Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
"Apa ada apa?" Tanya Mark.
"Apa itu mungkin? Hah ini bukan drama sihh emang." Batin Veby " Eee, tidak.... Aku akan tidur dulu." Kata Veby lalu merebahkan tubuhnya, lalu menarik selimut.
"Jangan melihatku seperti itu, itu membuatku tidak nyaman." Kata Veby karena Mark terus menatapnya.
"Baiklah, aku tidak akan memandangmu. Tapi aku.... Akan memelukmu gingga tidur." Sambil meluncur ke ranjang Veby dan memeluknya.
Pipi Veby menjadi merah.... Ia bahkan hampir tidak bisa bernafas karena jantungnya hampir keluar.
•••••
Pagi yang cukup cerah, kini Veby, dan Jung-dae sudah berdiri di depan halte bus. Mereka tamapk sangat senang sambil tertawa-tawa. Sedangkan Mark hanya duduk memandang dua teman itu.
Tak lama kemudian, bus yang mereka tunggu akhirnya tiba. Veby dan Jung-dae menaiki tangga bus. Tidak hanya mereka, Mark juga ikut naik di samping Veby.
"Ju... Lo duduk di blakang gue yaa." Usul Veby.
"Ehh tempat duduknya kan dua, lu mau naroh tas, juga udah di atas. Lo takut ma gue? Amit-amit lah gue suka ama lu." Kata Jung-dae.
"Apaan sih lu, pokoknya lu duduk di blakang!! Sana! Sana!...." Mark duduk di bangku tengah, sedangkan di pinggir adalah Veby.
"Kau kan bisa menyuruhku untuk berdiri, aku tidak akan lelah." Kata Mark.
"Tapi aku ingin duduk denganmu." Jawab Veby.
"Apa kau sudah menyukaimu?"
"Ia, aku menyukaimu disini. Tapi jika nanti di rumah ku, aku akan menyukai Ji-Sung." Canda Veby.
Mark dan Veby tertawa tipis, Veby tidak menyadari kalau Jung-dae memperhatikan tingkah anehnya.
"Apa dia punya penyakit tertentu? Apa dia lupa makan obat? Atau jangan-jangan slah makan obat kali. Huh....." Jung-dae mengingat sesuatu.
"Veb... Lu kesini sama hantu itu ya?" Tanya Jung-dae lewat chat.
Tapi Veby masih berbincang dengan Mark, ia tidak memperhatikan kalau ada pesan masuk di ponselnya.
"Hantu manapun yang bersemayam di tempat ini. Dan tuhan yang selalu berada di sisiku. Tolong lindungi aku dan jadilah temankuu." Sambil menyatukan telapak tangannya.
"Aku mengantuk...." Kata Veby pada Mark. Jung-dae masih melihat gerakan dari kepala Veby yang berbicara seolah ada orang di sebelahnya.
"Tidurlah di bahuku. Orang tidak akan curiga. Tapi temanmu itu terus saja memperhatikan mu dengan aneh. Aku tidak bisa menakut-nakutinya, dia memakai gelang suci. Kalau tidak, aku pastikan dia sudah kencing di celananya." Kata Mark yang membuat Veby menutup mulutnya karena ingin tertawa.
"Kenapa gue punya temen yang temenan sama hantu sih? Dan kenapa tu anak nyaman banget?" Batin Jung-dae sambil terus memperhatikan ponselnya agar tidak terlalu memperhatikan Veby.
"Veb... Veb...Veby...." Panggil Jung-dae.
"Apa sihhh?" Kesal Veby karena ia hampir tertidur kalau Jung-dae tidak memanggilnya.
"Kok jauh banget sih? Ini pantat gue udah kebakaran nihhh ( Panas)." Kata Jung-dae.
"Aduhhh, nikmatn aja napa sihh. Bentar lagi juga hujan kan. Nanti biar gue yang padamin api di pantatlu." Kata Veby dengan santai.
"Emang lu tinggal di kota B bagian mana?"
"Ujung. Penghubung kota B dan F." Jawab Veby. (Bukannya habis B - C atau A 🙄.)
"Veb... Lu kesini sama siapa aja? Kecuali ma gue?" Tanya Jung-dae lagi.
"Sama sopir nohh di depan."
"Gue serius.... Lu sama hantu itu ya?"
" Hmm, tapi sekarang dia di samping lo tuhh." Mata Jung-dae melotot lalu memejamkannya karena takut. Veny memanfaatkan situasi itu karena pastinya Jung-dae akan berhenti untuk bertanya-tanya.
sejauh ini aku masih suka alurnya