Indigo Liar Anak Kyai.Bercerita gadis bar-bar dan terkesan liar yang tidak suka dengan peraturan.Yang suka berkelana dan berpetualang di dunia supranatural yang dimilikinya Lewat mata batinnya.
Hingga dijuluki detektif Indigo Liar.Yang terkadang membuat kewalahan penyewanya/kliennya. Seperti apa? sepak terjangnya didunia gaib yang membuat para dukun sakti pada takut.Karena ulahnya.
Simak cerita lengkapnya.Subcribe, like,komen.Pembacaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 Pertempuran Sengit Kubu Nisa Dan Sanggalangit 3.
"Ayo para pasukanku serbu mereka sampai habis tak tersisa terutama Senopati licik itu bila kalian bisa menguliti sisiknya .Maka dia tak bisa dihidupkan kembali meskipun dengan perjanjian gaib sekalipun", Gelegar panglima Limo 6 membara.
Membuat ciut pasukan sanggalangit dan Senopatinya karena pada akhirnya mereka tahu kelemahannya Senopatinya yang tak bisa mati itu meski sering dikalahkan.Pasti sanggalangit berhasil menghidupkannya kembali.
Disatu sisi Bram dan Hanum juga Datuk maung perak menahan serangan dari Sanggalangit yang masih memancarkan cahaya hijau pekat yang sangat besar hingga nyala sorot matanya terlihat makin menakutkan.
Senjata Bram yang berupa tasbih yang berubah menjadi pedang api yang berkobar-kobar seperti api.Menahan serangan angin puting beliung yang terpancar dari sinar hijau pekat milik sanggalangit.Energi itu begitu kuat membentuk kristal -kristal hijau pekat yang tajam berbarengan angin puting beliung mengarah begitu cepat kearah Bram ,Hanum dan Datuk maung perak.
Senjata Hanum yang berubah Tasbih yang berubah bentuk menjadi cemeti tajam yang berupa rantai tajam pun mencoba menghalau serangan dari Sanggalangit.
"Aku akan berusaha bertahan dan melindungi sahabat kanjeng putri", Bisik batin Datuk maung perak dengan tetap memfokuskan diri memancarkan cahaya perak didirinya .
Menghalau serangan sanggalangit yang bertubi-tubi.Karena kristal -kristal hijau pekat itu adalah bisa ular Sanggalangit yang bila mengenai lawan.Akan seketika meleleh seperti lilin dan akhirnya mati dengan cara yang mengerikan.
Meleleh berlahan seperti lilin lalu musnah seperti bubur.
Datuk maung perak membuat semacam baja pelindung untuk mereka.Namun mungkin baja pelindung cahaya peraknya tak akan bertahan lama Datuk maung perak berharap kanjeng putri Nisa selesai memfokuskan dirinya untuk memusnahkan sanggalangit.
Terlihat ilusi fisik Nisa memecah pikiran Sanggalangit.
"Ternyata cukup tangguh juga kamu Sanggalangit.Matamu memang menampakkan wujud aslimu ", Seru Nisa yang berusaha mengelabui Sanggalangit dan mengulur waktu agar Nisa yang asli selesai dengan memfokuskan dirinya untuk menyerang Sanggalangit.
Terlihat Sanggalangit terdiam dan fokus dengan kekuatannya.Berusaha memusatkan diri menyerang Bram,Hanum dan Datuk maung perak berusaha menjebol pertahanan mereka.
"Hemm.... ternyata kamu cukup kuat iblis tua... kenapa kamu tak menyerang aku secara langsung", Ucap Nisa berusaha memprovokasi.Karena tidak ingin membuat Datuk maung perak dan sahabatnya kehilangan nyawanya.
Ilusi sosok Nisa yang terlihat nyata itu berusaha memecah konsentrasi Sanggalangit .
"Heyaaaa....tak akan kubiarkan kamu menguasai dunia ini dengan menikahi sahabatku iblis tua ciyaaaaaa", Ujar Bram dan Hanum bersamaan dengan kekuatan yang dikerahkan dengan titik terakhir pertahanan mereka.
Tampak Datuk maung perak pun terlihat muntah darah dan pucat menahan serangan Sanggalangit yang terlihat makin membabi-buta .
"Ahhh sedikit lagi aku menyelesaikan mengumpulkan energiku Datuk teman-teman bertahanlah", Ucap Nisa lewat telepati.
"Baik kanjeng putri ", Jawab Datuk maung perak lewat telepati.
Ilusi sosok fisik yang terlihat nyata itu terus berusaha memprovokasi Sanggalangit biar lengan.
"Ahhh gadis kecil kau membuat telingaku berdenging gatal mendengar ocehanmu .Kupastikan kau menjadi milikku dan tak kubiarkan kau lepas dari ranjang kamar pengantin kita nanti sampai kau mengandung banyak anak dariku ", Gelegar Siluman sanggalangit yang penuh gairah membuat konsentrasinya pecah hingga serangannya pada Datuk maung perak dan kedua sahabat Nisa pun kendor.
"Ihhhh....kamu itu tua-tua keladi .Hemmm terlalu tinggi khayalanmu aku tak mau melahirkan anak siluman ular", Ejek Ilusi Nisa yang makin membuat geram dan marah Sanggalangit.
Hingga terhenti sinar hijau pekat itu lalu mendekati Nisa yang melayang -layang sedari mengejek dan memprovokasi Sanggalangit sedari tadi.
"Kamu mau main kucing-kucingan gadis kecil.Tapi aku suka gadis seperti itu membuatku ingin segera memilikimu", Gelegar Siluman sanggalangit penuh gairah.
Subscribe, like, komen.Tinggalkan jejakmu ya vote, subscribe, like agar karya ini jadi karya pilihan editor dan pilihan terbaikmu.Karena sumbangseh kalianlah karya ini bertahan.
tulisannya aq bingung karna ada kata 'apa' pasti ada '? '
padahal dak perlu...
so untuk lain kali tolong dicermati lagi ya tor dalam penulisannya karna maknanya udah gk sampai ke pembaca ok thor
semangat.... /Angry//Angry/
"Apa dikunci tuan Sastro...?", tanya Nisa.