Mari menepi dari kisah Cinderella Story (Pangeran tampan/CEO menikahi Upik Abu), kisah kawin kontrak, dan juga kisah menikah dengan keterpaksaan karena balas budi. Saatnya kita belajar dari pengalaman ana yang aku tulis dikarya perdanaku ini.
Ana merupakan mahasiswi magang di PT. Asri Global Tbk, di perusahaan tersebut ana bertemu dengan seorang pria yang benama julio, julio merupakan manager acounting di divisi tempat ana magang.
Sejak pandangan pertamanya dengan ana, julio sudah menaruh hati terhadap ana, sehingga ia mendekati ana.
Tak banyak rekan-rekan kantornya yang mengetahui jika ternyata julio telah memiliki istri dan anak di kampung halamannya, begitu pun dengan ana.
Hingga hubunganan mereka mereka yang sudah terlalu jauh, sampai pada akhirnya ana mengandung anak julio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Pagi ini Rio kembali ke kantor tempat ia bekerja, Sebelum berangkat ke kantor Rio meminta ibu dan Bik Ima untuk menemani Ana di rumah sakit.
Awalnya Rio meminta Lyra untuk menemani Ana, namun Ibu mengatakan jika Lyra sedang tidak enak badan, sehingga Ibu menawarkan diri untuk menjaga Ana di rumah sakit bersama dengan Bik Ima, Rio pun menerima tawaran Ibundanya.
Sesampainya di kantor Rio langsung menuju ruang meeting untuk mempersiapkan berkas-berkas meeting, bersama dengan tim divisi accountingnya beserta dewan direksi.
'Bismillah, semoga hari ini lancar,' gumam Rio dalam hati.
Tepat pukul 09.00 meeting pun dimulai pertama-tama Rio meminta maaf atas kelalaiannya selama tiga hari tidak masuk kantor tanpa kabar serta meninggalkan semua tanggung jawabnya di kantor.
Rio mulai menyalakan proyektor untuk menampilkan data presentasinya di layar yang lebih besar, kemudian selanjutnya Rio menjelaskan mengenai laporan hasil external auditor.
Semua yang hadir dalam meeting tersebut tercengang ketika Rio mengumumkan bahwa hasil audit tahun ini perusahaan di nyatakan Adverse Opinion (Pendapat Tidak Wajar).
Kemudian Rio membuka slide berikutnya yang berisi bukti-bukti penyelewengan dana yang dilakukan oleh Julio pada masa Julio menjabat sebagai manager keuangan, selain melakukan penyelewengan dana Julio juga pernah memanipulasi laporan keuangan sehingga pada tahun-tahun sebelum Julio meninggalkan perusahaan hasil external auditor selalu dalam posisi Unqualified Opinion (wajar tanpa pengecualian).
Secara gamblang Rio juga menjelaskan total kerugian perusahaan akibat dari penyelewangan tersebut mencapai dua miliar rupiah. Lebih lanjut Rio juga memberi saran kepada dewan direksi untuk membawa masalah ini ke ranah hukum setelah hasil resmi external auditor keluar.
Selesai membahas external auditor Rio membahas laporan keuangan bulanan, investasi perusahaan, hubungan perusahaan dengan pasar keuangan serta perencanaan umum keuangan perusahaan untuk kedepan.
Rio menjelaskan semuanya dengan tegas, lugas dan detail sehingga baik dari tim accountingnya maupun dari dewan direksi bisa memahami dengan mudah.
Disesi terakhir meeting Rio menyampaikan pengunduran dirinya di perusahaan PT. Asri Group, Rio menyampaikan permohonan maafnya jika selama ia bekerja di PT.Asri Group masih banyak terdapat kekurangan, terlebih akhir-akhir ini Rio merasa tidak dapat memberikan effort yang maksimal.
Pernyataan Rio disesi terakhir membuat riuh seisi ruangan, baik dari tim divisinya maupun dari dewan direksi, tidak ada yang menyangka bahwa Rio akan mengundurkan diri secepat ini.
Mereka menilai bahwa sebenarnya kinerja Rio sangat bagus, semua keputusan yang Rio ambil dalam menghadapi problematika keuangan perusahaan dalam menghadapi persaingan global terbilang sangat cerdas, bukan hanya terkenal cerdas Rio juga di kenal sebagai pribadi yang humble, ia mampu mengayomi seluruh anggota timnya dengan baik.
Beberapa dari dewan direksi meminta Rio untuk mempertimbangkan kembali keputusannya, karena tidak mudah mencari pengganti seperti Rio. Namun Rio tetap pada keputusannya, Rio ingin bisa fokus menjaga serta merawat Ana. Tapi Rio berjanji akan melakukan hand over pekerjaan dengan tuntas sehingga, orang yang menggantikannya benar-benar memahami sistem pekerjaan yang ia pegang.
Seusai meeting seluruh rekan divisi accounting serta sekertaris Rio datang menghampiri Rio, raut wajah mereka nampak sangat sedih dengan keputusan yang Rio ambil.
"Pak apa Bapak tidak ingin mempertimbangkannya sekali lagi?" tanya Widya.
"Aku sudah mempertimbangkannya secara matang Wid, keputusanku sudah bulat."
"Kami sudah terlanjur nyaman bekerja di bawah kepemimpinan Pak Rio."
"Kalian akan mendapatkan manager yang jauh lebih baik dan lebih hebat dari saya. justru jika saya memaksakan diri untuk tetap berada di sini, beban kerja kalian akan semakin berat, karena ketidak maksimalan saya dalam bekerja."
Rio menyalami satu persatu rekan divisinya, ada beberapa dari mereka yang sampai menangis karena keputusan Rio.
Sesaat sebelum Rio meninggalkan kantornya, ia melihat-lihat seluruh ruang kerjanya baik saat masih menjadi staff maupun saat menjabat sebagai manager.
Ada satu memory yang kembali teringat saat pertama kalinya ia bertemu dengan Ana setelah bertahun-tahun lamanya Rio tidak berjumpa dengan Ana, ia kembali di pertemukan dengan Ana di kantor ini.
Rio tersenyum kemudian Rio bergegas kembali ke rumah sakit.
Sementara ditempat lain Lyra telah sampai dikampung halamannya, Lyra langsung menuju kediaman Retno.
Tok... Tok...Tok...
Lyra mengetuk pintu rumah Retno, tak lama kemudian Retno membuka pintu rumahnya. Ketika Retno melihat bahwa Lyra lah yang datang Retno langsung menutup pintu rumahnya, namun belum sempat Retno menutup pintunya Lyra dengan cepat menahan pintu tersebut.
"Tunggu Ret, ada yang ingin aku bicarakan padamu," ucap Lyra.
"Mau apa kau datang kesini?" tanya Retno dengan nada sinis.
"Aku ingin meminta nomor kontak ayahnya Mbak Ana."
"Untuk apa kau minta padaku? bukankah dia tinggal denganmu sekarang?"
"Saat ini Mbak Ana sedang koma, aku mau menghubungi keluarganya."
"Aku tidak peduli, itu bukan urusanku." Retno kembali menutup pintu rumahnya.
"MBAK ANA KOMA KARENA DI TABRAK OLEH SUAMIMU," teriak Lyra agar Retno dapat mendengar suaranya.
Mendengar perkataan Lyra, Retno kembali membukakan pintu rumahnya. "Jangan asal bicara kau, Lyr!"
"Aku tidak bohong Ret, aku punya bukti-buktinya."
Lyra menujukan foto-foto saat Julio di amankan oleh karyawan kakaknya pasca insiden penabrakan itu, beberapa karyawan kakaknya memotret kejadian itu sebagai barang bukti.
Tak hanya itu Lyra juga menunjukan rekaman CCTV pada saat insiden itu terjadi, rekaman itu berasal dari CCTV yang terpasang digerai kakaknya.
Retno mengingat-ingat jika kemarin suaminya meminta sejumlah uang kepadanya, dia mengatakan untuk membayar beberapa pengacara karena ia tak sengaja telah menabrak seseorang.
"Jadi suamiku menabrak Ana? tapi bukankah Ana adalah kekasih gelap suamiku?"
"Kamu lihat lah baik-baik." Lyra kembali memutar rekaman CCTV pada layar handphonenya. "Sebenarnya suamimu mengincar kakakku, namun Mbak Ana menyelamatkan Mas Rio, sehingga yang tertabrak justru Mbak Ana."
"Tapi untuk apa suamiku mengincar kakakmu?"
"Karena suamimu cemburu pada Mas Rio yang telah bertunangan dengan Mbak Ana, percayalah padaku. Mbak Ana tidak pernah bermaksud merebut suamimu."
"Ah mana ada pelakor mengakuinya Lyr, kamu saja yang telah di bodohinya."
"Coba kau pikir kembali apa pernah Mbak Ana menghubungi suamimu setelah Mbak Ana mengetahui suamimu telah memiliki istri? dan coba kau pikir jika Mbak Ana benar-benar berniat merebut suamimu untuk apa Mbak Ana mau menerima lamaran kakakku? dan menyelamatkannya." Lyra menunjukan foto-foto kebersamaan kakaknya dengan Ana.
"Terkadang fakta itu menyakitkan, tapi kau harus membuka matamu untuk bisa melihat kenyataan yang ada, Suamimu lah yang terobsesi dengan Mbak Ana. kita bersahabat sudah dari SD aku tak akan mungkin membohongi sahabatku sendiri untuk masalah sebesar ini."
Retno menangis tersedu-sedu memeluk Lyra, Lyra menerima pelukan Retno dengan hangat. Lyra merasa lega akhirnya kesalah pahaman ini berakhir, akhirnya sahabatnya mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Setelah tangisan Retno mereda, Retno mengambil kartu nama Pak Reino, kemudian ia memberikannya kepada Lyra. Lyra mengucapkan banyak terima kasih kepada Retno dan bergegas kembali ke Jakarta.
Di perjalanan menuju bandara Lyra menghubungi Pak Reino, ia mengabarkan kondisi Ana saat ini dan Lyra juga menceritakan insiden kecelakaan yang mengakibatkan Ana koma, tidak lupa Lyra memberikan alamat rumah sakit tempat Ana di rawat.
suka sama cerita nya walau baca yg 21+ tapi tetap bagus cerita nya walau belum baca semua bab nya