Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang tidak di sengaja, berubah menjadi sebuah drama panjang seumur hidup.
Berniat ingin keluar dari lingkungan keluarga yang menurut nya toxic. Membuat Ilona terjebak akan sebuah pernikahan dini dengan dewa penyelamat di masa lalu.
Akan kah Ilona bahagia dengan kehidupan barunya?
Akankah Ilona bisa menyembuhkan luka lamanya dengan kehidupan yang baru?
Dan akankah, Ilona sanggup bertahan bersama laki laki asing yang sudah menjadi pilihan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
...~Happy Reading~...
Beberapa tahun kemudian ….
Sejak pembicaraan Ken dan Ilona pada malam itu, kini keduanya sepakat untuk belajar dewasa, begitupun dengan Ilona yang sudah mulai membuka hati. Hari demi hari berganti minggu bulan hingga tahun, tanpa terasa kini keduanya sudah tinggal dalam satu atap selama hampir tiga tahun.
Hubungan keduanya pun semakin baik, Ilona semakin terbuka begitupun dengan Ken yang juga selalu memperlakukan Ilona bak seorang adik kecil nya. Tidak ada rasa sungkan lagi di antara keduanya.
Seperti yang di katakana oleh Ken, ikuti alur nya seperti air mengalir. Keduanya terlihat semakin bisa menikmati hidup nya.
“Hari ini, mba gak dating lagi Kak ?’’ tanya Ilona saat tiba di meja makan dan lagi lagi hanya melihat sepiring roti dan susu.
‘’Entah!” Ken mengangkat kedua bahu nya, “udah siang gak ada tanda tanda, jadi ya sudah lah daripada telat. Sarapan ini aja, cup!”
‘’Ihhh apa sih masih pagi juga!” Ilona memanyunkan bibir nya kesal.
Entah mengapa, semakin hari ia merasa bahwa Ken semakin berani mencium wajah nya. Walau pun hanya pipi atau kening, tapi kalau secara dadakan pasti membuat nya terkejut.
‘’Ya sudahlah, harus tetap kita syukuri, mungkin Mba lagi gak enak badan atau ada acara lain. Kakak mau apa? Biar Ilo buatin, mau makan roti pakai selai atau selai pakai roti ?’’ tanya Ilona mendudukkan diri di kursi dan mulai membuka plastik roti serta tutup selai nya.
‘’Apa bedanya ?’’
‘’Entah !’’ jawab Ilona lalu terkekeh.
‘’Oh iya, kayaknya nanti aku pulang agak malam. Mau jemput Papa di Bandara juga, kamu gapapa kan di rumah sendiri?” mendengar pertanyaan Ken, entah mengapa seketika membuat pergerakan tangan Ilona terhenti.
‘’P—Papa?’’ tanya Ilona langsung menatap Ken, “Papa nya kakak pulang?”
‘’Papa kaka? Papa ku? Dia juga papa mu, Ilona!” ralat Ken yang di sertai oleh tatapan sedikit menusuk.
“I—iya Kak, tapi kan dia belum tahu tentang pernikahan kita. Hanya Opa dan Oma saja yang sudah tahu, Papa nya kakak belum tahu jadi—”
‘’Ssttt … semua akan baik baik saja,” entah dorongan darimana, kini tiba tiba Ken memberanikan diri untuk memeluk Ilona dari belakang.
Deg deg deg ..
‘Ini apaan sih, baperan amat punya jantung. Bisa diem gak hah!’ umpat Ilona dalam hati terus merutuki dirinya sendiri. Pasal nya, ini bukanlah yang pertama, tapi selalu saja setiap kali ia mendapatkan sentuhan berupa pelukan, genggaman tangan, tatapan mata bahkan kecupan singkat di wajah nya, jantung nya sudah berdisko seolah enggan berada di tempat nya.
‘’Besok kita temui mereka. Jangan khawatir, Opa dan Oma akan ada di sana juga,”
‘’Oma ke jakarta?” Ilona segera membalik badan dan menatap ke arah Ken.
‘’Jangan macem macem ya Ilona, jangan kumat lagi!” ancam Ken langsung memberikan tatapan yang begitu tajam pada istri nya.
Ilona mendengus, lalu berdecak, “Waktu itu tuh Ilona khilaf. Lagian juga itu atas perintah Oma, jadi—“
‘’Justru itu, aku peringatkan, kalau ketemu Oma jangan sampai terpengaruh, jangan kumat lagi!” potong Ken cepat lalu menghela napas nya berat.
Ken masih ingat dengan sangat jelas, bagaimana kacau nya pertemuan terakhir istri dan oma nya. Bukan satu dua kali, tapi sudah cukup sering, namun yang paling parah adalah yang terakhir, dimana keduanya memutuskan untuk masak.
Dua orang bar bar yang sama sekali tidak mengerti tentang perdapuran, tapi harus masuk dapur untuk membuat makanan spesial. Namun, bukan makanan spesial yang di dapat, melainkan ledakan di dapur yang cukup menghebohkan sampai membuat Ilona dan oma Claudia di rawat dua hari di rumah sakit.
Meskipun tidak ada luka yang serius, tapi karena kejadian itu, opa Kiano begitu marah pada Ken karena sudah membiarkan dua Wanita itu terluka. Padahal, sebelumnya Ken sudah mengatakan bahwa jangan pernah mencoba masuk area dapur kecuali mengambil sesuatu. Jangan pernah menyalakan kompor, tapi tetap saja istri dan oma nya memiliki speak yang sama jadilah kecelakaan itu terjadi.
...~To be continue … ...
setelah menunggu sekian tahun.. semngat 💪 mom ...aq tunggu up selanjutnya
ada crita barunya mereka agak ya..q kok lm gak baca crita km ya mommy