Please para pembaca tercinta, untuk tidak dibomlike!. Like 3 chapter sehari saja, mohon hargai karya saya ya. Terimakasih.. 😊
Lisia seorang wanita kantor pengila kerjaan, berusia 22 tahun dan masih jomblo sampai sekarang. Menyukai novel romantis sampai mengoleksi berbagai novel dengan judul yang berbeda-beda.
Saking tergila gilanya ia terhadap novel, lisia juga menghayalkan karakter di novel seolah mereka nyata baginya.
Suatu hari saat pulang kantor Lisia langsung tertidur dan begitu membuka matanya ia sudah ada ditengah hutan.
lalu... Keterlibatan dengan para tokoh novel yang sangat lisia sukai pun dimulai.
siapa kah yang harus lisia pilih, diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 Berkumpul Didesa Agelios
2 hari kemudian
Didesa Agelios, Lisia yang masih kelelahan atas insiden pesta dansa 2 hari yang lalu, beristirahat untuk memulihkan kembali kondisinya dikamar Dewi Hutan. Semua warga desa juga melayani Lisia dengan baik dan membuat dewi mereka merasa nyaman.
Disisi lain Adelio, Ezra dan Kyler sedang berada dikantor desa diruang kerjanya Oliver. Mereka sedang mendiskusikan tentang orang yang mengirimkan pembunuh bayangan untuk membunuh Adelio dan menuduh Lisia sebagai pelaku yang mengirim mereka.
Karna itulah Adelio yang ingin mengatahui akan hal tersebut memutuskan untuk tinggal Didesa Agelios sementara waktu sampai menemukam bukti akan peristiwa pesta dansa 2 hari yang lalu.
Flashback
Dimalam setelah Kyler dan Ezra kembali dari wilayah Duke Floweries menuju Kekuil Dewi untuk melihat Lisia, Kyler menceritakan tentang informasi yang ia dapatkan dari pembunuh bayangan yang berhasil ia tangkap dan juga Ezra, kepada Lisia, Oliver, Adelio dan juga Nevan yang ada dikamar dewi hutan.
Setelah mereka mendengarkan perkataan dari Kyler, semuanya merasa kaget dan tidak percaya. Begitu juga dengan Lisia yang merasa tidak enak setelah mendengarnya, Nevan yang melihat Lisia yang pucat langsung mengambil air untuk Lisia.
"Sebenarnya siapa yang berani untuk menjebak Lisia? " ucap Oliver yang marah.
"Padahal Lisia baru saja debut dan orang orang juga baru melihat Lisia secara langsung. Bagaimana bisa mereka sudah ada dendam dengan orang yang baru mereka temui"ucap Adelio.
"Tidak penting siapa orangnya, jika aku menemukan dia, maka aku akan langsung membunuhnya"ucap Ezra.
"Tapi bagaimana kalian bisa tau informasi tersebut? bukan kah mereka tidak akan memberi tahukan rencana mereka" tanya Adelio.
"Aku meminta Ivan untuk mengunakan kemampuannya"Kyler pun menceritakan semuanya dari ia berhasil menangkap salah seorang pembunuh bayangan.
Penjelasan
Silahkan baca kembali dichapter 25 ya.
Setelah mendengar ceritanya Kyler, Adelio memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan mereka esoknya dan membiarkan Lisia untuk istirahat.
Saat setelah Lisia sudah tertidur Oliver, Adelio, Ezra, Kyler dan Nevan keluar dari kamar Lisia. Lalu mereka pegi meninggalkan kuil dewi menuju danau pelangi.
Ditepi danau
"Aku akan kembali keistana untuk menyelesaikan beberapa urusan mendesak terlebih dahulu, lalu kita diskusikan setelah dua hari lagi. Bagaimana? " ucap Adelio.
"Aku setuju. Aku juga akan kembali kekerajaan wishangle untuk menyesaikan pekerjaan ku"ucap Kyler.
"Aku juga akan kembali kemarkas bulan sabit"ucap Ezra.
"Baiklah. Oliver kami akan kembali setelah dua hari lagi, selama itu kau harus menjaga Dewi Lisia! " ucap Adelio.
"Tidak perlu kau katakan aku akan tetap menjaga Lisia" ucap Oliver dengan bengisnya.
Setelah itu Adelio, Ezra dan Kyler pergi meninggalkan Oliver dan Nevan berdua ditepi danau. Lalu Oliver menatap tajam kearah Nevan dan beranjak pegi menuju kuil dewi kembali sambil berkata.
"Kau tidak perlu ikut campur akan masalah ini, diam saja dan jangan melakukan apapun. Jika aku melihat mu maka kau akan tau akibatnya"ucap Oliver dengan nada mengintimidasikan Nevan.
Setelah Nevan menganggukan kepalanya sambil memegang kedua tanganya, Oliver pun pergi meninggalkan Nevan sendirian ditepi danau. Nevan yang hanya bisa berdiam diri dengan perasaan sedih memutuskan kembali kerumahnya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah dua hari berlalu, Adelio, Ezra dan Kyler datang kembali Kedesa Agelios dan berkumpul dikantor desa diruang kerjanya Oliver.
Flashback selesai
"Hey Oliver, apa Nevan tidak datang? " tanya Adelio.
Walau Adelio tidak menyukai Nevan yang selalu dekat dengan Diana dan Lisia, Adelio tetap mengasihani Nevan karna ia selalu dikucilkan oleh penduduk Desa Agelios.
"Aku sudah memberi tahukannya untuk datang, tapi aku tidak tau dia ada dimana" ucap Oliver dengan ketusnya.
"Untuk apa memperdulikan bocah itu. Tanpa dia pun kita masih bisa mencari pelakunya"ucap Kyler dengan nada marahmya.
"Tidak perlu mengurusi orang yang tidak mau membantu, lebih baik fokus saja untuk mencari dalang yang mencoba menjebak Lisia"ucap Ezra dengan dinginnya.
Adelio hanya bisa menghela nafas akan sikap dari Oliver, Ezra dan Kyler yang begitu membecinya terhadap Nevan. Walau Adelio juga setuju akan pemikiran dari yang lainnya.
Isi pikiran
Oliver sangat senang mengetahui Ezra dan Kyler mendukungnya dan juga membenci Nevan. Sedangkan Adelio yang kasihan kepada Nevan tapi juga kesal saat mengingat kembali kejadian saat Nevan memberikan jasnya pada Lisia.
Lalu Ezra juga kesal saat mengingat kejadian Nevan bersama Lisia ditepi danau hari itu dan saat sebelum pergi kepesta dansa, dimana Lisia yang disandingkan berdua olehnya adik adik Nevan. Disatu sisi Kyler juga merasa Kesal karna Ia didahului oleh Nevan yang bisa berdansa dengan Lisia.
Itulah yang ada dipikiran para Keempat tokoh dinovel ini.
Disisi lain Nevan yang ada dirumah dan sedang memetik sayur sayuran yang dibantu oleh kedua adinya, tiba-tiba saja merasa merinding.
"Kakak tidak apa apa? " tanya Nox yang ada disamping kiri Nevan.
"Iya. Tidak apa apa"ucap Nevan yang tersenyum.
"Jika kakak lelah, biar Elis yang lanjutkan bersama kak Nox" ucap Elis. Laku Nox yang menganggukan kepalanya menyetujui akan perkataan Elis.
"Tidak perlu khawatir. Kakak masih bisa lanjut"ucap Nevan yang mengakinkan kedua adiknya.
Elis dan Nox hanya bisa meneyetujui akan perkataan kakaknya itu dan melanjutkan memanen sayur kembali.
🌺🌺🌺🌺🌺
Dikerajaan Magixion
Adelio yang ada Didesa Agelios dan akan tetap disana untuk sementara waktu, meninggalkan Kerajaan Magixion dan semua tugas kerajaan dikerjakan oleh Ian yang merupakan ajudan raja.
"Yang mulia! Saya minta cuti setelah semuanya selesai "ucap Ian yang sedang mengerjakan segunung kertas diruang kerja Adelio.
Dikerajaan Wishangle
David dan Ivan juga melakukan semua pekerjaan yang begitu banyaknya, karna Kyler akan menetap Didesa Agelios untuk menyelidiki kasus yang menimpa Lisia.
"Ini sangat melelah kan"menempelkan wajanya kemeja "Bagaiman jika kita kabur saja? " ucap David yang mengeluh.
"Apa kau ingin mati ditangan yang mulia? "Ucap Ivan yang fokus mengerjakan dokumen.
"Pokoknya setelah selesai aku akan minta liburan pada yang mulia"ucap David yang percaya diri.
"Lakukan sesukamu"acuh tak acuh"Sekarang lanjutkan pekerjaan mu"ucap Ivan yang kesal yang melihat David malas malasan.
Markas bulan sabit
Disisi lain semua anggota bulan sabit sibuk membalas surat permintaan dari klien mereka.
"Wakil ketua! Kita harus memenuhi permintaan siapa dulu? "ucap Felix. " Ini terlalu banyak"ucap Elito.
"Kita tidak akan sanggup memenuhi sekaligus permintaan ini"ucap Killian. "Rasanya hanya ketua yang bisa melakukan semua tumpukan sampah ini"ucap Owen yang mana anggota lainnya juga setuju.
".. (Ezra! Harusnya kau selesai kan dulu sebelum pergi) "ucap Finn yang putus asa.
🌺🌺🌺🌺🌺
Disisi lain Didesa Agelios, didalam ruang kantornya Oliver Adelio, Kyler Dan Ezra bersin secara bersamaan dan membuat Oliver kaget.
"Hacih!!! "
"Kalian tidak apa apa? " tanya Oliver.
Secara serentak pun Adelio, Ezra dan Kyler mengatakan "iya tidak apa apa" lalu mereka memandangi satu sama lain karna mengucapkannya secara bersamaan.
Bersambung
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
jangan lupa mampir yaa kaak