NovelToon NovelToon
INVINCIBLE DIVINE EMPEROR NINE HEAVENS HAREM

INVINCIBLE DIVINE EMPEROR NINE HEAVENS HAREM

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Kultivasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Noxalisz

Di dunia kultivasi yang luas, Xiao Chen adalah anomali—diturunkan dari langit dengan ketampanan dan kekuatan absolut tanpa batas. Dibesarkan di Hutan Sunyi oleh Qing Yan, ia tumbuh tanpa memahami asal-usulnya. Saat berusia 15 tahun, ia memulai perjalanan menjelajahi dunia, mengungkap misteri dirinya, menghadapi berbagai faksi, serta membangun hubungan dengan wanita dan kekuatan yang mengguncang tiga alam.

bonus langsung 10 episode pertama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noxalisz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serigala Berbulu Domba

Qin Wuya dan rombongannya tidak langsung meninggalkan Kota Kayangan Awan.

Wei Zhen mengatur agar mereka beristirahat di paviliun tamu—sebuah bangunan kecil di sisi barat halaman, terpisah dari asrama murid. Alasannya masuk akal: perjalanan dari Kota Hutan Hijau memakan waktu dua hari penuh, dan Qin Wuya mengaku lelah.

Tapi Xiao Chen tahu itu hanya alasan.

Dari beranda paviliun utama, dia memperhatikan paviliun tamu dengan mata yang tenang. Qin Wuya belum keluar sejak masuk. Tapi kedua murid laki-lakinya berpatroli di sekitar halaman, dan kedua murid perempuannya—termasuk yang bermata hijau—duduk di bangku batu dekat kolam kecil.

"Kau memperhatikan mereka," suara Wei Ling terdengar dari sampingnya.

Xiao Chen menoleh. Gadis itu berdiri dengan tangan di belakang punggung, ekspresinya campuran antara ingin tahu dan... sesuatu yang lain. Cemburu, mungkin? Tapi dia terlalu sopan untuk mengatakannya.

"Aku memperhatikan semua orang," jawab Xiao Chen. "Itu caraku belajar."

Wei Ling duduk di anak tangga di sampingnya. "Apa yang kau pelajari dari mereka?"

"Bahwa Qin Wuya tidak benar-benar lelah. Dia hanya ingin tinggal lebih lama untuk mengamati sekte ini." Xiao Chen menunjuk ke arah paviliun tamu dengan dagunya. "Lihat. Kedua murid laki-laki itu tidak berpatroli untuk melindungi ketua mereka. Mereka mengamati jumlah murid, jadwal latihan, dan kondisi formasi pelindung."

Wei Ling mengikuti arah pandangannya. Dan dia menyadari Xiao Chen benar. Kedua murid laki-laki itu berjalan perlahan, mata mereka bergerak ke segala arah—ke asrama, ke gudang senjata, ke menara tempat Formasi Fana tingkat Menengah beroperasi.

"Mereka... mereka sedang mengintai kita?"

"Mungkin tidak sekarang. Tapi informasi itu akan berguna nanti, jika Qin Wuya memutuskan untuk memaksa."

Wei Ling mengepalkan tangannya. "Kenapa ayah tidak mengusir mereka saja?"

"Karena mengusir mereka sama dengan menyatakan permusuhan. Dan dalam posisi kalian sekarang, permusuhan adalah hal terakhir yang kalian butuhkan." Xiao Chen menatap Wei Ling dengan lembut. "Tapi jangan khawatir. Selama aku di sini, tidak akan terjadi apa-apa pada sekte ini."

Itu bukan janji yang dibuat dengan sombong. Hanya pernyataan fakta yang tenang. Tapi entah bagaimana, Wei Ling mempercayainya sepenuhnya.

"Terima kasih," bisiknya.

Xiao Chen tersenyum. "Sekarang, bagaimana kalau kau memperkenalkanku pada tamu-tamu kita? Aku ingin tahu lebih banyak tentang Sekte Kayu Suci."

Kolam kecil di sudut halaman barat adalah tempat yang tenang. Airnya jernih, dihiasi beberapa teratai spiritual yang bersinar lembut—salah satu dari sedikit kemewahan yang dimiliki Sekte Awan Kelabu. Di bangku batu di samping kolam, kedua murid perempuan Sekte Kayu Suci sedang duduk.

Yang pertama adalah perempuan berambut cokelat dengan wajah bulat dan senyum ramah. Namanya Su Mei, dan dia berada di Tahap Pemurnian Qi tingkat 7. Yang kedua adalah perempuan bermata hijau.

Saat Xiao Chen dan Wei Ling mendekat, Su Mei langsung berdiri. "Oh! Kalian dari Sekte Awan Kelabu, kan? Aku Su Mei. Ini temanku—"

"Aku bisa memperkenalkan diri sendiri." Perempuan bermata hijau itu bangkit dengan gerakan malas. Matanya yang seperti zamrud menatap Xiao Chen langsung. "Lin Yao. Tahap Pendirian Fondasi tingkat 2."

Wei Ling tersentak. "Pendirian Fondasi? Tapi kau terlihat... muda."

"Umurku dua puluh satu tahun," kata Lin Yao datar. "Dan ya, itu artinya aku naik ke Pendirian Fondasi sebelum usia tiga puluh tahun. Aku tahu itu tidak biasa." Nada bicaranya tidak sombong—hanya jujur, seperti seseorang yang terbiasa menjadi yang terbaik dan tidak merasa perlu merendah-rendahkan diri.

Xiao Chen menatapnya dengan rasa ingin tahu. "Kau pasti sangat berbakat."

"Atau aku hanya bekerja lebih keras dari orang lain." Lin Yao membalas tatapannya. "Kau sendiri? Aku tidak bisa merasakan tingkat kultivasimu."

"Aku tidak memilikinya."

Lin Yao mengerutkan kening. "Maksudmu kau menyembunyikannya?"

"Maksudku aku tidak memiliki kultivasi. Aku tidak berkultivasi."

Keheningan singkat. Su Mei menatap Xiao Chen dengan mata terbelalak. Lin Yao, di sisi lain, menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca—antara tidak percaya dan penasaran.

"Tapi kau bisa terbang," kata Lin Yao tiba-tiba. "Aku melihatmu tadi pagi. Kau melayang dari paviliun ke halaman tanpa teknik apa pun."

"Kau memperhatikanku?"

Untuk pertama kalinya, topeng ketenangan Lin Yao retak. Sedikit warna merah muncul di pipinya, kontras dengan mata hijaunya. "Aku... hanya jeli. Itu kebiasaan."

"Kebiasaan yang baik." Xiao Chen duduk di bangku batu, gerakannya santai. "Kau dari Sekte Kayu Suci. Bagaimana sekte itu dibandingkan dengan Sekte Awan Kelabu?"

Lin Yao tampak ragu sejenak, lalu duduk kembali. Jaraknya dari Xiao Chen sekitar satu meter—tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. "Lebih besar. Kami punya sekitar delapan puluh murid. Ketua Qin adalah kultivator Pendirian Fondasi tingkat 9—yang tertinggi di antara sekte-sekte kecil di perbatasan."

"Tapi tetap saja sekte kecil."

"Ya. Dan Ketua Qin tidak menyukainya." Lin Yao menatap kolam. "Dia ingin berkembang. Makanya dia terus mencoba... memperluas pengaruh."

"Dengan mencaplok sekte lain?"

Lin Yao tidak langsung menjawab. Su Mei, di sampingnya, menggeser kakinya dengan tidak nyaman.

"Ketua Qin bukan orang jahat," kata Lin Yao akhirnya. "Dia hanya... ambisius. Dia percaya bahwa sekte-sekte kecil harus bersatu untuk bertahan. Tapi caranya..." Dia menghela napas. "Kadang terlalu agresif."

"Dan kau tidak setuju?"

"Aku tidak bilang itu." Lin Yao menatap Xiao Chen dengan tajam. "Aku hanya bilang kadang terlalu agresif. Itu fakta, bukan opini."

Xiao Chen tersenyum. Dia menyukai cara perempuan ini berbicara—langsung, tanpa basa-basi. "Kau tidak takut pada Ketua Qin?"

"Aku menghormatinya. Dia yang menerimaku di sekte saat aku masih yatim piatu di jalanan. Tapi takut?" Lin Yao menggeleng. "Tidak. Aku tidak takut pada siapa pun."

"Bahkan pada seseorang yang lebih kuat darimu?"

"Kekuatan bukan segalanya." Lin Yao menatapnya lurus. "Ada banyak cara untuk menang."

Untuk sesaat, mereka hanya saling menatap. Mata ungu keemasan bertemu mata hijau zamrud. Wei Ling dan Su Mei saling melirik, merasa seperti penonton dalam pertandingan yang tidak mereka mengerti aturannya.

Lalu Xiao Chen tertawa kecil. "Aku menyukaimu, Lin Yao."

Wajah Lin Yao langsung berubah merah padam—kali ini tidak bisa disembunyikan. "A-apa maksudmu?"

"Maksudku, kau menarik. Jujur. Tidak banyak orang yang sepertimu."

Lin Yao membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Untuk pertama kalinya sejak percakapan dimulai, dia kehilangan kata-kata. Tangannya mengepal di atas lutut, dan matanya beralih ke mana-mana kecuali ke arah Xiao Chen.

Su Mei menatap temannya dengan mulut ternganga. Selama bertahun-tahun mengenal Lin Yao, dia tidak pernah melihat perempuan itu tersipu seperti ini. Tidak pernah.

Wei Ling, di sisi lain, merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Bukan marah. Bukan cemburu—oke, mungkin sedikit cemburu. Tapi juga... lega? Xiao Chen memuji Lin Yao, tapi dia juga mengatakan "tidak banyak orang yang sepertimu"—dan Wei Ling tahu dia sendiri adalah orang pertama yang ditemui Xiao Chen.

Ini rumit. Perasaannya rumit. Dan dia memutuskan untuk tidak memikirkannya sekarang.

"Aku harus kembali ke aula," kata Wei Ling, berdiri. "Ayah mungkin membutuhkan bantuan."

"Aku ikut," tambah Su Mei cepat, merasa bahwa dia harus memberi Lin Yao dan Xiao Chen ruang—atau mungkin menyelamatkan dirinya dari menjadi saksi lebih lanjut atas kelangkaan Lin Yao yang merona.

Mereka berdua pergi dengan cepat, meninggalkan Lin Yao dan Xiao Chen sendirian di tepi kolam.

Keheningan yang canggung turun.

Lin Yao menatap kolam dengan intensitas yang tidak perlu, seolah teratai spiritual itu adalah makhluk paling menarik yang pernah dilihatnya. Xiao Chen hanya duduk dengan sabar, menikmati angin sore yang berhembus.

"Aku tidak terbiasa dengan ini," kata Lin Yao akhirnya.

"Dengan apa?"

"Dengan... seseorang yang membuatku merasa..." Dia menggerutu, tidak menyelesaikan kalimatnya. "Kau aneh. Kau tidak memiliki kultivasi, tapi kau bisa terbang. Kau tamu, tapi kau bertindak seperti pemilik tempat. Dan kau menatap orang seolah kau bisa melihat langsung ke dalam jiwa mereka."

"Apakah itu buruk?"

"Itu... mengganggu."

"Aku minta maaf." Nada bicara Xiao Chen tulus, tapi sudut bibirnya melengkung. "Aku tidak bermaksud mengganggumu."

"Kau tidak—" Lin Yao menghela napas frustrasi. "Kau tahu apa? Aku akan langsung saja. Apa kau akan berpartisipasi dalam turnamen?"

"Turnamen Sekte Pedang Langit? Mungkin." Xiao Chen memiringkan kepala. "Kenapa?"

"Karena jika kau ikut, aku ingin tahu seberapa kuat dirimu sebenarnya." Mata Lin Yao bersinar dengan tekad. "Aku sudah menjadi yang terkuat di antara murid-murid sekte kecil di wilayah ini selama dua tahun. Tidak ada yang bisa mengalahkanku. Tapi kau... kau berbeda. Aku ingin bertarung denganmu."

"Kau ingin bertarung denganku?"

"Ya. Di turnamen. Atau di tempat lain. Terserah." Lin Yao menyilangkan lengannya. "Kecuali kau takut."

Xiao Chen menatapnya. Dan untuk pertama kalinya, senyumnya berubah—dari hangat menjadi sedikit nakal, sedikit menantang. "Kau sangat percaya diri."

"Aku sudah membuktikannya."

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh?" Xiao Chen mencondongkan tubuhnya sedikit. "Jika kau bisa menyentuhku dalam pertarungan nanti, aku akan menjawab satu pertanyaan apa pun darimu. Tentang apa saja."

Lin Yao mengangkat alis. "Hanya menyentuhmu?"

"Hanya menyentuhku."

"Itu taruhan yang aneh. Biasanya taruhan pertarungan adalah tentang menang atau kalah."

"Aku tidak suka yang biasa-biasa." Mata ungu keemasan Xiao Chen berkilat. "Jadi, bagaimana? Kau tertarik?"

Lin Yao menatapnya lama. Ada sesuatu dalam cara Xiao Chen berbicara yang membuatnya merasa... ditantang. Bukan diremehkan—hanya ditantang. Seperti seseorang yang tahu dia bisa menang tapi tetap ingin bermain.

"Baik," katanya, menjabat tangan Xiao Chen. Sentuhan tangannya hangat, dan dia bisa merasakan aliran sesuatu—bukan Qi, tapi sesuatu yang lebih dalam—bergerak di bawah kulit Xiao Chen. "Kita akan bertarung. Di turnamen, atau sebelum itu. Dan aku akan menyentuhmu."

"Aku menantikannya."

Sementara itu, di paviliun tamu, Qin Wuya duduk bersila di atas dipan. Kedua murid laki-lakinya berdiri di depan pintu. Ekspresinya serius.

"Kalian yakin?" tanyanya.

"Ya, Tetua," jawab salah satu murid—seorang pemuda bernama Wang Tao. "Formasi pelindung mereka sudah tua. Ada celah di sudut tenggara menara. Dan jumlah murid mereka hanya sekitar tiga puluh orang, kebanyakan masih di bawah Pemurnian Qi tingkat 8."

"Dan pemuda berambut putih itu?"

Wang Tao ragu. "Dia... sulit dibaca. Dia tidak terlihat berkultivasi. Tapi dia bisa terbang tanpa teknik. Dan cara dia bicara... dia bukan orang biasa."

Qin Wuya mengusap dagunya. "Dia menyebut dirinya tamu. Mungkin dia hanya musafir yang kebetulan singgah. Atau mungkin..." Dia tidak menyelesaikan kalimatnya. "Bagaimanapun, kita tidak bisa mengambil risiko. Pantau terus. Aku ingin tahu lebih banyak tentang pemuda itu sebelum kita membuat langkah selanjutnya."

"Dan tawaran aliansi, Tetua?"

Qin Wuya tersenyum tipis. "Tawaran itu hanya umpan. Jika Wei Zhen menerimanya, kita akan perlahan-lahan menelan sektenya dari dalam. Jika dia menolak..." Dia mengepalkan tangannya. "Kita punya alasan untuk memaksa."

1
TGT
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!