Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
"Apa yang kau lakukan di sini Nathan?.
Vani berdiri di belakang Nathan yang sedang berdua dengan seorang wanita. Vani tidak tau siapa Amel, karna Vani baru pindah ke negara ini setelah kejadian Nathan gagal menikah.
Nathan bangkit dari kursi nya, ia melihat ke arah vani." Van, aku sedang makan siang bersama teman ku, kau sedang makan juga disini Van?"
Vani melihat ke arah amel." Dia teman mu, atau_
"Dia benar tamanku." potong Nathan
" Baiklah, aku mengerti. Selamat menikmati makan siang kalain, aku harus pergi karna ada uruaan".ucap Vani.
Selepas kepergian Vani, Nathan semakin diam. Entah kenapa hatinya sangat gelisah. Amel yang melihat sikap Nathan memutuskan untuk mengajak Nathan jalan jalan sebentar.
"Nat, bisakah kta pergi jalan jalan ke mall sebentar,aku sangat bosan". ucap amel
"Baiklah, tapi aku tidak bisa menemani mu lebih lama, ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan". ucap Nathan
Nathan melajukan mobilnya ke arah mall terdekat, ia mengajak Amel jalan jalan sebentar sesuai permintaannya. Tapi entah kenapa saat Nathan berjalan dengan Amel ia tidak merasakan kenyamanan lagi.
Waktu terus berjalan, Nathan pulang saat waktu sudah menunjukan pukul 05.30, Nathan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dalam kamarnya. Tapi sampai di kamar, Nathan tidak melihat Anel di kamar itu. Tapi ia mendengar suara air di dalam kamar mandi.
"Nel, kau didalam?" tanya Nathan saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
"Iya, aku sedang mandi,tunggu sebentar". jawab Anel dari dalam.
"Baiklah."
Nathan merebahkan tubuhnya yang lelah. Tak berselang lama, Anel keluar dari dalam kamar mandi, ia menggunakan kimono handuk dengan rambut yang basah.
Anel berjalan menuju lemari dan mengeluarkan pakaian yang akan ia kenakan. Nathan yang masih berada di tempat tidur melihat ke arah Anel,ia bangkit dan mendekati istrinya.
"Aku ingin bicara". ucap Nathan saat sudah berada di dekat Anel.
"Sebentar lagi, aku akan memakai pakain ku dulu,kau mandi lah dulu". ucap Anel cepat
"Baiklah." saut Nathan
Nathan mengikuti ucapan Anel dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Anel sudah selesai mengganti pakain nya
Setelah selesai bersiap, Anel turun ke bawah untuk melihat apa makan malam sudah siap atau belim.
"Bik apa ada yang bisa Anel bantu?" tanya Anel saat sudah berda di dalam dapur.
"Tidak usah non,non Anel kan masih tidak enak badan." ucap bik imah
"Anrl sudah lebih baik kok Bik". ucap Anel lagi
"Lebih baik non Anel tunggu di meja makan saja,biar bik imah sama bik yem yang siapin ini non".ucap bik yem menimpali.
"Baiklah bik. Ohhh ya bik, bisakah bibik buatin anel rujak buah, Anel ingin sekali memakan rujak bik".kata Anel
"Biar bik Imah yang buatkan ya non, tunggu sebentar lagi". ucap bik Imah dan langsung mengambil beberapa buah yang tersedia di dalam kulkas.
Anel menunggu di meja makan dengan setia. Dia sudah tidak sabar untuk memakan rujak buah yang di buatkab bik Imah.
Tak berapa lama rujak yang Anel inginkan pun datang, Anel memakan rujak buah itu dengan lahap. Tanpa Anel sadari Nathan sudah duduk di depan nya.
Nathan menatap istrinya aneh."Kenapa makan rujak malam malam begini, kau belum makan nasi bukan,perutmu bisa sakit". ucap Nathan
"Sejak kapan kau duduk di sana?"tanya Anel
"Sejak kau makan rujak itu tanpa berkedip." jawab Nathan
"Ohhhhhh." Hanya kata itu yang keluar dari bibir Anel, dan ia pun melanjutkan makan nya tanpa menghiraukan ucapan Nathan.
Nathan mendengus kesal melihat sikap acuh Anel.Tak beberapa lama, makan mal pun sudah terhidang di atas meja makan. Saat Anel ingin mengambilkan makanan itu untuk suaminya. tiba tiba Anel merasakan mual lagi, ia berlari ke arah wastafel dan mengeluarkan semua rujak yang baru ia makan. Nathan yang khawatir langsung menghampiri Anel yang sedang memuntahkan semua isi perut nya.
"Kau kenpa lagi, lebih baik kita ke rumah sakit saja".ucap Nathan khawatir
"Ahhhhh, tidak apa apa, aku hanya sedikit mual.Jangan terlalu khawatir". ucap Anel sambil mengusap bibirnya.
"Keras kepala." mengehela nafas pasrah." Apa sudah lebih baik? kita kembali makan". ajak Nathan
Mereka pun kembali ke meja makan, Anel masih merasakan pahit di tenggorokan nya, ia sudah tidak ingin makan lagi. Dan akhirnya Anel hanya menatap lemah ke arah Nathan.
"Kenapa tidak makan?" tanya Nathan
"Tenggorokan aku terasa sakit, aku sudah tidak ingin makan lagi". ucap Anel cepat.
"Makanlah sedikit, kau bisa tambah sakit nanti". ucap Nathan lagi
"Aku tidak mau, kau saja yang makan."tolak Anel.
"Ahhhhh ia, kapan mama dan papa pulang? kenapa mereka lama sekali di sana, bik imah bilang mereka hanya 1 bulan di sana, sedangkan ini sudah hampit tiga bulan". ucap Anel
"Mereka menetap di sana dan tidak akan kembali".ucap Nathan santai.
"Benarkah, kenapa tidak bilang sejak awal." Gerutu Anel
"Memang kenapa, mau ngadu."
"Ngadu apa?"
"Siapa tau aja mau ngadu sama mama."
"Gak lah, buat apa. Aku cuma kangen sama mama."
" Ehhh ya, apa besok aku boleh ke rumah ibuku, aku merindukan ibu dan adik ku, lagian besok khan weekend". ucap Anel ragu
Nathan menatap Anel. Sementara yang di tatap merasa takut. "Baiklah, tapi aku tidak bisa mengantar mu, pergilah bersama mang ujang". ucap Nathan lagi.
"Baik, tidak masalah, dan trimaksi." ucap Anel
"Hmmm. Sekarang habiskan susu itu lalu kita ke kamar. Ini waktunya untuk istirahat." ucap Nathan
Anel mengangguk, dia pun bergegas menghabiskan susunya. Setelah selesai makan malam, Nathan tidak langsung kembali ke kamarnya. Dia hanya mengantar Anel dan memastikan istrinya tidur, sementara Nathan ke ruang kerjanya untuk memeriksa email yanh di kirim Aldo untuknya.
.
.
[Bersambung]
**Dalam rangka Revisi, jadi mohon permaklumannya.
Dan jangan lupa Like, comment dan vote kalian jika suka dengan Novel ini**🙏
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?