NovelToon NovelToon
The Indigo Twins

The Indigo Twins

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Indigo / Anak Kembar / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor / Tamat
Popularitas:621.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ifdetul Faihak

Aliza dan Alisa dua anak kembar yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk halus.

Mereka tinggal dan menetap di sebuah desa bernama Kamboja.

Desa Kamboja, desa penuh pemujaan, pemujaan-pemujaan yang di lakukan oleh warga setempat pada jaman dulu membuat desa Kamboja masih menyimpan misteri.

Misteri hilangnya warga yang masuk ke dalam hutan dan misteri hilangnya anak-anak kecil di setiap tahunnya dan sampai saat ini tidak pernah ada yang menemukan mereka.

Siapa yang ada di balik misteri itu? dan kemana anak-anak serta warga-warga itu pergi?

Penasaran! langsung baca aja! jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca.

Jangan lupa dukung karya ini dengan like, vote, komentar dan hadiah

#erabluesky

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri pemuda yang di ikuti kingkong 6

"Kenapa mbk Reni tak menjawab ku, apa dia tidak mendengar apa yang aku katakan" kata ku.

"Coba deh aku ulangi lagi sampai berhasil" kata ku lagi.

"Mbk ren" panggil ku.

"Mbk aku Aliza mbk Reni kok bisa berada di sini, kata Reno mbk sudah meninggal dunia" kata ku.

Hening mbk Reni tak menjawab pertanyaan ku.

"Aneh mengapa mbk Reni tak kunjung menjawab, apa yang sebenarnya telah terjadi" kata ku menatap tak wajar.

"Mbk Reni" panggil ku lagi.

Masih tak kunjung ada jawaban yang ku dengar, malahan mbk Reni seperti tak melihat keberadaan ku.

"Aku harus pegang mbk Reni" kata ku.

Aku mencoba memegang tubuh mbk Reni namun tak bisa, tubuh mbk Reni bagaikan angin yang tak dapat di sentuh.

"Kenapa aku tidak bisa menyentuh tubuh mbk Reni ada apa dengan ku" kata ku menjadi tak tenang.

"Kenapa tangan ku tak bisa memegang tubuh mbk Reni, sebenarnya aku ada di mana ini" kata ku mulai panik.

Aku menyentuh wajah ku dengan pikirkan yang amburadul.

"Aneh aku bisa menyentuh tubuh ku sendiri namun tak bisa menyentuh tubuh mbk Reni" kata ku.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada ku dan ya aku mau melihat siapa sebenarnya dukun itu, aku harus ikut orang tua Reno" kata ku.

Aku berlari meninggalkan mbk Reni yang sedang fokus belajar, aku masuk ke dalam mobil orang tua Reno, aku duduk di kursi belakang.

"Aku harus bisa cari tau di mana tempat dukun itu berada" kata ku geram.

Mobil itu melaju meninggalkan rumah ini, dalam perjalanan aku hanya mengamati sekeliling dan mengingatnya.

Mobil itu membentang di jalanan raya yang luas dan padat tiba-tiba mobil itu masuk ke dalam desa yang di penuhi rerimbunan pepohonan di kanan dan kiri.

"Desa apa ini mengapa gelap seperti ini, padahal ini masih siang" kata ku.

Mobil itu berhenti di bawah pohon nangka, lalu orang tau Reno keluar dari dalam mobil, mata ku melihat rumah kuno.

"Kok rumahnya seram seperti itu pa, kita balik saja ayo mama gak mau ke sana" ajak Desi merinding.

"Mama ini gimana, katanya mau kaya tapi pas ada orang yang bisa bantu kita mama malah minta pulang" kata Robi.

Desi menghembuskan nafas.

"Ya udah deh mama akan tahan demi harta" jawab Desi.

"Ayo kita langsung temui Ki Suryo papa sudah gak sabar buat kaya raya" ajak Robi.

Keduanya berjalan mendekati rumah kuno itu, aku mengikutinya dari belakang.

tok tok tok

Robi mengentuk pintu.

"Permisi" kata Robi.

Tak lama dari itu seorang lelaki yang sudah renta keluar dari dalam dengan wajah dinginnya.

"Siapa kalian?" tanya Ki Suryo.

"Saya Robi dan ini istri saya Desi" jawab Robi.

Senyuman sinis terukir di wajah Ki Suryo yang membuat keduanya ketar-ketir.

"Masuklah dan duduk di sana" kata Ki Suryo.

Desi dan Robi duduk di lantai yang terbuat dari kayu, rumah itu benar-benar sangat kuno.

"Apa yang kalian inginkan?" tanya ku Suryo.

"Kami ingin kaya sama seperti Eden, kami udah muak hidup miskin, kami sudah lelah di hina" jawab Robi.

Bersamaan dengan itu senyuman sinis keluar dari bibir Ki Suryo.

"Apakah Ki Suryo bisa bantu?" tanya Desi.

"Bisa, sangat bisa kalian hanya tinggal penuhi saja syarat yang ku minta" jawab Ki Suryo.

"Apa syaratnya Ki?" tanya keduanya.

"Untuk pemula kalian hanya tinggal berikan tumbal nyawa manusia dan untuk pertama kalinya tumbal itu harus darah daging kalian sendiri" jawab Ki Suryo.

Keduanya sontak kaget mendengar hal itu.

"ANAK KAMI" kaget mereka.

"Iya anak kalian" jawab Ki Suryo.

"Apa tidak ada tumbal lain Ki?" tanya Robi.

"Tidak ada itu ketentuannya" jawab Ki Suryo.

Keduanya pun terdiam tak lagi bertanya.

"Apa yang menjadi profesi kalian saat ini?" tanya ku Suryo.

"Kami hanya pedagang sate Ki meski tidak terlalu rame" jawab Desi.

"Setelah kalian memberikan tumbal, warung sate kalian akan melejit kalian bisa buktikan nanti, bagaimana apa kalian siap dengan syarat melakukan persugihan ini" kata Ki Suryo.

Robi hendak bicara.

"Siap Ki" jawab Desi yakin.

Robi menatap Desi tak percaya.

"Ini demi kebaikan kita" bisik Desi di telinga Robi.

Robi pun diam saja.

"Bagus" kata Ki Suryo.

"Apa setelah memberi tumbal tak ada lagi syarat yang harus kita penuhi?" tanya Desi.

"Kalian hanya tinggal perbaiki rumah kalian setiap satu tahun sekali itu hukumnya wajib" jawab Ki Suryo.

"Perbaiki bagaimana Ki? apa di perbaiki total begitu?" tanya Desi.

"Tidak kalian hanya tinggal perbaiki yang kecil-kecil saja contohnya seperti mengganti keramik, kaca dan lain sebagainya" jawab Ki Suryo.

"Owh seperti itu, itu masalah yang mudah Ki kami siap untuk melakukannya" kata Desi.

"Berapa lama tempo persugihan ini berlangsung?" tanya Robi.

"5 tahun, setiap 5 tahun sekali kalian wajib memberikan tumbal pada ku jika mau warung kalian tetap ramai di kunjungi oleh orang-orang" jawab Ki Suryo.

"Baik Ki kami bersedia melakukan persugihan ini" kata Desi.

"Siapa anak kalian yang mau di jadikan tumbal?" tanya Ki Suryo.

Keduanya saling menatap.

"Yang mana Reno Reni apa Rani?" tanya Desi pelan.

"Reno dan Rani masih terlalu kecil ma Reni saja dia sudah dewasa" jawab Robi pelan.

"Reni Ki" jawab Desi.

"Baik" kata Ki Suryo.

Ki Suryo memejamkan mata, mulutnya komat-kamit membaca mantra.

Aku yang melihatnya hanya diam saja.

Ki Suryo membuka mata ia memberikan uang sebesar 100 ribu pada Robi.

"Kalian belikan makanan atau minuman kesukaan anak yang akan di jadikan tumbal, ingat kalian jangan memakan sedikitpun dari uang ini" kata Ki Suryo.

Robi mengambil uang itu.

"Baik Ki kami akan menuruti mu" jawab Desi.

"Besok kalian datang dan bawa anak itu ke sini" kata Ki Suryo.

"Baik Ki kami akan bawa Reni ke sini besok kami pamit pulang dulu permisi" jawab Robi.

Keduanya meninggalkan rumah Ki Suryo.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya aku harus ikutin terus" kata ku.

Aku masuk ke dalam ke dalam mobil.

Mobil itu melaju meninggalkan desa Pongkolan.

"Ma makanan kesukaan Reni itu apa aja?" tanya Robi.

"Biasanya Reni itu suka sekali dengan bakso di depan warung kita itu, kita beli saja bakso di sana, besok mama akan rayu Reni biar dia ikut bareng kita ke desa Pongkolan dan bertemu dengan Ki Suryo" jawab Desi.

"Iya mama harus bisa rayu Reni" kata Robi.

Mobil berhenti di depan warung, Desi turun ia membeli bakso kesukaan mbk Reni.

1
Nur Gsjskdjdhdj
Thor aku baca ulang ya aku pernah baca di tahun 2022 pas baru dan masih anget"nya nih cerita tapi aku kurang plong kalo gak nunggu banyak baru baca lagi eh.... malah sampe lupa alurnya jadi aku ulang aja deh ya... masih inget sih tapi beberapa ada yang lupa
Lisa Yacoub
thor, konglomerat bukan kelomerat hehee...
Reni Erawati
dasar pekok
Reni Erawati
Ki Jane ceritane tersesat AREP pirang abad kok Ra rampung2,opo nek wes ketemu Kabeh jeneng setan
Sania Tok
Aduh kasihan sekali dehh
Sania Tok
Menegangkan sekali
Dewi
Makin muter2 gk jelas deh.. trllu lama muter2 ny entah mreka masuk dunia lain apa gimna.. trus ke ada an dunia nyta gimna gk di jelasin sm sekli
Dewi
Atau brdoa gtu
Dewi
Kenpa gk pnggil tiger
Lila Widiarti
up lagi Thor...keren karyamu
lady daisy
thorr tolong perbaiki tulisan n ayat, jgn terlalu bnyk typo,
lady daisy
ni jgk hadis ke harus thorr
lady daisy
ni pun sama bertuah ke bertiga thorr
lady daisy
language ke langsung thorr
lady daisy: ok2, xpe thorr
total 2 replies
Anastasya
tetap semangat author 🥳🥳💪💪
Makhluk Angkasa: makasih kakak
total 1 replies
Nurlaila Putry Bunsu
up lgi
Makhluk Angkasa: siap kak
total 1 replies
lady daisy
thorr roy dan andin sapa ta
Makhluk Angkasa: baca dari chapter 117 ya, di sana ada cerita Roy dan Andin, itu baru kok kak, bukan di ulang
total 1 replies
Neng Tere
lumayan
Riana Aurelia
pak Jarwo apa pak Tejo??
Makhluk Angkasa: siapakah itu?
total 1 replies
Riana Aurelia
siapa sih tuanya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!