku
karina megang lengannya darma, tangan kanan darma melingkari pinggang karina. aku blm nemu gambarannya 😭😭
Tika maya Sari
kak update yg banyak* 🤣
Heresnanaa_: stay tune ya kak 😚❤️
total 1 replies
Nessa
sokooooooorrrrrrr
aku
makan tuh ego! 😌
aku
next 😁
Tika maya Sari
di tunggu kelanjutan nya kak
Nessa
👍🏻👍🏻
aku
udah pak gk usah puyeng. udh terkabul tuh mau mu.
mbk karin keren. pkirin diri sm calon debay aja mbk. yg lain biarin. 😁
olyv
jiaaaahhhhh.....otewe darma junior 😍
Nessa
wah setelah ini ayin pasti hamil 😄
Ivy
darma cembokur nih yee 🤭
Ivy
darma 😤😤😤
Ivy
😭😭😭🤣🤣🤣🤣nantangin
olyv
hareudang euy 🤭🤪
olyv
gaassslah ayin 🤭😂
Ivy
humm angel 🤔 ulet² Keket kah
Ivy
gemushhh bangett 🥰🥰🥰
olyv
astgaa kamu main api salah orang angel 😂
olyv
sukses darma bikin karina cemburu 😂😂
olyv
🤣 niceeeeeee.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!