Cerita ini masih belum di revisi
Bab awal-awal memang banyak typo. harap memaklumi..!
"Mama" ucap anak kecil itu tiba tiba memeluk lutut seorang Wanita
"Siapa yang kau panggil Mama? sayang aku bukan Mama mu" ujar Wanita tersebut, lalu ikut berjongkok mensejajarkan tubuh dengan anak kecil ini
Ini cerita baru Aku ya!..
Mengisahkan seorang Wanita yang sedang mencari pekerjaan , Lalu tiba tiba datang anak kecil dan memanggilnya dengan sebutan Mama? siapakah anak kecil itu
Yukk simak selengkapnya, jangan lupa kasih dukungan.. Thank you 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Masih flashback Ya
''Oh ya dimana Sinta Rik?'' Tanya ayah mertua Erik lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anaknya
''Ah iya Rik. mana Sinta?'' gantian Mama ikut bertanya karena memang baru menyadari
''Aku juga tidak tahu kemana Sinta.. aku kira dari tadi dia ada bersama ku.'' balas Erik yang memang tidak memperhatikan keberadaan istrinya
''Loh kok kamu bisa tidak tahu sih Rik, begitu juga dia istri kamu dan juga ibunya anak kamu. apa kalian bertengkar?'' Tanya ayah Sinta dengan menatap tajam Erik
''Ah bukan seperti itu Pak Tony. hanya saja memang akhir akhir ini. Sinta memang sering pergi pergian'' Ujar Mama Laras pada besannya
''APA maksud anda Bu Laras?'' gantian Tony menatap besannya
Lalu Mama Laras yang selalu mencegah Erik untuk mengatakan kelakuan Sinta pada orang tuanya.. kini Mama Laras sendiri yang menceritakan semua perlakuan dan perbuatan menantunya.. bagaimana dia yang tidak menghormati mertuanya.. bahkan juga tidak dengan suaminya... Lalu Mama Laras juga mengatakan kalau Sinta sudah lama ini. enggan lagi menyusui sang anak . yaitu Salsa . Sinta yang semena-mena pulang pergi sesuka hatinya..
Ibu Yuni dan ayah Tony langsung menutup mulut dengan tangan mereka, karena syok saat mendengar semua kelakuan dan perbuatan anaknya dirumah ini...
Sungguh mereka sebelumnya tidak menyangka kalau anaknya bisa melakukan seperti ini..!
''Laras.. maapkan kami,'' suara ibu Yuni tercekat di tenggorokan saat mengatakan nya
''Iya Bu Laras Nak Erik maafkan perbuatan anak saya, juga tolong maafkan kami yang tidak bisa mendidik anak itu'' Timpal ayah Sinta dengan penuh penyesalan
''Sudah Pak.. saya tidak menyalahkan kalian.. dan kalian pasti sudah melakukan yang terbaik untuk putri kalian'' Ujar Mama Laras
''Iya benar Yah Bu.. mungkin Erik yang lalai mendidik dan menjaga anak kalian'' Jawab Erik
''Tidak Nak.. tidak'' ibu Yuni menggeleng cepat pada Erik saat mendengar yang diucapkan Erik tadi
*****
Acara sudah selesai dilakukan dan berjalan lancar. walau tanpa kehadiran sang ibu kandung yang pergi entah kemana.?
Dan sebelumnya. sebelum Sinta menghilang?
Sinta tengah memainkan ponselnya, padahal disana juga ada Mama Laras dan Erik.. bukannya ikut mengobrol dengan mertua dan suami. ia malah sibuk dengan ponselnya sendiri
Rupanya Sinta tengah berbalas pesan dengan sang selingkuhan...
kenapa bisa begitu dan bisa dihadapan Erik Sinta memainkan ponselnya.. jawabannya karena Erik sudah tak perduli padanya. bagaimana bisa? Ya karena Erik sudah kesal dan dirinya yang selalu di injak-injak harga dirinya . saat melihat kelakuan wanita itu padanya saat keluyuran sesuka hati. maka dari itu sekarang Erik sudah tidak perduli lagi dengan Sinta
[Sayang kapan kamu kesini.? sudah lama kita tidak making love] Tanya si selingkuhan Sinta di pesan
[aduh gimana ya sayang dirumahku sekarang mau ada acara syukuran anakku satu tahun] Jawab Sinta
[Ah biarkan saja. biar suami dan mertua mu saja yang melakukan acara itu.. lebih baik sekarang ku kesini.. kita happy happy, aku sudah rindu kamu sayang] Rayu si lelaki
[Baiklah sayang tunggu aku.. aku akan datang untukmu] Balas wanita ini tanpa pikir panjang
Di tempatnya di lelaki tersenyum miring dan menenggak Wine nya Bagus Sinta bagus. cepatlah ku datang, dan tinggal kan acara itu. agar suamimu dipermalukan
Rupanya gaes lelaki ini sebelumnya punya dendam pada Erik..!
Memang dasarnya orang yang sedang dimabuk cinta, katanya selalu buta begitu juga dengan ibu satu anak ini... lebih memilih si selingkuhan dibanding acara penting anaknya sendiri.