Reyhan adalah seorang pekerja Serabutan yang bekerja untuk yang bekerja pada sebuah restoran memiliki pacarnya, suatu Hari dimana hari itu adalah hari dia perayaan tiga tahun mereka berpacaran.
Bukanya mendapatkan perasaan yang berbunga bunga ia mendapatkan kabar buruk, karena saat itu malah memutuskan hubungan mereka berdua dengan alan ia sudah mendapatkan laki-laki lain yang lebih baik darinya.
Tidak haya putus hari itu juga menjadi hari terakhir ia bekerja di restoran miliki pacarnya, yang membuatnya sedikit emosi ia mendapatkan berbagai hal ini karena pacar bertemu dengan laki-laki itu di sebuah game virtual reality yang saat itu memang sedang ngetren di seluruh dunia.
Saat remaja hidup nya di hancurkan oleh Game, sekarang Pacarnya direbut oleh Game yang belakangan ini sangat ia hindari.
Ini membuatnya sangat marah sehingga ia kembali dalam permainan yang dari dulu sudah berusaha ia hindari dapatkan ia berhasil dalam game tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kholiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedekatan dengan moli
Walaupun tidak berlangsung mulus, Pembicaraan itu berlangsung baik karena Beberapa kata dari Aether dapat membuat memberikan pencerahan kepada Moli yang merupakan Seorang pandai Besi.
Sesuai dengan apa yang dikatakan orang yang berada di luar sana, ia mendapatkan sebuah ujian, berubah sebuah pertanyaan menilai senjata.
“Disini ada dua buah senjata, berikan aku pendapat tentang mana yang lebih bagus, Dan aku ingin kau berbicara dengan jujur!”
Sebuah ujian diberikan kepada Aether, ada dua pedang yang ada di hadapannya dua buah pedang yang terlihat berbeda, satu pedang yang terlihat indah dan dilihat dari pembuatannya saja sudah diketahui kalau pedang itu tidak cocok digunakan dalam pertarungan jangka panjang atau lama karena daya tahanya yang sangat kurang.
Di Sisi yang berbeda ada Sebuah senjata yang terlihat sangat kokoh, dan terlihat sangat kuat, dan jika dilihat secara sekilas tentunya pedang ini jauh lebih baik dari pedang yang pertama, awalnya Aether terlihat kebingungan, ia tentunya mencari cara agar membuat Moli dapat puas dengan jawabannya dengan Sedikit dugaan kalau pedang yang kedua itu merupakan pedang buatan dari Lawannya.
Sehingga ia terus mencari cara agar Pedang dari Buatan dari Moli biasa terlihat lebih baik dari pada pedang yang kedua, sedangkan Moli terus mengingatkan Aether untuk berterus terang tentang pedang siapa yang lebih baik diantara pedang pedang yang ada di hadapannya.
“jujur saja, akan memilih pedang yang pertama.”
“Aku sudah bilang untuk berterus terang,” potong moli saat ia melihat kalau Aether berusaha memuji pedang buatannya.
“ tunggu dulu dan dengarkan apa yang ingin ku katakan, Jika dilihat kekuatan dan daya tahan yang dihasilkan dari senjata ini, pastinya semua orang akan memilih pedang yang kedua, namun bagiku ada sebuah perbedaan besar yang tidak bisa didapatkan di pedang pertama, yaitu penggunaannya untuk lebih mudah digunakan.”
Aether terus menjelaskan pendapatnya tentang pedang pedang yang ada di hadapannya.
“?” terlihat Moli kebingungan dengan apa yang Aether maksud.
“Aku adalah Seorang spearman, sehingga tidak terlalu tahu masalah pedang, namun yang pasti jika aku menjadi seorang yang pengguna pedang aku akan memilih pedang yang pertama, diluar syarat pengunaaanya yang lebih mudah, pedang ini baik besarnya atau beratnya sangat pas. Sehingga aku tentu akan lebih memilih pedang pertama,”
Aether juga sebenarnya ingin menambahkan, kalau sudah dipastikan harga mereka pasti akan sangat jauh, namun ia menahan diri untuk mengucapkan hal tersebut karena takut moli akan menganggap pedangnya terlalu murahan.
Penjelasan dari Aether sangat membuka pengetahuan dari Moli tentang senjata, terutama karena masalah ini telah membebaninya selama beberapa waktu.
“Jadi yang menjadi pertanyaan Sekarang, kau ingin menjadi Seorang pandai besi yang senjatamu dapat digunakan sesuai kegunaannya, atau membuat senjata yang hebat namun tidak bisa digunakan sama Sekali?”
Sebuah pertanyaan yang sangat menusuk, sampai membuat Moli Terdiam ia Seolah mengerti tentang masalah yang selama ini mengganggu hidupnya .
[ kamu berhasil membuat seseorang mendapat pencerahan.]
(Kedekatan dengan Npc moli mencapai 100%)
Sebuah pemberitahuan yang hampir membuat Aether meloncat karena ia merasa mendapatkan sebuah durian runtuh , karena selama ia masuk kesini ia tidak pernah membuat sebuah pendekatan dengan mudah Seperti ini.
Terutama Saat ia berusaha membuat kedekatan yang baik dengan Baron, dan Bam yang terasa sangat sulit, ia bahkan pernah berpikir kalau Semua npc yang ada di Vof akan sangat sulit untuk didekati.
Ucapan terima kasih tidak ada henti hentinya ia terima dari Moli, karena bagi orang- orang yang bekerja dalam bidan bidang seperti ini sebuah pencerahan akan sangat berarti untuk perkembangan karirnya.
Kedekatannya yang telah mencapai Sempurna, membuat pembicaraan mereka berjalan dengan lancar. Sehingga Aether memberikan semua item-item yang dimiliki untuk diperbaiki setidaknya, di upgrade , yang membuat mata Aether menyalah karena semua pekerjaan tentang item-item tersebut adalah gratis, Aether hanya diberikan kesempatan untuk membaca beberapa bahan yang digunakan untuk membuat item-item itu.
Karena ada beberapa item yang ingin dibuat, sehingga memerlukan waktu untuk item tersebut selesai dikerjakan, karena masih banyak waktu yang kosong, Aether memutuskan untuk log ut untuk semenatara.
Reyhan yang saat itu tidak ada yang patut dikerjakan lebih memilih untuk melihat hasil editannya, untuk memberikan efek sempurna kepada Setiap karya yang telah ia buat, untuk membuat sebuah karya yang sempurna maka perlu beberapa kali pengecekan.
Hingga diri Sendiri yakin kalau para pemirsa nantinya tidak akan pernah bosan walaupun sudah menonton videonya berulang kali.
“Setelah melihatnya beberapa kali, sepertinya aku memang terlihat keren saat di pertarungan ternyata!” ucapnya yang sedang memuji kemampuanya Sendiri saat bertarung.
Ia saat ini sedang mengecek beberapa pertarungannya melawan para goblin, terutama yang saat ia menerobos masuk ke desa dan mengacak acak desa itu, ia saat ini berusaha mencari Bagian lucu yang ada.
Namun yang ia lihat, malahan sebuah Suasana suram, karena ekspresi yang ditunjukkan para goblin itu tidak jauh berbeda dengan apa yang para manusia itu tunjukan terutama saat Aether membunuh beberapa anak goblin yang saat itu Sedang bermain di desa mereka dan tidak sempat menyelamatkan diri saat Reyhan datang menyerang.
“Aku mulai berpikir suatu saat, game ini bisa melahirkan beberapa orang psikopat yang haus akan darah, atau bisa jadi akan ada beberapa jiwa psikopat yang akan melampiaskan rasa haus darahnya di game ini.”
Dan saat menjadi seorang beta tester, ia pernah bertemu dengan Seseorang yang sepertinya memiliki gangguan yang sama dengan apa yang Aether pikirkan.
Di game lama saja Ada sebuah istilah yang disebut sebagai PK (player killer), jadi pasti di game virtual reality seperti ini, pasti akan ada lebih banyak Pemain yang akan melakukan saling bunuh satu sama lain.
Ditambah kalau ia melihat beberapa video memang ada beberapa orang yang memiliki kemampuan bertarung yang tinggi lebih memilih jadi bandit, dengan mengincar beberapa pemain sehingga ia dapat mendapatkan Item dengan mudah.
Ia melihat bagaimana perkembangan Videonya ia bahkan masuk dalam trending topik termasuk Video yang Strom hunter uplod di channel pribadi mereka, dan baginya melihat video yang masuk trending topik seperti itu membuatnya Sedikit bangga.
Salah satu permintaannya kepada Moli sehingga membutuhkan banyak waktu pembuatan, Adalah Aether yang membutuhkan banyak Topeng dengan model yang sama Tapi kekuatan yang lebih baik.
Untuknya saat ini kerahasian identitas adalah yang terbaik, sedangkan masalah sudah banyak orang yang sudah melihat wajahnya ia hanya berharap kalau mereka yang saat itu berada di kam tidak menebarkan beberapa identitasnya kepada Orang lain.
Beberapa tindakan sudah ia lakukan, yang saat itu berada di sana adalah anak-anak di didikan dari Yuno dan Cleo Sehingga dengan mudah Aether memberikan perintah untuk muka yang tidak terlalu terekspos.
Dan melihat dari respon yang Yuno Dan Cleo berikan, kebanyakan dari mereka adalah penggemar dari Aether Sehingga mereka sangat bersemangat untuk menjaga identitas dari Aether jadinya ia tidak terlalu khawatir.
Walaupun nantinya ia pasti tahu akan terbongkar ia tidak masalah, pasalnya semua itu tidak bisa terus ditutupi Setidaknya sampai ia menghadiri pertemuan para pemain yang ada di kota nantinya
aku kira yg buruk cm di awal.
ternyata sampai bab pertengahan juga masih buruk.
kecewa...
satu lagi thor kalau bisa revisi dulu karna masih ada beberapa kalimat yang susah dibaca atau di mengerti
bahasa yg dipakai tidak baku. pusing bacanya. tanda titik koma ny tidak dipakai dengan benar.
awak e gak popo ta?