NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: HARI PERHITUNGAN

Udara di dalam lorong manufaktur utama Sektor 1 terasa pengap, dipenuhi bau ozon yang tajam dan residu logam panas yang terbakar. Charlotte berjalan menyusuri barisan mesin cetak zirah otomatis dengan langkah yang sengaja dibuat terdengar santai, meski pikirannya sedang membedah setiap inci sirkuit yang ada di sana. Cahaya lampu neon yang berkedip di langit-langit memantul pada permukaan monokel Eye of the Raven miliknya, memberikan kilatan ungu yang tidak wajar di tengah kegelapan yang mulai merayap di sudut-sudut pabrik.

Hari ini adalah puncak dari segala kebohongan yang ia tanamkan pada struktur birokrasi Radiant. Jenderal Aris dan Mayor Thorne mungkin berpikir bahwa mereka sedang menghadapi tuduhan korupsi biasa, namun Charlotte tahu bahwa itu hanyalah pintu masuk menuju kehancuran yang lebih sistematis. Ia tidak hanya ingin mereka dipenjara; ia ingin seluruh sistem yang mendukung mereka hancur berkeping-keping sehingga ia bisa membangun kembali fondasinya sesuai keinginannya.

Sistem, berikan visualisasi jalur sirkuit pada unit kendali pusat mesin produksi Sektor 1, perintah Charlotte dalam hati.

[Visualisasi Aktif. Mengidentifikasi 12 Titik Lemah Struktural pada Algoritma Pencetakan Baja Mana.]

[Protokol Kesalahan Fatal Siap Dieksekusi melalui Port Jarak Jauh.]

[Status: Menunggu Sinyal Pemicu.]

Charlotte berhenti tepat di depan sebuah mesin raksasa yang sedang memproses bagian dada zirah ksatria. Suara dentuman hidroliknya terdengar seperti detak jantung monster yang sedang sekarat. Dengan satu gerakan tangan mekanik Phantom Reach yang sangat halus, ia menyentuh port diagnostik yang tersembunyi di balik panel kontrol bawah. Melalui koneksi sarafnya, ia menyelinap masuk ke dalam inti sistem, bukan untuk merusaknya secara kasar, melainkan untuk memberikan instruksi yang sangat logis namun membawa malapetaka.

Ia menyusun serangkaian kesalahan fatal yang akan tampak seperti kegagalan murni akibat suku cadang palsu yang dituduhkan kepada Aris. Ia mengubah limitasi panas pada reaktor inti mesin, menurunkan ambang toleransi sebesar sepuluh persen setiap lima menit secara kumulatif. Ia juga menyelipkan bug pada unit kalibrasi laser sehingga setiap cetakan yang keluar akan memiliki retakan mikro yang tidak terlihat oleh mata telanjang, namun akan hancur seketika jika terkena benturan energi tingkat menengah.

"Tuan Charlotte, apa yang Anda lakukan di sini selarut ini?"

Suara itu datang dari belakang, diikuti oleh langkah kaki yang menggema. Itu adalah Silas, mantan kepala bengkel yang kini terpaksa menjadi bawahan Charlotte. Wajah Silas tampak kuyu, matanya menunjukkan rasa tidak percaya yang mendalam, namun ia tidak memiliki keberanian untuk melawan setelah melihat apa yang terjadi pada tim Borov dan Mayor Thorne.

Charlotte tidak menoleh. Ia tetap fokus pada terminal di depannya, jarinya bergerak cepat melakukan sinkronisasi data terakhir. "Hanya melakukan audit akhir, Silas. Sebagai pengawas inventaris yang baru, aku harus memastikan bahwa kekacauan yang ditinggalkan Thorne tidak merambat ke lini produksi utama. Bukankah itu tanggung jawabku sekarang?"

Silas mendekat, matanya mencoba mengintip apa yang ada di layar, namun Charlotte segera menutup antarmuka rahasianya. "Tapi mesin-mesin ini terdengar aneh. Suara getarannya terlalu tinggi. Aku sudah puluhan tahun bekerja dengan mesin-mesin ini, dan suara ini... ini suara mesin yang akan meledak."

Charlotte akhirnya berbalik, menatap Silas dengan pandangan yang kosong. "Itulah masalahnya dengan komponen berkualitas rendah yang dibeli Aris dan Thorne, Silas. Mereka telah meracuni jantung industri kita. Apa yang kau dengar sekarang adalah sisa-sisa penderitaan dari logam yang dipaksa bekerja di luar kemampuannya. Jika mesin ini berhenti hari ini, itu bukan karena aku, tapi karena keserakahan mereka yang kau puja dulu."

Silas menelan ludah, ketakutan jelas terpancar di wajahnya. "Aku tidak memuja mereka! Aku hanya... aku hanya ingin bekerja dengan tenang."

"Maka bekerjalah dengan tenang, Silas. Pergilah ke ruang pengawas dan pastikan tidak ada seorang pun yang mendekati area ini dalam tiga puluh menit ke depan. Aku sedang melakukan pembersihan virus pada firmware sistem. Jika ada interupsi, seluruh database produksi bisa terhapus selamanya. Kau tidak ingin disalahkan atas hilangnya data aset negara, bukan?" tanya Charlotte dengan nada bicara yang rendah dan mengancam.

Silas mengangguk cepat, hampir tersandung saat ia berbalik dan lari menuju ruang pengawas. Charlotte menatap punggungnya dengan seringai tipis. Ketakutan Silas adalah bumbu yang sempurna bagi perolehan poinnya malam ini.

[Perolehan Poin: 2.100 MP dari intimidasi psikologis terhadap teknisi senior.]

[Status Sistem: 95 Persen Persiapan Selesai. Seluruh Mesin Produksi Siap Menghadapi Kegagalan Total.]

Charlotte kembali ke tugas utamanya. Ia memasukkan baris perintah terakhir yang akan menghentikan seluruh aktivitas manufaktur di Sektor 1. Ia merancang agar kegagalan ini terjadi secara berantai. Dimulai dari pompa pendingin di sektor timur, merambat ke konveyor otomatis di sektor tengah, dan berakhir pada pemadaman total di ruang reaktor utama.

Hari perhitungan telah tiba.

Ia berjalan keluar dari area manufaktur tepat saat sensor peringatan pertama mulai berbunyi pelan. Di lorong-lorong markas, ia melihat para prajurit yang sedang berjaga mulai tampak bingung. Lampu-lampu di dinding mulai berkedip, menunjukkan ketidakstabilan pasokan listrik yang baru saja ia sabotase melalui sistem kendali beban.

Charlotte menuju kantor administrasi pusat untuk menemui Jenderal Kaelen. Di sana, suasana sudah sangat kacau. Kaelen sedang berdiri di depan deretan layar monitor yang menampilkan grafik berwarna merah menyala.

"Charlotte! Kau di sini! Apa yang terjadi dengan pabrik? Laporan baru saja masuk bahwa seluruh lini produksi berhenti tiba-tiba! Alarm kegagalan sistem berbunyi di mana-mana!" teriak Kaelen dengan wajah merah padam karena panik.

Charlotte melangkah maju dengan tenang, wajahnya tampak penuh dengan kekhawatiran yang dibuat-buat. "Ini jauh lebih buruk dari dugaan kita, Jenderal. Saya baru saja dari sana untuk melakukan audit darurat. Tampaknya suku cadang palsu yang dimasukkan oleh tim Thorne telah mencapai titik jenuh. Modul kendali utama mengalami korsleting massal karena materialnya tidak mampu menahan beban energi yang seharusnya. Mesin-mesin itu... mereka berhenti karena hancur dari dalam."

"Hancur? Kau bercanda! Kita butuh senjata-senjata itu untuk pengiriman minggu depan! Tanpa itu, posisi kita di garis depan akan goyah!" Kaelen memukul meja kerjanya, membuat beberapa dokumen jatuh ke lantai.

"Saya sudah mencoba melakukan reset darurat, namun sistemnya menolak. Tampaknya ada backdoor yang ditinggalkan oleh tim teknis Aris untuk menyabotase kita jika mereka tertangkap korupsi. Mereka lebih memilih menghancurkan fasilitas ini daripada membiarkan kita mengelolanya dengan benar," kata Charlotte, menyuntikkan kebohongan baru yang langsung ditelan mentah-mentah oleh Kaelen.

[Manipulasi Target Sukses. Jenderal Kaelen kini meyakini adanya pengkhianatan teknis dari pihak Aris.]

[Perolehan Poin: 4.500 MP dari kepanikan tingkat tinggi pejabat faksi.]

Kaelen jatuh terduduk di kursinya, memegangi kepalanya yang terasa pening. "Lalu apa solusinya? Jika pabrik berhenti, Sektor 1 akan lumpuh. Aris sedang menunggu di selnya, menunggu berita kegagalan kita agar dia bisa tertawa!"

"Ada satu cara, Jenderal," Charlotte mendekat, suaranya terdengar seperti bisikan malaikat maut yang menawarkan kesepakatan. "Berikan saya akses penuh sebagai Administrator Teknis Tertinggi. Bukan hanya sebagai konsultan atau pengawas sementara, tapi pemegang otoritas mutlak atas seluruh aset bengkel dan manufaktur. Saya butuh wewenang untuk membongkar seluruh sistem lama dan membangunnya kembali dari awal tanpa campur tangan birokrasi yang korup."

Kaelen menatap Charlotte dengan mata yang sayu. Di matanya, Charlotte adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya dari bencana administratif ini. "Lakukan apa pun yang perlu kau lakukan. Aku akan menandatangani surat otoritasnya sekarang. Selamatkan pabrik itu, Charlotte. Nyawaku dan pangkatku ada di tanganmu."

[Otoritas Terdeteksi. Anda kini memiliki kontrol legal 100 persen atas fasilitas produksi Sektor 1.]

[Misi Tersembunyi: Hari Perhitungan Sukses.]

[Insiden Terkendali. Kerugian Aset Faksi Radiant: 150.000.000 Kredit akibat berhentinya produksi secara paksa.]

Tepat setelah Kaelen menandatangani dokumen digital tersebut, suara sirene besar meraung di seluruh penjuru markas. Seluruh lampu utama di sektor manufaktur padam total. Getaran mesin yang selama ini menjadi latar belakang suara di gedung itu tiba-tiba menghilang, digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Mesin produksi benar-benar berhenti.

Charlotte keluar dari kantor Kaelen dengan dokumen digital yang tersimpan di dalam memori lengannya. Ia berjalan kembali menuju bengkelnya sendiri, mengabaikan kerumunan teknisi yang berlarian panik di lorong. Baginya, kesunyian pabrik itu adalah musik yang paling indah. Itu adalah bukti bahwa ia telah berhasil mematikan detak jantung lama faksi ini.

Di dalam bengkelnya yang gelap, ia menyalakan monitor tunggal yang menampilkan status sistem.

"Lapor, Sistem," katanya pelan.

[Seluruh Lini Produksi Telah Berhenti Total.]

[Log Aktivitas Menunjukkan Kegagalan Sistem Akibat Material Sub-Standar (Data yang Telah Dimodifikasi).]

[Dewan Tinggi Radiant Mulai Mempertimbangkan Pembersihan Total terhadap Sisa-Sisa Fraksi Aris.]

[Poin Total Saat Ini: 22.000 MP.]

Charlotte duduk di kursinya, menyandarkan kepala pada tangan mekaniknya. Langkah pertama dari pembersihan internal ini telah selesai. Ia telah menyusun kesalahan fatal, ia telah menghentikan mesin produksi, dan ia telah memposisikan dirinya sebagai satu-satunya penyelamat yang tersisa. Namun, ia tahu bahwa menghentikan mesin hanyalah sarana. Tujuan sebenarnya adalah memastikan bahwa orang-orang seperti Aris dan Thorne tidak akan pernah punya kesempatan untuk bicara kembali.

Besok, ia akan memastikan bahwa kegagalan mesin ini membawa korban yang lebih nyata. Seseorang harus bertanggung jawab secara fisik atas "kecelakaan" yang akan segera terjadi. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana ia akan mengisolasi para petinggi yang kini ketakutan itu di tengah bahaya yang ia ciptakan sendiri.

"Pahlawan selalu butuh krisis untuk terlihat berguna," bisik Charlotte pada kegelapan. "Dan aku baru saja memberikan krisis yang tidak akan pernah bisa mereka selesaikan tanpa izinku."

Di luar sana, para prajurit masih berteriak, para teknisi masih menangis melihat peralatan mahal mereka yang kini mati suri, dan Jenderal Aris di dalam selnya mungkin mulai merasakan bahwa jaring-jaring di sekelilingnya sedang ditarik kencang. Charlotte menutup matanya sejenak, menikmati setiap aliran penderitaan yang masuk ke dalam sistemnya sebagai energi murni. Hari perhitungan baru saja dimulai, dan kematian kebetulan adalah agenda berikutnya yang sudah ia susun dengan sangat rapi dalam rencana besarnya.

Status: Tahap Penumpasan Internal Sedang Berlangsung.

Target Berikutnya: Isolasi dan Eliminasi Atasan yang Berisiko.

Poin Administrator: Menuju Ambang Batas Baru.

Charlotte tersenyum dalam kegelapan. Baginya, kegagalan sistem bukanlah sebuah masalah. Itu adalah peluang untuk merebut kendali penuh atas dunia yang sudah rusak ini. Dan sekarang, bengkel itu, pabrik itu, dan seluruh masa depan persenjataan Sektor 1 telah sah menjadi miliknya.

[Sistem: Apakah Anda ingin melanjutkan ke persiapan isolasi target?]

"Tunggu sebentar lagi," jawab Charlotte. "Aku ingin menikmati kesunyian ini lebih lama. Suara mesin yang mati adalah suara paling jujur yang pernah aku dengar dari tempat ini."

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!