NovelToon NovelToon
Madu Untuk Ibu Mertuaku

Madu Untuk Ibu Mertuaku

Status: tamat
Genre:Poligami / Balas Dendam / Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:184.9k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Kisah seorang menantu yang pernikahannya hancur karena ibu mertuanya yang memaksa putranya untuk menikah lagi dengan alasan sang menantu mandul. Vanniya harus merasakan sakit hati melihat kemesraan sang suami bersama madunya hingga ia membalas rasa sakit ini kepada ibu mertuanya.
Suatu hari ibu mertua Vanni mendapati sang suami membawa wanita lain ke rumahnya dengan status sebagai istri kedua. Wanita itu terduduk lesu, Vanni yang melihatnya segera mendekatinya.
" Bagaimana ma? Manis bukan madu yang aku kirimkan untuk mama?"

Bagaimana usaha Vanni balas dendam kepada ibu mertuanya? Apakah setelah ini Vanniya akan kembali kepada sang suami atau ia memilih meninggalkan suaminya dan menjalani kehidupan barunya?

Ikuti dan dukung kisah mereka berdua.

Baca pelan" dan tidak perlu boomlike karena akan mengurangi performa karya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADU DOMBA

Tama masuk ke rumah nyonya Ratna tanpa permisi setelah mendapat kabar dari anak buahnya jika keberadaan Andreas di rumah tidak di temukan. Nyonya Ratna yang sedang duduk bersantai kaget saat itu. Ia langsung beranjak dari kursinya menghampiri Tama.

" Tuan Tama kenapa kau tidak sopan sekali masuk rumah orang tanpa permisi. Apa begini cara ibumu mendidikmu?" Ujar nyonya Ratna merasa terganggu.

" Apa caramu mendidik Andreas sudah benar? Apa menyembunyikan istri dan anak orang lain bukan suatu kejahatan?"

Deg....

Jantung nyonya Ratna terasa berhenti berdetak. Bagaimana Tama tahu? Bukan kah dirinya dan Andreas sudah bermain rapi selama ini? Pikir nyonya Ratna.

" Apa maksud ucapanmu tuan Tama? Memangnya siapa yang menyembunyikan istri dan anakmu?" Kilah nyonya Ratna.

" Andreas." Sahut Tama. " Aku tahu sejak penculikan Vanni dan Vanno, Andreas tidak ada di rumah. Sekarang lebih baik katakan dimana Andreas sekarang!" Titah Tama.

" Andreas sedang berlibur tidak tahu kemana. Pikirannya stress setelah bertemu dengan Vanni. Dia terus menyebut nama Vanni Vanni dan Vanni terus. Itu sebabnya aku biarkan dia pergi untuk menenangkan diri." Ujar nyonya Ratna.

" Kau bisa membohongi orang lain, tapi kau tidak bisa membohongi aku nyonya Ratna. Telepon Andreas sekarang juga." Tekan Tama.

" Andreas bilang dia tidak mau di ganggu. Dia tidak akan mengangkat teleponnya." Ucap nyonya Ratna.

" Aku tidak peduli, sekarang telepon dia atau aku akan menyeretmu ke penjara atas tuduhan menyembunyikan tersangka." Ancam Tama.

" Tersangka apa? Apa kau pikir anakku seorang penjahat hah? Yang penjahat itu kalian." Nyonya Ratna menunjuk wajah Tama. " Gara gara kalian hidup kami jadi hancur. Kami harus di asingkan di negeri orang agar kalian bisa hidup tenang. Kalian lah penjahat yang sesungguhnya." Imbuh nyonya Ratna.

" Bukan kah ini keputusanmu? Kau ingin hidup damai bersama putramu. Jadi jangan membalikkan fakta, nyonya Ratna. Hubungi Andreas sekarang juga!" Tekan Tama.

" Aku tidak mau." Sahut nyonya Ratna. Ia khawatir keselamatan Andreas akan terancam.

Tama melihat ponsel nyonya Ratna di atas bufet TV. Ia langsung menyambar ponsel itu dan membukanya. Tama mengarahkan kamera ponsel itu ke wajah nyonya Ratna untuk membuka kuncinya.

Jepret...

Ponsel pun terbuka, nyonya Ratna nampak gelisah. Tama segera membuka aplikasi hijau dan mencari kontak Andreas, memang benar selama lebih dari satu minggu ini nyonya Ratna tidak pernah menghubungi Andreas lagi. Tama menekan tombol hijau dan menunggu sambungan telepon tersambung.

Tut... Tut...

" Jangan di angkat Andreas! Mama mohon! Itu bukan mama yang meneleponmu nak." Ujar nyonya Ratna dalam hati.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya telepon di angkat.

" Halo ma. Kenapa mama menelepon? Ini sangat berbahaya ma." Ujar Andreas. Nyonya Ratna memejamkan matanya begitu mendengar suara Andreas karena Tama menyalakan tombol loudspeaker.

" Ini aku, Tama."

Jeduarrr...

Andreas terkejut seketika, tubuhnya menegang sempurna. Bahkan detak jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Ia tidak boleh gugup, sebisa mungkin ia berusaha tenang dan berpikir untuk membalikkan keadaan.

" Tuan Tama, ada perlu apa sampai anda meneleponku menggunakan nomer ibuku?" Suara Andreas ia buat setenang mungkin.

" Dimana kau sembunyikan istri dan anakku? Kembalikan mereka atau aku akan..."

" Apa kau yakin mereka mau kembali padamu, terutama Vanni?" Ucap Andreas memotong ucapan Tama. Andreas tidak perlu mengelak lagi, ia yakin jika Tama sudah lama mencurigainya. Sekalian saja ia akan membuat drama yang bisa memisahkan Tama dan Vanni selamanya.

" Apa maksudmu?" Tanya Tama tidak mengerti.

Tiba tiba terdengar suara Vanni dari dalam kamar mandi.

" Mas Andreas aku udah selesai."

Andreas tersenyum menatap layar ponselnya sedangkan jantung Tama terasa berhenti berdetak.

" Iya bentar sayang, mas pasti datang menggendongmu. Duh manjanya istriku." Sahut Andreas sedikit berteriak.

Tama membelalakkan matanya, tangannya terkepal erat menahan emosi yang siap meledak di dalam dadanya.

" Buruan mas! Aku keburu dingin. Vanno juga keburu lapar nanti."

Jantung Tama berdetak sangat kencang. Entah mengapa suara Vanni seperti tidak ada beban sama sekali.

" Kau dengar itu tuan Tama? Vanni bahagia di sini bersamaku. Dia menginginkannya, itu sebabnya dia tidak mencoba untuk kabur dari pelukanku atau pun mencoba meminta pertolongan darimu. Aku tidak menculiknya, Vanni yang memintaku untuk membawanya pergi darimu. Cinta Vanni dari dulu hanya untukku, dan selamanya akan tetap begitu. Kau hanya sebagai penggantiku saja, sekarang aku sudah sehat kembali. Aku siap mengurus istri dan anakku. Aku akan membuat mereka bahagia, selamanya. Jadi tolong jangan ganggu kami lagi. Peran pengganti memang seharusnya pergi setelah peran utama kembali."

Bip..

Andreas mematikan sambungan teleponnya. Ia lalu membuang kartu perdana yang ia gunakan, ia yakin Tama pasti akan melacak keberadaannya.

Tama mengepalkan erat tangannya.

" Sebenarnya apa yang kau inginkan Vanni? Apa memang ini yang kamu inginkan? Apa benar kamu ingin menjauh dariku? Itu sebabnya kamu meminta Andreas menculikmu? Kalau benar begitu, kenapa kau lakukan ini padaku sayang? Kenapa kau hancurkan hidupku dengan tipu muslihatmu. Kau begitu mendalami peranmu sebagai istrinya Andreas." Gumam Tama dalam hati. Jujur ia merasa sangat sedih.

Nyonya Ratna merebut ponselnya dari tangan Tama.

" Kenapa tuan Tama? Apa kau terkejut dengan kenyataan ini?" Tanya nyonya Ratna sambil menatap Tama. " Istrimu sendiri yang menginginkan Andreas, dia sengaja membuat drama penculikan seperti ini karena dia tidak tega jika harus meninggalkanmu begitu saja di depan matanya. Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini karena aku tahu, hal ini sangat menyakitkan bagimu." Imbuh nyonya Ratna tersenyum sinis. Beruntung Andreas pernah memberitahunya dan memintanya untuk mengatakan ini pada Tama jika suatu hari nanti mereka ketahuan.

" Aku tidak percaya, ini pasti rencana kalian yang ingin memisahkan kami." Ujar Tama.

" Ha ha ha." Nyonya Ratna justru tertawa, entah apa yang ia tertawakan hanya dia yang tahu.

" Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada kedua mertuamu. Apa dia tahu tentang ini atau tidak. Kau jangan jadi orang bodoh yang bisa di bodohi oleh mereka semua Tama. Kenapa waktu itu ayah mertua kamu mengajakmu ke ruangan bayi?"

Tama diam membisu karena ia ingin mendengar ucapan nyonya Ratna selanjutnya.

" Itu karena dia sedang memberikan kesempatan kepada Andreas untuk membawa Vanni dari sana. Apa kau pikir Andreas bisa menyembunyikan istrimu sejauh ini?"

" Tentu saja tidak jika bukan karena bantuan ayah mertua kamu. Dia yang menutup akses pencarianmu, jika tidak kau pasti langsung bisa menemukan istri dan anakmu dengan mengandalkan koneksimu." Lanjut nyonya Ratna.

Tama mengepalkan erat tangannya, kalau di pikir pikir ucapan nyonya Ratna memang ada benarnya.

" Kenapa? Apa kau masih tidak percaya? Akan aku tunjukkan buktinya jika ayah mertuamu terlibat dalam hal ini."

Nyonya Ratna membuka galeri ponselnya lalu menunjukkan sebuah foto kepada Tama. Foto dimana tuan Azka sedang memeluk Andreas. Keduanya nampak begitu dekat, bahkan perlakuan tuan Azka kepadanya tidak seperti perlakuan tuan Azka terhadap Andreas. Benarkah tuan Azka mengkhianatinya? Pikir Tama.

" Foto ini aku ambil saat mereka hendak berpisah. Tuan Azka meminta Andreas untuk menjaga Vanni dan Vanno. Di dalam mobil ini." Nyonya Ratna menunjuk sebuah mobil yang ada di foto tersebut. " Ada Vanni dan Vanno di dalamnya. Jadi kau tidak bisa menyalahkan Andreas apalagi memenjarakannya karena itu percuma saja. Tuan Azka tetap akan membela Vanni dan Andreas." Ucap nyonya Ratna mencoba menyakinkan Tama. Ia tersenyum smirk, " Kau harus percaya padaku Tama. Pembalasanku kepada Vanni baru akan di mulai. Dia telah membuat aku menjadi janda, saat dia hidup menderita dengan pria yang sudah tidak dia cintai. Jadi kami bisa merasakan penderitaan yang sama. Sama sama tidak bisa hidup dengan pria yang kami cinta."

TBC...

1
Atoen Bumz Bums
JD males
Vanny gak menghargai perasaan suaminya
Atoen Bumz Bums
pikir Andreas itu CEO makanya ngebet pengen cucu rupanya cuma karyawan biasa
VANESHA ANDRIANI: hhhh kejebak ya kak makasih suportnya
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
tancap gas y tama
VANESHA ANDRIANI: iya kak hhhh makasih suportnya
total 1 replies
Kaka Chan
keren
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih kakak
total 1 replies
Bunda Iwar
Luar biasa
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih
total 1 replies
Evy
Bukan saudara tiri tapi saudara kandung se Ayah...
VANESHA ANDRIANI: iya begitu
total 1 replies
Evy
Astaga Vanni...kenapa harus begitu... mengorbankan Tante nya...masih perawan pula...jika sudah janda sih Oke lah... ini sungguh tidak benar...
ryan: jadi malas mau bacanya gak gitu juga balas dendam mengorbankan Tante nya yg masih perawan
total 2 replies
Evy
Gak harus Tante mu juga untuk menggoda mertuamu..kan bisa menyuruh wanita lainVanni...masa Tante mu yang masih gadis dipinta mengoda suami orang...
VANESHA ANDRIANI: hhhh di cariin jodoh itu karena tantenya g suka pacaran
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝖽𝗎𝖻𝖺𝗅𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗅𝗅𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗁 𝗂𝗁𝗁. 𝗏𝖺𝗇𝗇𝗈 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗎 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗅𝗈𝗏𝗂𝗍𝖺, 𝗅𝗈𝗏𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗌𝗎𝗋𝗎𝗁 𝗆𝖾𝗅𝖾𝗉𝖺𝗌 𝗏𝖺𝗇𝗈. 𝗍𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗆𝗂𝗅𝖺𝗇 𝗅𝗈𝗏𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺?
VANESHA ANDRIANI: hhh bener banget jitak aja mereka.. makasih suportnya
total 1 replies
E H Mukti
😂😂😂😂😂 keren thor 👌
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya
total 1 replies
E H Mukti
Rasain 😒😒😒
VANESHA ANDRIANI: hhhh makasih suportnya
total 1 replies
E H Mukti
🤣🤣🤣🤣👌
Lucia
Dendam dan candaannya brmain cinta semalam 🫣🧐
VANESHA ANDRIANI: hooh makasih udah mampir
total 1 replies
Lucia
Kacauuu dah bacanya nih thor. Makin ngawur ahhh..
VANESHA ANDRIANI: hhhhh makasih dah mampir
total 1 replies
Cinta Rodriques
biarin aja orang jahat,g tobat malah makin jadi...
VANESHA ANDRIANI: he he bener.. makasih suportnya
total 1 replies
Nureliya Yajid
bodohnya vanni
VANESHA ANDRIANI: hmmm makasih suportnya
total 1 replies
🍁𝓐𝓹𝓹𝓵𝓮❣️💋🄽🄸🅃🄰👻ᴸᴷ
not you are wellcome
but, you're welcome
🍁𝓐𝓹𝓹𝓵𝓮❣️💋🄽🄸🅃🄰👻ᴸᴷ: my pleasure
total 2 replies
Happy Kids
ah ku kira jodoh andreas.. padahal cocom cocok aja si
VANESHA ANDRIANI: sorry bikin kecewa.. makasih supportnya
total 1 replies
Happy Kids
harusnya dia ttp.senamg. seenggakmya setelah dia mati masih ada bagian dari dirinya bersama hana.
VANESHA ANDRIANI: iya benar.. makasih suportnya
total 1 replies
niktut ugis
selamat menikmati apa yg pernah kau berikan pada vanni hai Bu Ratna
VANESHA ANDRIANI: hhhh makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!