NovelToon NovelToon
Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Season 1 menegangkan dan Season 2 kocak abis.

Tak pernah Venus bayangkan bahwa dia harus terjebak pernikahan dengan pewaris tunggal sebuah perusahaan terbesar di kotanya dan hanya menjadi tumbal atas kutukan keluarganya.

Segala kesusahan dalam hidupnya dan perlakuan buruk orang orang disekitarnya, menjadikan Venus sosok wanita yang kuat dan berani.

Namun siapa sangka akhirnya dia malah jatuh cinta kepada Tuan Muda tampan itu.
Akankah cintanya berbalas?

IG : nevi_andriani90
FB : Nevi Andriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Boy memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah Kenan, dia berjalan menuju gerbang rumah dokter muda itu lalu masuk begitu saja. Boy menyamar menjadi tukang servis AC dadakan, berpakaian ala teknisi dengan memakai topi, masker dan sarung tangan serta membawa tas berisi peralatan atau lebih tepatnya benda tajam.

Tok ... tok ... tok ...

Boy menggedor pintu rumah Kenan dengan tidak sabaran, membuat seoramg ART buru-buru berlari dan membukakan pintu.

"Selamat pagi, Mbak ... saya mau menservice AC di kamar." Boy mengangguk pelan.

"Oh, Tuan Kenan ya yang memanggil kamu?" ART berumur 30 tahunan itu memastikan.

"Iya, Mbak! Boleh saya masuk?"

"Silahkan ..." ART itu mempersilahkan teknisi gadungan itu masuk ke dalam rumah.

"Terima kasih!" Boy melangkahkan kakinya masuk, dia mengedarkan pandangan ke segala arah mencari sosok yang menjadi incarannya itu.

"Saya tinggal ke belakang ya?" ART itu meninggalkan Boy sendiri.

Boy mulai melangkahkan kakinya menyusuri tiap sudut dirumah yang tidak terlalu besar dengan 3 kamar tidur itu, karena Kenan hanya tinggal sendiri disana jadi dia memilih rumah yang secukupnya untuk dia tempati.

Pria berperawakan tinggi besar itu melangkah ke kamar utama yang merupakan kamar Kenan, tapi tidak ada sosok Venus di dalam sana. Boy berlalu ke luar dan masuk kembali ke kamar ke dua, tapi hasilnya tetap sama, tidak ada sosok yang dia cari.

Mata Boy tertuju kepada kamar terakhir, dia memutar handle pintu dengan pelan dan membukanya.

Wajah Boy mendadak berubah saat matanya tertuju pada seseorang yang sedang tidur di atas ranjang dengan ditutupi selimut sampai ke batas kepala, hanya ujung rambut nya saja yang terlihat.

Boy menutup kembali pintu kamar itu dengan perlahan dan melangkah mendekati ranjang.

"Akhirnya aku menemukanmu wanita sialan! Kali ini habislah kau!" Gumam Boy dalam hati dengan senyuman ala joker.

Boy segera mengeluarkan belati dari tasnya dan segera menghujamkannya ke seseorang yang sedang tertidur itu.

"Aaaaaarrrgghh ...matilah kau ...!!!" Boy mehujamkan belatinya berkali- kali dengan membabi buta.

Tapi tunggu! Mendadak wajah Boy berubah pias saat menyadari tak ada darah setetes pun diselimut itu, dan betapa kagetnya dia saat pintu kamar itu tiba-tiba dibuka dengan lebar oleh seseorang.

"Sudah main bunuh-bunuhannya?"

"Venus ...? Kau ...?" Bola mata Boy membulat sempurna melihat sosok yang sedang dia cari sedang berdiri di hadapannya dengan sehat walafiat, lalu siapa yang berada di dalam selimut?

Boy menarik selimut itu dengan kasar dan betapa terkejutnya dia saat menyadari hanya ada manekin tanpa pakaian di bawah selimut itu.

Jangan lupa, manekinnya udah bolong-bolong loh karena ditikam si Boy. Hadeuh ...Boy ...Boy ...

"Kenapa kaget begitu? Seperti melihat hantu saja." Venus tersenyum mengejek.

"Hahahahaha ..." Lagi-lagi Boy tertawa ala pemeran antagonis di film-film, membuat Venus mengernyitkan dahinya bingung.

"Kau bodoh sekali, Venus ... kau pikir aku akan berhenti setelah kau permainkan seperti ini? Aku akan benar-benar menghabisimu kali ini." Boy melangkah mendekati Venus dengan tatapan membunuhnya.

Venus menjadi takut dan melangkahkan kakinya mundur, menjauh dari Boy. Tapi pria yang sudah kesetanan itu semakin mendekat ke arah Venus, hingga langkah Venus terhenti saat tubuhnya tertahan oleh tembok dibelakangnya.

"Matilah kau!!!" Boy mengangkat tangan kanannya yang menggenggam belati dan siap menghujamkannya ke dada kiri Venus, gadis itu hanya menutup mata dan memalingkan wajahnya.

Buuuugghh ...

"Aaarrgghh ..." Boy memekik kesakitan saat tubuhnya tersungkur ke lantai karena diterjang kuat oleh Reino. Lalu Erik dan beberapa orang pengawal Reino datang kemudian menahan Boy dengan kuat hingga pria itu tak dapat lepas walaupun dia sudah memberontak.

"Kau ...?" Boy terkesiap melihat Reino yang berdiri di hadapannya.

"Kenapa? Bukankah harusnya aku sedang tertidur dengan nyenyak? Iyakan?" Reino tersenyum mengejek sambil menarik Venus dan menyembunyikan gadis itu di belakang badannya.

"Bagaimana mungkin?" Pandangan mata Boy terfokus pada gadis dibelakang Reino, dialah Erika.

"Kau pikir aku sebodoh itu? Walaupun aku tidak menyukai mereka, setidaknya mereka tidak akan menipuku nanti." Erika melipat kedua tangannya didada dan berbicara dengan gaya angkuhnya. Venus dan Reino melirik gadis itu dengan tatapan tidak suka.

"Tapi dia sudah meminum teh yang kau campur obat tidur itu." Boy masih tak percaya.

"Obat ini maksudmu?" Erika mengeluarkan sebungkus kecil obat yang diberikan Boy semalam lalu melemparnya ke wajah pria itu.

Flashback on ...

Setelah kembali dari kamar Boy, Erika segera menemui Reino di kamarnya dan menceritakan semua rencana Boy. Erik serta Ina juga ada disana. Mereka akhirnya menyusun rencana untuk menangkap basah Boy.

Pagi itu Erika membuatkan secangkir teh untuk Reino lalu dia mencampurkan sesuatu yaitu gula halus yang sudah dia kemas mirip dengan obat tidur yang diberikan oleh Boy.

Ina dan Erika sengaja berbicara dengan kuat agar Boy mendengar mereka, karena mereka tahu Boy sedang mengawasi Erika.

Saat Erika tersenyum licik dan melirik Boy, itu karena Erika merasa kasihan telah menipu Si Bodoh Boy.

Lalu bagaiman dengan Reino yang mendadak pusing dan lemas, itu hanya akal-akalan Reino saja untuk mengelabui Boy. Setelah memastikan Boy sudah pergi, Reino dan Erik pun segera menyusulnya.

Flashback off ...

"Jadi kau meghianatiku?" Boy menatap tajam Erika, rasanya ingin sekali dia mencincang gadis itu.

"Mau bagaimana lagi? Aku juga harus memikirkan nasibku dan juga nasib bayiku. Kau saja menipu kekasihku, pasti nanti kau juga akan menipuku." Erika mengelus-elus perutnya yang masih rata.

"Sudah penjelasannya? Sekarang katakan apa motivmu melakukan semua ini?" Reino berbicara dengan nada pelan tapi tatapannya sunggah tak bersahabat.

"Ciiihh ... sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya!" Boy memalingkan wajahnya.

Reino menarik nafas lalu membuangnya dengan kasar, mencoba menahan emosinya, "Apa Diana dan Mamaku juga terlibat?"

Boy terdiam sejenak, sepertinya ada yang pria itu sembunyikan, "Tidak ... mereka tidak terlibat!"

"Lalu mengapa bersamaan dengan kejadian malam itu, Diana mengajakku pergi dan Mama melarang pengawal serta pelayan untuk menemani Venus?" Reino bertanya dengan raut wajah penasaran.

Lagi-lagi Boy diam membisu, wajahnya terlihat meyedih.

"Katakan, bajing4n ...!!!" Reino yang mulai naik darah mencengkeram baju Boy dan menajamkan tatapannya.

"Itu hanya kebetulan saja! Mamamu kan sangat membenci wanita sialan ini." Boy berbicara dengan nada datar.

Buuugghh ...!!!

"Jaga ucapanmu, berengs*k! Beraninya kau mengatakan itu!" Reino melayangkan tinjunya kewajah Boy.

"Tenang, Tuan Muda!" Erik mencoba menenangkan Reino.

"Kalau saja membunuh itu tidak dosa, sudah ku habisi kau sekarang juga! Bawa dia ke kantor polisi! Biar polisi yang mengintrogasinya." Reino mengeraskan rahangnya menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

Erik dan para pengawal Reino menyeret Boy ke kantor polisi, bisa dipastikan pria berdarah dingin itu akan mendapat hukuman yang berat.

"Kau tidak apa-apa?" Reino beralih menghadap Venus dan menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya, ada guratan kecemasan diwajah tampan itu.

Erika hanya memutar bola matanya dengan wajah malas, lalu meninggalkan sepasang suami istri itu.

"Kau lama sekali? Aku hampir mati beneran!" Venus menepis kasar tangan Reino dari wajahnya.

Diperkiraan awal, Reino akan datang saat Venus menampakkan diri kepada Boy. tapi apa daya, karena sedikit macet, Reino jadi terlambat 2 menit.

"Ini karena Erik yang terlalu lambat menyetir." Reino seenaknya saja menyalahkan supir sekaligus pengawal pribadinya itu. Untung saja Erik tidak ada disitu.

Ditempat lain, Erik yang sedang menyetir menuju kantor polisi merasa telinga kirinya berdengung-dengung.

Siapa yang lagi menjelek-jelekkanku?

***

Aku udah up 2 episode dari semalam siang loh guys ...

Tapi entah kenapa nggak lolos review.

Sampai aku kirim ulang lagi, tetap macet...😭😭😭

Jadi hilang semangat .... 😔

Maaf ya udah buat kalian menunggu ...

1
Maa Yanti Maa Yanti
waduh jiwa jomloo ku meronraa liht yg ganteng ini mh 😍😍🤤🤤
Maa Yanti Maa Yanti
semangaat thor ku sayang 🫶💕 cerita nya seru biarin aja mirip jg atuh da ta sama klau bisa mh jngan dibnding"kn cerita na bisa" lierrrr yg pnting hapyy baca na atuh ah 🙏🙏😅😅
Maa Yanti Maa Yanti
tah kitu lawan atuh venus jngan diam wae 💪💪
ione
Luar biasa
Erna Kurniawati
Kecewa
Erna Kurniawati
Buruk
Moza9i
salah Reino jg sih pake dirahasiain segala. harusnya kasih tau aja, gak mgkin venus ninggalin dy walaupun udah ketemu kakaknya, kan mereka udah jadi suami istri sah.
Moza9i
salah sendiri gak mengakui istri sendiri, jd banyak yg naksir deh 🤣🤣
Moza9i
dari pada cari info keluarga kandung venus, mending cari pendonor lain dulu kan?
Moza9i
dasar si venus aja yg bego, gak belajar dr pengalaman
Moza9i
venus ini keluarga atau pembantu sih? masa 1 pun orang di rumah itu gak ada yg baik sama dy?
Moza9i
"baru separuh dia meminum jus jeruk itu, ..." berarti kira² sudah setengah gelas dong yg diminum, masa baru disemburin? harusnya seteguk aja thor
Iin Karmini
🤣🤣🤣🤣bukan kepompong lagi ya udah ganti😅😅😅
Iin Karmini
aku kecewa thor klo erik sma erika...dia jahat ga pantes sma erik yg baik, 21 thn venus d kluarga winata selama itu mereka menjahatinya..cariin jodoh erik yg lain dong
Iin Karmini
utk org yg seumur hidupnya d aniaya terus menerus...penolakanmu trhadap kk mu sgt brlebihan venus meskipun alasannya merasa mustahil karna merasa punya kluarga, nyesel kan skarang???
Iin Karmini
hrsnya kau senang kau bukan bagian dri kluarga kejam itu venus...ah mengecewakn jga karaktermu
Iin Karmini
ck knapa slalu emosi denger" aja kek...d aniaya kluarga winata aja sabar
Iin Karmini
bapanya erik yaa thor
Iin Karmini
sembarangan ganti nama org nih tuan muda🤣🤣vino =kecoa, kenan= siluman laba"...ntah apa lgi nanti jka ada org lain lgi yg bikin dia kesel
Iin Karmini
pasrah amat venus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!