NovelToon NovelToon
Bayangkan Di Rumah Sendiri

Bayangkan Di Rumah Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Di balik kemewahan mansion Omerly, Zerya Clarissa Omerly hidup dalam dunia yang tak pernah memberinya hangat. Prestasi dihitung sebagai kewajiban, senyum dihargai sebagai topeng, dan setiap kata bisa menjadi kesalahan.
Hingga suatu malam di sebuah kafe, Zerya bertemu seorang pria yang bertolak belakang dengan dunianya—Javian Arka Talandra, CEO yang dingin namun misterius. Satu pertemuan itu membuat Javian merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan di rumahnya yang hangat: rasa ingin tahu… dan rasa ingin melindungi.
Saat kedua keluarga bertemu dalam pertemuan bisnis, topeng Zerya mulai retak. Perlahan, Javian menyadari bahwa di balik penampilan sempurna, ada rahasia dan luka yang selama ini tersembunyi. Kini, di tengah intrik keluarga, ambisi, dan ekspektasi yang menekan, Zerya harus menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri—atau terus tersesat di bayangan rumahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Arang yang Menyala

Hendrick Vance membanting tabletnya ke atas meja mahogani di ruang kerjanya. Di layar, laporan dari Markus baru saja masuk: Zerya membalikkan keadaan. Lukman ragu. Dia menawarkan kursi komisaris.

"Gadis kecil itu..." desis Hendrick, rahangnya mengeras. "Dia tidak belajar bernegosiasi. Dia belajar memburu."

Hendrick berdiri, menatap kerlip lampu Jakarta dari jendela kantornya yang luas. Jika Zerya berhasil mengamankan suara minoritas, maka hostile takeover dari Vanguard akan terhambat, dan posisi Hendrick sebagai "penyelamat" akan menguap.

Ia meraih ponsel khusus, menekan nomor yang hanya ia hubungi untuk pekerjaan kotor.

"Bocorkan dokumen London," perintah Hendrick dingin. "Bukan yang asli. Gunakan versi yang sudah kita 'modifikasi'. Buat seolah-olah Javian tidak bertindak sendirian delapan tahun lalu di Praha. Buat seolah-olah Zerya adalah otak di balik pencucian uangnya sejak dia masih remaja."

"Tapi Tuan, itu bisa menghancurkan nilai saham Talandra secara total," suara di seberang ragu.

"Biarkan hancur," balas Hendrick dengan senyum mengerikan. "Aku akan membelinya di harga sampah saat semua orang panik. Dan saat itu terjadi, Zerya tidak akan punya kursi untuk diduduki."

Apartemen Menteng, Pukul 02.00 Pagi.

Javian sedang membedah struktur kepemilikan Vanguard saat alarm di laptopnya berbunyi nyaring. Notifikasi dari media monitoring miliknya memerah.

BREAKING NEWS: Dokumen Rahasia Talandra Bocor—Zerya Omerly Diduga Terlibat Skandal Praha Sejak Usia 18 Tahun?

Javian memaki pelan. Ia segera menghubungi Zerya, namun panggilannya dialihkan. Jantungnya berdegup kencang. Ini bukan serangan profesional; ini adalah pembunuhan karakter massal.

Tiba-tiba, pintu apartemennya digedor dengan keras. Bukan ketukan ritmis Zerya. Ini ketukan sepatu lars.

"Kepolisian Jakarta! Buka pintunya, Tuan Javian!"

Javian menatap layar laptopnya satu kali lagi. Hendrick baru saja melakukan langkah kamikaze. Dia melaporkan Javian atas pelanggaran pembebasan bersyarat dengan tuduhan "intervensi ilegal dalam manajemen Talandra" menggunakan dokumen palsu itu sebagai bukti.

Kantor Pusat Talandra, Satu Jam Kemudian.

Zerya berdiri di tengah lobi yang kini penuh dengan aparat dan jurnalis yang jauh lebih ganas dari pagi tadi. Lampu kilat kamera terasa seperti tembakan meriam.

"Nona Zerya! Apakah benar Anda adalah otak sebenarnya di balik skandal Javian?"

"Nona Zerya, saham Talandra suspen pagi ini! Apa tanggapan Anda?"

Zerya merasa dunianya miring. Ia melihat Hendrick Vance berjalan menuruni tangga utama dengan wajah prihatin yang dibuat-buat, dikelilingi oleh dewan direksi yang tampak marah.

"Nona Zerya," suara Hendrick terdengar lewat pengeras suara lobi. "Demi keselamatan perusahaan, dewan direksi secara resmi menonaktifkan Anda dari posisi CEO efektif detik ini juga. Anda di bawah investigasi internal."

Zerya menatap Hendrick. Di belakang pria itu, Markus berdiri dengan senyum kemenangan.

"Jangan menyerah, Zerya," suara Javian terngiang di kepalanya, meski earpiece-nya sudah mati. "Gunakan arangnya untuk membakar balik."

Zerya menarik napas panjang. Ia tidak menangis. Ia justru melangkah maju, mendekati mikrofon jurnalis yang paling dekat.

"Tuan Vance," suara Zerya bergetar, tapi bukan karena takut—melainkan karena amarah yang terkendali. "Anda baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidup Anda. Anda membakar rumah ini untuk menangkap satu tikus."

Zerya menoleh ke arah kamera utama. "Kepada seluruh pemegang saham Talandra. Saya tidak akan mundur. Jika Hendrick Vance ingin bermain dengan dokumen palsu, maka saya akan menunjukkan kepada dunia dokumen yang 'asli'—dokumen yang menunjukkan siapa sebenarnya yang mendanai Vanguard Atlantic sejak awal."

Zerya mengeluarkan sebuah flash drive dari saku blazernya. Flash drive yang sebenarnya diberikan Javian sebagai "kartu mati" terakhir sebelum dia ditangkap kembali.

"Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa akan tetap dilakukan besok pagi," tegas Zerya. "Dan saya pastikan, saat matahari terbenam besok, hanya akan ada satu orang yang tersisa di gedung ini. Dan itu bukan Anda, Hendrick."

1
Iqlima Al Jazira
next thor, kopi & vote untukmu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!