Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Catalina yang sudah tak sabar ingin memberi kabar langsung menarik Prince untuk segera duduk saat keduanya sudah berada di satu ruangan. Sementara diluar, Mae yang hendak bekerja kembali mendadak mendapatkan pesan di ponselnya. Pesan tersebut berasal dari King yang mengajaknya bertemu di salah satu kafe jika dirinya tak sibuk. Mae dengan senang membalasnya setuju untuk bertemu.
Setelah Prince duduk di dekatnya, Catalina langsung menanyakan kegiatannya diakhir pekan nanti.
"Prins!" Panggilnya manja.
Prince menoleh. "Ya. Ada perlu apa kamu kesini? Apa ini soal pekerjaan?" tanyanya.
"Bukan Prince. Ku sengaja datang kesini untuk memberikan ini padamu." Catalina memberikan satu tiket taman hiburan padanya.
"Sebuah tiket taman hiburan?" Wajah Prince penuh tanya.
"Ya, kamu ada waktu kan akhir pekan ini?"
"Mm...." Prince tampak berpikir sejenak. "Sepertinya tidak ada, apa kamu ingin aku pergi bersamamu ke tempat ini?"
Dengan semangat Catalina mengangguk-angguk.
"Tapi maaf ku tak terlalu menyukai tempat seperti itu," tolak Prince sambil mengembalikan tiket itu padanya.
"Yah, kenapa? Kamu kan sudah berjanji untuk pergi bersama denganku anggap saja itu sebagai gantinya karena kamu tak jadi makan malam denganku," ucap Catalina sedikit kecewa.
"Huh baiklah aku akan pergi." Karena ia juga sudah berjanji malam itu, Prince menghela nafasnya sebentar sebelum pada akhirnya terpaksa menyetujui ajakan Catalina untuk pergi ke tempat yang kurang di sukainya itu. Prince dari kecil di ketahui tak menyukai tempat-tempat yang terlalu ramai. Ia juga tak begitu nyaman ketika orang lain melihati wajah tampannya.
"Yes!" Seru Catalina senang.
Beralih ke suasana kantor yang di mana saat Jumi tengah fokus melakukan pekerjaannya. Ia bahkan sampai terkejut ketika Raka datang ke mejanya dan menaruh pot mungil & cantik di depannya.
Ehem !
Raka berdehem agar gadis tersebut melihat kearahnya.
Jumi menoleh. "Raka?" sontaknya.
"Itu buat lu," tunjuknya ke pot mungil yang sudah ia taruh di meja.
"Buat gue?" Jumi tak percaya. "Bukannya ini pot kecil yang kita buat waktu di tempat King ya?"
"Hmm." Raka mengangguk. "Gue baru ambil di tempatnya dan lebih baik lu aja yang simpen, sepertinya itu cocok ma lu," katanya.
"Sungguh?" tanya Jumi sambil menahan senyum senangnya.
"Ya," jawabnya, "ya udah gue balik kerja lagi." Raka berjalan kembali ke tempat kerjanya sambil sedikit tersenyum.
Jumi mengangguk-angguk senang. "Terima kasih Rak," ucapnya setelah sadar jika dirinya lupa berterima kasih.
Mae akhirnya menyelesaikan tugasnya. Tanpa izin pada Prince, gadis ini segera beberes dan langsung pergi begitu saja. Ada Raka yang melihatnya saat dirinya kebetulan menoleh.
"Oi E! Lu mau kemana?" tanyanya.
Mae berhenti untuk menjawab. "Gue mau pergi ada urusan. Kalo Prince nyari, bilang aja gue keluar sebentar," pesannya.
"Oke lah, hati-hati!" pesan Raka padanya.
"Hmm." Mae mengangguk lalu berjalan pergi untuk keluar.
Cafe Star Art
Seorang lelaki memakai kaos hitam yang dipadukan dengan hem nevi dan celana hitam sedang memegangi dua buah tiket taman hiburan sambil tersenyum sendiri. Matanya juga sesekali melihat ke arah luar untuk melihat orang yang ditunggunya datang. Senyumnya kembali mengembang ketika melihat gadis dengan memakai setelan kerja sedang berjalan menuju kafe tersebut. Kakinya melangkahkan memasuki kafe dan ia dengan senang langsung menyapa orang yang sedang menunggunya di sana.
"King!"
Lelaki itu lagi-lagi melontarkan senyuman manisnya untuk menyambut gadis yang ditunggunya.
"Silahkan duduk E!" King langsung menyuruhnya duduk ketika Mae sampai di mejanya.
"Hmm dengan senang hati, sorry agak lama," ucapnya.
"Tak apa." King menggeleng sambil sedikit tersenyum. "Oh ya ku sudah pesankan minuman juga untukmu," ucapnya ketika ada pelayan yang datang langsung menyodorkan minuman di depan Mae.
"Oh thanks King."
Mae yang haus langsung meneguk jus segar di hadapannya. "Jadi, ada apa lu minta ketemuan begini? Apa ini soal pekerjaan?" tanyanya setelah selesai minum.
"Bukan E, ku hanya ingin bertemu saja dan ku pikir kamu akan datang saat jam makan siang," jawabnya.
"Ah itu, ku sedang nganggur di kantor, pekerjaan gue dah beres jadi mending sekarang aja," jelas Mae.
"Oh begitu." King mengangguk-angguk. Mae mulai memandangi sekitar kafe yang terlihat menarik baginya itu.
"E!" Mae pun menoleh ketika di panggil.
"Apa King?" tanyanya.
"Kamu akhir pekan ini ada waktu tidak?" King bertanya balik.
"Akhir pekan ini ya?" Mae berpikir. "Ya palingan nongkrong ma Raka, Bayu seperti biasa atau gak gue bakal tidur seharian penuh hehe," jawabnya sedikit terkekeh.
"Kalo begitu apa kamu mau pergi bersama ku?" Tawar King sambil menyodorkan satu tiket taman hiburan kepadanya.
"Ke taman hiburan?" tanya Mae begitu antusias.
"Hmm." King mengangguk.
"Gila, apa King ngajak gue kencan?" pikir Mae yang terdiam tiba-tiba.
"E, kenapa diam?" panggil King bertanya padanya.
"Oh tak King," jawab Mae menggeleng. "Baiklah gue ikut lu pergi," lanjutnya.
"Sungguh?" King tak mempercayainya.
"Ya." Mae mengangguk.
"Oke!" King tersenyum senang begitu juga Mae yang menanggapi senyumnya dengan canggung sambil meneguk minumannya kembali.
Urusan Catalina akhirnya selesai, ia pun berpamitan pada Prince sambil mengatakan "Sampai jumpa di akhir pekan," dengan senang.
Prince hanya mengangguk membalasnya lalu melambaikan tangan pada Catalina yang berjalan keluar. Saat kembali, Prince baru sadar jika sekretarisnya sedang tak ada di tempatnya.
"Ada yang melihat sekretarisku?" tanyanya pada karyawan di sana.
"Mae keluar Pak, katanya ada urusan," jawab Raka mewakili.
"Oh begitu, baiklah!"
Prince tak mempedulikannya dan memilih berjalan kembali menuju ruang kerjanya untuk bekerja.
......................
Mae telah kembali ke kantor dengan di antar oleh King. Dari atas tak sengaja, Prince melihatnya saat sedang menikmati pemandangan luar kantor untuk menyegarkan pikirannya.
"Makasih King," ucap Mae setelah turun dari motornya.
"Sama-sama. Jangan lupa akhir pekan nanti," balasnya mengingatkan sambil menerima helm darinya.
"Iya, siap lah. Oke gue masuk dulu!" pamit Mae.
"Hmm semangat!" ucapnya.
"Lu juga hehe," tunjuk Mae padanya sambil berjalan mundur dan tersenyum.
King kembali menyalakan motornya dan mulai berlalu meninggalkan area kantor. Mae sendiri juga sudah berada di lift untuk menuju tempat kerjanya.
Baru saja sampai dan mau duduk, Prince tiba-tiba memanggilnya. Dengan terpaksa, Mae pergi untuk menemuinya.
"Ada apa nyari gue?" tanyanya setelah tiba di ruangannya.
"Mae, kamu dari mana saja? Menghilang di jam kerja tanpa izin kamu tak ingin bekerja lagi!" Omel Prince tiba-tiba membuat Mae tak menyukainya.
"Pekerjaan gue dah beres lagian, dan gue pergi juga gak nyampe setengah jam lamanya," tukas Mae yang jadi kesal.
"Tapi setidaknya kamu izin terlebih dahulu," ucap Prince padanya.
"Gimana mau izin lu aja sibuk ma Catalina, temen lu itu. Kayaknya Catalina suka ma lu tuh, hampir tiap hari gak ada absennya buat ketemu lu. Lu juga seneng kan?" cerocos Mae sambil menyindirnya.
"Mae!" Bentak Prince langsung berdiri dari duduknya.
"Apa?" Mae melotot padanya. "Jika tak ada hal lain gue mau kembali lagi!"
Prince terdiam di tempat. Karena tak ada respon darinya, Mae juga memutuskan untuk berbalik kembali bekerja.
Kesal yang di rasakan oleh Mae sekarang. Karena bete, gadis ini memilih merebahkan kepalanya di meja.
Gubrak !
Mendadak Prince datang sambil meletakkan setumpuk dokumen kerja di mejanya. Mae yang terkejut mendongak.
"Tolong bereskan semua dokumen ini, anggap saja hukuman untuk mu karena pergi keluar seenaknya," suruhnya.
"Apa? Gue kagak mau," tolak Mae langsung.
"Mae! Kerjakan sekarang atau kamu ku berhentikan jadi sekretarisku!" ancamnya.
Mae tentu saja tak mau kehilangan pekerjaannya. "Sial! Ya ya ku kerjakan," jawabnya terpaksa.
"Bagus, pastikan kamu mengerjakannya." Prince lalu berjalan kembali ke ruangannya.
"Dasar menyebalkan!" Umpat Mae padanya.
Prince berhenti untuk menoleh. Mae terkejut dan langsung mengerjakan tugasnya sambil menekuk wajahnya.
Beberapa karyawan yang menyaksikan keributan antara Bos dan sekretarisnya itu langsung saling bertanya-tanya.
"Pak Prince ma Mae lagi bertengkar kah?" Bisik salah satu karyawan bertanya pada rekan disampingnya.
"Mana gue tau, dah gak usah kepo ma urusan rumah tangga mereka. Balik kerja!" jawabnya sambil menyuruh untuk pergi ke mejanya lagi.
"Sapa yang kepo, penasaran dikit mang tak boleh?" Karyawan tadi memutar kursinya kembali ke tempat duduknya dan mulai kembali mengerjakan tugasnya.
Prince yang menganggur di ruangannya, sesekali mengintip sekretarisnya yang sedang ruwet dengan tugas darinya itu. Terlihat Mae tengah memegangi kepalanya sambil membolak-balikkan lembaran dokumen yang sedang ia kerjakan di sana.
Hingga malam tiba, Mae masih lembur bekerja. Bahkan semua karyawan sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Ini kedua kalinya Mae di hadapi tugas segudang oleh bosnya. Namun kedua kalinya ini berbeda karena Prince sama sekali tak ada niatan untuk membantunya. Tapi walau begitu, lelaki satu ini masih setia berada di ruangannya untuk menemani sekretarisnya bekerja di luar ruangannya.
BERSAMBUNG
ngakak terus sama kelakuan Mae😂