Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update setiap hari )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 : Awal Pembentukan Aliansi
Melihat ekspresi dari Yun Qinxi membuat Qin Lin berpendapat bahwa Yun Qinxi benar benar mengenal Sun Chen.
"Apakah kamu mengenal kakak Chen? Jawab dengan jujur," ucap Qin Lin ingin mengetahui dari mulut Yun Qinxi.
"Huff, nona sebenarnya aku adalah mantan istri dari Sun Chen.." ucap Yun Qinxi yang tiba tiba sedih memikirkan masa lalunya dengan Sun Chen.
"Apa?!"
"Apa?!"
Qin Lin terkejut, bahkan kakeknya juga terkejut mendengar perkataan dari Yun Qinxi, mereka berdua tidak menyangka bahwa Yun Qinxi adalah mantan istri dari Sun Chen.
"Apakah kamu tidak bercanda?" Qin Lin masih bertanya untuk memastikan apakah Yun Qinxi bercanda atau tidak.
"Nona, untuk apa aku berbohong kepada anda? Memang benar aku adalah mantan istri dari Sun Chen.." ucap Yun Qinxi yang masih termenung akan kenangan masa lalunya.
"Terus kenapa kamu bisa bercerai dengan kakak Chen?" tanya Qin Lin penasaran.
"Sebenarnya, aku bercerai dengannya beberapa hari yang lalu.." Yun Qinxi menceritakan bahwa dia telah berbuat kesalahan berselingkuh dengan pria lain, Yun Qinxi juga menceritakan kehidupannya bersama Sun Chen yang hanya pandai mengurus rumah, Yun Qinxi bercerita panjang lebar sampai menangis, menangis tidak bisa menahan rasa sakit akan kehilangan pria yang benar benar mencintainya. Tak lupa juga, Yun Qinxi menceritakan bahwa dia hamil anak pria lain.
Qin Lin yang mendengar cerita dari Yun Qinxi ikut sedih tetapi juga ada rasa kesal karena Yun Qinxi sangat bodoh menyianyiakan suami seperti Sun Chen. Menurut Qin Lin, bagaimanapun itu harus diterima dengan baik karena jika hati terbagi dua dan cinta terbagi akan sangat sulit bertahan.
"Hiss.. Aku sangat menyesal.. Hiss.." Yun Qinxi menangis didepan Qin Lin.
"Sudahlah tidak perlu ditangisi kan itu adalah kesalahanmu, dan kamu juga perlu tau bahwa cinta tidak selamanya karena uang, dan pengkhianatan lebih kejam daripada pembunuhan!" ucap Qin Lin menasehati Yun Qinxi.
"Terima kasih nona," ucap Yun Qinxi yang menghapus kembali air matanya, memang benar yang dikatakan oleh Qin Lin tidak perlu ditangisi jika kau yang memulai membuat kekecewaan, seseorang sudah memberikanmu kehangatan malah kamu memberikan kepahitan, bagaikan memberikan tebu dan dibalas dengan air tuba.
"Oke, sekarang aku ingin kamu bersiap siap menunjukkan jalan ke desa kakak Chen berada," ucap Qin Lin.
"Apa? Ta.. tapi bagaimana dengan pekerjaan rumah?"
"Kan kakekku juga ikut, serta beberapa bawahan mengawal, urusan rumah kan kasih banyak pelayan," ucap Qin Ling.
"Baik nona, kalau begitu aku akan bersiap siap dulu," ucap Yun Qinxi kemudian bergegas pergi besiap siap.
"Huff, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan Sun Chen? Kenapa dia bisa berhubungan dengan nona Qin Lin dan tuan besar Qin Zong. Kenapa Sun Chen menyembunyikannya denganku?" bathin Yun Qinxi.
Disisi lain...
Di rumah keluarga Zen, tampak wajah Zhen Fu sangat begitu marah dan kesal karena kematian tragis anaknya Zhen Dan. Semua petarung keluarga Zhen berkumpul dengan raut wajah yang kesal karena kematian tuan mudanya.
"Saat ini, keluarga Zhen mengalami kekacauan, kuharap kalian semua dapat bekerja sama dengan perguruan Melati untuk menghancurkan Sun Chen itu! Apakah kalian mengerti?!" ucap Zhen Fu tegas.
"Siap, kami mengerti!" seru mereka semua dengan suara lantang.
"Baik, ayo kita pergi ke perguruan Melati berkumpul, karena perguruan Melati juga terkena dampak dan kerugian yang sangat besar atas kehilangan murid intinya."
Mereka semua pun bergerak menuju ke perguruan melati untuk bergabung agar dapat menghancurkan Sun Chen.
Disisi lain...
Di kediaman Luo.
"Apa?! Adikku meninggal hanya dengan satu orang?! Dan itu adalah bocah?!" ucap Wang Tian dengan penuh amarah.
"Benar master, aku juga tidak tau kalau anak itu adalah seorang master, kerugian keluarga Liu sangat besar.." ucap Liu Gongsu ayah dari Liu Linfeng.
"Arhh... Siapapun itu! Aku tidak akan membiarkannya hidup! Tenang saja adik, aku akan membalaskan dendammu!" Wang Tian sudah dipenuhi dengan emosi, tentu saja karena adinya mati ditangan seorang bocah yang tak lain adalah Sun Chen.
"Aku mendapatkan kabar bahwa murid perguruan Melati juga dibasmi oleh Sun Chen itu, bahkan keluarga Zhen juga, bagaimana jika kita pergi ke perguruan Melati untuk bekerja sama menghancurkan bocah itu?" ucap Liu Gongsu.
"Bagus! Peluang untuk membunuh bocah itu akan meningkat! Dan satu lagi jangan lupa bawa penyiar berita dan sebarkan berita ini agar semua orang ikut membenci Sun Chen, dan tentu saja kita mendapat dukungan lebih dari berbagai pihak!" ucap Wang Tian.
"Benar yang kamu katakan, untung saja aku berhubungan pihak televisi, masalah gampang untuk meminta bantuan kepadanya," ucap Liu Gonsu.
"Bagus! Ayo kita berangkat!"
Disisi lain...
Di toko obat tradisional.
"Apa?! Kamu kesini hanya untuk mengajakku bergabung membentuk aliansi menghancurkan satu orang musuh?! Dan siapa musuh itu?!" ucap Gong Xu mengerutkan keningnya karena yang di depannya ini adalah salah satu tetua perguruan Melati meminta bantuan kepadanya.
"Namanya adalah Sun Chen! Dia adalah bocah yang baru berusia 20 an tahun, aku juga tidak tau tapi aku harus membalaskan dendamku kepada muridku yang mati, kumohon dengan bantuan toko obatmu akan membantu kami karena kamu juga punya kekuatan di tingkat master," ucap tetua itu membuat Gong Xu sangat terkejut.
"Apa?! Sun Chen?!" ucap Gong Xu dan mengingat bahwa nama itu sama persis dengan nama gurunya.
"Benar, dan kenapa anda begitu terkejut?" tanya tetua itu heran.
"Huff, aku menolak kerja sama ini, silahlan anda kembali, aku cuma ingatkan bahwa anda telah menyinggung orang yang salah," ucap Gong Xu menolaknya mentah mentah.
"Apa?! Kenapa? Apakah anda takut? Kami pasti akan memberikan anda kompensasi yang memuaskan dari perguruan," ucap tetua itu yang masih bersikeras membujuk Gong Xu.
"Cukup, aku cuma bilang satu kali, sekali aku bilang tidak ya tidak, tolong anda pergi sekarang!" ucap Gong Xu yang sudah muak dengan tetua itu.
Wajah tetua itu tiba tiba menjadi masam karena ditolak mentah mentah oleh Gong Xu.
"Cih baiklah, kalau begitu hubungan antara perguruan Melati dengan toko obat ini sudah tidak ada lagi, terima kasih," ucap tetua itu pergi.
"Huff, kenapa bisa guru memiliki banyak musuh? Apa yang telah terjadi?" gumam Gong Xu.
"Tuan Gong Xu, apa yang telah terjadi?" tanya Jin Xi yang baru masuk ke ruangannya setelah tetua itu pergi.
"Huff, kedatangan tetua itu mengajak toko obat ini untuk membentuk aliansi menghancurkan guru Chen."
"Apa?! Apa yang terjadi? Kenapa bisa perguruan Melati memiliki masalah dengan guru Chen?" Jin begitu terkejut dengan perkataan dari Gong Xu, tentu saja gurunya mendapatkan masalah besar.
"Terus apakah kamu menerima ajakan tetua itu?!" ucap Jin Xi mengerutkan keningnya menatap tajam Gong Xu.
"Huff tentu saja tidak, mana mungkin aku akan melawan guru, tetapi aku yakin guru tidak sesederhana kelihatannya, bahkan kekuatan guru sangat misterius, aku yakin guru Chen pasti bisa menghabisi mereka semua," ucap Gong Xu.
"Terus apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus tinggal diam saja?!" ucap Jin Xi yang begitu khawatir.