Berasal dari keluarga 'berada' tidak selamanya bahagia. Hal inilah yang dirasakan oleh Putri Bungsu keluarga Maharani yaitu Aila Maharani. Terlahir dari keluarga yang terkenal karena bakat bermusik mereka membuatnya terbebani.
Kebebasannya terhalang karena takut mencoreng nama baik keluarga dan juga sering dibandingi oleh publik dengan saudara nya Airis.
Suatu hari, kediaman keluarga Maharani didatangi seorang Tuan Muda dari keluarga Davidson yaitu Egi Davidson, dikenal suka bermain wanita, tapi nyatanya dia hanyalah pria dewasa yang masih polos.
Kedatangannya ditemani seorang sekretaris dengan tujuan melamar salah satu putri dari keluarga Maharani.
Secara mengejutkan Si Tuan Muda itu memilih Aila sebagai pasangannya..
Semua orang terkejut dengan hal ini, termasuk Aila...
Apa yang terjadi? Kenapa semua orang terkejut? Apa Aila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih kebebasan??
Penasaran cerita nya??
Mari ikuti kisah mereka di Our Secret Marriage
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Giriri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Menginap
Tak...
"Terima kasih, Bi." Ucap Aila saat Bibi Pembantu meletakkan piring yang berisi sarapannya pagi ini.
Karena tidak ada kelas, Aila melakukan olahraga ringan dalam kamarnya, sehingga saat selesai dia pun langsung kelaparan.
Aila mulai menyantap makanan dan minumannya dengan lahap, membuat Bibi Pembantu merasa senang.
Tak..tak..tak
Terdapat suara seperti hentakan sepatu atau seperti heels yang bertemu dengan material lantai. Aila melihat dari mana sumber bunyi tersebut, dan ternyata itu berasal dari Carole yang saat itu menuruni tangga dengan high heelsnya.
Yang menarik perhatian Aila saat itu ialah Carole turun dengan membawa koper besarnya.
Dia melihat saja Carole sambil menyantap sarapan sampai wanita itu keluar dari rumah.
"Nona Carole mau kemana, ya." Tanya Bibi Pembantu yang juga melihat Carole pergi dari rumah.
"Ah, maafkan saya Nyonya Muda, karena sudah bertanya." Bibi Pembantu seketika sadar bahwa dia sedang bersama Aila dan apa yang dikatakannya juga didengar oleh Aila.
"Haha, tidak apa-apa, Bi. Saya juga tidak tau dia kemana, tapi mungkin Egi tau." Jelas Aila dan melanjutkan kembali makannya.
Bibi Pembantu mengangguk dan meninggalkan Aila dimeja makan.
"Oh, kamu sarapan. Apa tidak ada kelas hari ini." Tanya Egi yang melihat Aila sedang makan dibawah.
"Tidak. Oh ya, tadi Carole pergi membawa kopernya." Kata Aila.
"Ehh, kamu melihatnya?." Tanya Egi, dia menghampiri Aila dimeja makan.
"Hm..karena aku disini dari tadi."
"Begitu ya. Dia mau kemana memangnya." Kata Egi dan duduk di kursi depan Aila. Bibi Pembantu pun menghidangkan sarapan yang serupa dengan Aila hanya saja berbeda pada minuman mereka. Egi lebih suka kopi pahit panas dan Aila lebih suka susu apalagi berperisa cokelat.
"Hoo jadi kamu juga tidak tau ya." Kata Aila dengan mata yang membesar.
"Jadi, bagaimana untuk menginap di rumah. Bisa?." Tanya Aila lagi.
"Tentu..nanti siang kita berangkat. Aku sudah menyerahkan tugas ringan di kantor pada Arya, jadi jika tidak ada yang sulit baginya maka aku tidak diperlukan." Jelas Egi dan entah kenapa Aila mendengarnya seakan dia senang.
"Baiklah.."
Kedua orang itu menyantap sarapan dengan tenang tanpa gangguan, karena hanya tinggal mereka dan Arya juga sudah berangkat ke kantor menggantikan tugas Egi sementara waktu.
.
"Semuanya sudah dimasukkan, Tuan Muda." Kata Pak Robert (Kepala Pelayan).
Beliau habis memasukkan koper Aila dan Egi ke dalam mobil. Dan setelah persiapan selesai dan mobil dalam keadaan bagus, Egi dan Aila pun berangkat.
"Kami berangkat. Jagalah rumah baik-baik."
Pak Robert, Bibi Pembantu, Rina, dan beberapa yang mengantar mereka keluar, mengangguk saat Egi menitipkan pesan.
Sopir yang membawa mereka mulai menyalakan mesin mobil dan melaju keluar dari halaman rumah yang lumayan besar.
"Mereka baru saja keluar, tapi kenapa langsung sunyi ya. Padahal kita juga sudah biasa ditinggal Tuan Muda." Kata Pak Robert dengan pandangan masih lurus ke depan.
"Hmm..saya rasa ini semua berkat Nyonya Muda Aila. Tuan Muda menjadi lebih ekspresif dibanding sebelumnya, saya juga lebih sering melihat Tuan Muda bercanda dan tertawa." Perkataan Bibi Pembantu sepertinya direnungi mereka yang ada disitu.
Mereka merasa apa yang dikatakan barusan juga ada benarnya.
"Kita harus berharap agar Tuan Muda bisa lebih berbahagia daripada sekarang. Jika Nyonya Muda merupakan sumber kebahagiaannya maka kita harus menjaga agar hubungan mereka tidak di rusaki oleh orang lain."
Mereka semua mengangguk mendengar omongan Pak Robert dengan wajah yang serius.
..
"Rasanya aneh jika datang dengan tangan kosong begini. Bagaimana kalau kita berhenti sebentar nanti untuk membeli buah-buahan."
"Ide yang bagus. Kalau gitu nanti kita berhenti di toko xxx ya, pak."
"Baik, Nyonya Muda." Jawab sopir.
"Sepertinya kita harus mengadakan acara kumpul keluarga sesekali." Kata Egi.
"Hm? Kenapa tiba-tiba."
"Hanya saja itu terpikirkan saat kita berdua sudah sama-sama menginap dirumah orang tua masing-masing. Aku rasa tidak ada salahnya mendekatkan kedua keluarga. Bukankah begitu." Dengan antusias Egi meminta pendapat mengenai sarannya.
Namun Aila mulai merasa aneh dengan perubahan Egi ini. Dia tidak tau apa itu, hanya saja itu yang dia rasakan sekarang.
Dan apa yang barusan Egi sarankan itu sebenarnya tidak perlu karena bagaimanapun harmonisnya mereka, hubungan ini hanyalah kepalsuan.
Apa memang perlu. Tapi kalau aku mau mengingatkan lagi mengenai perjanjian itu, disini ada sopir. Jadi aku tidak boleh sembarangan. Aila
"Kurasa itu ide bagus. Aku setuju." Kata Aila sambil mengangguk.
Aila melihat Egi terlihat senang sehingga dia merasa tidak enak hati jika harus merusak kesenangan ini dengan mengingatkan perjanjian itu.
Hmm..yah kurasa tidak masalah juga. Toh ini bisa menambah ikatan antara keluarga Davidson dan Maharani juga. Aila
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka berhenti di sebuah toko yang Aila katakan tadi. Aila dan Egi membawa buah tangan berbeda.
Dimana Egi membawa buah-buahan, sementara Aila membelikan buket bunga.
Setelah puas berjalan-jalan dan membeli barang, akhirnya kedua orang itu selesai dan barang mereka dimasukan ke bagasi.
Mereka pun melanjutkan perjalanan lagi dan tidak jauh dari situ hanya memakan waktu 10 menit akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Maharani.
Diluar rumah sepertinya ada Ayah dan Ibu.
"Apa mereka disitu untuk menyambut kita." Tanya Aila saat dia melihat dari jendela mobil.
"Mungkin saja."
Mobil mereka berhenti tepat didepan Ayah dan Ibu Aila berada.
Saat Aila dan Egi keluar dari mobil, entah kenapa Ayah dan Ibu merasakan aura berbeda.
Suasana yang biasanya terjadi pada pengantin baru, namun kedua orang itu sepertinya tidak tau apa-apa.
"Ibu, Ayah."
"Ayah, Ibu."
Sapa Egi dan Aila secara bersamaan.
"Selamat datang. Bagaimana perjalanannya." Tanya Ayah.
"Semuanya aman dan seperti biasa, Ayah."
Ayah dan Ibu yang mendengar bagaimana perubahan sikap Egi semenjak kedatangan terakhirnya waktu itu terkejut. Keduanya serentak melihat Aila.
"Hm? Apa?." Tanya Aila bingung.
"Ah, Ayah, Ibu, kami juga membawa buah tangan untuk kalian." Kata Egi dengan ekspresi tulusnya.
"O..oh benarkah. Kalau begitu Ayah panggil orang dulu ya untuk mengangkutnya."
Ayah memanggil beberapa pelayan untuk mengambil barang-barang yang dibeli tadi.
Kedua orang tua itu kembali terkejut saat melihat betapa banyaknya yang mereka beli.
"Astaga, nak. Ini banyak sekali." Ucap Ibu dengan resah.
"Itu semua ide nya. Padahal tadi aku hanya ingin beli buket bunga itu, tapi karenanya jadi hampir membeli semua barang yang di toko itu." Jelas Aila.
"Hoho, begitu ya. Terima kasih sudah perhatian pada kami, nak Egi. Mari kita masuk."
"Baik. Oh sebentar.."
Egi berbalik lagi dan berbicara dengan sopirnya.
Tak lama sopir itu membungkuk hormat pada Egi dan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah ini.
Akhirnya mereka masuk ke rumah, dan Aila merasa bahwa dia sudah mulai asing dengan isi dari rumah ini.
Terdapat rasa rindu, dan pikiran bahwa dia ingin lama-lama disini.
------------------------------------------------------------------------
...Jangan lupa Subscribe, Komen dan Like nya gaiss 😉...
...Support kalian buat author buat rajin update ...
...😁...
...Happy reading...