Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Target
Sandra memandang langit-langit kamarnya,, ia sangat merindukan kamar ini, kamar yang penuh dengan kenangan.
hingga sebuah pesan masuk membuyarkan lamunan Sandra
"Malam mba Sandra, saya hanya ingin bertanya, apa anda beneran tidak pulang malam ini????"
Sandra tersenyum,
"Enggak bi, aku juga sudah mengirimi mas Aidan pesan singkat di nomornya, sepetinya masih belum aktif" ucap Sandra malu sendiri
Bagaimana suaminya itu pergi tanpa kabar dan ia seperti wanita bodoh menanyakan kabar suaminya dan meminta izin ke nomor yang tak aktif.
Sudah sepekan lamanya, namun Aidan belum juga memberi kabar.
Apa Sandra tidak pernah ada di matanya????
"Baik kalau begitu, selamat istirahat mba Sandra"
"Bibi juga selamat istirahat ya.
besok aku akan kembali dengan ibu angkat ku
beliau sementara waktu akan tinggal di apartemen"
"Baik mba"
"Aku akan membawa ibu Mery pergi, di rumah ini sudah tak aman buatnya, terlebih Bu Mery memiliki rahasia besar yang bisa mengancam Nyawanya" gumam Sandra dalam lirih
Ia lalu bangkit dan keluar kamar menuju kamar Bu Mer
Tok Tok Tok
"Bu, Bu Mery apa ibu sudah tidur???" tanya Sandra
pintu kamar Bu Mery terbuka, terlihat Bu Mery sudah mengganti pakaiannya dengan daster dan menggerai rambutnya yang sudah di tumbuhi uban di beberapa bagian
"Sandra, Kenapa kau belum tidur nak???
bukankah kau lelah???" tanya Bu Mery lembut
"Sandra kangen ibu" ucap Sandra bergelayut manja i di lengan Bu Mery membuat Bu Mery tertawa kecil sambil mengelus puncak kepala Sandra dengan penuh kasih sayang.
Ya Bu Mery sangat menyayangi Sandra, ia merasa sangat di hargai dan di butuhkan, perasaan yang tak pernah Bu Mery dapatkan selama ini, tidak juga dari putri kandungnya.
Putri kandung Bu Mery lebih seperti orang asing, bukan putri kandung
Ia selalu bersikap tertutup dan seolah menjaga jarak dari Bu Mery hingga puncaknya putri Bu Mery pergi dan tak pernah kembali, bahkan Bu Mery sampai melaporkan putrinya dan mencari keberadaanya.
namun putrinya seperti hilang di telan bumi, tidak kabar beritanya.
Bertahun-tahun Bu Mery lalui dengan kesepian hingga ia lelah.
walau putrinya tetap tak tergantikan, namun Sandra kini pelipur lara Bu Mery.
hatinya yang sepi kini kembali menghangat sejak ia dan Sandra mengikat hubungan keluarga.
"Sandra tidur di sini ya Bu"ucap Sandra memelas
"Anak nakal, pergi ke kamar mu, Mana muat kita tidur di kasur kecil itu" ucap Bu Mery menoel hidung Bangir sandra
"Kalau begitu ibu tidur di kamar aku ya, ya???"
Bu Mery tertegun, ia diam beberapa saat lalu menggeleng pelan
"Pergilah istirahat dan ingat pesan ibu nak.
jangan percaya apa siapapun" ucap Bu Mery mengingatkan
"Bu, besok ikutlah denganku.
aku sudah bekerja sekarang.
kita akan tinggal bersama, Sandra khawatir jika ibu tetap tinggal di rumah ini.
Tante Anya dan Sarah sangat kejam Bu, Sandra takut mereka akan menyakiti ibu.
Aku akan meminta mas Aidan pindah apartemen yang terdapat kamar lebih.
Please Bu.
Sandra enggan tenang kalau ibu masih disini"ucap Sandra memohon.
Bu Mery sampai menitikkan air mata, begitu besar perhatian dan kasih sayang Sandra padanya.
ia jadi bertekad akan melindungi Sandra walau dengan nyawanya sekalipun.
"Putriku yang baik, jika Allah melindungi ibu, besok kita akan keluar dari rumah ini"ucap Bu Mery penuh arti
"Sandra akan selalu mendoakan ibu
ibu akan selalu dalam lindungan Allah, "ucapan Sandra memeluk Mery.
Mery tersenyum, mengecup kening Sandra lama.
"Amiinnnn, putri ibu yang berbakti"ucap Mery mengelus rambut Sandra.
"Biarkan aku tidur disini sebentar.
Aku ingin merasakan kasur ibu" ucap Sandra langsung merebahkan tubuhnya di spring bad kecil khusus satu orang.
Bu Mery hanya tersenyum melihat kelakuan manja Sandra
"mau minum atau makan sesuatu????" tawar Bu Mery
"Enggak, sini Bu tiduran sama Sandra.
ini buat berdua" ucapan Sandra menepuk sisi sebelahnya.
akhirnya kedua wanita beda umur itu rebahan Sambil memandang langit-langit kamar bersama.
"Bu, teruslah seperti ini.
Aku wanita paling bahagia memiliki ibu sepertimu"ucap Sandra membuat Mery merasa bahagia sekaligus sedih.
"Tentu, tentu saja nak" ucap Bu Mery mengigit bibirnya
tanpa terasa air matanya menetes.
ia buru-buru menghapus air matanya karena tak ingin Sandra khawatir padanya.
Entah mengapa sejak makan malam tadi Bu Mery terus merasakan perasaan tak enak, seolah sesuatu yang besar akan terjadi.
beberapa jam lalu ia tidak sengaja menumpahkan susu yang biasa ia minum menjelang tidur , masih ada sisa susu yang tidak kena lap Bu Mery, tiba-tiba kecoa mengerubungi, namun ada yang aneh, kecoa itu mati.
Bu Mery memperhatikan lagi, ia membuang sisa susu yang berada di pecahan gelas ke kolam ikan di samping kamarnya, tak menunggu lama ikan-ikan itu mati. Bu Mery terkejut bukan main, jika saja ia meminum susu itu, sudah di pastikan Bu Mery kini terbujur kaku.
Namun bu Mery yakin jika mereka akan melakukan rencana lain.
Jelas Bu Mery kini sedang menjadi target.
Bu Mery hanya bisa berdoa ia bisa melewati malam ini dan selamat,
Bu Mery bertekad akan meninggalkan kediaman keluarga Haris dengan Sandra.
Alasan Bu Mery menolak Sandra tidur dengannya, karena Bu Mery khawatir Sandra yang menjadi targetnya
Bu Mery tidak akan bisa hidup jika terjadi sesuatu pada Sandra, ia sangat menyayangi Sandra.
Jika sesuatu menimpanya, ia sudah mempersiapkan semuanya, termasuk menulis buku harian yang ia simpan di brankas rumahnya jika suatu saat putrinya kembali dan menyalahkan Sandra karena kematiannya.
Ia juga sudah memberikan kunci yang akan menyelamatkan Sandra jika mereka menargetkan Sandra sebagai kambing hitamnya nanti.
Mery sangat yakin jika sesuatu terjadi padanya maka Sandra yang akan menerima getahnya, seperti sebuah kebiasaan mereka dalam berbuat kejahatan.
"Ini sudah malam, kembalilah ke kamar mu" ucap Bu Mery menatap memiringkan badannya
"Bu peluk aku, aku suka bau ibu.
Ibu wangi sekali" ucap Sandra Meringsek mendekat Mery.
Mery memeluk Sandra, air matanya makin deras.
Mery berusaha menenangkan hatinya, ia harus kuat.
Mery berdoa dalam hati semoga ia bisa melewati malam ini dan merasakan cinta putri angkatnya lebih lama.
Dengan tangan bergetar Mery mengusap air matanya
"ibu menangis???"
"Ibu menangis bahagia karena di cintai putri ibu"
"Tentu saja , Sandra sayaaaaang sekali sama ibu"
"Ibu juga sayang kamu, sekarang kembali lagi ke kamarmu
ingat jangan percaya pada siapapun di kediaman ini.
jika kau tersudut simpan yang terpenting untuk di keluarkan saat terdesak"
"Maksud ibu???" Sandra menatap Mery bingung
"Sudah pergi sana ke kamarmu.
ibu mengantuk" ucap Mery mengusir Sandra, dengan malas Sandra beranjak pergi ke kamarnya, Mery menatap kepergian Sandra dengan air mata.
.