"jangan pergi.. kamu adalah wanitaku , istri ku dan juga ibu dari anakku, pernikahan kita resmi bukan simpananku walau kamu istri ke dua ku tapi pernikahan kita sah di mata hukum dan agama, Elan adalah anak kita dan dia pewarisku " Ucap Riko dengan air mata menetes tiada henti, dengan memeluk Aqila. Istri keduanya karena pernikahan atas dasar pemaksaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELKARINE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pencarian Qila
Riko mencari Aqila ke kampusnya dan tidak menemukan jawabannya malam itu. Riko pulang , dengan perasaan hampa.
dimana kamu Qila, baru semalam kamu menerima kakak berani bergelung di dada kakak, menerima kehadiran calon anak kita, kakak merindukanmu Qila. batin Riko dengan isakan tangisannya.
Riko berharap Qila pulang malam ini tapj nyatanya sampai pada pagi hari dia tidak mendapati Qila, di depan meja makan biasanya Qila selalu berucap "makanan sudah siap kak, sarapan dulu awali hari ini dengan baik" tidak ada lagi hanya bayangan semu.
" Rik, belum ketemu Qila " tanya mama Riko.
" belum ma, " jawabnya
"coba nanti kamu ke kelas nya " ide mama Riko.
" iya ma," jawabnya dengan pasrah.
Riko pergi melajukan mobilnya menuju kampus Aqila berharap dia ke kampus hari ini. Dia menunggu di depan kelas jurusannya karena sebentar lagi dosen yang mengajar akan selesai. Setelah selesai dia bertemu salah satu mahasiswa dan bertanya keberadaan Aqila.
" mb, mb apa melihat Aqila hari ini apa kemarin ? " tanya Riko
" Aqila terahkir kemarin pulang sama Dewi mas,, na itu Dewi mas coba mas tanya dia " jawab salah satu mahasiswa disana
" mba Dewi, kamu teman nya Aqila " tanya Riko. Dewi melihat dari ujung kepala ke ujung kaki Riko dengan mengeryitkan dahinya.
" ada apa mas cari Qila, dia sudah jadi sugar baby buat kakak iparnya pasti dia sedang bersenang-senang " jawab Dewi ketus " apa mas juga jadi sugar daddy nya Aqila " lanjut Dewi yang sudah muak dengan Aqila tanpa tahu yang sebenarnya terjadi karena Aqila tidak pernah membuka mulutnya untuk membenarkan dirinya.
Mendengar pernyataan itu, Riko yang panic langsung murka dan memandang Dewi seakan ingin mencabik-cabik dan merobek mulut wanita jahat itu. Tapi niat nya di hentikan dan dia berkata " apa serendah itu kamu memandang Aqila, bahkan kamu tidak tahu kebenarannya tapi kamu menghakimi dia seenak mulut kamu , teman macam apa kamu, yang tidak tahu kepribadian Aqila, apa dia terlihat menggoda semua pria, " tanya Riko " sekarang Aqila di mana kamu yang terahkir melihatnya "
Dewi menatap Riko yang penuh amarah yang tertahan di buku-buku jarinya mengerti mungkin kemarin hanya kesalahpahaman saja, selama ini Aqila tidak pernah tidak peduli padanya, bahkan saat dia kehilangan orangtuanya dia tidak ingin merepotkan banyak orang lalu kak Reindra kemarin kenapa membabi buta Aqila seperti itu, masih bertanya-tanya dalam hati nya ahkirnya dia menjawab " maafkan aku kak, kemarin kita ke mall dan bertemu kak Rendra, dia tiba-tiba menampar Aqila berulang-ulang kali dan menyebutnya pelakor merusak rumah tangga kakaknya karena sudah tidur dengan suami kak Reina, dan mengolok-olok Aqila di depan tempat umum, aku meninggalkan Aqila sendirian di mall itu dan tidak tahu sekarang dia di mana " jawab Dewi.
" Rendra mengatakan hal itu, dan kamu ikut meninggalkannya ? " tanya nya dengan lesu melepas cengkraman tangannya dari tangan Dewi.
Lalu meninggalkan kampus itu, melajukan mobilnya. Entah kemana.
Dewi yang di tinggalkan Riko menatap punggung Riko dengan perasaan bersalahnya, seharusnya kemarin aku tidak termakan omongan kak Rendra selama ini Qila selalu membantuku membiayai keperluanku saat aku tidak punya uang, hampir 8 tahun kita selalu bersama , Qila berjuang mencari uang sendiri walau keluarga angkatnya membiayai hidupnya dan menempuh masuk universitas ini pun dengan jalur beasiswa.
Sekarang di mana kamu Qila, kamu baik-baik saja kah maaf seribu maaf . batin Dewi
ud kapok
ga cek dl critanya gmn
buang aja ke laut
😡🤪