NovelToon NovelToon
Transfer Student

Transfer Student

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Viin

Bastian, siswa pindahan yang mengundang sorotan publik karena ketampanannya. Ia juga lihai dalam bermain sepak bola
yang menambah nilai plus dari setiap mata yang menyaksikannya. Ia dipertemukan dengan Aleksa sang ketua OSIS yang tidak menyukai pemain bola. Namun mereka ditakdirkan untuk menjalani hari-hari bersama.
Seperti apakah kelanjutannya?
Mari, temukan dalam cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Playing Victim

Matahari mulai terbenam dari kegiatan rutinitasnya, berganti dengan malam, yang dihiasi bintang-bintang yang bertebaran. Udara sejuk turut menyemarakkan kehadiran sang malam dengan sorak sorai ke sana ke mari menyuarakan dengan indahnya si hitam pekat yang telah datang.

Bastian terbangun dari tidur lelapnya. Ia lihat jam di ponsel pintarnya menunjukkan pukul 19.00 WIB. Dengan malas-malasan ia membuka aplikasi penerima pesan. Banyak pesan masuk seperti biasanya, namun ia lebih tertarik dengan pesan Aleksa.

{Bas, aku sekarang di Cafetarian bersama-sama temanku. Jemput aku ya.}

Dilihatnya waktu pengiriman pesan itu 30 menit yang lalu. Ia segera menghubungi Aleksa untuk memastikan.

“Udah siap emangnya?’’tanya Bastian to the point. Suara beratnya masih terdengar jelas.

“Kamu baru bangun?’’Aleksa menebak sambil tersenyum.

“Hm.’’gumamnya. “Kalau udah selesai dari sana kabarin. Biar dijemput.’’tutur Bastian cuek. Ia masih malas membuka matanya.

“Ya udah ke sini aja Bas.’’pinta Aleksa. Ia ingin mengenalkan Bastian dengan teman-teman SMP-nya.

Lima belas menit kemudian, Bastian membersihkan diri setelah berhasil melawan kemalasannya. Ia mengenakan kaos dalaman hitam dengan rompi jeans tanpa lengan. Dengan bawahan berwana hitam dan sepatu kets putih, ia pergi menemui Aleksa.

Terdapat lima orang di sana yang sedang asyik mengobrol di depan meja oval. Terdiri dari dua laki-laki, dan tiga perempuan. Setelah selesai memberikan salam. Bastian duduk di samping Aleksa dengan aroma parfum mengudara ke mana-mana. Aleksa bergetar setengah mati, tiba-tiba ia kikuk.

Dua wanita di hadapannya menyaksikan tanpa berkedip, padahal sudah jelas bahwa mereka juga membawa kekasih masing-masing. Bastian menarik menu yang berada di hadapan Aleksa.

“Al, tadi kamu mesan apa?’’tanya Bastian sambil melihat menu makanannya. Ia lihat berbagai deretan makanan ada di sana.

Aleksa menunjuk menu pesanan yang dipesannya tadi. Bastian pun sepertinya jatuh pada pilihan yang sama. Ia juga memesan menu makanan itu yang sama dengan Aleksa. Perutnya sudah lapar, ia tidak mau berkutat melihat-lihat menu, sehingga ia memesan hal yang sama dengan Aleksa.

Sambil menunggu, Bastian mengamati siapa saja yang di sana, pantas saja Aleksa menyuruhnya segera datang, karena hanya Aleksa yang sendiri tanpa membawa gandengan, sementara teman-temannya berpasang-pasangan.

“Wajah kamu sepertinya tidak asing Bas.’’ucap Dania mengamati.

“Ehm mungkin kita pernah bertemu sebelumnya.’’jawab Bastian canggung. Ia risih wanita itu menatapnya dengan lekat-lekat.

“Dan, kamu ingat enggak,kejadian Elvis dengan gengnya?Yang waktu itu, ada yang melarikan si Elvis tengil itu pergi.’’ucap kekasihnya berambut pirang. “Bukannya laki-laki itu mirip dengan Bastian ya?’’

“Eh iya, postur dan wajahnya mirip banget.’’

Bastian menggoyang-goyangkan kaki menatap mereka tanpa mengiyakan apa yang mereka katakan.

“Bas? Kamu terlibat geng motor?’’Aleksa langsung menyimpulkan. Seingatnya Dania sahabatnya pernah mendapat perlakuan tidak enak dari geng Omorfos. Ia pernah mengalami trauma sampai berhari-hari. Dania dihakimi tanpa salah apapun. Arfan kekasihnya menusuk Elvis hingga tak berkutik. “Bas!’’panggil ulang Aleksa menanti jawabannya.

“Aku individual Al, aku enggak punya geng.’’jawab Bastian santai. Ia mulai melahap menu makanannya yang baru saja datang.

“Hm, terus kamu kenal Elvis?’’tanya Aleksa.

Bastian mengangguk sambil menyuapkan pesanannya. Sekarang mereka menjadi tontonan teman-temannya. Bastian tidak peduli, karena ia memang sedang lapar saat itu.

“Jadi yang dikatakan Arfan benar?’’

“Ehm, iya aku orang yang bawa Elvis ke rumah sakit. Aku juga yang donorin darahku waktu itu.’’jawabnya santai. Ia terus mengunyah makanannya.

Dania dan Arfan menatap Bastian kesal, begitu juga dengan Aleksa yang tak menyangka. Bastian tetap tenang, dengan situasi yang dihadapinya.

“Gila kamu Bas!’’sentak Aleksa kesal. Ia menaikkan nada suaranya, sehingga membuat Bastian sedikit terkejut, akan tetapi Bastian tetap berupaya mengendalikan dirinya agar tak tersulut emosi.

“Al, aku lagi makan.”jawab Bastian santai.

“Kamu ternyata bersubahat sama geng sialan itu Bas?’’tuduh Arfan kesal.

Bastian tidak mengindahkan perkataan Arfan, ia tetap menelan makanannya walau sudah mulai terasa berat.

“Guys. Bastian lagi makan, nanti ajalah kalian tanyai lebih lanjut.’’lerai Calvin dengan tenang. “Lagian dia baru datang, kalian ini.’’nasihat Calvin yang semakin mengerti dengan keributan ini.

“Good Boy.’’puji Bastian sambil mengacungkan ke arah Calvin. Ia membasahi tenggorokkannya, semakin agak sulit rasanya menelan. Ia mulai kehilangan selera makan.

Aleksa menarik nafas kasar. Ia tidak menyangka Bastian dalam situasi itu. Ia sangat menyanyangi Dania, ia juga yang membantu Dania menyembuhkan lukanya. Hampir tiap hari Aleksa menemani Dania ke manapun, bahkan mensupportnya melebihi apapun. Kepedihan Dania sangat dirasakannya juga pada waktu itu.

“Aleksa, kamu jangan cepat menjudge Bastian secepat itu.’’ucap Nadin, yang ikut menenangkan.

“Enggak usah kamu belain Din, bagiku kalau salah ya salah. Lagian buat apa aku mencintai penjahat.’’oceh Aleksa tanpa memikirkan perasaan Bastian.

Degg

Bastian menghentikan makanannya, mendengar celotehan Aleksa ia menghentikan suapannya. Ekspresi Bastian berubah seratus delapan puluh derajat. Ia terlihat culas.

“Apa coba maksud geng kalian ngerusak mental Dania Bas?”

Bastian menatap tajam Aleksa. Ia tersenyum sinis. Ia teguk minumannya tak menjawab.

“Dania enggak punya salah sama geng kalian. Sanggupnya kalian mempermainkan Dania seperti itu.’’semprot Aleksa makin jadi.

“Jangan asal nuduh!’’ujarnya kesal. “Aku aja baru kenal kalian tadi. Aku enggak kenal sama kamu Dan. Hem. Aku enggak kenal kalian semua!’’ucapnya dengan nada setengah mengancam.

“Jadi kamu ngapai nyelematin Elvis kalau kamu memang enggak bersekutu sama dia?’’interogasi Aleksa lagi. Dari sekian mata di hadapan Bastian, hanya dengan Aleksalah, Bastian malas menanggapi.

“Vin, aku ngomongnya sama kamu aja ya”Bastian menatap Calvin dengan serius. Ia juga tersenyum ke arah Nadin yang masih berpikir logis.

“Silakan bro!’’jawab Calvin tenang.

“Apa yang kamu lakuin ketika di jalan ada orang yang enggak kamu kenal terkapar parah? Kamu biarin? Terlepas dia penjahat atau bukan?’’tanya Bastian bertubi-tubi. “Tubuhnya bersimbah darah, wajahnya pucat pasi, kamu mau ninggalin?’’tanya Bastian lagi dengan nada meninggi.

“Kalau ditinggalin sih, kamu akan merasa bersalah terus Bas.’’

“Nah itu tahu.’’Bastian membenarkan perkataan Calvin. “Seharusnya Fan! kamu berterima kasih samaku!’’sentak Bastian kesal.

“Ngapai aku berterima kasih padamu!’’cetus Arfan kesal.

Bastian tersenyum sinis. “Orang bodoh mana ninggalin jejak di tubuhnya Elvis? Eh, brengsek!’’maki Bastian kesal. “Di pisau yang kamu tusukkan itu, ada sidik jarimu.’’Bastian semakin emosi. “Pakai otak kalau mau berbuat!’’hardik Bastian lagi. Ia tidak peduli dengan Aleksa yang mulai merasa bersalah.

“Mau atas dasar membela diripun kita Fan, tetap salah kalau sampai membunuh!’’cetus Bastian lagi. “Nasib kamulah, enggak mendekam di penjara sekarang!’’ancam Bastian tenang.

Mereka semua terdiam. Mata Aleksa berkaca-kaca merasa bersalah.

“Elvis udah dapat hukuman yang setimpal Fan! Pisaumu itu, yang bisa dijadikan bahan bukti, disimpan Elvis dan keluarganya sebagai bentuk pertobatan dia Fan.’’terang Bastian, ia semakin mereda.

Masih teringat jelas waktu itu, saat Elvis tersadar, orang tuanya sangat bahagia, Elvis diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup. Orang tua Elvis memang tidak mau memperpanjang kasus ini, karena anaknyalah yang salah telah mengacaukan kehidupan orang lain.

Elvis pernah ditolak Dania mentah-mentah, bahkan gadis itu melukai harga dirinya. Pengakuan itu ia dapatkan ketika Elvis mengucapkan terima kasih kepada Bastian.

“Makanya Dan jadi perempuan jaga tuh mulut. Kalau kamu enggak suka sama orang, kamu jangan mempermalukan orang!’’ucap Bastian kesal. “Enggak usah playing victim, dan, seolah kamu yang tersakiti. Bilang dong sama teman-teman kamu ini. Kamu luan yang menyalakan api!’’cetus Bastian kesal.

Ia berdiri dari duduknya meneguk minumannya yang terakhir.

“Dan, enggak ada asap kalau enggak ada api!’’lanjut Bastian lagi. “Lebih baik kamu koreksi tuh diri kamu!’’hardik Bastian kesal. Ia meninggalkan mereka begitu saja, begitu juga dengan Aleksa.

Sempat terdengar Aleksa memanggil-manggil namanya namun ia abaikan. Ia malas berlama-lama di sana. Sebelum pulang, ia menghubungi Reyfan untuk menjemput kakaknya. Bastian memberi tahu lokasinya. Walaupun ia kesal terhadap Aleksa, ia tetap ingin Aleksa pulang dengan selamat.

1
Sasa Ran
sweet banget babasss/Chuckle/
Sasa Ran
hehe
Sasa Ran
mau kok bas
Sasa Ran
aku salting bas🫣
Sasa Ran
bastian /Brokenheart/
Sasa Ran
bawain utk ku juga ya leksa
Devoy 🍁
Luv luv luv
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
semangat terus untuk berkarya kak.
Ayano
Temen curhat ternyata 😅
Ayano
Bastian udah punya anak orang 🤣
Ayano
Melabeli orang bisa jadi sayang
Ayano
Aku ampe salting sangking cepetnya. Kupikir Leksa yang nembak. Ternyata salah pokus 😅

Pastinya aku seneng banget akhirnya mereka jadian

Mawar buat thorthor lah
5 cukup kali buat semangat 🤗
Viin: hahaha
terima kasih kaka
sayang banyak2 untuk kakak 💐💐💐💐💐😁
total 1 replies
Ayano
Aduh
Congrats 🤗🤗🤗
Ayano
Serius lah. Akhirnya jadian juga. Eh... nyaris jadian maksudnya
Ayano
The real MVP kali ini adalah Raka
Selamat kamu keren
Ayano
Aku nitip satu tamparan lagi buat Bastian biar dia bangun
Ayano
Jleb kan
Akhirnya ada juga yang ngomong
Ayano
Bastian masih gak peka atau pura-pura gak peka ya
Kamu mesti liat kepingan hati Alexsa
Ayano
Bas Bas... kukasih kembang tujuh rupa. Kamu abis ini pulang terus mandi ya
Ayano
Gue yang laporin. Tuh cewek urat malunya dah putus 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!