Aisyah adalah seorang gadis berumur 21 th. ia di ajak tinggal dg saudaranya di sebuah pesantren.ia berteman dg santri putra bernama Riziq yg berumur 16 th. persahabatan mereka sangat dekat meskipun umur mereka terpaut jauh.
sampai suatu ketika Aisyah bertemu seorang ustad tampan bernama ustad Rasyid 24 th.yg tidak lain adalah kakaknya Riziq.
Aisyah dan ustad Rasyid saling mencintai ...namun takdir berkata lain .ustad Rasyid di jodohkan dg salah satu ustajah di pesantren itu.
begitu sedihnya Aisyah dikala itu .
iapun beberapa kali di jodohkan oleh orang tua angkatnya namun selalu gagal dg beberapa alasan...
namun tak di sangka jodohnya adalah... ? ?
ikuti terus kisah Aisyah....
baca juga ya novelku yg pertama ANDAI MEREKA TAU...makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bahagia
Kini Aisyah sedang berguling guling di tempat tidurnya, merasakan bahagia di hatinya kala ia mendapat balasan puisi dari ustad Rasyid. Sebuah senyum seakan tak pernah hilang di raut wajahnya yang cantik alami. Ia berulang ulang kali membaca puisi itu seakan tak pernah bosan untuk terus membacanya. Tiba tiba ponselnya berbunyi memecah lamunannya sendiri.
kring kring
Perlahan Aisyah mengambil henponnya di atas meja kamarnya, ia melihat nomor baru menghubunginya. Perlahan Aisyah menggeser tombol hijau. Ada rasa penasaran dalam pikirannya siapa yang menelpon malam malam begini .
" Asalamualaikum" ucap Aisyah, ia belum tau siapa yang telah menelponnya.
"Waalaikumsalam uni " jawab Riziq. Ternyata Riziq lah yang telah menghubunginya. Aisyah meneryitkan keningnya, ia sedikit heran mengapa Riziq menelponnya malam malam begini itu pikirnya.
"Riziq, kamu nelpon uni memangnya kamu punya hp ?, bukannya para santri tidak di perbolehkan membawa hp " tutur Aisyah mencoba meminta penjelasan.
"Hp nya punya aang Rasyid " jawab Riziq.
"Ooh" Aisyah lupa belum menyimpan nomor ustad Rasyid ketika dulu Riziq menghubungi kakaknya itu.
"Uni lagi ngapain?, lagi baca puisi dari aang ya " tanya Riziq sambil cengengesan .
" Ko kamu tau sih " ucap Aisyah, seketika Aisyah langsung menutup mulutnya, ia malu karna keceplosan, terdengar suara tawa Riziq membuat wajah Aisyah memerah karna malu, ia sempat menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya.
"Cieeeee si uni lagi mikirin kakakku " goda Riziq pada Aisyah sambil tertawa tawa.
"Jangan menggodaku seperti itu, ngomong ngomong kamu ngapain nelpon uni malem malem ? memangnya kamu belum tidur ? " tanya Aisyah penasaran.
"Sepertinya kakakku ingin bicara padamu "tutur Riziq.
Seketika Aisyah langsung tersenyum hatinya berdebar debar jantung berpacu dengan cepat, rasa senang dan bahagia kini menghampirinya berlari larian di pikirannya.
" Cieeee uni tersenyum " ucap Riziq menggoda.
"Dari mana kamu tau, emangnya kelihatan ya dari sana ? " tanya Aisyah. Riziq pun langsung tertawa tawa padahal ia hanya menduga duga hanya mencoba menggoda Aisyah, namun kenyataannya memang benar adanya. Aisyah yang tau akan hal itu wajahnya kini memerah karna malu.
"Kau selalu saja begitu " gerutu Aisyah, Riziq pun perlahan berjalan untuk menemui ustad Rasyid. Ia pun memberikan sambungan ponsel itu pada ustad Rasyid yang kini sedang berada di kamarnya.
" Uni ingin bicara dengan mu " bisik Riziq pada kakaknya. Perlahan ustad Rasyid menerimanya sambil terheran heran, untuk apa Aisyah menelponnya malam malam begini itu pikirnya.
"Asalamualaikum" ucap ustad Rasyid
"Waalaikumsalam, ada apa ustadl Rasyid ingin bicara pada saya? " tanya Aisyah, ustad Rasyid malah mengeryitkan keningnya, setaunya Aisyah lah yang ingin bicara padanya itulah yang di katakan Riziq padanya, ia langsung memicingkan matanya pada adiknya itu, Riziq yang sadar akan hal itu langsung cengengesan, seketika ustad Rasyid langsung melempar bantal pada adik kesayangannya itu.
"Maaf Aisyah sepertinya Riziq mengerjai kita "ucap ustad Rasyid menjelaskan. Seketika raut wajah Aisyah nampak kecewa, ia pikir ustad Rasyid benar benar ingin bicara padanya, ternyata bocah ingusan itu telah mengerjainya.
" Ooh begitu ya " jawab Aisyah singkat.
"Kamu belum tidur Aisyah bukannya ini sudah larut malam ?" tanya ustad Rasyid sambil menatap jam dinding yang ada di kamarnya, kini waktu sudah menunjukan pukul 10:45 malam.
"Saya baru selesai membantu bibi membikin kue "jawab Aisyah.
"Apa boleh saya mencicipi kue buatanmu ? " tanya ustad Rasyid penuh harap. Aisyah terkejut ia hampir tak percaya kalau ustad Rasyid ingin mencicipi kue buatannya.
"Tentu saja " jawab Aisyah sambil tersenyum. Mereka pun ahirnya mengobrol lewat via telpon, ada senyum di raut wajah Aisyah setelah setengah jam lebih mereka mengobrol, begitupun dengan ustad Rasyid ia nampak senang bicara dengan Aisyah.
"Aisyah sepertinya saya harus mengahiri obrolannya karna ini sudah larut malam, kau juga harus istirahat " tutur ustad Rasyid. Aisyah hanya mengangguk padahal ia ingin lebih lama lagi bisa mengobrol dengan laki laki yang di sukainya meskipun matanya sudah mengantuk.
"Asalamualaikum Aisyah "
"Waalaikumsalam " jawab Aisyah. Ustad Rasyid tersenyum kala ia mengahiri telponnya.
"Sepertinya aku benar benar ada rasa pada Aisyah, aku rasa dia pantas menjadi ibu dari anak anaku " gumam ustad Rasyid dalam hati, ia kembali tersenyum melihat Riziq yang kini sudah tertidur di ranjangnya .
"Ya allah, dasar bocah ini " ucap uatad Rasyid sambil menggelengkan kepalanya laku perlahan ia menyelimuti tubuh adiknya itu dengan selimut. Perlahan ustad Rasyid duduk di sofa ruang tamu, senyumnya kini terpancar kembali di wajah tampannya ketika ia mengingat Aisyah .
"Ya allah jika Aisyah adalah jodohku maka dekatkanlah kami, tapi kalau dia bukan jodoh ku maka biarkan kami menghilangkan perasaan ini tanpa saling menyakiti , dia berhak mendapatkan jodoh yang terbaik begitupun dengan ku, amiin "
Ustad Rasyid terus berdo'a dalam hati, sebenarnya ia sangat berharap kalau Aisyah adalah jodoh yang di berikan allah padanya, namun ia tak memaksakan hal itu, ia yakin allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuk nya siapapun itu. Namun ia selalu berharap dimanapun Aisyah berada dan dengan siapapun Aisyah berjodoh, Aisyah akan selalu bahagia, itulah yang di harapkan ustad Rasyid.