Pernikahan yang didasarkan dendam, tidak akan pernah berakhir dengan kebahagiaan. karena hidup harus didasari dengan cinta.
Menikah dengan pria yang dicintai adanya kebahagiaan untuk pasangan itu, tapi tidak dengan Salva. ternyata dimalam itu kehancurannya telah dimulai.
"Kenapa kau melakukan ini padaku mas?" teriak Salva pada suaminya itu.
"Jangan berpura-pura bodoh,aku tidak pernah mencintaimu. aku menikahi mu hanya karena dendam" Salva bak disambar petir mendengar perkataan suaminya itu.
Akankah Salva menemukan kebahagiaannya?
atau selalu terpuruk, menanggung dosa yang tidak pernah dilakukannya?
jangan lupa simak kisah selanjutnya ya kk😁
Baca juga cerita author yang lainnya
- Dia milikku
- Penjelajah waktu, hidup dizaman Ajaib
- pembalasan putri yang terbuang
- dll, yang gak kalah serunya.
Akun👉
Ig: @ ara putri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
derita Salva.
POV Salva
Aku sudah merasa lelah dengan semua ini,aku pikir pagi ini awal yang baik hubungan aku dengan mas kaivan. tapi ternyata aku salah,ibu mertua yang dulu begitu menyukai ku kini berubah bagaikan seorang penyihir.
Setelah mengantarkan mas kaivan di depan rumah,aku kembali masuk dengan sedikit bahagia. karena mas kaivan sudah mau menerima perlakuan ku,dan tidak membentak lagi. Tapi salsa dan ibu Kaivan tidak terima dengan hubungan kami yang mulai membaik, saat masuk ibu menatap ku dengan tajam. tapi tidak aku pedulikan,aku langsung pergi ke dapur untuk membuat makanan untuk nanti siang karena memang mas kaivan pergi sedikit siang dari biasanya, jadi sekarang waktu sudah menunju jam sebelas siang.
"Benar-benar wanita licik! lihat lah dia begitu mudah bisa mempengaruhi kak Kaivan. mungkin saja sebentar lagi dia akan melakukan rencana jahatnya...!" Salsa berdiri di dekat meja makan dengan angkuh.
"Apa kau tidak mengerti dengan bahasa manusia!! sudah aku bilang pergi dari kehidupannya putra ku!!!" bentak ibu Kaivan membuat aku terlonjak kaget.
"Tante..., dia tidak akan paham. setelah harta Tante dia kuasai barulah dia akan meninggalkan kak Kaivan," ucap salsa semakin mengadu domba ibu.
Aku merasa tidak nyaman dengan mereka yang semakin menyudutkan,aku memilih untuk pergi ke kamar. mungkin ibu merasa aku mengabaikan nya,ia menyusul naik kelantai atas. saat dia atas tiba-tiba ibu menarik tangan ku dengan kasar, tentu aku mencoba mempertahankan keseimbangan. dengan samar aku bisa melihat salsa menuangkan minyak ditangga, mungkin mereka berencana menyakiti ku.
Aku bertahan dari tarikan ibu mertua, entah apa yang terjadi membuat wanita tua itu mundur kebelakang, tepat pada tangga yang sudah ditumpahi minyak.
Aaaaaa!!!
teriakkan ibu berguling jatuh dari tangga atas membuat dia tidak sadarkan diri,darah bercucuran keluar dari kepala dan tubuhnya. sedangkan salsa dengan panik mencoba membatu ibu bersama dengan kedatangan Bu Salma.
Setelah ibu dilarikan ke rumah sakit,aku terdiam dirumah. bingung apa yang harus dilakukan,dan pasti mas kaivan akan menyalahkan diriku lagi.sedangkan salsa melarang diriku ikut kerumah sakit untuk menemani ibu mertua ku.
******
Setelah lama menunggu kaivan pulang dengan keadaan marah,dia langsung mencekik ku dan mencaci maki diriku. dan hari ini aku mengetahui apa alasan mas kaivan menyakiti diriku.
"Apa kau puas....? apa kau ingin membunuh semua orang yang aku cintai...?" tanya mas kaivan membentak ku.
Aku benar-benar ketakutan melihat kemarahan mas kaivan dan aku mencoba untuk bertanya tentang kesalahan apa yang aku lakukan. tapi dia menghina dan menghina diriku. sampai dia menyatakan bahwa aku sudah membunuh wanita yang dia cintai,dan yang semakin membuat aku hancur. wangi yang membutuhkan masalah ini adalah Naira yang sempat menjadi teman ku beberapa waktu sebelum dia tertabrak mobil didepan mata aku sendiri.
Aku frustasi mendengar perkataan mas kaivan, saat dia bilang dia tidak pernah mencintaiku sedikit pun dia bilang menikahi ku hanya karena dendam. sehingga pikiran ku dipenuhi oleh pikiran gila. aku ingin mengakhiri hidup ini, agar mas kaivan mengerti, disini tidak hanya dirinya yang tersakiti. tapi aku yang lebih tersiksa dengan dosa yang tidak akau lakukan.
Aku sempat dihentikan Bu Salma, tapi aku mencari cara agar bisa melakukan ide gila ku. aku berlari kedalam kamar membawa pisau. bukankah aku bodoh.... tapi aku sudah terlalu sakit disunia yang kejam ini. mungkin dengan berkumpul lagi dengan ayah dan ibu akau akan bahagia.
"Mungkin dengan ini kau bisa puas mas..? mungkin dengan kepergian ku membuat dendamnya mu terbalaskan. tapi kau harus ingat satu hal....aku tidak pernah melenyapkan kekasihmu!!" Ucap ku sebelum aku melukai kedua nadi ku...
*****