NovelToon NovelToon
CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:29M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lina lutfiana

Kisah pernikahan yang diawali kebencian.
Bermula dari Zhia gadis yang lugu menolak cintanya Syauqi, sebab dia sudah memiliki cinta masa kecil yaitu Iyas Maulana.

Sedangkan Syauqi Malik adalah pengusaha kaya raya yang berambisi besar, apapun yang pemuda itu inginkan tak pernah dilepaskan.
Pada akhirnya Syauqi menodai Zhia biar hamil dan mau dinikahi.

Bagaimana kisah rumah tangga mereka selanjutnya?
Follow Instagram : LinaLutfiana13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina lutfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyatukan dua perbedaan

 

Rinai hujan membasahi bumi, menyuburkan rerumputan liar di tepi jalanan. Alloh maha adil, karena setiap mahluk yang sudah diciptakannya pasti mendapat riski masing- masing.

Namun masih banyak orang yang merasa kurang dan resah karena takut penderitaan. Pada akhirnya hidupnya menjadi tak bahagia karena keserakahannya sendiri.

 

Zhia berdiri di teras lantai dua sambil merasakan rintik-rintik hujan, berharap bisa menyejukkan hatinya yang gundah gulana. Dia masih terus memikirkan orang yang disayanginya apakah sudah membaik?

 

Zhia terus merenungi, apakah dirinya termasuk orang yang bersyukur atau orang yang bersangka buruk pada takdir Alloh.

 

Zhia tak menyadari jika Syauqi ada di belakangnya menatap punggungnya.

Pemuda itu sambil duduk dan meletakkan nampannya.

Syauqi sangat tahu apa yang tengah dipikirkan belahan jiwanya itu.

Syauqi merasa terpuruk karena keberadaannya tak dianggap sama sekali.

 

Syauqi berdiri dan pendekati Zhia secara perlahan, lalu kedua tangannya memeluk erat tubuh Zhia yang seketika langsung meronta.

"Mas Syauqi jangan seenaknya aja, sudah berapa kali aku bilang jangan menyentuhku," sentak Zhia.

"Aku hanya ingin kamu sadar jika aku berada di sampingmu, bukan malah memikirkan orang lain," balas Syauqi dingin.

"Siapa yang memikirkan siapa....?" elak Zhia.

Syauqi bukanlah pria bodoh yang mudah untuk dibohongi.

"Besok jangan kerumah sakit lagi!" pinta Syauqi.

Pemuda itu gelisah, karena saat berjauhan saja Zhia masih terkenang Iyas, bagaimana kalau saat berduaan.

"Tidak bisa. Bukankah tadi Mas Syauqi sudah mengizinkan? Lagi pula Mas Iyas sakit gara- gara aku, jadi aku juga memohon supaya Mas Syauqi mengerti sedikit perasaanku, bagaimanapun juga dulu..."

Belum sempat Zhia meneruskan perkataannya sudah langsung di sergah Syauqi,

"Yaaa... aku tau. Dari dulu Iyas yang melindungimu, menolongmu dan selalu berkorban untukmu. Tapi jika seandainya aku yang terlebih dahulu bertemu denganmu aku juga akan melakukan hal yang sama, mungkin lebih dari yang dia lakukan."

"Lebih apa? Menyentuhku? Memelukku? atau Mencium paksa aku?" bentak Zhia karena kesal.

Syauqi yang tadinya mukanya masam tiba tiba tertawa mendengar ocehan Zhia.

"Untung saja aku tidak dipertemukan denganmu lebih awal, bisa habis aku," lirih Zhia.

Namun masih bisa mendengar ucapan Zhia barusan.

"Tapi pada akhirnya kamu menjadi milikku kan?" balas Syauqi tersenyum puas.

"Pokoknya aku tetap mau menjenguk Mas Iyas. Terserah Mas Syauqi setuju atau tidak setuju. Lagipula aku belum sah jadi istrimu, aku masih bebas melakukan apapun tanpa sepersetujuanmu," kekeh Zhia pada keinginannya.

"Tak sadarkah kamu menyakitiku dengan perkataanmu itu?" tanya Syauqi dengan wajah juteknya.

"Menyakiti? Sekarang di balik, jika Mas Syauqi di posisi Mas Iyas bagaimana? Saat kita berdua sedang bahagia bersama tapi secara tiba-tiba aku direbut paksa orang lain??" tanya Zhia mulai emosi.

"Tidak, aku tidak akan sakit hati. Karena takkan ku biarkan orang lain mengambilmu. Jangankan untuk merebut, menyentuh kulitmu saja sudah langsung aku bunuh," balas Syauqi santai.

Zhia tak habis pikir bisa bertemu dengan orang yang seperti ini, semaunya mengambil milik orang lain tapi ketika milik dirinya sendiri di usik tak terima.

Zhia memilih diam dan beranjak pergi, dia tak ingin meladeni orang aneh ini lebih lama karena membuat kepalanya sakit sendiri.

Baru juga beberapa langkah menjauh, lengan tangan Zhia sudang dipegang dari belakang,

"Minumlah dulu susunya mumpung masih hangat," kata Syauqi serius.

Tanpa basa-basi Zhia meminum susu satu gelas besar sampai habis, kemudian beranjak pergi meninggalkan Syauqi.

Zhia merasa akan butuh waktu cukup lama untuk menerima kenyataan ini. Karena selama ini dia selalu bersama Iyas yang tenang, kalem dan penyabar. Sedangkan kini Zhia menghadapi seseorang yang sikapnya berubah - ubah dan emosian. Syauqi memang sangat berbanding terbalik dengan Iyas. Baru beberapa hari lamaran calon suaminya itu sudah melarang ini itu dan memaksa sesenaknya sendiri. Zhia tak dapat membayangkan bagaimana jika setelah menikah nanti? Sanggupkah dia hidup bersama orang yang memiliki temperamen aneh?

Zhia turun ke lantai pertama, dia pergi ke dapur untuk mencari seauatu. Sejak hamil nafsu makannya tinggi, dia ingin sekali membuat risoles kesukaannya.

Bik Tri dan Bik Mus sedang mengobrol di sana, melihat Zhia mereka langsung menunduk hormat. Zhia merasa sungkan, bagaimanapun juga Bik Tri dan Bik Mus seusia ibunya Zhia.

"Assalamu'alaikum," salam Zhia ramah.

"Wa'alaikumsalam"jawab mereka.

"Ada keperluan apa, Nyonya? Bisa saya bantu?"tanya Bik Mus ramah.

Zhia tersenyum sendiri dipanggil Nyonya,

"Jangan panggil saya Nyonya, Bik. Panggil Zhia saja."

Bik Tri dan Bik Mus tersenyum. Kedua pembantu tersebut mengira jika Zhia adalah istri dari Tuan Syauqi Malik.

Zhia melangkah ke arah kulkas dan melihat lihat isinya. Dia menemukan tepung terigu, tepung panir, telur,dan sebagai isinya dia ingin wortel, kentang, daun bawang dan daging ayam.

Zhia tersenyum senang, kemudian Zhia melipat kedua lengan bajunya dan mengeluarkan semuanya.

"Mau masak apa, Nyonya? Ada yang bisa dibantu?" tawar Bik Mus dan Bik Tri bersamaan.

"Bik Mus sama Bik Tri santai saja, saya sudah terbiasa melakukan sendiri. Kalian duduk saja dan kita bisa sambil ngobrol," jawab Zhi Ramah.

Kedua pembantu yang berusia 50 an itu merasa kagum pada Zhia, meskipun sangat cantik tetapi rendah hati dan sopan terhadap orang tua yang statusnya lebih rendah.

"Sudahlah, Bik. Biarkan saja istriku melakukan apapun yang dia mau. Wajar kalau ibu hamil mengidam yang aneh-aneh," sahut Syauqi yang baru muncul di dapur. Pemuda itu tersenyum nakal mengoda Zhia.

Mendengar perkataan Syauqi barusan Zhia wajahnya memerah menahan malu. Dia tak tahan lagi segera menggenggam tepung dan menaburkan ke wajah tampan calon suaminya. membuat sebagian rambut Syauqi menjadi putih.

Syauqi berteriak kaget dan keluar dari dapur. Namun bukannya marah justru tertawa senang.

Tapi Syauqi langsung pergi lagi takut jika nanti Zhia marah bisa- bisa dilempar dengan tabung gas.

Kedua pembantunya ikut tersenyum bahagia, mereka menyangka jika Syauqi dan Zhia adalah sepasang suami istri yang harmonis.

"Berapa lama kalian bekerja di sini?" tanya Zhia sambil tangannya sibuk memasak.

"Kami sudah lama, sejak Mas Syauqi masih SMP" jawab Bik Mus.

"Tapi sudah lama sekali Tuan Syauqi tidak pernah ke sini, tau-tau sekarang sudah punya istri yang sangat cantik," timpal Bik Tri.

Zhia hanya tersenyum geli karena mereka berdua benar-benar percaya perkataan Syauqi tadi.

"Dulu sewaktu SMP Mas Syauqi sifatnya bagaimana?" tanya Zhia semakin penasaran akan masa lalu calon suaminya.

"Sebenarnya Tuan Syauqi sewaktu kecil sifatnya ramah, baik dan penyayang. Namun semenjak SMA menjadi berubah..." lirih Bik Tri takut terdengar Tuannya.

Tanpa bertanya Zhia tahu jika Syauqi berubah menjadi, cuek, dingin dan temperamen labil.

Zhia menyimpulkan mungkin saja dulunya Syauqi baik, karena kadang sifatnya lembut, perhatian dan penyabar.

Tiga puluh menit kemudian Risolesnya jadi, Zhia tak lupa menyisakan untuk Bik Tri dan Bik Mus.

Syauqi sedang nonton televisi acara komedi di depan ruang tamu. Sesekali pemuda itu tertawa riang. Rambut dan wajahnya juga sudah bersih dari tepung.

Melihat Syauqi membuat Zhia berpikir, mungkin calon suaminya tak seburuk yang di duga. Karena seseorang yang terlihat bermasalah pasti karena ada suatu penyebabnya.

Syauqi tersenyum melihat kedatangan Zhia yang membawa sepiring Risoles dan semangkok kecil saus.

Zhia pura-pura masih marah dan duduk di sofa tanpa menawarkan makanan yang dia pegang.

Syauqi berdiri dan duduk di lantai menghadap Zhia.

"Masih marah? Maafkan aku ya? Aku tidak punya niatan untuk mengekang kamu, tapi aku hanya terlalu cemburu. Aku takut jika nanti kamu membatalkan pernikahan dan kembali ke Iyas," kata Syauqi lembut.

Zhia hanya diam sambil menikmati makanannya.

"Ayolah... jangan hanya diam saja. Baiklah mulai besok kamu bisa mengunjungi Iyas lagi. Tapi dengan Syarat harus aku yang mengantarmu, kamu tak boleh naik motor lagi mulai sekarang dan jangan keluar rumah sendiri..."

Zhi merasa semakin sebal karena Syauqi meminta maaf tapi ujung-ujungnya melarang ini itu, walaupun Zhia tau itu semua untuk kebaikan dirinya sendiri.

Zhia mulai menyadari, semua orang memiliki karakter yang berbeda. Tidak bisa memaksa seseorang harus sama seperti seseorang yang lain.Tapi tergantung diri kita bagaimana untuk menyikapinya.

"Maafkan aku,lebih baik kamu marahi aku dari pada aku dicuekin seperti ini," timpal Syauqi memelas.

Zhia tak menjawab namun mulut Syauqi dia sumpal dengan risoles.

Zhia menahan tawa karena Syauqi yang tidak tau diri. Seharusnya jika tak mau di cuekin orang lain kenapa dulu selalu memasang wajah dingin dan cuek.

Syauqi tersenyum bahagia... sangat bahagia.

Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.

Mohon kritik dan sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗

1
Lilee
Luar biasa
Lilee
Lumayan
Dear❤️rapi'ah
Luar biasa
Ayu Nuraini
jodoh g ada yg tau Bu...
dian fitria fatmawati
mas. sauqi.main nyosor aja
Uwie Yanti
Oalah Zia.... ndisek emoh2.... Saiki emoh adoh....🤭
Uwie Yanti
ini aku ngulang bacanya setelah 3th pensiun bc novel... kangen ma sauqi.....😘
Arysa
bagussss....
Yantie
udah baca ini beberapa kali pertama baca tahun 2019 tapi kenapa baru ngeh Iyas bawa martabak manis jam enam pagi emg ada yah yg jualan martabak pagi pagi
ayunian
novel pertama yg aku baca dan sudah berkali kali aku baca ulang.....the best pokoknya
Lia Cherry
Biasa
Anna Bouta
yah sembuh ....
Anna Bouta
syukur berkat Zhia, Shauqi jd peduli dgn orang yg kesusahan ...
Anna Bouta
penasaran ceritanya bagus .... jadi inspirasi ... gimana ya Zhia bikin gemas
Supri Yani
Kecewa
Desy Manurung
😭😭😭 mas Iyas,,
Desy Manurung
😭😭
Lia Cherry
Untuk yg kesekian klinya
Nay
makan singa 🦁 apa???
Aku Mira
bagusssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!