NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29 ~ Hilal Menuju Halal

“Gimana Don, gue udah ganteng belum?” tanya Arya pada Doni. Arya sudah mengenakan setelan rapi dan beberapa jam lagi akan melakukan ijab qabul.

“Mas Arya memang ganteng kok.”

“Kok geli ya denger lo muji gue.”

“Mas Arya, masih ada waktu untuk bilang ke Pak Adam kalau mau menikah hari ini.”

“Iya dan rencana gue bakal gagal. Mana Papi kasih gue izin menikah dengan Sarah, jodoh gue sudah dia siapkan. Gue nggak mau kayak kak Ares, untung saja dia bisa terima perjodohan terus sayang sama istrinya. Kalau gue nggak bisa Don.”

Arya akan ditemani Doni juga seorang supir yang diakui sebagai kerabat dekatnya. Bahkan mereka menyewa mobil yang tidak terlalu mewah agar tidak ada kecurigaan dari Sarah. Seserahan yang sudah disiapkan Doni sudah ada dalam mobil.

“Ayo, kita jalan sekarang. Udah nggak sabar mau ngehalalin neng Sarah,” ujar Arya dibalas cebikan oleh Doni.

Semakin dekat dengan kediaman orangtua Sarah, Arya semakin resah dan gugup. Berusaha mengingat kembali lafaz yang harus diucapkan saat menikah nanti. Bahkan sempat mengusap keringat di dahinya.

“Mas Arya nervous?”

“Iyalah, gue mau nikah Don. Lo mana tahu, masih jomblo.”

Doni berdecak mendengar ejekan Arya, jelas saya dia masih jomblo karena waktu yang ada yang untuk mengurus tuan muda gesrek dan konyol bernama Arya Bimantara. Akhirnya mobil memasuki kediaman Ryan Simon dan kedatangan Arya disambut oleh Edric dengan wajah datar bahkan cenderung menyebalkan.

“Wajah Pak Edric kondisikan, jangan kayak cowok yang cemburu mantannya mau nikah,” ujar Arya mengejek Edric.

“Sarah bukan sekedar sahabat, tapi sudah saya anggap adik. Ingat Arya, kalau kamu sakiti Sarah berurusan juga denganku.”

“Mana ada saya nyakitin Bu Sarah, dia itu sekarang dunia saya Pak.”

“Jangan lebay kamu, sana masuk. Kalian memang harus segera halal, matanya saya sudah ternoda berkali-kali lihat adegan mesra kalian.”

Arya terkekeh, mengingat beberapa hari lalu Edric mendapati dirinya sedang memeluk Sarah dan langsung mereka kejar-kejaran seperti tom and jery di depan Sarah.

Acara ijab qabul antara pasangan itu bertempat di paviliun kediaman Ryan Simon. Sudah dihias sedemikian rupa, meskipun hanya akad nikah saja tapi kesan mewah tetap terlihat.

Bahkan panitia dari WO sedang mengkondisikan acara, apalagi Arya sudah tiba. Kerabat dan keluarga besar Sarah sudah hadir, meskipun sudah tahu kalau wanita itu akan menikah dengan asistennya di kantor tetap saja penasaran dengan penampilan calon suami Sarah Alesha.

“Wah, gantengnya. Wajarlah kalau lama nunggu jodoh dan dapat yang kayak gini.”

“Iya, jauh ke mana-mana sama Felix.”

“Tapi sayang bukan selevel dengan kita.”

“Halah, nggak masalah selama Sarah cinta.”

Arya hanya menghela nafasnya, bingung dengan ibu-ibu julid tukang ghibah yang membicarakan orang tanpa malu dan ragu bahkan sengaja agar didengar oleh orang yang dibicarakan.

Ryan Simon dan istrinya sudah berada di ruangan, Arya menghampiri dan menyapa serta berbincang sekedar basa basi. Jika Ryan Simon biasa saja, berbeda dengan Nela yang begitu antusias. Bagaimana tidak, hari ini putri satu-satunya dan kesayangannya akan menikah.

Sempat ada yang bertanya kenapa Sarah tidak mengadakan pernikahan yang mewah kalau perlu disiarkan langsung oleh televisi dan Nela mengatakan itu bukan hal penting.

“Sabar Mas Arya, ini pilihan yang dipilih oleh Mas Arya dengan menutupi identitas sebenarnya. Kalau Mas Arya datang sebagai putra Adam Bimantara mana mungkin Ibu-ibu itu berani menghina,” ujar Doni lirih.

“Halah, yang penting gue mau nikah. Sarah ke mana lama amat, nggak tahu apa gue udah keringat dingin ke dalam-dalam.”

Meskipun Arya dan Sarah tidak mengundang Felix, tentu saja pria itu hadir karena Amira adalah kerabat Sarah. Felix akan menemui Arya, tapi ditahan oleh Edric. Arya yang sadar dengan tatapan Felix dengan konyol mengangkat jari tengah yang ditujukan untuk pria itu.

“Mas Arya,” tegur Doni yang melihat kelakukan tuannya.

MC pun membuka acara, Arya terlihat mengusap wajahnya karena gugup. Akhirnya Sarah pun hadir, tatapan mata Arya tidak lepas dari Sarah yang diapit oleh Nela berjalan pelan dan diarahkan untuk duduk disamping Arya.

Bukan hanya Arya yang terpesona, tapi semua yang hadir akan sepakat kalau Sarah memang sangat cantik dan aura wanita itu begitu kentara dengan balutan kebaya putih dan polesan make up juga rambut yang diatur sedemikian rupa.

“Mata kamu norak, kayak tidak pernah lihat perempuan aja,” ejek Amira pada pria yang masih berstatus suaminya. Felix mendengus kesal bukan karena ucapan Amira tapi pada Arya yang akan mendapatkan Sarah.

“Ya Tuhan, ada bidadari di samping gue,” bisik Arya dan hanya dibalas Sarah dengan menoleh sekilas. “Kangen banget nih Bu,” bisik Arya lagi karena dua hari kemarin Sarah tidak ke kantor dan sudah berada di rumahnya dengan alasan dipingit. Tentu saja itu ide dari Edric.

“Arya,” tegur Sarah.

Akhirnya Ryan Simon duduk di hadapan Arya begitu pun penghulu. Ijab qabul akan dilaksanakan, Arya dan Sarah membenarkan identitas yang disebutkan oleh penghulu. Doni sudah siap dengan ponselnya mengabadikan momen tersebut dan akan dikirimkan pada Ares.

Tangan Arya dan Ryan Simon sudah saling berjabat dan keduanya bergantian mengikrarkan lafaz ijab qabul. Penghulu bertanya pada para saksi dan dijawab dengan kata “SAH” bukan hanya oleh dua saksi, tapi sebagian yang hadir menyaksikan momen tersebut.

“Alhamdulillah,” ujar Arya lalu mengusap wajahnya. “Neng Sarah, kita sudah halal,” bisik Arya lagi.

Arya dan Sarah diminta menandatangani berkas dan buku pernikahan. Lalu MC mengarahkan agar Arya memasangkan cincin pernikahan dan momen yang begitu ditunggu Arya, di mana bisa menatap Sarah dengan jelas. Sarah mencium tangan Arya, sempat tidak percaya kalau dia jatuh cinta pada pria di hadapannya. Pria yang umurnya masih sangat muda dan sekarang sudah menjadi suami.

Sarah memejamkan mata saat Arya mencium keningnya lalu keduanya melakukan sungkem pada Ryan Simon dan Nela. Acara pun selesai setelah foto bersama dan kerabat mengucapkan selamat pada pasangan pengantin. Doni tidak kuasa menahan air mata saat memeluk majikannya.

“Arya, ingat pesan gue,” ujar Edric lalu menjabat tangan Arya. “Semoga lo bahagia Sar, jangan sungkan bilang ke gue kalau si kamprett ini sakitin lo,” ujar Edric memeluk Sarah.

“Udahlah Pak, nggak usah lama-lama.” Arya protes dan Sarah hanya terkekeh, ulah Edric dan Arya memang semakin menjadi. Keduanya sering terlihat tidak akur.

“Sarah, akhirnya sold out juga. Paling tidak nggak ada lagi yang membayangi pernikahan aku dan Felix.”

Sarah dan Arya saling tatap mendengar ucapan Amira.

“Membayangi pernikahan kamu dan Felix?” tanya Sarah. “Bukan aku yang membayangi pernikahan kalian, tapi rasa bersalah kamu dan rasa takut karena Felix mungkin tidak sepenuhnya kamu miliki,” sahut Sarah sambil memeluk lengan Arya.

“Kamu ….”

“Pergi, jangan buat pernikahanku kacau,” usir Sarah pada Amira. Arya mengusap tangan Sarah yang memeluk lengannya untuk menenangkan sang istri.

“Ini tamu kapan pada bubar ya?” tanya Arya menatap sekeliling.

“Memang kenapa?” tanya Sarah ikut menatap sekeliling.

“Udah nggak sabar bu, pengen ke kamar. Namanya juga pengantin baru.”

“Arya!!!!”

 

1
Siska Febriana
bagus
Maya Mawardi
suka ceritanya
Maya Mawardi
asli bagus ceritanya....i love u MBK author sehat selalu
dtyas (ig : dtyas_dtyas): aamiin, terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
Maya Mawardi
kayaknya Arya menang dijodohkan dgn sarah
Maya Mawardi
wajarlah Sarah kuatir kalo Arya bersikap penuh teka teki
Lonafx: Halo kak... salam kenal. izin share ya. Mampir juga yuk ke karyaku "𝐒𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐢𝐬𝐦𝐚𝐭𝐢𝐤 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐂𝐄𝐎 𝐂𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤" atau bisa klik di profilku ya, makasih🙏
total 1 replies
Maya Mawardi
tuh tau si Arya ..somplak banget ternyata
Maya Mawardi
ini Ajeng istrinya gentala....kalo ia wah bakal jadi besan di kemudian hari
Maya Mawardi
beneran Arya ini papanya Moza dan Mada....aku sungguh tak percaya
Maya Mawardi
beraninya ya Arya....
Maya Mawardi
ternyata begitu awalnya
Maya Mawardi
jumpa lagi MBK....ini novel kelima yg sy baca
Mini Amora
tuhhh kan.... Arya Bimantara property
Mini Amora
sepertinya Arya Bimantara... beneran yg dimaksud... property dehhh
Purwanti Wanti
waktu baca "halah tonggeret" , minum kopi lansung nyembur thor... ampe sakit ni tenggorokan🤣
ayunia
Arya cah semprul🤣🤣
its mira_ Yazid
suka.... suka.... suka
tanpa nama
🤣🤣 Ni 2 org yaa ribut mulu😂
tanpa nama
Iiihhh gateell.. Tau kaya lgsg nemplok2...

Balik sono sm felix
tanpa nama
🤣🤣🤣🤣🤣Kyknya klakuan random arya emg dr bapaknya
tanpa nama
Ini papi jg random🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!