Ashila Nur Hamidah
Seorang hijabers cantik dan baik yang dijodohkan orang tuanya dengan Rayhan Yahya Al-abshory, seorang yang menabraknya pada saat berangkat ke kampus.
Rayhan Yahya Al-abshory
seorang lelaki tampan bak pangeran kerajaan tetapi mempunyai sifat dingin dan selalu bertindak semena mena, dia adalah seorang CEO ternama yang mempunyai banyak perusahaan terkenal, dia merasa terkejut karena dia di jodohkan oleh orang tua nya dengan wanita yang tak dikenalnya.
Akankah mereka menerima perjodohan ini????
tunggu kelanjutannya hanya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamidah.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Masa Lalu (2)
Rayhan melajukan mobilnya tanpa arah. Kepingan masa lalu kembali hadir dalam ingatannya.
Tiga tahun yang lalu...
Mobil sport berhenti di depan toko bunga. Rayhan melangkah keluar, lalu membanting pintu.
Penjual bunga di sana memberikan sambutan hangat pada Rayhan. Beberapa kali penjual itu bertanya mengenai bunga apa yang dipesan pada Rayhan.
Pikiran Rayhan kembali pada sang kekasih tentang bunga apa yang Renata suka.
"Eum.. Saya mau mawar merah. Buat yang paling cantik ya. Mbak."
"Baik, Mas. Tunggu sebentar, ya." Rayhan hanya menggukan kepalanya.
Penjual bunga itu berjalan masuk ke dalam meninggalkan Rayhan sendirian. Sembari menunggu, Rayhan memutuskan memainkan ponselnya. Layar ponselnya menunjukan foto wanita cantik dengan berbagai pose yang tak lain adalah Renata.
"Mas."
"Ah! Iya, Mbak."
"Ini bunganya." ucap Penjual itu sambil menyodorkan buket bunga tersebut pada Rayhan.
Setelah membayar bunga tersebut, Rayhan kembali memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya berlari menembus jalanan.
Mobil yang dikendarai Rayhan berhenti tepat di depan sebuah apartemen besar dan mewah.
Langkahnya terhenti kala melihat pemandangan di depannya. Kekasihnya tengah bercumbu mesra dengan seorang pria bule yang tak ia kenal. Buket bunga yang dipegangnya jatuh hingga membuat bunga tersebut berhamburan di lantai.
"Renata." panggil Rayhan dengan tatapan nanar.
Renata yang tengah Asyik bercumbu dengan pria bule tersebut segera melepaskan diri dan menoleh ke arah pintu. Kedua mata dan mulutnya terbuka lebar, ia segera bangkit dan mendekat ke arah Rayhan.
Renata berusaha meraih tangan Rayhan tetapi sang pemilik tangan menepisnya dengan kasar.
"Ray.. A-aku bisa jelasin." ucap Renata terbata-bata.
"Aku datang kesini dan ini yang kamu lakuin di belakang aku! Ren, tadinya aku sudah sangat bahagia buat ngerayain hari anniversary kita yang ke dua tahun dan aku ingin segera melamarmu. Tapi ini.." Rayhan tertawa sinis. "Mulai sekarang kita putus!" ucap Rayhan berjalan meninggalkan Renata.
Renata berlari mengejar Rayhan. "Aku gak mau putus, Ray. Aku minta maaf, aku nyesel dan aku janji gak bakal ngelakuin ini lagi." ucap Renata sambil menggenggam tangan Rayhan.
Kedua mata Renata mulai berkaca-kaca. Setetes cairan bening lolos begitu saja dari matanya. Penyesalan memang selalu datang di akhir kisah.
"Hapus air mata buayamu itu, Ren. Aku pikir kamu cinta dan setia sama aku, tapi nyatanya kamu gak lebih dari seorang penghianat! Aku benar-benar tertipu dengan wajah polosmu itu." ucap Rayhan sambil melepaskan tangannya dari cekalan Renata, tetapi dengan cepat Renata meraih kembali tangan Rayhan dan menggenggamnya.
"Lepaskan tangan ku, Ren."
"Gak akan."
"Lep.."
Ckitttt!
Mobil akhirnya berhenti. Gara-gara melamun hampir saja Rayhan melayangkan nyawa orang.
Rayhan segera keluar dari mobil, ia ingin melihat orang yang hampir ditabraknya tadi.
"Mbak, enggak kenapa-napa, kan?" Rayhan mendekati perempuan itu.
Perempuan itu mendongak, ia tersenyum ke arah Rayhan, tetapu Rayhan justru membalas tatapannya dengan tatapan dingin.
"Ray." ucap perempuan itu sambil memegang tangan Rayhan.
"Ray dengerin aku dulu. Waktu itu aku.. aku..."
"Sudalah, Ren. Kamu gak perlu jelasin apapun." ucap Rayhan menepis tangan Renata.
"Ray. Ayo kita kembali lagi. Ayo Ray. Aku mohon." ucap Renata terus memohon sambil terisak.
Kesabaran Rayhan sudah diujung tanduk. Emosinya tak lagi bisa di kendalikan. "Stop, Ren! Stop! Dulu kamu yang khianatin aku dan sekarang kamu ngajak aku buat balikan lagi sama kamu?"
"Aku nyesel, Ray. Kamu tau aku dulu pacaran sama dia juga karena ngerasa kesepian ajah, karena kamu terlalu sibuk dengan urusan kuliah dan kerjaanmu itu. Kamu jarang ada waktu buat aku."
"Asal kamu tau, Ren. Aku kerja buat apa? Buat kamu. Aku ingin aku sukses kemudian menikahimu."
"Maka dari itu, Ray. Ayo kita mulai lagi dari awal."
SEKRANG KATANX CINTA SAMA SUAMI??
MENJIJIKKAN WANITA SAMPAH