Kisah ini menceritakan tentang Kayla Andini Putri, seorang gadis berusia 18 tahun yang
hamil diusianya yang masih muda, akibat perbuatan Om nya sendiri yang bernama Aldo Febrian.
Aldo sendiri sudah memiliki anak dan istri dan ia berhubungan intim dengan Kayla saat kondisinya sedang mabuk.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Viral
Pagi ini, Kayla lebih dulu bangun dari tidurnya. Dilihatnya kedua pria tampannya, masih tertidur pulas disebelahnya. Ia memandangi mereka cukup lama sambil tersenyum singkat.
Kayla bangkit dari ranjang, kemudian mulai menguncir rambut ke atas, menampilkan leher jenjangnya berwarna putih. Hari ini ia berencana untuk memasak sarapan pagi spesial untuk Aldo dan juga Revan.
Namun sebelum itu, Kayla mulai menyiapkan baju kerja Aldo lebih dulu. Lalu, mulai membangunkan Aldo dan juga Revan yang akan berangkat kerja dan juga ke sekolah.
"Anak dan suami Mami Kayla tersayang. Ayo bangun, udah pagi loh" kata Kayla dengan suara lembutnya, membangunkan Aldo dan Revan.
Kedua laki-laki itu masih tidak bergeming dengan ucapan lembut Kayla. Akhirnya Kayla mulai memikirkan ide agar anak dan suaminya bisa bangun.
Pertama, Kayla mencoba membangunkan Revan terlebih dahulu. Diciumnya kedua pipi Revan secara bergantian, kemudian diguncangnya pelan bahu Revan.
"Anak Mami, ayo bangun sayang. Mau sekolah loh"
Revan masih belum bergeming juga, padahal Kayla sudah mencium pipi kiri dan kanan Revan. Biasanya cara ini berhasil dilakukannya, tapi kali ini kelihatannya cara itu tidak berhasil lagi.
"Kalau bangun Mami beliin hadiah deh" ucap Kayla asal.
Mendengar kata mainan, mata Revan langsung terbuka lebar dan langsung bangun dari tempat tidur.
"Beneran ya, Mi? Janji ya?"
"Wih kalau mainan aja, cepat banget bangunnya. Iya Mami janji, ayo sekarang ke kamar terus siap-siap ke sekolah" ujar Kayla.
"Siap Mami. Revan sayang Mami Kay"
Revan mencium pipi kanan Kayla, sebelum berlari keluar menuju ke kamarnya. Kayla tersenyum melihat tingkah Revan yang menurutnya sangat imut itu.
Kini, tiba saatnya membangunkan Aldo. Untuk Aldo, Kayla berpikir tidak akan mempan jika hanya dicium di pipi saja, suaminya itu harus dicium dibibir agar bisa terbangun.
"Bee, ayo bangun dong. Kan mau kerja hari ini"
Pertama-tama Kayla masih mencoba dengan mengguncangkan badan Aldo. Namun, sesuai dugaan Aldo hanya menggeliat kecil kemudian kembali tertidur.
Didekatkannya tubuhnya ke arah Aldo, kemudian ciuman mulai menghujani seluruh wajah Aldo. Mulai dari kening, hidung, pipi, bibir, dan juga dagu. Semuanya dicium oleh Kayla, tanpa terlewat sedikit pun.
Tetapi tetap saja, Aldo hanya diam tidak bergeming. Bahkan kini, menggeliat pun tidak, seakan tidak merasakan ciuman yang dilakukan Kayla
Anehnya, Kayla melihat bahwa bagian bawah Aldo seperti sudah menegang. Tandanya Aldo sadar dengan apa yang dilakukan Kayla.
Ohh ternyata dia sudah bangun, tapi mau pura-pura tidur ya. Awas kamu, bee. Akan aku balas. Batin Kayla, tersenyum licik.
Kayla sengaja menyentuhkan dua gunung kembar miliknya ke dada bidang Aldo sambil menggesek-gesekkannya naik dan turun, kemudian tangannya mulai bergerak ke bagian tubuh bawah Aldo yang sudah terasa sesak seperti ingin keluar.
Mendapat perlakuan seperti itu, tentu saja membuat Aldo tidak dapat menahan hasratnya. Awalnya dia hanya ingin menggoda Kayla, akan tetapi saat ini malah terbalik, menjadi dia yang tergoda dengan aksi yang dilakukan Kayla.
Tubuh bagian bawah Aldo semakin menegang saat jari jemari Kayla bergerak aktif disana.
"Sssshhh, honey. Terusin" kata Aldo dengan suara tertahan, masih dalam keadaan mata tertutup.
"Ohhh udah bangun ternyata. Baguslah. Cepat bangun ya. Aku mau siapin makanan di bawah dulu"
Kayla langsung melepaskan tangannya dari benda milik Aldo dan juga langsung berdiri, menjauhi Aldo.
"Loh, Hon. Kok gitu? Tanggung nih. Tanggung jawab dong" kesal Aldo.
"Aku kan cuman mau bangunin, bee. Nggak ada niat mau gituan. Ini masih pagi loh. Cepetan mandi, nanti Revan ngamuk lagi udah nunggu kelamaan. Aku ke bawah dulu ya" ujar Kayla.
"Honey, aku nggak tahan gara-gara kamu loh" teriak Aldo terlihat frustasi.
"Jatah kamu nanti malam. Siap-siap ya, aku yang pimpin" Kayla mengedipkan sebelah matanya ke arah Aldo, mencoba menggodanya, kemudian berlalu pergi.
Wajah Aldo terlihat sangat syok mendengar perkataan istrinya itu. Ia tidak percaya Kayla, anak berumur 18 tahun itu bisa main-main dengannya.
Belajar darimana dia? Tapi seru juga sih mau lihat dia memimpin malam nanti gimana. Gumam Aldo.
Pikirannya kini sudah kotor, memikirkan Kayla yang akan memimpin permainan malam nanti. Ia bangkit dari ranjang, berjingkrak-jingkrak menuju ke kamar mandi saking senangnya.
Setelah selesai mandi, Aldo bersenandung kecil keluar dari kamar mandi. Hatinya sangat gembira, tidak sabar ingin menunggu malam nanti.
Diambilnya hp nya yang berada di atas meja. Kemudian, ia menekan power on untuk mengaktifkan hp nya, mngecek siapa tahu ada sesuatu yang penting dari kantor.
Aldo memang sering mematikan hp nya saat berada di rumah, agar privasinya di rumah tidak terganggu oleh pekerjaan kantor.
Baru saja ia mengaktifkan hp nya, muncul puluhan panggilan tak terjawab dan juga pesan masuk dari asistennya Raffa.
Perasaan Aldo menjadi tidak tenang. Kalau Raffa sudah menghubunginya sebanyak ini, tentu saja ada sesuatu yang tidak beres.
Benar saja, ia melihat artikel video yang viral di media sosial dan sudah tersebar luas. Itu adalah video saat Tasya merusak acara pernikahan mereka tadi malam.
Ternyata video itu bukan datang dari wartawan, melainkan dari tamu undangan yang hadir, yang sempat merekam aksi mereka. Tentu saja video itu akan sulit dihapus, kalau sudah dimuat di media sosial.
Wajah Aldo yang tadinya sangat bahagia, langsung berubah menjadi merah padam, saking kesalnya. Dilemparkan hp nya ke dinding dengan sangat kuat, membuat hp itu rusak tak berbentuk lagi. Entah sudah keberapa kalinya hp nya terus rusak akibat dilempar dengan kekuatan ekstra. Padahal Raffa sudah membelikan Aldo hp termahal yang anti pecah dan anti air. Namun, sepertinya itu tidak akan berlaku kepada Aldo jika ia sudah marah.
"Tasya keparat. Gara-gara dia semuanya jadi hancur begini. Kenapa juga dulunya aku harus menikahi dia. Memang bodoh" kata Aldo, merutuki dirinya sendiri.
Disambarnya pakaian kerjanya yang sudah disiapkan Kayla. Kemudian ia memakainya dengan sangat cepat, tidak peduli apakah itu rapi atau tidak.
Aldo menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Lalu menemukan Kayla yang baru saja menyajikan sarapan di meja makan, untuknya dan juga Revan pagi ini.
"Bee, kenapa turun tangganya lari-lari gitu? Revan mana? Ayo panggil dia untuk sarapan juga" ucap Kayla.
"Honey, aku mohon maaf. Aku harus pergi sekarang juga ke kantor. Aku nggak bisa sarapan bersama. Maaf ya" kata Aldo.
"Memangnya ada apa? Kenapa kamu buru-buru gini?"
"Berita kita tadi malam, semua sudah tersebar di sosial media dan lebih parahnya lagi ini sudah viral. Aku akan mencoba menghentikan semuanya, jadi tolong sekali lagi, kamu jagain Revan ya. Jangan suruh dia ke sekolah hari ini dan juga jangan buat dia menonton TV atau membuka internet. Aku mohon Kay, aku pergi ya"
Kayla mengangguk mengerti.
Sebelum pergi, Aldo mencium bibir Kayla cukup lama.
"Tolong apapun yang terjadi, percaya padaku jangan ke orang lain. Kita bisa lewati semuanya bersama-sama dan jangan putus asa. Kamu mengerti kan, Honey?" tanya Aldo.
"Iya aku mengerti" jawab Kayla.
"Baiklah. Aku pergi dulu"
Kayla menatap punggung Aldo yang semakin menjauh darinya. Kini ia hanya bisa berdoa, agar semua masalah dan cobaan yang mereka lalui saat ini, akan semakin memperkuat rumah tangga mereka.