NovelToon NovelToon
Lintang Sang Baga

Lintang Sang Baga

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:107.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

"Mencintaimu adalah keputusan, tetap bersamamu adalah janji yang tak akan pernah patah. Yang pergi hanya raga mu, tapi tidak dengan rasa cinta ku. Aku akan tetap mencintaimu meski sinarmu telah redup, doa ku akan selalu menyertai mu, Star.."


_________


Kalian akan dibuat tertawa sampai berderai air mata di sini. Ga percaya? Silahkan baca aja kisah Lintang sang Baga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana jalan with mantan

Dirawat cuma tiga hari di rumah sakit, bukan karena jangka waktu asuransi BPJS yang melewati batas pengcoveran dari pemerintah tapi karena Baga emang dinyatakan udah baik-baik aja. Dokter bilang Baga belum boleh terlalu capek dan stres karena bisa memicu tubuhnya ngebug kembali.

Tentu seneng karena kebebasannya bisa dia rasakan kembali, bisa jalan ke sana kemari tanpa ngotong-otong tiang infus. Bisa pakai baju sesuka hati tanpa khawatir nyenggol nyenggol jarum yang tertancap di tangannya. Dan yang terpenting, dia bisa full effort buat ngejar Bintang nya!

Sejak dua hari terakhir setelah Lintang menjenguknya pagi-pagi dengan membawakan bubur, Lintang nggak pernah lagi menampakkan diri di depan Baga. Baga juga nggak ada niat buat menelfon atau mengirimkan pesan pada gadis kemoceng itu meski mereka sudah punya nomer telepon masing-masing.

Bukan nggak kepikiran tentang Lintang, tapi ya udah lah.. Mau diuber kayak gimana juga kalau Baga masih tertahan oleh tiang infus dan obat-obatan di rumah sakit.. ya dia sadar diri nggak bakal bisa bebas mengekspresikan perasaannya pada anaknya bapak Den itu.

"Baru sembuh lho kamu, kak. Baru cabut infus, masa mau langsung kerja?! Yang bener aja lah kamu ini, kesehatan mu itu lebih penting. Masalah kerjaan bisa dilimpahkan sama orang lain. Lagian kamu juga belum resmi jadi advokat, ngapain sengoyo itu ngurus kasus orang!" sewot banget emak Deepika mendapati anaknya udah rapi, wangi, dengan setelan jas membalut tubuh atletisnya.

"Nggak apa-apa ma. Lagi full semangat soalnya." berjalan tanpa menoleh setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Baga nggak sabar ingin cepat-cepat menuju kantor.

"Mas. Kok mas diem aja sih, itu Baga baru keluar dari rumah sakit malah ngelayap lho! Harusnya mas larang dia." emak Deepika seperti emak-emak yang lain, apapun yang terjadi yang salah tetap pak suami.

"Dia bilang tadi mau kerja, Deep. Bukan ngelayap."

"Alah mboh! Kalau ada apa-apa sama Baga, mas yang harus tanggung jawab!"

Lah emang selama ini yang tanggung jawab sama keluarga kalian siapa? Tonggo ne sampean ta Bu Dee?

Dan lihatlah Baga, dia sudah ada di lobi kantor. Banyak yang menyapanya, tapi dia hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Dia terus berjalan lurus menuju lift yang akan membawanya ke ruang kerjanya.

Dia masuk ke dalam lift khusus VVIP, tatapannya lurus ke depan tak disangka dia melihat pemandangan yang membuat matanya segar seketika. Lintang. Gadis itu juga berjalan menuju lift, tapi bukan ke arahnya. Caranya berjalan mencerminkan rasa percaya diri yang tinggi yang dimiliki gadis itu.

"Star. Sini." panggil Baga menahan pintu lift agar nggak menutup.

Lintang terkejut. Dia sampai diam di tempat beberapa detik. Mungkin kaget karena Baga kok udah muncul di kantor, mana memakai balutan kemeja tanpa jas yang membuat Baga tampak makin glow up lagi. Ngadi-adi banget pesonanya anak bapak Abhi ini.

"Kok you udah keluar dari hospital, you udah sembur?" Lintang sudah ada di dekat Baga.

"Udah. Jadi.. Kasih tahu aku alasan kenapa tiga hari ini kamu nggak menampakkan diri di rumah sakit." tanya Baga sambil menyipitkan sedikit matanya.

"Ai sibuk lah. Sekarang ai kerja, you know!" ucap Lintang membela diri.

Tim yang nggak percaya sama ucapan Lintang tunjukkan bulu keteknya!

"Bukan main.. Sungkem saya Bu, sama pekerja keras satu ini."

Digoda seperti itu, Lintang ingin mengambil kuncir rambutnya dan mengepang bibir Baga begitu saja, tentu saja urung dia lakukan wong dia ingat jika mantan pacar online nya itu baru sembuh dari sakit.

Pintu lift terbuka, memunculkan visual couple ala drama Korea. Yang satu cantik membahana, satunya lagi ganteng tiada kira. Perfect! Langkah mereka tegap tanpa keraguan, nyaris tidak ada celah bagi netizen untuk menghujat keduanya.

"Pagi mas." sapa seorang perempuan dengan dandanan khas pekerja kantoran.

Baga cuek. Lintang menatap tak suka ke arah perempuan yang sekarang senyum-senyum nggak jelas ke arah Baga.

"Itu siapa you?!" tanya Lintang ketus. Masih dengan berjalan menuju ruang kerja mereka.

"Nggak tau. Nggak kenal. Nggak mau tau juga. Kenapa Star?"

"You bokong! You dipanggil emas emas tadi sama dia!" Lintang manyun cemberut.

"Bokong apa heh? Manggil laki-laki yang lebih tua kan emang mas, Star. Letak salahnya di mana?" Baga udah senyum-senyum tau jika Lintang sedang minta diladeni manjanya.

"No! Dia basi manggil you bapak or mister! Kenapa harus emas emas?!"

"Ya salam.. Perkara ada orang yang manggil aku mas pun kamu marah, Star? Ini kamu cemburu apa gimana, hmmm?"

"Cemburu? Sama you? No! Big no no!!"

Baga tertawa. "Ululuuu, ternyata kayak gini rasanya dicemburui mantan pacar online ya.., ada gemes-gemes pengen nguyel-uyel pipi chubby nya."

Seketika tangan Lintang enteng sekali memukul lengan Baga. Sambil pura-pura kesakitan, Baga masih bisa cengengesan.

"Star..."

Lintang menoleh.

"Pulang kerja, kita jalan yuk! Mau?" ajak Baga penuh semangat.

"Jalan? You kira kita sekarang lagi ngesot, kocak!"

"Berarti mau? Yes! Thanks Star."

"Wait ai nggak bilang bau! You gudeg ya, ai nggak judi jalan atau ngesot sama you! You emas emas sok kekecapan!" (wait ai nggak bilang mau! You budek ya, ai nggak sudi jalan sama you! You mas mas sok kecakepan!)

Percayalah.. Semua yang Lintang katakan tadi nyaris membuat Baga kehilangan separuh kepintaran yang tersisa di otaknya.

Dengan kekhusyukan yang haqiqi, mereka melewati satu hari di kantor dengan keruwetan dan tumpukan pekerjaan yang menguras energi. Capek, tapi semua terbayar ketika pekerjaan mereka dinilai sangat baik oleh para sesepuh senior.

Lintang sudah lebih dulu ada di parkiran, gerakannya cepat ketika membuka pintu mobilnya. Dia tidak mengindahkan suara panggilan Baga yang menyerukan namanya.

"Are you crazy?! You berduri di depan mobil ai biar apa??"

Ini Lintang kalau nggak ngomel-ngomel sehari aja nggak bisa ya?

"Woeei.. Ntan mantan, ayo kencan eh jalan!" seru Baga seraya menggulung lengan kemejanya sampai siku.

"Bunting!" maksudnya sinting.

"Hehehe, kan tadi pagi udah janji mau jalan sama aku. Janji adalah hutang, you know?" Baga menirukan cara bicara Lintang dengan suara deep bass nya.

"Ai nggak punya kutang sama you! Ngadi-adi sekali manusia satu ini."

"Tiket taman hiburan gratis sebulan, mau?"

Lintang melengos. "You kikir ai bisa disogok?"

Aaaah.. Jadi ingat jingle viral, tak sogok tak sogok ala keri keri keri, eh.

"Paket liburan unlimited ke manapun sesuai keinginan kamu, mau?" mencoba bernegosiasi.

"Deal!"

Ebuset.. Tiba-tiba banget Lintang menyalami Baga dan membuat lengkungan senyum di ujung bibir pemuda anak pak Abhi itu. Dan akhirnya mereka melakukan acara kencan eh.. Jalan with mantan sore itu.

1
𝓔𝓶𝓲𝓪𝓐𝓹𝓾𝓵𝓲𝓼𝓪 𓋜𝐓⭑𝐒
sukses untuk karya baru nya Thor
Chusnul Chotimah
sedih klo baca novel sad ending gini,,,keren Thor karyamu,bikin sakit perut guling guling diawal dan nangis Bombay di last nya.kasihan mas Baga😭😭😭😭😭
PαᏇᏕιƚιʋҽ VιႦҽʂ Oɳʅყ 🌼
walau tak ku pungkiri sakitnya buat hancur sekali, bagaimana bisa tuhan persatukan lalu di pisahkan, untuk apa cinta tapi akhirnya luka .....
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
berpisah belum tentu melupakan.. Baga melanjutkan hidupnya dengan tetap mengukir nama bintang di dalam hatinya...☺️💗
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
karena terlalu merindukan lintang,Baga terbawa ke alam bawah sadarnya
Rita Ariani
awal awal ceritanya bikin ngakak
akhir ceritanya banyak bawang bombay nya
bisa diambil pelajaran positif nya ya, karya yg luar binasa eehhhhhh luar biasa hihihihi
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
terimakasih Thor utk sebuah karya yg menemani kami disini-meski harus berderai airmata😌
sukses terus buatmu, smoga tetap sehat-dan aku tunggu karyamu selanjutnya yg happy² (kapanpun itu)
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
ahhhhh kupikir dunia paralel itu adalah tem0at terakhir mereka utk tetap bersama
ternyata memang cinta tak selalu harus bersama, bersatu dlm dunia yg sama
sad sad sad, tapi begitulah takdir yg tertulis atas mereka
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Takdir tdk pernah bertanya apa prsn kita..
apakah kita bahagia, apakah kita tdk suka..
takdir bahkan basa-basi menyapa pun tdk..
tdk peduli.. karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi kata Tere Liye😐
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
thanks Thor nyesek nek bacaan sad ending ngene
Arin
/Heart/
𝐙⃝🦜eRo
terus maju dan bahagia baga💪💪💪
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
serahmu ae lah Thor, seraaaaaaahhhhhh 🤧🤧🤧
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
nyaris tengah malam dan mesti ngelapin ingus?!
bersoda kamu Thor, bulan puasa gini bikin org mewek😤
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
kamu teror aja otornya Ga, dia suka kebiasaan bikin mewek banyak pasang mata😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
mending balik ke setelan awal mreka ketemu aja, gpp jadi tom and Jerry.. drpd saling bucin tapi mesti kek gini😤
𝐙⃝🦜eRo
kirain baga beneran nyusul lintang,, ternyata bokongggggg
Arin
Kirain kemarin itu cuman bohongan kalau Lintang bener-bener meninggalkan Baga. Biasa kalau peran utama berakhir bahagia. Ini kok malah 😭😭😭😭
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
hmm wae wes tak 🥺
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
apa kamu lg otewe nyusul dia ga?
hati2 di jalan, jgn nyasar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!