NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 19. Memulai (Lagi)

Ganis memberhentikan laju mobilnya di sebuah rumah sakit yang berada di pusat kota. Rumah sakit kelas internasional di mana sudah memiliki jam terbang yang sangat lama. Rumah sakit yang menjadi tujuan para pejuang garis dua dalam upayanya menjemput buah hati yang mereka damba.

Sejenak, Ganis berdiri di depan rumah sakit ini. Menatap lekat-lekat bangunan bertaraf internasional ini sembari kembali menata ulang hatinya. Setelah memikirkan secara matang, ia pun memutuskan untuk kembali menjalani promil sama seperti lima tahun yang lalu. Mulai dari awal dengan keyakinan penuh bahwa saat ini Allah pasti akan mengabulkan semua doa-doanya.

Gamis berjalan memasuki lobi rumah sakit. Menuju ke pendaftaran untuk mendaftar ulang setelah sebelumnya ia mendaftar via telepon. Dan ya, wanita itu nampak semakin bersemangat untuk menjalani promil ini.

"Ibu Rengganis!"

"Iya Mbak."

"Ibu, silakan langsung menuju lantai dua ya. Dokter Rangga praktek di sana. Nanti di sana ibu Rengganis bertemu dengan suster di nurse stations untuk screening kesehatan terlebih dahulu."

"Baik Mbak, terima kasih banyak. Emmmm, apa dokter Rangga sudah datang?"

"Sepertinya beliau sudah datang Bu, mengingat jam praktek beliau sudah di mulai sejak setengah jam yang lalu."

"Baik Mbak."

Ganis mengayunkan tungkai kakinya. Ia masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dua. Lantai di mana poli obgyn berada yang menjadi tujuannya memulai kembali promil hari ini. Jantungnya berdegup kencang. Ia seakan merasa nervous sekali. Sama seperti saat pertama ia memeriksakan diri ke dokter kandungan lima tahun yang lalu. Takut, cemas, khawatir jika sampai ada hal tidak baik yang ada di dalam rahimnya.

Ting....

Denting suara lift terdengar nyaring di telinga. Langkah kaki Ganis langsung tertuju pada nurse stations untuk melakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah. Setelahnya Ganis hanya tinggal duduk manis menunggu panggilan antrean untuk memasuki poli.

***

"Rengganis... MashaAllah..."

Senyum tak henti-hentinya tersungging di bibir Rangga kala melihat teman lamanya datang ke rumah sakit ini. Ia berharap penuh, semoga Ganis berhasil dalam program kehamilannya kali ini.

"Selamat siang dokter Rangga!" sapa Ganis dengan senyum yang juga tiada henti mengembang. Entah mengapa ia merasa begitu bersemangat menjalani promil lagi.

Rangga tergelak lirih. "Panggil Rangga saja, Nis. Tidak perlu pakai embel-embel dokter."

"Mana bisa begitu, Dok? Sekolah Anda pasti menghabiskan banyak biaya. Jadi sangat tidak pantas jika saya memanggil Anda tanpa gelar di depan nama."

"Ckkkcckkk... Kamu ini, kenapa bahasamu jadi formal seperti itu? Biasa saja Nis." Rangga mengambil selembar kertas untuk mencatat jejak siklus haid Ganis. "Oke, apa siklus haidmu teratur?"

Ganis mengangguk. "Satu tahun terakhir ini teratur Dok. Setiap awal bulan haid pasti datang."

"Sebelumnya haid kamu tidak teratur ya?"

"Betul. Dulu waktu aku menjalani promil, aku divonis PCOS. Saat itu siklus haid ku tidak teratur. Kadang dua bulan sekali, kadang tiga bulan sekali, bahkan yang paling parah dalam satu tahun, aku hanya mendapatkan dua kali siklus haid."

Rangga mendengarkan dengan seksama dan mencatat dengan detail riwayat pasiennya ini.

"Apa hanya itu saja Nis yang menjadi keluhanmu?"

"Tentu tidak Dok. Saat itu aku beberapa kali melakukan USG transvaginal untuk melihat sel telurku dan ya, kata dokter sel telurku banyak tapi kecil-kecil membentuk seperti rantai gitu. Sehingga sulit matang dan tidak bisa dibuahi."

"Baik. Lalu, bulan ini apa kamu sudah mendapatkan siklus haid?"

"Sudah Dok, tanggal satu kemarin dan berhenti di tanggal 6."

Rangga melirik kalender duduk yang ada di hadapannya. "Sekarang tanggal 12. Bagus, hari ini bisa kita lihat sel telurmu. Semoga dalam tiga sampai empat hari ke depan bisa matang. Ayo berbaring di sana Nis!"

"Mari Ibu, saya bantu!" ucap suster yang mendampingi Rangga.

"Terima kasih Sus."

Dengan ramah, suster itu membantu Ganis untuk berbaring di atas ranjang periksa.

"Karena yang akan dilakukan oleh dokter Rangga adalah USG transvaginal, maka bokong bu Ganis berada di ujung ranjang ya. Kedua kaki juga ditekuk ya Bu."

"Iya Sus."

Bagi Ganis, USG transvaginal bukanlah pengalaman baru, sehingga ia tahu persis bagaimana prosedurnya. Suster pun menutup bagian bawah Ganis dengan drape untuk menjaga privasinya.

"Bismillah. Aku mulai ya Nis."

"Iya Dok."

Rangga memasukkan sebuah alat yang disebut probe (transduser) kecil yang sudah dilapisi menggunakan kondom pelindung dan gel pelumas ke dalam area miss V untuk mendapatkan gambar yang lebih detail daripada USG abodemen biasa. Dengan sangat teliti, Rangga memperhatikan kondisi rahim teman SMA nya ini.

"MashaAllah... Berkah untukmu Nis," ucap Rangga setelah melihat bentuk sel telur yang ia cari.

"M-maksudnya bagaimana Dok?" tanya Ganis penasaran karena tidak paham dengan maksud ucapan Rangga.

"Bisa kamu lihat. Ini sel telurmu. Dan diameternya sudah 2cm."

Dahi Rengganis berkerut. "Artinya apa Dok?"

"Artinya sel telurmu matang dan siap dibuahi. Satu sampai tiga hari ke depan kamu bisa berhubungan badan dengan suami. Semoga Allah meridhoi upayamu ya Nis."

Ganis terperangah. Namun rona kebahagiaan itu terpancar jelas di wajahnya. "Serius Dok?"

Rangga tergelak lirih. "Dalam hal seperti ini mana bisa aku bercanda, Nis. Secara medis rahimmu baik-baik saja bahkan sel telurmu sudah menunjukkan kematangan. Tinggal memperbanyak doa saja semoga Allah meridhoi semua. Eh tapi, tidak ada masalah pada suamimu kan?"

"Maksudnya bagaimana Dok?"

"Pada saat kamu menjalani promil lima tahun yang lalu, apakah suamimu ikut diperiksa juga? Cek kesuburan yang aku maksud. Melihat kualitas sperma mulai dari bentuk, jumlah dan juga pergerakannya."

Ganis menggelengkan kepala. "Tidak sama sekali Dok. Suamiku sama sekali tidak pernah cek kesuburan. Lagipula yang bermasalah kan aku Dok. Aku PCOS."

Rangga hanya manggut-manggut. "Tapi yang namanya promil itu seharusnya dua-duanya diperiksa, Nis. Kalaupun kondisi suamimu semua baik ya alhamdulillah. Tapi kalau semisal kurang baik bisa diperbaiki."

Ganis hanya bisa membuang napas kasar. Untuk saat ini ia rasa tidaklah perlu untuk memeriksa kesuburan sang suami.

"Aku rasa tidak perlu, Dok. Karena sudah terbukti kalau dia dalam keadaan sehat dan subur."

"Kok kamu bisa seyakin itu Nis?"

"Karena suamiku sudah menikah lagi dan saat ini istri keduanya sedang mengandung anak suamiku."

Ada gurat kesedihan yang tergambar jelas di wajah Ganis ketika mengatakan hal itu. Rangga paham benar jika saat ini Ganis merasa begitu rendah diri. Apalagi mendapatkan satu kenyataan jika sang suami bisa mendapatkan anak dari wanita lain dalam waktu yang tidak lama.

Rangga tersenyum simpul, mencoba mentransfer kekuatan untuk teman lamanya ini agar tidak semakin terpuruk dalam perasaan rendah dirinya. Karena untuk menjalani promil, harus bisa dipastikan bahwa suasana hati dalam keadaan bahagia sehingga hormon-hormon kebahagiaan yang bisa membantu proses pembuahan bisa terus diproduksi.

"InshaAllah setelah ini giliranmu Nis. Kamu semangat ya. Semua yang sudah kamu upayakan dan kamu ikhtiarkan semoga menjadi bulir-bulir pahala meskipun kemarin-kemarin belum menuai hasil."

"Aamiin Dok.. Terima kasih untuk doa-doa baiknya."

.

.

1
suciati
gpp nis.. yang penting kamu tidak boleh kalah dari pelakor itu
suciati
wooaahh Rangga ternyata seorang dokter... jangan2 dia spog
suciati
puspa jadi pindah haluan ya.. tau bakal punya cucu dari Dinda, eh Ganis dilupakan
suciati
ulalaaalaa..pinter akting juga ya dia.. cocok tuh dijadikan pemain film
suciati
ngebet jadi orang kaya sampai lupa klo mereka sedang numpang
Hanindia
nah loh gk bisa jawab kan
Hanindia
emang punya segudang cara licik yaa,, tp gtw, ntar berhasil atau tidak
Hanindia
kereennn.. lawan mertuamu nis
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!