NovelToon NovelToon
Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prince Aurora

Sial! .

Lagi-lagi Dom dibuat menangis karena cinta.

Satu kali lagi pria itu berlutut, memohon maaf dan mengemis cinta kepada istri kecilnya. Namun, sebesar apa cinta yang dia tunjukkan, Bella tetap menggeleng dengan linangan air mata. Hukuman telah wanita itu jatuhkan sepenuh cinta.

"Bella, apakah pria brengsek sepertiku tidak layak untuk mendapatkan kesempatan kedua?" Gugu Dominic dengan suara bergetar.

Keduanya saling mencintai, namun Dom kembali terlena dengan masa lalunya, perselingkuhan pria itu dengan Sarah menjadikan boomerang hebat bagi bahtera rumah tangganya bersama Bella.

Bisakah Dom merebut kembali rasa cinta dan percaya istri kecilnya seperti semula?

"Aku begitu mencintaimu, Bella. Dan kau hampir membuat pria seksi ini menjadi gila!" Desis Dominic, saat cintanya kali ini tercampur dengan ambisi amarah dan gairah.


D O N ' T P L A G I A T ! ! !
H A P P Y R E A D I N G, S U G A R R E A D E R S ! !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 — Kehadiran Dom

Hujan kemarin masih meninggalkan aroma basah di udara Sydney pagi itu.

Bella berjalan perlahan di trotoar depan apartemennya, menggendong tas kerja. Rambut hitamnya sedikit berantakan, tapi matanya tetap tajam dan penuh keteguhan. Tidak ada yang bisa memaksanya untuk merasa lemah—bahkan Dominic.

Tiba-tiba, deru mobil mewah menghentikan langkahnya.

“Bella.”

Suara itu membuat Bella berhenti sejenak. Dominic berdiri di pintu mobil, jasnya masih rapi, rambut sedikit basah karena sisa hujan. Tapi yang paling membuat jantung Bella berdebar adalah sorot matanya—mata yang selalu bisa menembus lapisan pertahanan Bella.

“Turun dulu, aku antar sarapan,” katanya pelan tapi tegas.

Bella menghela napas panjang. Ia menatap mobil itu sejenak, menimbang rasa ego dan rasa lelahnya. Tapi akhirnya, ia mengangguk pelan dan membuka pintu.

Di dalam mobil, Dominic menaruh kantong sarapan di pangkuannya.

“Aku beli semua yang kamu suka,” katanya sambil tersenyum tipis. “Muffin blueberry, kopi caramel, dan jus jeruk segar.”

Bella menatap Dominic. Ada sesuatu dalam tatapan itu—bukan sekadar senyum biasa, tapi ada penyesalan yang dalam, ada permintaan maaf yang belum bisa ia ucapkan dengan kata-kata.

“Kenapa kamu repot-repot?” tanya Bella pelan, mencoba terdengar acuh.

Dominic menoleh, menatap Bella dalam-dalam.

“Karena aku nggak mau lagi kehilangan momen-momen kecil denganmu dan bayi kita. Aku nggak mau kamu merasa sendirian.”

Bella menelan ludah. Kata-kata itu menembus lapisan pertahanan yang ia bangun selama berminggu-minggu. Namun, ia masih menahan diri. Ia tidak ingin Dominic berpikir bahwa ia mudah luluh.

Mobil bergerak di jalanan Sydney yang berkilau karena hujan semalam. Dominic tetap diam, fokus menyetir, tapi setiap kali matanya menoleh ke Bella, hatinya terasa seperti terbakar. Ia ingin berbicara, ingin minta maaf lagi, ingin mengatakan semua hal yang seharusnya ia katakan lebih awal. Tapi Dominic tahu, kata-kata saja tidak cukup.

Sesampainya di kantor Bella, Dominic berhenti tepat di depan gedung.

“Masuklah dengan hati-hati, ya?” katanya sambil menoleh ke Bella. “Aku nggak akan lama. Nanti aku jemput lagi saat jam makan siang.”

Bella menatapnya datar.

“Kalau aku bilang nggak usah jemput, kamu bakal ngambek?”

Dominic tertawa tipis, tapi matanya serius.

“Kalau aku ngambek, kamu pasti akan senang.”

Bella menahan senyum. Ia tahu Dominic sedang mencoba bermain-main dengan hatinya, tapi kali ini, ia tidak mau kalah. Ia menurunkan kaca mobil, menatap Dominic dengan mata setajam pedang.

“Jangan salahkan aku kalau aku nggak percaya lagi sama kamu, Dominic.”

Dominic hanya mengangguk pelan.

“Aku tahu. Dan aku siap lakukan apa saja buat membuktikan.”

Hari-hari berikutnya, Dominic mulai muncul lebih sering. Ia datang tanpa pamrih, sekadar memastikan Bella makan cukup, membawa kopi panas di pagi hari, atau sekadar menanyakan kabar bayi. Tapi Bella tetap menjual mahal. Ia menolak sebagian besar bantuan Dominic, menolak untuk terlihat terlalu tergantung.

Namun setiap kali Dominic pergi, Bella selalu menatap punggung pria itu dengan perasaan campur aduk. Ada kemarahan, ada rindu, ada perasaan yang ia sendiri tak berani akui.

Suatu sore, saat hujan turun lagi, Dominic menunggu di balkon apartemen Bella dengan payung besar.

“Bella,” katanya ketika wanita itu keluar. “Aku nggak akan masuk dulu. Aku cuma ingin pastikan kamu nggak kehujanan.”

Bella menatap pria itu, tubuhnya sedikit tegang. Tapi Dominic tetap berdiri tenang, menunggu di bawah hujan, tanpa memaksa.

Momen itu—Dominic berdiri basah kuyup, hanya untuk melihat Bella tetap kering—menyentuh sesuatu di dalam hatinya yang selama ini keras dan penuh dendam.

“Dominic… kau sudah cukup,” kata Bella akhirnya, suaranya hampir bergetar. “Aku nggak ingin… aku nggak mau mudah luluh lagi.”

Dominic tersenyum tipis. “Aku nggak minta mudah luluh. Aku cuma ingin kamu tahu aku ada di sini, selalu.”

Dan Bella? Ia menunduk, menahan air mata. Di hatinya, ia tahu Dominic benar-benar berubah. Tapi hatinya juga masih terluka.

Perlahan, dominic mulai membangun kembali kepercayaan—tidak dengan kata-kata manis semata, tetapi dengan kehadiran nyata, konsisten, dan penuh kesabaran.

Hari demi hari, momen kecil seperti membawa sarapan, menjemput Bella, atau sekadar mengirim pesan singkat “Sudah makan belum?” membuat dinding pertahanan Bella mulai retak sedikit demi sedikit.

Namun ia tetap berhati-hati. Ia ingin Dominic membuktikan bahwa kehadirannya bukan hanya sementara. Bahwa cinta dan penyesalan yang Dominic tunjukkan bukan sekadar emosi sesaat.

Dan Dominic? Ia siap berjuang tanpa menyerah. Biarpun Bella tetap jual mahal, ia tahu bahwa kesabaran, penyesalan, dan cinta tulusnya perlahan tapi pasti mulai menembus hati wanita yang dicintainya itu.

Di balik semua konflik, emosi, dan hujan Sydney, satu hal jelas: Dominic tidak akan menyerah pada Bella dan anak mereka. Tidak kali ini. Tidak pernah lagi.

1
mimief
ini orang ga kerja kerja apa yaaa🙄
dulu aja alesannya sibuk Mulu
Ampe kita di abaikan
dasar...kalau ada maunya aja,so soan semua ditinggal demi kita
nanti kalau udah dapet lagi juga lupa🙄
mimief
jadi...luluh kah?.
tapi siapa yg ga yaaa🫣
mimief
aku juga kalau jadi dia... bakalan goyah
kasih kesempatan ga ya?🙄🥹
Soraya
lanjut
mimief
kadang ga ngerti ya
.di otak para pelakor itu
dia cantik
dia sukses
tapi malah terobsesi sama milik orang lain
dan bodohnya para pria itu membuka pintu hati nya lebar"
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
aku bacanya ga nafas thor
mimief
jangan lemah...
ayo semangat bella
mimief
aku juga setuju lah Thor
cape sama orang yg belum selesai sama masa lalunya
kita akan selalu sendirian
terabaikan
dan...bukan sesuatu yg jadi prioritas
dia datang hanya kewajiban 🥹
mimief
hami yaa🥹🥹🥹
mimief
itu dia..
sebenarnya air mata bukan lah tanda kita lemah
tapi memberikan ijin buat tubuh kita mengeluarkan semua rasa
nangis aja..
yg kenceng.
tapi.....untuk saat ini aja
setelah nya kita bergerak maju ke masa depan
mimief
yah begitulah semua lelaki
mereka kan selalu merasa di zona nyamannya
merasa kita akan ditempat dan rasa yg sama
walaupun apapun yg terjadi
tapi mereka lupa semua asalnya dr mereka 🥹🥹
mimief
hiks....hiks.
kok aku yg emosi ya Thor
liat Diana yg ga tau malu
eh..mang lupa ya
pelakor mang semuanya ga tau malu🥹🥹
mimief
kau berharap apa dom...
lelah itu sesuatu yg nyata tapi tida berasa🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
ya...tidak perlu mempertahankan yg ga mau bertahan buat kita🥹🥹
mimief: jujurly,aku si mau nya pisah
kita liat aja si dom ini
bener bener mau berubah atau tidak.
tapi Thor.... perselingkuhan itu seperti sakit kangker yg diam diam menyakiti kita dr dalam.
tak terlihat tapi sakitnya nyata.
walaupun mereka kembali lagi.
rasa itu ga akan sama...
ketidakpercayaan , curiga akan memberikan rasa sakit yg lebih🥹
total 2 replies
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar Thor 🥹🥹
mimief
ya ampun aku Ampe ga nafas bacanya thor
ini...memang dr awal seperti ada yg salah bukan?🥹🥹🥹
mimief: 🥹🥹🥹🥹🥹
total 2 replies
Soraya
lanjut thor
Isn't Aurora!!💫: tetep stay yaaa🤭😍
total 1 replies
Soraya
knp dobel thor
Isn't Aurora!!💫: iyaa maaf aku salah upload, makasi udah diingetin 😊
total 1 replies
Soraya
lebih baik kmu pergi Bella
Isn't Aurora!!💫: setuju bella pergi? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!