NovelToon NovelToon
Transmigrasi Carra

Transmigrasi Carra

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Penyeberangan Dunia Lain / Chicklit
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: iiyn_blue

TRANSMIGRASI

Yah.. Mungkin itu nama yang cocok untuk situasi Carra saat ini yang tiba-tiba saja terbangun di dunia antah berantah dengan dirinya yang memasuki raga seorang gadis cantik bermata biru pekat sepakat lautan dalam yang menghanyutkan.

Entah bagaimana dirinya bisa masuk ke dalam raga gadis yang Carra ketahui bernama Carla Ransiska Atmaja ini, nama yang hampir mirip dengan namanya.

Dibalik kejadian yang tak masuk akal ini, ada sebuah misteri yang membuat Carra mau tak mau harus mengungkap tuntas misteri itu. Agar dirinya bisa kembali ke raganya seperti semula. Itu adalah kunci satu-satunya yang akan mengantarkan Carra kembali ke raganya.


Baru belajar menulis! Maaf kalau gak sesuai ekspetasi, mohon jangan terlalu berharap!


#Cover by pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iiyn_blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 28

Ujian hari pertama berjalan dengan lancar, bel tanda pulang sekolah pun sudah berbunyi yang membuat semua murid DHS langsung berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing setelah lelah berfikir untuk menjawab soal-soal ulangan yang memusingkan itu.

"Car, gue duluan ya" Terra bangkit dari duduknya.

Carra melihat kearah Terra, lalu ikut bangkit dari duduknya. "Di antar supir Ter?" Terra mengangguk.

"Iya Car"

"Oh yaudah, hati-hati lo"

"Iya. Lo juga Car, bye" Terra beranjak pergi dari kelas sambil melambaikan tangannya kearah Carra di balas lambaian tangan oleh Carra juga. Setelahnya Carra juga ikut keluar dari kelas, namun langkahnya terhenti karena seseorang yang tiba-tiba saja mencekal tangannya.

Carra melihat kearah tangannya yang di cekal seseorang lalu dia dongakkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang mencekal tangannya.

"Ada perlu apa Ar, lepasin tangan gue" Ternyata Arka lah yang mencekal tangan Carra.

"Ikut gue" Bukanya menjawab pertanyaan dari Carra, Arka malah langsung menyeret Carra keluar dari kelas bersama dengannya.

"Oi Ar lepasin gue! mau lo bawa kemana gue!" Teriakan Carra tak di hiraukan oleh Arka, terpaksa Carra pun mengikuti langkah cepat Arka yang membawanya itu.

Aksi Arka yang menyeret Carra di saksikan oleh penghuni kelas, membuat penghuni kelas langsung heboh sambil berbisik-bisik menanyakan mengapa Arka membawa Carra keluar kelas bersamanya. Tak berbeda jauh dengan teman-teman sekelasnya, teman-teman Arka yang lain juga ikut heboh melihat aksi Arka tersebut.

"Wah wah gila! si bos mau bawa Carla kemana tuh?!" Heboh Bailen sambil mengguncang bahu Valo.

Valo menyentak kasar kedua tangan Bailen yang berada di bahunya. "Lepas monye*!" Valo mendengus dengan tingkah Bailen yang membuatnya darah tinggi itu, sedangkan Bailen menyengir tanpa dosa.

"Kita susul si bos gak nih?" Tanya Valo.

"Gak usah lah, palingan juga mau mojok mereka" Jawab Adrisna.

Abino mengangguk membenarkan. "Betul tuh" Abino sudah tidak ada niatan mendekati Carra lagi semenjak dia tau kedua temannya memiliki perasaan terhadap Carra, karena jika dia meneruskan mendekati Carrra pun belum tentu Carra akan mau berdekatan dengannya.

"Weees gak bahaya tah?" Bailen melirik kearah Black yang masih menatap tajam kedepan dengan aura gelapnya yang mencekik itu. Bailen bergidik ngeri dengan aura yang dikeluarkan temannya satu ini.

"Cabut!" Black lalu segera pergi dari kelas diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Sedangkan itu Arka membawa Carra pergi ke Danau, pemandangan disana sangat lah damai menurut Carra, sejenak Carra memejamkan matanya untuk sekedar menghirup udara segar disana.

Perlahan Carra membuka matanya, tanpa melirik kearah Arka yang berada di sebelahnya Carra bertanya sambil matanya masih menatap lurus kearah Danau di depannya "Ada perlu apa sampai lo bawa gue ke sini Ar?" Tanya Carra.

Arka maju kedepan berhadapan dengan Carra. "Ada hubungan apa antara lo sama Calvino?" Carra menaikkan sebelah alisnya menatap Arka heran.

"Kenapa lo pengen tau?" Arka menatap tajam Carra.

"Jawab pertanyaan gue Carla!" Ucapnya penuh penekanan sambil ke dua tangannya menekan bahu Carra.

Carra menghembuskan nafas sambil menyingkirkan kedua tangan Arka di bahunya. "Gue sama Calvino hanya sebatas hubungan antar sepupu, gak lebih dari itu"

"Hem.. hanya sepupu ya?, lalu kenapa kalian terlihat sangat mesra?" Curiga Arka.

Carra menatap Arka heran. "Bukan urusan lo!" Ujarnya. "Udah lah antar gue pulang saja ayo" Carra segera pergi dari hadapan Arka menuju mobil Arka.

Arka tak membiarkan Carra pergi begitu saja, dia langsung menarik Carra kedalam pelukannya.

Srett!.

"Aduh! lo apa-apaan sih Ar!" Carra mengaduh sambil tangannya mengelus keningnya yang menabrak dada bidang Arka.

Arka memeluk erat Carra. "Lo hanya milik gue Carla!" Ucapnya penuh penekanan.

Carra terdiam sebentar, "Gila nih cowok" Batin Carra bergidik ngeri, seharusnya yang Arka sukai itu adalah Zufa karena memang itu lah yang terjadi di dalam novelnya, namun Carra berfikir lagi bahwa alur novel sudah tak sama lagi seperti alur aslinya, jadi bisa Carra simpulkan bahwa Arka malah memiliki perasaan terhadap dirinya.

Mereka berdua masih saling berpelukan, Carra mencoba untuk melpaskan diri dari pelukan Arka. "Lepasin gue Ar, gue mau pulang!" Pinta Carra.

Arka tak melepaskan pelukannya dengan Carra, namun dia hanya mengendurkan pelukannya sedikit agar tidak terlalu erat memeluk Carra, takut Carra sesak karena pelukannya. "Seperti ini dulu sebentar" Carra akhirnya pasrah dalam pelukan Arka, membiarkan sebentar mereka dalam posisi saling memeluk.

Setelah beberapa menit akhirnya Arka melepaskan pelukannya dengan Carra.

"Ayo gue antar pulang" Arka menggandeng tangan Carra, Carra membiarkan Arka memegang tangannya lalu mengikuti langkah Arka. Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke kediaman Atmaja.

Sesampainya di mansion Atmaja Carra segera turun dari mobil Arka, setelah melihat mobil Arka sudah pergi Carra segera masuk ke dalam mansion, Carra memilih langsung masuk ke dalam kamarnya.

Di bukanya pintu kamarnya, Carra mengedarkan pandangannya ke penjuru kamarnya yang gelap gulita, lalu Carra mulai menyalakan saklar lampunya yang berada di sebelah pintu.

Ctak!.

Deg.

Carra langsung di buat terkejut melihat Calvino yang berada di kamarnya sedang duduk di tepi kasur sambil menatap tajam ke arahnya.

"Dari mana saja Honey!?" Ujar Calvino dengan suara rendahnya, matanya menatap tajam Carra yang masih berada di ambang pintu.

Gleg!.

Carra menelan ludah kasar. "Mampus gue! apa dia tahu gue habis jalan sama Arka?!" Batin Carra bertanya-tanya.

1
Dewi Yanti
suka visual carra
IndraAsya
👣👣👣
putri cobain 347
up terus kak
putri cobain 347
absen kk, follback putri kak
Oma yeni*🦋
like plus komen plus subscribe 🥰
Oma yeni*🦋
mampir menyapa 🥰
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
Tante /Facepalm/
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
kunti... bogel?
Kunti bertubuh kurcaci ya/Joyful/
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
ho judes ya
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
mirip tapi tidak kembar?
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
ungkal buat ngasah golok bukan🤔
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
toloooong aku tenggelam
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
play girl 🤔
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
okelah 5 kopi meluncurr~
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
sumpah ngakak bagian ini🤣🤣🤣
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
anj ayyy/Facepalm/ tipe mc cwe yg anti naif kah
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
menarik nih/Facepalm/ w suka cara dia bicara dalam hati
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
wth.... baru mulai🗿
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr: blm baca si, baru aja mulai udh salfok ma julukannya🗿
total 2 replies
Bening
akhirnya ceritanya di lanjutkan semangAt untuk priyn..
segelas kopi meluncur
.maaf cuma biza balez ini
pri: hehe iya gpp kok kak, aku mlh terimkasih bnget sma kak bening.. trimksih atas dukungannya kak/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!