NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Aruan menggeliatkan kedua tangannya dan menguap lebar, perlahan-lahan kedua matanya yang cantik mulai terbuka dan di saat itulah wanita itu menyadari kalau dirinya sedang tidak di dalam kanar yang biasa dia tempati, melainkan di sebiah resort yang ada di bali dan Aruna sedang honeymoon bersama dengan Arka.

Ngomong-ngomong di mana pria itu? Bukankah harusnya dia berada di sampingnya? Tapi tidak ada, yang ada hanya beberapa tumpuk bantal yang sengaja ia jajarkan rapih untuk membatasi ruang gerak mereka__tentu saja Aruna melakukannya. Mana sudi ia tidur seranjang dengan Arka tanpa pembatas, huhhh.. tidak ya, Aruna setidaknya masih punya otak yang cukup waras untuk tidak menyerahkan dirinya sepenuhnya pada Arka. Meski mereka suami istri, tetapi Aruna ingat betil kalau mereka hanya suami istri di atas kertas saja.

Aruna pun memilih masa bodoh, lagian pria itu sudah cukup dewasa untuk mengurus dirinya sendiri. Lalu kedua kakinya sudah menggantung dan bersiap melangkah, namun...

“Awwww...“Pekik seseorang yang lantas membuat Aruna mengikuti suara itu dan betapa terkejutnya wanita itu tatkala ekor matanya menemukan perut Arka yang baru saja ia injak.

Hahhh.. kok Arka bisa tidur di al tai sih? Tanya Aruna dalam hati sambil kebingungan.

Sementara pria yang baru saja di injak perutnya itu buru-buru duduk dan menatap Aruna tajam. Tentu saja cukup sakit, meski Arka tahu kalau Aruna tidak sengaja melakukannya.

“Kamu apa-apaan, sih?.“Ujar Arka sambil melayangkan tatapan galaknya pada Aruna, Aruna berdecih pelan.

“Mas yang apa-apaan? Kenapa pake tidur di bawah segala?.“Ujarnya tak mau kalah, sorry. Aruna tak mau meminta maaf. Merasa dirinya tak salah, orang Arka saja yang tidur di bawah, jadi jangan salahkan Aruna jika tanpa sengaja kakinya menginjak perut pria itu.

Arka menghela nafasnya panjang, matanya mendelik tajam”Kamu lupa, Aruna?.“Tukasnya seraya tersenyum sinis.

“Lu..pa a..pa?.“Tanya Aruna tergagap dan tak mengerti.

Arka menunjuk pada ranjang kosong tempatnya semalam tidur, lalu tatapannya beralih pada Aruna”Semalam, saya tidur di sana dan kamu menendang saya sampai membuat tubuh saya ke bawah.“Tukasnya dan tentu saja Aruna tak percaya dengan apa yang di katakan Arka. Kalau iya seperti itu, kenapa bantal-bantal itu masih tersusun rapih?

“Oh ya. Kalau iya, kenapa bantal-bantal itu masih tersusun rapih di sana.“Ucapnya tak mau kalah dengan meninggikan dagunya dan menatap lurus.

Arka mendengus”Tanyakan saja pada diri kamu sendiri.“Sesudah mengatakannya, Arka pun bangkit dan meninggalkan Aruna sendiri yang sedang mencoba mengingat-ngingat tentang kejadian semalam, namun tetap saja Aruna tak mengingat apa-apa.

******

“Lho, kamu pakai apa itu, Run?.“Tanya Arka tercengang sambil menunjuk pada bikini yang Aruna kenakan saat ini, sementara Aruna sendiri mendengus tak suka__ya wajar saja Aruna pakai bikini, toh dia akan ke pantai. Masa iya Aruna pakai daster sih?

“Bikini mas, masa sih Mas Arka gak tahu “Jawabnya ketus sambil memutar bola matanya jengah, mendengarnya Arka menatap Aruna tajam.

“Iya saya tahu, tapi kenapa kamu pake itu?.“Ujarnya tak terima, Aruna tersenyum sinis.

“Ya kan saya mau ke pantai. Masa iya pake daster?, lagian ini di bali mas. Dan sudah biasa juga sih para wanita pakai bikini di bali, lagipula saya pakai cardigan juga sama sarung pantai, jadi gak kelihatan jelas kok.“Ucapnya sambil melirik tubuhnya sendiri dan apa yang di katakan Aruna memang benar adanya. Akan tetapi entah kenapa Arka tidak setuju saja, rasanya tak rela apabila Aruna memamerkan tubuhnya pada pria lain.

“Mas Arka gak bisa protes, karena ini menyangkut tentang privasi saya. Ingat perjanjian mas!.“Tekan Aruna seolah mengingatkan tentang perjanjian di antara mereka__Arka di buat gondok dengan tangan terkepal kuat di bawah sana dan urat-urat di leher yang terlihat mengencang karena menahan amarah.

Apa yang Aruna katakan memang benar, tentang privasi mereka berdua. Yang sama-sama tidak bisa mencampuri urusan masing-masing, tapi Arka tak bisa membiarkan dan Arka tak rela saja.

“Sialan.“Ucap Arka pelan sambil membuang muka dan menghela nafas kesal. Sementara Aruna pura-pura tak mendengar, dia melangkah pelan dan keluar dari resort itu untuk menuju pantai__lagi pula akan sangat rugi sekali honeymoon ke bali tidak ke pantai.

Aruna jalan duluan dan masih mengenakan bikini yang di lapisi cardigan yang cukup menerawang bahkan terlihat jelas warna bikini serta lekuk tubuh wanita itu__beberapa kali Arka juga menangkap tatapan-tatapan nakal yang di layangkan oleh beberapa pria yang berpapasan dengan Aruna, dan anehnya Arka tidak suka itu. Bahkan dengan sukarela mengikuti Aruna, padahal niat hati ingin menghubungi Ari sahabatnya untuk bertanya soal bengkel miliknya.

Namun niatannya itu pun terpaksa di urungkan dan Arka memilih untuk mengikuti Aruna serta menjaga wanita itu dari para pria-pria nakal yang menatapnya lapar.

Aruna sendiri tahu kalau Arka mengikutinya dan dia memilih abai, biarkan saja. Lagi pula Arka tidak mengganggunya. Malah dengan di ikuti oleh Arka, setidaknya Aruna merasa aman.

*****

Sunblock sudah di baluri hampir ke seluruh tubuhnya dan Aruna pun memilih membuka cardigan serta sarung pantai miliknya__mumpung di pantai, maka Aruna tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Yaitu berjemur dan menggunakan kaca mata hitam.

Angin sepoi-sepoi terasa begitu sejuk. Apalagi di tambah dengan suara debur ombak yang terasa menemani dan seolah menjadi nyanyian yang cukup merdu di siang ini__cukup banyak orang yang berjemur juga berenang di laut dan ya, patut di akui cuaca siang ini begitu mendukung. Tidak terlalu terik, hingga Aruna pun bisa menikmatinya dengan berjemur.

“Ehm..“Suara deheman yang berhasil membuat Aruna menoleh ke samping, tatkala membuks kacamatanya Aruna pun langsung membelalak kaget, ada seorang pria yang saat ini terlihat menatap Aruna cukup dalam dan cengengesan.

“Yaampun Hendra..“Pekik Aruna yang langsung berdiri lalu tersenyum lebar pada pria di hadapannya. Si pria itu balas tersenyum lebar dengan satu tangan yang terlihat terulur pada Aruna.

“Hai, kabar kamu?.“Ujarnya, dengan senang hati Aruna pun menerima uluran tangan itu.

“Baik dong, kamu sendiri?.“Tanyanya, tangan Aruna sudah di tarik pun dengan Hendra.

“Baik juga. Liburan Run? Sendiri?.“

Aruna sejenak memalingkan tatapannya ke samping, mencari-cari keberadaan Arka namun tak di temukan, mungkin pria itu menepi di tempat lain pikirnya__dan ya, kenapa Aruna harus cemas? Mengingat di perjanjian itu sudah tertulis jelas kalau dirinya dan Arka punya privasi masing-masing kok.

“Sendiri, Hen. Kamu sendiri?.“

“Aku kebetulan liburan juga.“

“Sendiri?.“Tanya Aruna cukup penasaran, Hendra menggelengkan kepalanya dan membuat Aruna mengerutkan keningnya.

“Enggak, sama keluarga sih.“

“Ohhh..“Aruna ber o ria.

“BTW, masih kerja di dealer, Run?.“

“Iya masih.“

“Boleh minta no ponsel, nggak? Mebetulan nomor aku udah ganti dan lupa nyimpen nomor kamu, Run.“

“085345566...“Aruna menyebutkan nomor teleponnya dan Hendra menuliskan di ponselnys, Hendra dan Aruna pun memilih duduk bersisian dengan tatapan keduanya yang tertuju ke arah laut, dimana beberapa orang terlihat asik berenang di sana.

“Eummm... Long time no see, Run. Gak nyangka banget bisa ketemu kamu lagi lho.“

Aruna menoleh lalu tersenyum tipis”Iya, kirain gak bakal bisa ketemu lagi. Mengingat sulit buat hubungin kamu Hen.“

Mata Hendra membelalak dengan stau alis terangkat naik”Kamu hubungi aku, Run?.“Tanyanya kaget, Aruna mengangguk sambil tersenyum getir.

“Iyalah, bagaimana pun aku kangen sama temen aku. Tapi kamu gak bisa ku hubungi lho Hen, nomor gak aktif, email gak di bales sampai aku chat ke akun linkedln kamu lho.“

Hendra meringis”Maaf Run, aku ganti nomor karena lupa isi pulas jadi hangus, terus lupa gak nge save nomor ke ponsel, jadi ya otomatis nomor yang ada di ponsel ikut raib, terus aku juga udah gak punya aplikasi linkln juga.“

“Gak papa, lagian aku udah cukup bersyukur ngeliat kamu sehat-sehat, Hen. Oh ya, salam sama keluarga ya? Terutama sama tante Utami.“

“Iya, mau ketemu mama, nggak? Pasti mama seneng lho bisa ngeliat kamu, Run.“Tanya Hendra dan terlihat dari tatapan matanya yang besar harapan ingin Aruna ikut untuk menemui keluarganya.

Aruna tak lantas menjawab, pasalnya dia bimbang. Takut kalau Arka sampai....

“Runa gak akan pergi kemana-mana, dia sama saya!.“Tegasnya dengan tatapan yang begitu tanam pada Hendra.

Tentu saja Hendra terlihat begitu heran sekali, ada sosok pria yang terasa tidak asing. Pernah melihat yang entah di mana, yang jelas wajahnya, Hendra pernah melihatnya tapi lupa.

“Dia siapa, Run?.“Tanya Hendra sambil menoleh ke arah Aruna dan Aruna merasa kesulitan untuk menenggak ludahnya sendiri, situasinya mendadak mencekam.

1
Dewi Sri Astuti
Bagus
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!