NovelToon NovelToon
Aster Veren

Aster Veren

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:260.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fiane

Aster gadis kecil yang hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh ibunya diusia mudanya. Kini dia juga harus kehilangan sosok neneknya, satu-satunya keluarga yang masih dimiliki olehnya.

Lalu suatu hari dia bertemu dengan seorang pria asing dalam sebuah kecelakaan, siapa sangka pertemuannya dengan pria itu membawanya pada kehidupan yang lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

-Ansel-

Waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi, entah sudah berapa lama aku duduk dibangku taman bersama dengan Arsel. Memperhatikan Aster yang sedang asik bermain bersama Carel di dekat kebun mawar yang tak jauh dengan tempat duduk kami.

Ku lihat Carel tampak menikmati waktu kebersamaannya dengan Aster, begitupun dengan Aster yang terlihat gembira bersama dengan Carel.

"Sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan hubungan mereka." Tutur Arsel mengalihkan perhatianku padanya.

"Padahal aku sangat cemas dan sempat ragu untuk mengenalkan Carel pada keponakanku, tapi sekarang ... mereka terlihat akrab, padahal belum lama mereka berteman." Lanjutnya sebelum meraih cangkir teh dihadapannya.

Ku alihkan kembali perhatianku pada sosok Aster dan Carel yang sudah berlarian mendekatiku dan Arsel.

"Paman merah." Ucap Aster setelah sampai dihadapanku dengan kedua tangannya yang sudah mendarat dipahaku.

"Paman merah?" Gumamku tak mengerti dengan ucapannya dan kini ku lihat ekspresi terkejut Aster saat menyadari orang dihadapannya.

Apa ... sepertinya dia salah orang. Batinku tak bisa berpaling dari ekspresi terkejutnya setelah melirik kearah Arsel yang sempat terbatuk akibat menahan tawa dan tersendak air teh yang diminumnya.

"Pft... kamu salah orang Aster, hahaha ...." Tutur Carel berusaha menghentikan tawanya yang semakin menjadi.

"Kemarilah." Ucapku langsung meraih tubuh Aster yang masih membeku dihadapanku dan ku dudukan tubuhnya diatas pangkuanku setelah bertatapan dengan manik ungunya selama beberapa detik.

"Dokter bilang kamu tidak boleh kelelahan kan?" Lanjutku tak mendapat respon apapun darinya.

***

-Aster-

"Jadi paman Tomi itu pamannya Carel?" Tanyaku yang sudah berjongkok disamping Carel yang sedang asik memunguti kelopak mawar merah yang sudah berguguran.

"Carel sedang tidak bercanda kan?" Lanjutku langsung mendapat cubitan keras darinya.

"Untuk apa aku bercanda seperti itu? Aku bukan orang yang suka mengaku-ngaku untuk memamerkan sesuatu." Ocehnya terlihat sedikit kesal dan langsung melepaskan tangannya dari pipiku.

"He~ tapi kan ... Carel tidak terlihat seperti keluarga Alterio. Kak Hana bilang keluarga Alterio itu sangat disegani karena prilaku sopan santunnya, tapi Carel ...." Tuturku mengeluarkan semua pikiranku tentang Carel sambil mengelus pipiku yang sudah dicubit olehnya.

Ya, aku sempat bertanya pada kak Hana soal Carel karena merasa penasaran. Dan sungguh diluar dugaan, ternyata Carel berasal dari keluarga Alterio yang terkenal paling kaya diantara semua jajaran orang terkaya di kota.

"Aku kenapa?" Tanyanya membuatku bergidik ngeri saat melihat tatapan dinginnya.

"Di–diluar dugaan," jawabku sambil membuang pandanganku kesembarang arah.

"Tapi Carel ... bukankah keluarga Alterio itu dikenal paling kaya ya? Kenapa paman Tomi malah bekerja sama nenek?" Lanjutku merasa penasaran.

"Hem, kenapa ya? Aku juga tidak tau." Jawabnya kembali memunguti kelopak mawar yang berjatuhan ditanah.

"Aku kira orang sepintar Carel bisa tau apa saja ... ternyata tidak ya." Gumamku langsung berlari menjauhi Carel saat merasakan aura mengancam yang keluar dari tubuhnya.

"Kembali kesini kamu Aster." Teriak Carel langsung melepaskan semua kelopak mawar ditangannya dan bergegas mengejarku.

"Gak kena." Ucapku saat menghindari tangan kanannya yang hampir meraih bahuku, "haha gak kena, ayo kejar aku." Lanjutku lagi membuatnya semakin kesal.

"Paman merah." Ucapku setelah berlari sekuat tenaga menghampiri paman dan ayah yang sedang berbincang dibangku taman.

"Paman merah?" Suara ayah membuatku segera menengadah untuk melihat sosok dihadapanku.

Betapa terkejutnya aku saat melihat ayah yang duduk dihadapanku, aku salah orang. Batinku sambil melirik kearah paman yang sempat terbatuk dan ku alihkan pandanganku pada kedua telapak tanganku yang sudah mendarat dipaha ayah tanpa ku sadari.

Uwaah... bagaimana ini? Bisa-bisanya aku salah menghampiri paman. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku dari mata ayah, jantungku malah semakin berpacu karena merasa takut.

"Pft... kamu salah orang Aster, hahaha ...." Suara Carel menyadarkanku.

Habis sudah .... Batinku.

"Kemarilah." Ucap ayah sambil meraih tubuhku yang masih membeku ditempat dan langsung mendudukan tubuhku diatas pangkuannya.

"He?" Gumamku setelah duduk dipangkuannya dan merasakan tangan kirinya melingkar diperutku.

"Dokter bilang kamu tidak boleh kelelahan kan?" Lanjutnya membuatku tak bisa berkutik saking terkejutnya dengan tindakan yang ayah berikan padaku.

"Kalau begitu kita masuk saja ke dalam rumah, kalian bisa main di dalam." Tutur paman sambil meraih puncak kepala Carel.

"Kalau begitu izinkan aku melihatmu bekerja." Ucap Carel begitu bersemangat berlawanan dengan ekspresi paman yang sulit untuk dijelaskan, terlihat seperti ... tidak menyukai Carel?

"Kau hanya ingin menggangguku kan?" Tanya paman penuh penekanan.

"Sudah diizinkan." Ucap Carel langsung berlari kearah pintu rumah.

"Aku tidak bilang mengizinkanmu, tunggu aku Carel! kembali kau!" Teriak paman langsung mengejar Carel yang sudah tertawa renyah melihat reaksi berlebihan paman.

"Apa mereka selalu seperti itu?" Gumamku merasa terkejut dengan kelakuan Carel dan paman.

"Sebaiknya kita juga masuk." Suara ayah menyadarkanku.

Aku lupa kalau aku sedang duduk dipangkuan ayah. Batinku bersamaan dengan ayah yang sudah berdiri dari posisi duduknya.

"Eh? A–anu, A–aster bisa jalan sendiri–" Ucapku merasa tidak enak karena digendong oleh ayah meski ada sedikit rasa bahagia yang menyeruak didalam hatiku. Tapi aku tidak bisa menerima perlakuan seperti ini dari ayah saat ayah belum mengakuiku sebagai putrinya kan?

Aku hanya tidak mau terlalu berharap untuk diakui sebagai putrinya, tapi kalau begini ... aku malah jadi ingin bersikap egois. Aku tidak suka Kalea mengaku-ngaku sebagai putri ayah, aku tidak suka ayah lebih menyayangi Kalea daripada aku, aku ....

"Maafkan aku." Ucap ayah mengejutkanku.

"Maaf?" Tanyaku sambil melirik kearah ayah.

"Ku dengar Kalea sering mengganggumu di sekolah, apa itu benar?" Jawab ayah balik bertanya dan menurunkanku tepat didepan pintu rumah.

"Ka–kalea ...." Jawabku terhenti saat mengingat semua perlakuan buruk Kalea dan teman-teman sekelasku padaku.

Apa tidak apa-apa kalau aku berkata jujur sekarang? Apa ayah akan percaya? Apa sekarang aku bisa mengadu pada ayah? Batinku berusaha mempertimbangkan apa yang akan ku katakan selanjutnya.

Tapi selama ini aku tidak pernah mengadu pada siapapun, bahkan pada ibu dan nenek. Kenapa aku harus mengadu pada ayah yang baru ku temui? Apa yang aku harapkan? Apa sekarang waktu yang tepat untuk bersikap egois Aster? Lanjutku benar-benar merasa bimbang.

".... Kalea baik kok." Ucapku berusaha menunjukan senyuman terbaik ku pada ayah yang masih berjongkok dihadapanku setelah menurunkanku dari gendongannya.

"Begitu ya ... ku harap kalian bisa menjadi teman baik." Tutur ayah sambil tersenyum lembut dengan tangan kanannya yang sudah meraih puncak kepalaku.

"Aster juga berharap begitu, lagipula Kalea akan menjadi saudara tiri Aster kan? Jadi kami harus akur." Gumamku merasa sedikit bersedih.

"Siapa yang bilang kalian akan menjadi saudara tiri?" Suara paman merah mengejutkanku.

Ku lihat paman sudah berdiri disampingku dengan sorot mata seriusnya. Entah sejak kapan paman sudah berdiri disana, aku bahkan tak menyadari kehadirannya.

"Ta–tante Claretta." Jawabku tergugup.

.

.

.

Thanks for reading...

1
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆
♥️
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
woy secepat ini kah endingnya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Time skip?😳
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Carel kangen ayang🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
gue suka eps kali ini sama dua eps sebelumnya. Gila manis banget interaksi Aster sama Carel. Tu cowoknya keliatan perduli banget sama Aster, disisi lain gue malah ngira si Carel lagi ngasuh adeknya wkwkwk🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
figuran yg sangat peka ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Mungkinkah Carel berpikir Aster bakal lepas lagi darinya? Secara kan waktu itu Aster dalam bahaya waktu jauh dari Carel, terus Carel juga gk sempet datang tepat waktu buat nolong Aster.

Jadi secara naluri dia berusaha buat tetap jagain Aster dan gk mau jauh-jauh dari Aster. Jadi kalau ada apa-apa juga, Carel bisa bantu. Gitu kan? Kalau gitu gue paham kenapa Carel sampai sepanik itu waktu Aster lepasin genggaman tangannya dan lari jauhin dia🥲
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
berusaha menahan kesal ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Apa ini apa ini?

Jadi Aster udh tau kalau Carel ngaku2 pacarnya dari temen2nya? Terus dia pura2 gk tau buat godain Carel gitu?

Eps kali ini banyak gulanya ye?
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
selamanya juga boleh, yakin tuh si Carel kegirangan karena dipeluk sama pujaan hatinya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Termasuk gue sebagai pembacanya ye kan😌
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ni anak gemesin banget woy. Karung mna karung >///<
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ayo bahas biar Ansel ngamuk
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
sedang menggosipkan si Carel dan ketidakpekaanmu itu
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ya berduaan denganmu itu maksudnya nak🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
minga maaf karena udh naksir si Aster ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ternyata si Lea salah paham🤣

Rupanya si Aster sibuk mikirin ucapan si Carel toh.

Gue suka sih interaksi mereka disini. Apalagi Aster mulai memutuskan buat lebih terbuka sama Kalea. Berarti mulai dari sini hubungan pertemanan mereka bakal lebih dalam lagi kan? Mungkin🤔

Btw, gue ngerasa ada bau2 scene romance kedepannya. Apakah sudah waktunya Aster dan Carel mulai memasuki kisah mereka?
𝐌𝐄𝐆𝐀𝐍: lanjutkan👍
total 3 replies
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Nah iya, setuju gue. Sekali-kali Aster harus marah, jangan buat dia terlalu sabar😭
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Karena terlalu seneng sama hubungan pertemanan mu sama Aster itu.

Apalagi Asternya kelewat baik:')
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Oh jadi intinya si Ansel mau memperbaiki hubungannya dengan Aster dengan cara membuat batasan yg jelas sama si Kalea toh.

Ya sih, udh seharusnya tu anak berhenti nganggap Ansel sebagai bapaknya. Kan dia udh nemu bapak baru juga.

Disisi lain ni si Ansel pengen buat Aster seneng kayanya karena kedepannya cuma dia yang bisa manggil Ansel ayah😌
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆: Bapak baru🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!