NovelToon NovelToon
You'Re My Sundown

You'Re My Sundown

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratih mirna sari

Peira, kesetiaannya terhadap sang kekasih yaitu Fajar diuji saat Ikmal sahabat Fajar sendiri menyatakan cinta kepadanya.

Apa hati Peira akan mudah berpaling pada cinta yang baru? Tidak, Peira tetap setia berada disisi Fajar, keterbatasan ekonomi bukan jadi penghalang cinta tulus Peira untuk Fajar.

Sedangkan Ikmal masih dengan setia mengagumi Peira selama bertahun-tahun.

Hingga suatu kejadian tragis merenggut Fajar secara paksa dari hidup perempuan itu. Mampukah Peira merangkai kembali hidupnya setelah ditinggal sang kekasih pergi?

Lalu Ikmal, mampukah dia membahagiakan Peira seperti apa yang diamanatkan sang sahabat?

Simak selengkapnya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peira's POV

Tok... Tok... Tok...

Terdengar suara ketukan pintu dari luar, itu membuat lamunan Ikmal membuyar. Ikmal baru ingat kalau bel rumahnya rusak kemarin dan belum sempat diperbaiki.

Ikmal mematikan m3 diponselnya dan berjalan menuju pintu utama rumahnya itu.

Krek!

Pintu yang semula tertutup rapat, kini sudah terbuka lebar.

Kedua pasang mata itu kembali dipertemukan.

Peira's POV...

Mataku terbelalak kaget ketika melihat nama yang tertera dipaketan selanjutnya, mana mungkin hari ini aku bisa menemui orang itu setelah dia hampir saja menghancurkan hubunganku dengan Fajar.

Aku menggigit bibir bawahku, aku ragu untuk pergi kerumah itu. Tapi, ini bukan paketan untuk Ikmal, melainkan kakaknya, Velisa.

Aku harap Dewi Fortuna sedang berada dipihakku sekarang, semoga saja bukan Ikmal yang nantinya akan membukakan pintu, kalau tidak, bagaimana aku akan bersikap di depannya nanti?

Cukup lama aku berpikir, semakin dipikirkan, semakin pusing kepalaku.

Ya sudahlah, bismillah saja. Akupun kembali melajukan motorku menuju kerumah Ikmal yang tinggal beberapa belokan saja.

Tok... Tok... Tok...

Aku akhirnya mengetuk pintu setelah beberapa kali menekan bel tapi tidak menghasilkan suara, mungkin belnya sedang rusak, pasti setiap tamu yang berkunjung kerumah ini suka menekan bel dengan kesal karena si pemilik rumah selalu saja lamban untuk membuka pintu.

Aku berpikir demikian.

Aku mempersiapkan nyali untuk kemungkinan terburuk, yaitu Ikmal yang membukakan pintu. Berpikir keras apa yang harus aku katakan.

Ah, kenapa juga aku jadi pusing-pusing memikirkan itu. Tinggal aku berikan saja lalu pergi secepat mungkin, toh di paketpun tertera kalau nona Velisa sudah membayarnya melalui transfer. Huft, beruntung sekali aku hari ini, aku jadi tidak perlu berlama-lama ada disini.

Krek!

Aku terhenyak kaget ketika pintu yang semula tertutup rapat, kini sudah terbuka lebar. Lamunanku terbuyar. Jantungku berdebar menantikan detik-detik orang yang membuka pintu tadi muncul di hadapanku.

Jangan dia, jangan dia, jangan!

Harapan tinggallah harapan, laki-laki itu benar-benar ada di hadapanku sekarang. Ikmal menatap aku dengan tatapan kagetnya, aku menatapnya sekilas lalu membuang muka. Aku menghindari bersitatap dengannya terlalu lama, bisa-bisa imanku kembali goyah saat melihat bibir Ikmal terasa begitu manis semalam.

Sial!

Kenapa aku jadi mengingat kejadian itu lagi, bukankah aku sangat benci perlakuan Ikmal semalam?

"Pei, ada apa? Gue nggak pesen apa-apa." Terdengar suara Ikmal lirih, bagaimana mungkin dia masih bisa bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka semalam.

Buru-buru aku menyodorkan paketan milik mbak Velisa itu tentunya tanpa melihat wajah lawan bicara di hadapanku ini.

"Titip paketnya untuk mbak Velisa, terimakasih, permisi!" Secepat kilat aku berujar, berbalik, ingin lari terbirik-birit.

Langkahku terasa berat, ternyata lenganku sudah dicengkram oleh tangan besar milik Ikmal, pantas saja aku merasa hanya berjalan disitu-situ saja.

Menoleh, aku melihat Ikmal yang menatapku dengan tatapan sulit diartikan.

Deg!

Tiba-tiba memori ingatan tentang kejadian semalam kembali terbesit di pikiranku, apa dia akan melakukannya lagi? Ditempat ini? Oh, dia benar-benar sudah gila.

(semalam)

Dan aku tidak akan diam saja kalau dia akan melakukannya lagi sekarang, aku tidak akan mengulangi kesalahan bodoh yang hampir saja merusak semuanya. Aku sudah mempersiapkan nyaliku untuk melawan orang sinting ini.

"Apa?" Dengan keberanian yang aku punya, aku menyorotinya dengan tatapan tajamku.

Mungkin dengan itu Ikmal bisa tau aku tidak selemah semalam, dan berharap dia akan mengurungkan niatnya untuk berbuat kurang ajar lagi terhadapku.

"Pei, soal kemarin malam, gue minta maaf. Gue nggak bermaksud ganggu hubungan loe sama Fajar. Sumpah." Ucap Ikmal.

"...Dan gue nggak bohong soal gue yang cinta sama loe." Sambungnya setelah terdengar tarikan nafas panjang dari hidungnya.

Aku tak bergeming, mencoba untuk tidak mendengar perkataannya. Tapi sial! Aku masih bisa mendengarnya.

"Tolong singkirkan tangannya!" Seruku dibuat seketus mungkin, berharap dia menjadi ilfil terhadap sikapku.

Bruk!

"Aww."

Sakit rasanya ketika punggungku menyentuh tembok, ternyata Ikmal mendorong tubuhku, aku mencoba berontak, tidak ingin kalah lagi darinya.

"Gue mohon Pei, gue tau gue nggak akan pernah bisa miliki loe. Gue cukup tau diri. Tapi plis, jangan bersikap seperti ini. Kita masih bisa bersahabat seperti sebelumnya." Dia berbicara dengan penuh penegasan, aku harus lebih tegas dari dia.

"Kita nggak mungkin bisa seperti dulu lagi Mal, sekarang situasinya berbeda. kalau gue mengabulkan keinginan loe untuk bersahabat lagi, itu artinya gue memberi loe harapan. Sedangkan gue nggak mau menyakiti hati Fajar lagi." Aku berbicara dengan menggebu-gebu merasa kesal dia mengatakan cintanya lagi terhadapku.

Aku tidak merasa bangga dicintai banyak pria, cukup Fajar yang mencintaiku dan aku mencintainya.

"Bisa Pei, kita bisa seperti dulu lagi. asal loe mau, pasti ada jalan." Dia mendesakku lagi, aku semakin sebal terhadapnya. Ternyata dia orangnya pemaksa, Fajar jauh lebih baik darinya.

"Plis Mal, STOP! Udah cukup semalam loe berbuat ulah, mulai sekarang berhenti ganggu hidup gue dan Fajar lagi. Loe jalani hidup loe seperti sebelum loe akrab sama Fajar, gue yakin banyak cewe yang suka sama loe. Atau malah Airin juga mau terima loe kembali." aku mengatur nafas setelah mengatakan kalimat panjang itu tanpa jeda, pengap juga rasanya.

"Jangan suruh gue menjauh dari kalian Pei, kalian sahabat gue. Gue janji akan berusaha buang jauh-jauh perasaan gue ke loe, asalkan kita bisa bersahabat seperti dulu." Bahkan dia sampai memegang tanganku dengan wajah melasnya, seperti bersimpuh. Aku hanya tinggal menunggu dia bertekuk lutut di kakiku.

Ah, itu tidak mungkin. Memangnya siapa aku? Anak sultan? Anak presiden? Bukan, kan?

"Hey! Ada apa ini?" Suara itu terdengar nyaring, menoleh, aku melihat Velisa dan seorang laki-laki baru saja turun dari mobil.

Entah kapan mobil itu datang, suara mesinnya saja hampir tidak terdengar saking halusnya. Pasti harganya sangat mahal.

Lupakan soal mobil, Velisa bagaikan dewi penolong bagiku, dia datang disaat yang sangat tepat. Tidak, dia terlambat. Kenapa dia tidak datang dari tadi?

Mungkin aku tidak perlu meladeni omongan laki-laki kurang waras itu dan sekarang aku sudah pergi dari sini.

Pegangan laki-laki itupun dengan mudahnya aku lepaskan dari lenganku, kenapa dari sulit sekali?

"Nggak ada apa-apa." Ucap Ikmal.

Aku hanya terdiam.

"Kamu pesan apa sayang?" Tanya laki-laki yang bersama Velisa, aku menyimpulkan kalau dia suaminya mbak Velisa. Dia membawa banyak sekali paperbag ditangannya, sepertinya mereka pulang berbelanja.

Laki-laki itu memungut paketan yang tergeletak dilantai, mungkin Ikmal menyimpannya asal-asalan tadi.

"Oh, ternyata sudah datang ya? Ini kasur bayi, aku pesan di L****a kemarin." Jawab mbak Velisa, kemudian tatapan dari paketnya beralih ke arahku.

"Ada temannya kok nggak disuruh masuk sih Mal?" Kesempatan bagus untukku segera enyah dari tempat ini.

Aku mendahului Ikmal yang hendak berbicar.

"Nggak mbak, saya masih banyak pekerjaan. Saya permisi." tanpa berkata panjang lebar, dan menunggu tanggapan ketiga manusia itu, aku cepat-cepat ngacir dari sana.

Akhirnya bisa bernafas lega keluar dari mulut buaya. Tidak perduli bagaimana reaksi Ikmal selanjutnya.

***

Fajar akan menuntaskan masalah tempo hari sampai tuntas, setuntas-tuntasnya. Dibalik perkataannya kepada Peira malam itu, dia tidak sepenuhnya merasa tenang. Dia tidak percaya kepada Ikmal, bisa saja sewaktu-waktu kejadian seperti kemarin kembali terulang.

Untuk menghindari hal serupa, Fajar harus mencabut akar permasalahannya agar tidak kembali menjalar.

Di hari minggu kemarin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak bisa menemui Ikmal, pagi ini Fajar mengirimi Ikmal pesan agar Ikmal menemuinya dihalaman belakang kampus.

---------

***Bagaimana isi percakapan antara Ikmal dan Fajar yaa? Apa Fajar akan marah dan menghajar Ikmal?

Tunggu di part selanjutnya, like dulu part yang ini***...

1
Anita_Kim
Udah tamat semua Kak.
TiiehAtieh: udah kak, jadi berasa ngak punya hutang 😁
total 1 replies
abimasta
aku mampir thor,sudah selesai aku baca
NaDi ArWi
buka langsung visual 🥰🥰
NaDi ArWi: iya kak nanti aku cicil baca sampai habis
total 2 replies
Yurike
aku mampir kak
devika drni
haiii baca juga istri cantikku yang kocak
Mikayla
Kenapa harus fajar
Mikayla
I love u fajar
Author Vanda
izin promo Thor

mampir yuk di novelku The president daughter and mafia

terima kasih 🌹
Dian
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi like, 5 rate , sama vote... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku "Suamiku Posesif (Adam dan Alina)" & Queenby Story "(Posessive Family)"
nini
lanjut kak aku mampir membawa like

mampir juga ya kak ke "antara cinta dan hobby"

yuk guya yang lagi senggang mampir juga
terimakasih
DeputiG_Rahma
like like dari aku.... cemumut thor😆🔥❤
⁹⁹𝒮COKLAT🍫
Hai kak, aku sudah mampir buat komen dan bom like ya ❤
Di tunggu feedback nya kembali ya😊
kh!@#g fu sh3=g
46 like mendarat untuk karyamu, salam kenal dari author jangan panggil aku monster
Susan Sweet
aku mampir Thor bawa 🌟 5
Vera😘uziezi❤️💋
Udah di klik favorite belum sempat baca ya kak
TiiehAtieh
Terimakasih sudah mengikuti kak, love you :*
Imelda Nurrahmah
mksh ya thor sdh buat karya yg keren ini. luv yu thot
DeputiG_Rahma
jejak DEBU😁
En_SelLY
aku hadir membawa like
Hastin Faradilla Hlf
syukak banget visualnya kak ,,,, lanjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!