NovelToon NovelToon
Lovely Wife

Lovely Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Einaz Ajjah

Kisah rumah tangga pasangan baru. Mereka berpindah ke Ibukota karena sang suami Davin putra Adiguna akan memimpin perusahaan disana. Serta dipicu dengan alasan utama untuk pindah yaitu mengindari adik Davin yang masih menaruh hati pada istrinya yang cantik Abelia Amvan Wijaya.

Bagaimana lika-liku perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan ini di tempat yang baru? Davin seorang mantan playboy yang diragukan keinsafannya, sedangkan sang istri Abelia, sangat pencemburu tingkat tinggi?

Sekedar saran! Untuk tahu kisah mereka sebelum menikah, bisa baca ISTRI UNTUK PAPA SEASON 2 ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasrah

Sore ini waktunya Abel memeriksakan kandungan ke dokter. Ia masih di kursi teras menunggu kedatangan suaminya dari kantor. Setelah Masalah Floris, suaminya masih belum dapat sekertaris pengganti. Sekertaris yang membantu pekerjaannya kini hanya sekretaris sementara. Abel tak cemas karena sekretaris sementara suaminya, wanita uang juga hamil dan sudah berkeluarga.

Suara mobil terdengar dari teras, Abel segera keluar karena sangat hapal itu adalah mobil milik suaminya. Davin keluar dari mobil membuka pintu untuk istrinya. Kali ini suaminya menyetir sendiri tanpa asisten dan sopirnya.

"Nggak ada yang ketinggalan?" tanya Davin.

Abel memeriksa isi tasnya, semenjak hamil ia juga sering melupakan sesuatu.

"Udah semua, buku dedek, buku mommynya." Abel menunjuk buku catatan kesehatan dari rumah sakit.

"Ayo jalan, Daddy udah nggak sabar liat Dede lagi." Davin mengelus dan mencium perut Abel yang mulai bergelombang meskipun belum besar.

"Iya Daddy," balas Abel menirukan suara anak kecil.

Davin mencium kening Abel. Ia menyalakan mesin mobil bersiap meninggalkan rumahnya ke RSIA.

*****

Abel mendaftar diri dulu sebelum menemui dokter. Seperti biasanya, karena ia pasien prioritas, Abel mendapatkan giliran pertama. Abel menatap ibu - ibu hamil di depannya, rasanya sudah tak sabar melihat perutnya besar. Abel semakin mengeratkan rangkulan tangannya pada Davin. Seolah tak sabar lagi keluarganya akan kedatangan anggota keluarga baru.

Davin mengelus perut Abel tanpa malu meskipun dia jadi sorotan pasien lain. Ia mengerti Abel pasti sudah tidak sabar melihat perutnya membesar seperti yang sering ia bicarakan sebelum tidur.

"Ibu Abelia Amvan Wijaya," panggil perawat ketika dokter sudah datang ke tempat praktek.

Abel masuk ke ruang pemeriksaan, tak lupa perawat menimbang badan dan tensi darah sebelum pemeriksaan masalah janin. Perawat mengamati tensi darah Abel yang sudah turun dari bulan lalu. Meskipun turun tidak signifikan tapi status tekanan darah Abel masih prehypertensi.

Abel menemui dokter setelah menimbang berat badan dan mengukur tekanan darah.

"Sore Bu, silahkan duduk." Sapa dokter kandungan Perempuan yang bernama Stella.

"Gimana Bu ada keluhan?" tanya dokter Stella lagi.

"Paling punggung aja Dok, kadang suka nyeri. Kalau mual udah berkurang." Jawab Abel.

"Itu wajar ya Bu, karena bayi kan semakin lama semakin besar jadi ia butuh tempat yang lebih luas, otomatis punggung ibu akan ikut merenggang atau tertarik menyesuaikan kondisi bayi. Sering di pijat berinteraksi dengan bayi." Dokter memberi penjelasan.

"Iya dokter," balas Davin dan Abel bersamaan.

"Mari kita periksa dulu bayinya," dokter berdiri menuju ruangan USG.

Perawat memberi perut Abel jel dingin, dokter mulai mengarah alat ke perut Abel dan terlihat gambar yang sudah membentuk manusia kecil.

"Kandungannya udah masuk enam belas Minggu Bu, bayinya gerak-gerak, itu tangannya udah kelihatan. Kakinya juga Bu. Bayinya sehat." Kata dokter.

"Jenis kelaminnya dok apa belum tahu?" tanya Davin yang juga senang melihat tampilan 4D bayinya.

"Mungkin sebulan lagi Pak, ini masih belum jelas." Balas dokter Stella.

Abel hanya tersenyum senang melihat kondisi bayinya sehat. Apalagi sekarang bentuk tubuhnya sudah terlihat dari layar 4D. Davin mencium kening Abel senang lalu membantu istrinya bangun menemui dokter kembali.

"Bu, ini tekanan darahnya sudah turun tapi tetap harus waspada prehypertensi ya sewaktu waktu bisa naik lagi, di jaga pola makan dan pikirannya ya."

"Ya dokter," balas Abel.

"Ini udah masuk semester kedua, kandungannya mulai aman. Bapak sama ibu sudah boleh melakukan hubungan badan."

"Jadi sudah boleh dok!" tanya Davin semangat seperti menang arisan. Abel memandang suaminya mengeryitkan dahinya.

"Iya Pak sudah boleh. Tapi tetep hati-hati ya Pak, karena ibu Abelia ada riwayat hampir keguguran."

"Ya dokter pasti," balas Davin

"Silahkan," dokter menyerahkan selembar resep obat.

Davin mengambil resep dokter untuk istrinya. Davin langsung terburu-buru keluar untuk menebus obat untuk Abel.

Abel hanya heran menatap punggung suaminya yang berjalan dengan sangat bersemangat sekarang.

Setelah obat ditangan, Davin membukakan pintu untuk Abel.

"Sayang, kita langsung pulang ya." Davin mulai menyalakan mesin mobil.

"Katanya mau ke tempat EO untuk acara empat bulanan Abel."

"Itu bisa besok aja Sayang, sekarang Abang mau kita cepat sampai rumah. Abang mau menuntaskan hal yang lebih penting." Davin sedikit melajukan kecepatan mobilnya.

Abel berpikir sejenak. Ya ampun! Abel menepuk jidatnya. Suaminya pasti ingin menuntaskan hasrat yang sudah ditahan dua bulan. Setelah dokter sudah memberi lampu hijau untuk suaminya.

"Abel tahu Abang mau ngapain pengen cepat pulang!" seru Abel.

Davin mengelus pipi Abel. "Sudah ngerti sekarang Sayang. Jadi Abang mohon pengertiannya ya istriku yang cantik."

"Abang, tapi Abel pengen banget makan es cream yang waktu itu kita beli."

"Besok aja bisa nggak Sayang, atau kalau perlu besok kita beli satu kulkas."

"Ih ... dedenya mau sekarang Daddy." Abel menirukan suara anak kecil lagi.

"Ya udah, tapi makan di mobil aja kita nggak usah nongkrong di cafenya." Davin tidak bisa menolak jika itu adalah keinginan bayinya.

"Siap, cinta deh sama Abang." Abel mencium pipi kanan suaminya yang menyetir.

Davin berhenti ketika sampai di deretan ruko yang terdapat kedai es cream yang di maksud Abel. Kebetulan mereka berhenti bertepatan adzan Magrib. Keduanya mengugurkan kewajiban di mushola kedai sebelum memilih es cream.

"Jangan lama-lama Sayang," ucap Davin yang merangkul pundak istrinya menuju kedai es cream sekarang.

"Ya iya," Abel memegang gemas dagu suaminya.

Abel memilih rasa vanilla kali ini, ia memilih memakai cone karena memakannya di mobil. Ia juga membeli beberapa rasa untuk di bungkus. Sebenarnya Abel masih ingin berlama-lama di kedai es cream memilih kue juga, tapi suaminya yang terus mendesak segera pulang membuatnya membatalkan niatnya memborong kue. Davin bergegas tanpa menunggu Abel ke arah kasir.

Keduanya kini keluar kedai es cream, Davin meminta Abel menunggu di depan kedai. Ia akan pergi ke tempat parkir mengambil mobil.

Tak lama, mobil suaminya berhenti di depannya. Abel menikmati es cream di kursi penumpang depan. Bulu kuduk Davin tiba-tiba meremang melihat Abel yang menjilati lelehan es cream. Pikiran kini sedang tidak fokus dan ingin segera sampai di rumah.

"Sayang cara makan kamu kayak mengoda Abang. Abang nggak sabar pengen nerkam sesuatu."

"Abang mesum ah ..., sabar sedikit sebentar lagi kita juga sampai rumah."

Mobil sudah masuk ke dalam halaman rumah. Davin langsung turun membuka pintu mobil untuk Abel.

"Abang gendong biar cepat." Tanpa komando, Davin mengangkat tubuh Abel dari kursi penumpang. Abel hanya pasrah melihat suaminya yang sedang panas dingin.

Abel memencet bel rumah karena Davin sedang menggendong. Selang beberapa detik Bi Ningsih membukakan pintu sambil senyum-senyum melihat majikannya.

"SURPRISE ...!" teriak dua orang yang sangat di rindukan Abel di ruang tamu.

Davin menelan ludah kasar, ia menurunkan Abel dari gendongannya. Dua bocah laki-laki berhamburan memeluk Abel. Davin mengusap wajahnya prustasi. Mertuanya datang di saat yang tidak tepat. Sepertinya ia harus pasrah keinginan yang mendesaknya tertunda.

"Papa sama Mama sengaja nggak bilang, mau kasih kejutan," ucap Ervan dengan wajah ceria.

.

.

.

.

Next....

tinggalkan komen like vote biar othor Ei rajin up😘😘

1
Call Me Ei (Ig:@einaz1910)
love
Gina
jambak rambut nya
Gina
hehe
rupanya ngayal, sampe suudzon 🙋duluan
Gina
mode WASPADA
Sananda
ulah papa mertua yg serakah 😄😄
si kece
ku bisikin ke kamu bel.. davin pernah hampir tergoda sm si taneman berduri. hampir ciuman. klo km tau, pasti km marah bel 🤣
si kece
nunggu lo yg gerak mah keburu si taneman ngelancarin rencana busuk nya. hadehhh
Rama Fitria Sari
mampir kembali di novel ku
"kau, aku dan kenangan kita" dan "sebening kasih"
Fitriyani
tu kan si Davin,hanya krn aroma parfumnya sm aja,udh hampir khilaf kn,gmn klo tiap hari d cekokin sikap floris yg genit,d tmbh lg klo sampai pakai obat perangsang,,,beeeh,bakalan khilaf beneran lh.kt nya mantan playboy,tp masa ngadepin ulet bulu ky floris g nyadar...🤦
Fitriyani
mnrt q sih,emank salah sikap abel.walau gmn pun,Nolan kn adk ipar,apalgi Abel cewe berhijab.emank g shrsnya Abel brsikap ky gt,d tmbh lg,Nolan prnh punya rasa sm Abel,bhkn mgkn msh ada rasa itu.shrz nya Abel bs lbh bersikap yg shrsnya
Fitriyani
emank sih kamu cinta sm istrimu Davin, tp klo kamu udh d kasi obat perangsang,cp yg bs jamin klo kamu bs ttp tahan,,sdgkn baru lht bibir floris ddpn mata bbrp centi aja,mu udh oleng ..
kesel deh gue ..😠
Fitriyani
harusnya,abel sambil d rekam pas ngmng ky gt,,,
Fitriyani
hmmm...q paling g suka sm tipe cowo yg kt nya syng n cinta sm istri,tp nyata nya liat bibir cewe lain ddpn mata,bkn nya lgsg marah malah nafsu.😠
mnding sm tipe cowo yg dingin,Krn biasanya cowo yg dingin pasti bakalan lgsg marah klo d deketin cewe selain istrinya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadir lagi
Rhenii RA
Keponakan kali yah, kok adik lagi sih namanya?
Rhenii RA
bangke, kena prank. Padahal udah deg-degan astga😆
Rhenii RA
astaga, ngakak
Bambang Pdk
jgn smpi ninggal donk thor n jd gk greget lg mo baca.
KomaLia
emang engga ada gitu sekertaris cowo,masa harus cewe seksi terus,lama kelamaan bisa aja tuh si davian nya tergoda juga
KomaLia
karma tuh kalau jadi pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!