NovelToon NovelToon
Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Mafia / Kriminal
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nur Azizah

Nissa adalah istri yang mengalami penderitaan pada pernikahan nya. Setelah menikah karena perjodohan itu, banyak sekali rintangan dalam pernikahan nya. Suami nya yang kejam, dingin dan selalu menyakiti hati nya. Kehadiran mantan pacar suami nya lah yang membuat pernikahan itu tak mampu ia jalani lagi. Nissa yang selalu diabaikan oleh sang suami, Bagaimana kah ia bisa bahagia?
.
.
.
Penasaran? Silahkan baca novel ini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 29 - BAYAR AKU !

Pelacur. Suamiku menyebutku sebagai pelacur. Aku yang tidak pernah ia anggap sebagai istri nya ini dipandang sangat rendah dan hina. Memang benar aku menerima perjodohan ini demi perusahaan orang tua...tapi apakah itu salah jika aku harus berkorban demi orang tua? Toh aku menikahinya demi selamatnya perusahaan orang tua ku, Bahkan saat ini aku tidak menyelingkuhi atau merebut siapapun dalam pernikahan ini.

Nissa bersiap tidur dan mematikan lampu kamar,mata nya yang terlelap terbuka kembali ketika melihat pintu kamar yang terbuka. Andhika masuk dan membaringkan badan nya di sebelah Nissa. Rasa jijik tiba - tiba memenuhi perut Nissa.

Apa orang ini tidak punya malu? setelah mengatakan hal kejam padaku dengan biasa saja dia langsung berbaring di sebelah ku? Ah!? Dia kan tidak akan memberikan rasa malunya untuk pelacur seperti ku.

Merasa jengkel dengan sikap Andhika, Nissa memakai jubah tidur nya dan berjalan untuk keluar.

"Mau kemana Kau?" Tanya Andhika kesal.

"Bukan urusan mu!" Jawab Nissa ketus.

"Kembali dan tidur sekarang juga!!" Perintah Andhika.

"Aku tidak mau!!" Nissa menantang Andhika dengan berani.

"Ku peringat kan, kau harus kembali ke sini atau kau boleh liat apa yang akan ku lakukan padamu!!" Perintah Andhika dengan kesal.

"Aku kan pelacur? Bukan kah itu yang kau bilang? Aku bebas melayani mu jika kau membawa uang padaku, dan juga aku tidak punya kewajiban untuk melayani mu karena kau tidak menganggap aku istrimu, bahkan karena aku pelacur aku bebas untuk melayani pria manapun yang bahkan lebih kaya dari padamu".

Mendengar jawaban dari Nissa membuat kepala nya pecah dan api amarah yang membakar seluruh tubuhnya ingin keluar saat itu juga. Ia sakit mendengan kata tersebut terucap dari mulut Nissa sendiri bahkan yang bikin Andhika kesal adalah ia memiliki niat untuk bersama pria lain bahkan yang lebih kaya dari dirinya.

"Hah! Kau itu hanya bisa berkata begitu, Memangnya kau akan melayani pria mana dengan dirimu itu? sudah jangan keras kepala dan kembali ke kasur"

Andhika meremehkan Nissa sebagai pelampiasan dari amarah nya yang membuncah.

"Oh pasti ada! Pria manapun....dan kau kira aku tidak punya teman pria? kau terlalu meremehkan ku" Jawab Nissa sinis.

"Kau tidak akan berani! Awas saja kau berani pergi dan keluar rumah malam ini!! kau akan menyesal!"

Andhika memperingati Nissa dengan nada yang biasa ia gunakan ketika tidak ingin dibantah.

"Memangnya kau siapa? Bukan kah kau menganggap pernikahan ini hanya sepihak dan pernikahan ini hanya bentuk sah dari hubungan owner dan pelacur yang dilegalkan dalam bentuk pernikahan?!! Pelacur tidak harus berbagi tempat tidur dan rumah bersama mu tapi hanya melayani mu dan aku tidak mau melayani mu ketika kau tak bawa uang, dan aku bebas memilih owner ku sendiri! Kau yang memulai untuk melepaskan dirimu terhadap ku, sekarang aku merasa bebas, Bersama pria manapun dan di manapun itu lebih baik daripada bersama owner yang tidak memiliki uang dan hanya tahunya meminta hak nya saja. Terimakasih karena telah membebaskan ku "

Nissa segera pergi dan hanya Suara pintu yang tertutup yang mengakhiri percakapan mereka. Andhika ternganga dan tidak percaya. Bagaimana bisa seperti ini!?.....

Nissa pergi menggunakan jubah tidurnya dan segera pergi menaiki motor nya di tengah malam. Handphone dan dompet Nissa masih sempat Nissa bawa dan syukur lah malam ini ia menggunakan piyama di dalam jubah tidur nya. Jika ia menggunakan baju tidur pendek nya yang biasa ia akan mati kedinginan.

Nissa bingung ingin kemana tapi ia mengikuti hatinya hingga akhirnya tiba di rumah sakit. Rumah sakit tempat Dokter Harry bekerja. Ia merasa lebih aman berada disana ketimbang keluyuran malam - malam. Nissa segera menghubungi Harry dan syukurlah Harry berada dalam shift nya malam ini. Mendengar Nissa menelfon nya Harry pun segera menyusul Nissa yang menunggu nya di parkiran rumah sakit.

"Nissa!" teriak Harry sambil berlari.

"Harry! maaf merepotkan mu malam - malam" ucap Nissa dengan nada menyesal.

Nissa tidak tahu apakah hal yang ia lakukan ini benar atau tidak yang pasti ia merasa tidak mungkin untuk kembali ke rumah orang tua atau rumah mertua nya apalagi rumah teman - temannya tengah malam buta begini.

"Apa yang terjadi padamu?" Harry segera melepas jubah dokter miliknya dan mengenakan nya ke bahu Nissa.

"Malam ini lebih dingin dari pada biasanya! kenapa kamu hanya menggunakan piyama dan jubah tidur yang tipis ini? Kemana Bentley dan Suami mu?" Tanya Harry khawatir.

Melihat respon Nissa yang berat untuk menceritakan hal itu, Harry pun tahu ia tidak ingin membicarakan masalah nya kepada Harry. Harry sedikit banyak mengerti sikap nissa, wajar saja bersikap begitu jika mempunyai suami seperti Andhika.

"Baiklah ceritanya nanti saja sekarang masuk dulu...kau bisa menggunakan ruangan ku untuk istirahat disana ada tempat tidur, kau boleh menggunakan nya" Harry menuntun Nissa masuk ke dalam.

Nissa hanya duduk di tempat tidur itu dengan tertunduk sedih. Harry membuatkan sebuah teh hangat untuk Nissa. Teh itu ia letakkan ke tangan Nissa untuk segera ia minum.

"Terimakasih" ucap Nissa pandangan matanya tetap tertunduk ke bawah.

"Ada masalah kan?" tebak Harry.

"Yah begitulah" jawab Nissa lirih.

"Pasti berhubungan dengan suami mu?" tebak Harry kembali.

Nissa hanya diam tapi Harry tahu itu adalah jawaban sebenarnya.

"Terakhir kali aku bertemu suami mu...aku merasa hubungan kalian memang tidak seperti hubungan suami istri pada umumnya....bahkan sikapnya kepadamu saat kamu sakit itu....dia bahkan tidak tahu apapun tentang dirimu" Ujar Harry dengan jujur.

Nissa hanya diam kembali melihat bahwa tidak ada gunanya ia menyanggah itu semua karena hal itu memang benar adanya.

"Lalu bagaimana kalian bisa menikah? Apa kau mencintai nya?" Tanya Harry.

"Harry....Pernikahan kami adalah kesepakatan....kami di jodohkan oleh orang tua kami, Awal nya aku tidak pernah mencintai nya tapi semakin aku mengenal sisi baru dari dirinya aku mulai menyukai nya,tapi....."

Nissa tersenyum sedih sambil memegang cangkir teh dengan kedua tangannya.

"Dia tidak pernah menyukai ku sama sekali, bahkan dia menganggap ku lebih hina dan mengatakan hubungan kami seperti......" Nissa tak mampu melanjutkan kata - katanya.

"Seperti apa?" tanya Harry.

"Pelacur dan owner" ucap Nissa hingga akhirnya air mata nya tumpah.

Harry tak percaya bahwa seorang pria tega mengucapkan kata - kata yang mengerikan seperti itu bahkan Orang itu mengucapkan nya kepada wanita yang ia cintai selama ini.

"Mengerikan!! Bagaimana bisa lelaki seperti itu yang kau cintai? Setidaknya meski kau menikah dengannya kau tidak harus mencintainya dan memberikan hatimu, akhirnya kau yang akan tersakiti dengan hal itu!!" Harry sangat marah mendengar hal itu.

"Aku sungguh tidak ingin Harry...perasaan itu mengalir begitu saja dan ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang....ku fikir dia akan mencintaiku perlahan karena aku bisa merasakan dalam tatapan matanya tapi mungkin aku salah selama ini"

Air mata Nissa tak bisa berhenti mengalir dari pipi Nissa. Harry memeluk Nissa untuk menenangkan nya. Menepuk - nepuk bahu Nissa dengan lembut agar Nissa merasa lebih baik.

"Ceraikan dia! Ceraikan pria itu sekarang juga!! Aku akan menjagamu....sungguh, biarkan aku menjaga dirimu tapi kau harus bercerai dari nya terlebih dahulu" ucap Harry serius.

"Aku berencana begitu tapi tidak bisa sekarang, aku butuh sekitar setahun atau paling cepat 6 bulan untuk mengurus harta ku kalau tidak perusahaan orang tuaku akan benar - benar di hancurkannya" jawab Nissa.

"Bagus...aku akan membantu mu,mengapa kau butuh waktu untuk mengurus itu semua?" tanya Harry.

"Aku harus menjual semua tanah dan aset ku untuk hidupku dan juga untuk perusahaan orang tuaku, agar ketika aku bercerai nanti orang itu tidak bisa mengambil kembali saham nya, dan aku masih memiliki dana cadangan untuk perusahaan orang tuaku" Jelas Nissa.

"Ya,semua akan baik - baik saja, Aku akan selalu membantumu dan menjagamu" ucap Harry bersungguh - sungguh.

-bersambung-

"Hati yang hancur itu bagaikan sebuah kaca yang pecah meski berulang kali kita satukan kembali bekas retakan akan selalu terlihat"

1
Mei11
Jujur lebih baik
Mei11
Gila keren sih baca cerita ini
Mei11
Robet apa yg kau lakukan itu jahatttt
Mei11
Lanjut
Mei11
Panas panas membara
Pejuang Cinta 56
cih andhika, jauh jauh sana
Ying
mau dong punya suami kayak Ben
Neni kalem😎
rasa sakit andika tak sebanding dengan rasa sakit yg dirasakan Nissa
Pejuang Cinta 56
andhika sakit jiwa
Neng Robiatul Adawiyah
Gerah thor bacanya, lanjut.. ☺☺👍🏻👍🏻
Hanisah Nisa
lanjut
Mei11
Nissa cembokurr
Mei11
Maniss bngt sizzhh
Mei11
Menjijikan orng kyk gt
Mei11
Orang tua ny gilakk si
Mei11
Ini andika niat nggk sih balik sm nisa dan adel?
Mei11
Kenapa hrs ben sih
Mei11
Thor jngn di ambil hati pembaca emng gt semua wkwkwk
Mei11
Andika out
Mei11
Udh jngn sm andika lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!