Aku dapat telfon dari ibu dan katanya itu hal penting ibu meminta ku pulang, terpaksa aku pulang. Aku tidak menyangka aku mendadak di suruh menikah sampai aku tidak menyangka wanita yang akan aku nikahi bukanlah wanita tipe ku, bahkan melainkan jauh dari tipe ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur dzakiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama
"Tidak, aku ingin tidur dengan kak Najwa dan kakak ipar !"
Kedua orang itu langsung saling pandang, kaget mendengar perkataan Rafa. Rafa yang meminta tidur bersama, bagaimana mungkin. Kali ini Aktar benar-benar tidak bisa memenuhi permintaan Rafa ia segera berjongkok dan memengang kedua pundak gadis kecil itu.
"Rafa, maafkan aku. Aku tidak bisa tidur bersama kalian karena kalian nanti akan merasa kesempitan, jadi biarkan kakak pergi."
Kata Aktar berharap Rafa bisa mengerti, karena Aktar benar-benar tidak bisa memenuhi permintaan itu, ia menongak melihat gadis yang berdiri di sampingnya. Najwa pun melihat Aktar.
Apa maksud tatapan itu ? apa dia berisyarat menyuruh ku meyakinkan Rafa ? gumam Najwa sambil menatap mata Aktar yang memberikan isyarat untuknya, tapi ia tidak mengerti syarat untuk apa. lagi-lagi Aktar melototi matanya dan melirik Rafa yang duduk, Najwa mengkerutkan keningnya ia tidak tahu apa maksudnya itu.
"Rafa tau kan kakak mu ini gemuk dia paling tidak suka kesempitan, iya kan ?"kata Aktar sambil melihat Najwa dengan senyuman sinis dan mencubit kaki Najwa bermaksud Najwa segera mengiakan perkataannya.
"Aaw...."Najwa meringis karena kakinya di cubit oleh Aktar, tapi Najwa tidak bisa mengiakan melaikan ia kaget di katakan gemuk, entah dari sisi mananya ia gemuk. Padahal menurut Najwa badannya itu sangat kurus. Rafa terheran melihat melihat mereka, secara bergantian ia melihat kedua orang besar di hadapannya, Rafa melihat mereka dengan sorotan mencurigakan.
"Bagaimana kakak ipar bisa mengatakan kakak ku gemuk ? aku saja tidak pernah melihat tubuh kakak berubah, selalu saja seperti itu." pinta Rafa sambil melihat Aktar memberikan tatapan kesal.
"Apa kakak sengaja mencari alasan, agar kakak tidak tidur bersama kami ? ya sudah aku ingin pulang malam ini juga, di rumah aku tidak pernah tidur sendiri atau berdua, ibu dan ayah ku selalu menemani ku. Jadi aku ingin pulang sekarang...hiks..hiks...."Rafa mulai menangis, tangisannya pecah. Hingga suara tangisnya sangat keras memenuhi seluruh kamarnya. Aktar langsung panik dan segera menghibur Rafa agar ia diam.
"Aku ingin pulang sekarang juga..hiks..hiks.."
kedua tangannya mengucek matanya yang tak kala itu mengeluarkan air mata. Aktar dan Najwa secara bersama meminta Rafa untuk diam, segala cara mereka lakukan untuk mendiamkan Rafa tapi alhasil dari usaha mereka Rafa tetap menangis dan tangisannya semakin keras dan ngotot meminta pulang.
Mereka sudah tidak tahu mau bagaimana lagi mereka juga tak mungkin mempulangkan Rafa di malam begini, ini sudah sangat larut apa nanti yang di katakan orang tuanya, selain itu pasti mereka sudah tidur tidak baik membangunkan mereka saat begini.
"Bagaimana bisa Rafa mau pulang malam begini, di luar sangat bahaya tidak baik keluar di tengah malam begini."kata Najwa sambil menghapus air mata Rafa.
"Pokonya aku ingin pulang hikss...."kata Rafa sambil menyingkirkan tangan Najwa.
Aktar melihatnya frustasi, ia merik nafasnya dengan kasar dan berusaha tersenyum di hadapan Rafa.
"Ya sudah, aku dan kak Najwa akan tidur bersama Rafa, tapi sebelum itu Rafa harus diam dulu."ucap Aktar sambil memengan pipi tembem Rafa yang menggemaskan itu. Najwa yang mendengarnya kaget, akan Aktar yang mengiakan untuk tidur bersama.
"Apa benar kakak ipar dan kakak Najwa akan tidur bersama Rafa ?"tanya Rafa dengan wajah lembabnya karena menangis. Aktar mengangguk dan tersenyum mengiakan Rafa.
"Kak Najwa apa benar yang di katakan kakak ipar ? apa dia akan tidur bersama kami ?"tanya Rafa lagi kepada kakaknya dengan memegang tangan Najwa dengan tatapan berharap akan perkataan kakak iparnya itu memang benar. Najwa terkejut ia pun tidak tahu itu dengan takut Najwa melirik Aktar.
"Emm...itu..."
"Iya Rafa kakak benar, mana mungkin kakak berbohong."kata Aktar mengambil alih dari Najwa. Rafa tersenyum karena akhirnya ia bisa tidur bersama kakak dan kakak iparnya.
"Kalau begitu Rafa akan tidur,"kata Rafa kemudian pergi ketengah kasur dan mengambil tempat disana. Aktar hanya melihatnya seadanya.
"Kakak ipar sinih,"kata Rafa sambil menepuk tempat di sampingnya bermaksud menyuruh Aktar tidur di sampingnya itu. Aktar mengangguk kemudia pergi di dekat Rafa.
"Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu,"kata Najwa kemudian pergi ke kamar mandi.
Berapa menit kemudian Najwa keluar dari dalam kamar mandi, melihat kedua orang yang ada di tempat tidur, Rafa yang belum juga tidur padahal saat di dalam kamar mandi Najwa berharap Rafa sudah tidur.
"Loh...kok Rafa belum tidur ?"tanya Najwa melihat Rafa masih memaikan jemari Aktar, Aktar pun hanya diam dan menurut begitu saja.
"Aku sedang menunggu kakak, biar aku bisa tidur nyenyak."tutur Rafa, Aktar tergelak mendengarnya. Benar-benar gadis kecil yang di sampingnya itu sangat pintar ia tidak akan mau melepaskan dirinya.
Najwa mengambil handuk lalu melap wajahnya yang basah, kemudian ia membuka jilbabnya. Dan kemudian pergi di dekat Rafa. Tatapan Aktar terus tertuju pada Najwa entah kenapa ia sangat suka melihat wanita itu saat membuka jilbabnya. Rafa melihat Kedua orang di sampingnya secara bersamaan.
"Ada apa Rafa ?"tanya Najwa melihat Rafa seperti itu.
"Kenapa belum tidur ?"tanya Najwa lagi.
"Aku tidak bisa tidur, aku ingin di peluk dengan kakak dan kakak ipar." Aktar dan Najwa terkejut mendengar permintaan Rafa, kali ini mereka benar-benar tidak bisa memenuhi permintaan itu. Perlahan Rafa mengambil tangan Aktar dan tangan Najwa lalu menyimpannya di atas perutnya secara bersamaan, kedua orang itu kaget saat tangan mereka bersentuhan.
"Kalau begini aku sudah bisa tidur."ujar Rafa masih memegang kedua tangan orang yang berada di sampingnya itu tidak membiarkan lolos, perlahan Rafa menutup matanya dan mulai tertidur.
Sedangkan kedua orang di sampingnya terdiam mematung seakan tubuhnya kaku, gadis kecil di tengahnya itu benar-benar tidak akan melepaskan mereka. Aktar melirik Rafa yang sudah terlihat pulas dalam tidurnya.
"Dia sudah tidur, aku akan ke kamar tamu." kata Aktar mulai melepaskan tangannya dari genggaman tangan kecil Rafa.
"Emm... "Rafa tergoyang, Aktar kembali menyimpan tangannya seperti semula. Ia menarik nafasnya dengan kasar, jangtungnya benar-benar berdetak sangat kencang berada di tempat itu apa lagi tangannya saat ini berada dalam genggaman Rafa dengan di atasnya adalah tangan Najwa.
Tangan Najwa mendingin ia pun kaku dalam suasan menengangkan itu, adiknya tidak akan bisa melepaskannya ingin sekali ia melihat Aktar apakah dia sudah tidur tapi ia tidak bisa berbalik.
"Kak...."panggil Najwa lirih.
"Emm...."jawab Aktar.
Medengar itu Najwa sudah tahu kalau Aktar belum tidur, bahkan kedua orang itu seakan membeku dalam suasana itu.
Bersambung....
🌱🌻Happy Reading🌱🌻
See you😉
outhor ya kemana ya🤔
Lanjut lagi kak