NovelToon NovelToon
Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:47.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Bagai tersambar petir, saat Marinka tahu dan harus menyaksikan suami yang baru dia nikahi selama 3 bulan, memutuskan menikah kembali secara diam-diam. Tidak ada yang tahu seperti apa rasa sakit yang Marinka rasakan saat ini, pria yang dicintainya sejak lama, sudah bermain api dibelakangnya.


Marinka harus menerima kenyataan pahit, saat tahu gadis yang dinikahi suaminya adalah gadis yang dia kenal, bahkan mereka dengan tega merebut ranjangnya agar bisa menyingkirkan Marinka dari hidup mereka.


Akankah Marinka menyerah? atau Marinka akan bertahan demi pria yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29. Musim Salju

"Huaaaaa...adek nggak nyangka bisa lihat salju. Brrrrrrr...dingin benget ya bang?"

"Iya. Abang tidak menyangka kita akan seberuntung ini, kita datang disaat Turki sedang musim salju." Jawab Ezra sembari menyembunyikan kedua telapak tangannya diketiak.

"Kita masuk yuk bang? adek nggak kuat, dingin banget soalnya."

Marinka mengajak Ezra untuk masuk kembali kedalam kamar hotel, karena mereka saat ini memang tengah berada diluar hotel sembari menikmati salju yang turun. Jangan ditanya bagaimana isi memori ponsel mereka, semuanya sudah mereka abadikan didadam. benda pipih itu.

"Adek naik saja duluan ke kamar ya?"

"Abang mau kemana?"

"Mau pesan teh atau kopi panas untuk kita, sekalian camilan juga."

"Emm." Marinka mengangguk.

Marinka berjalan lebih dulu memasuki kamar, karena dia benar-benar bukan tipe orang yang tahan dengan cuaca yang sangat dingin meskipun saat ini tubuhnya sudah dibalut dengan baju hangat yang sangat tebal.

"Kamu dimana?" tanya Jihan, saat Ezra mengangkat panggilan telpon darinya.

"Di Turki."

"Turki?"

"Ada keperluan apa kamu di Turki?"

"Hah...ini ulah Papa dan Mama yang memaksaku dan Marinka pergi berbulan madu di Turki."

"Bulan madu? apa maksudmu? apa itu yang seperti aku fikirkan?"

"Sayang. Kamu bicara apa sih? kalau aku tidak menuruti dan memberikan bukti bahwa kami memang pergi, mereka akan marah besar padaku."

"Apa kalian tinggal satu kamar?"

"Ya. Tapi kamu jangan berfikiran macam-macam, meskipun satu kamar, tapi kami tidak melakukan hal-hal seperti itu."

"Ezra. Aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai kamu menyentuh wanita itu,"

"Tidak akan. Kita sudah menemukan wanita yang tepat untuk membantu kita keluar dari masalah, Marinka bukan tipe wanita yang mengambil kesempatan dalam kesempitan."

"Baiklah aku percaya padamu. Kamu tinggal di hotel mana? dan kamar nomor berapa?"

"Uranus istanbul 86."

"Berapa lama kalian berlibur?"

"Rencananya satu minggu."

"Baiklah. Aku tutup telponnya,"

"Emm."

Ezra menghembuskan nafas panjang, dia merasa lega karena Jihan tidak lagi banyak bertanya padanya. Ezra segera memesan dua gelas kopi panas dan beberapa camilan sesuai yang dia janjikan pada Marinka.

Ezra mendengar tawa Marinka, saat pria itu baru saja membuka pintu kamar, tawa itu terdengar begitu renyah ditelinga Ezra.

"Kenapa kamu melepas baju hangatmu? apa kamu tidak merasa dingin lagi?"

"Ya sedikit lebih baik sekarang. Bang sini deh,"

"Ada apa?"

"Lihat deh foto-foto abang ditaman tadi,"

Ezra meletakkan kopi dan camilan diatas meja dan menaiki tempat tidur yang berukuran king size itu.

Ezra tersenyum saat melihat foto-foto dirinya dan Marinka yang sangat lucu. Berbagai fose mereka lakukan, bahkan Ezra menutup wajahnya karena malu melihat tingkahnya yang kekanakkan.

"Dengan Marinka aku bertingkah konyol seperti ini, benar-benar tidak ada wibawa seorang CEO sama sekali," batin Ezra sembari mengurai senyum tipis.

"Bang. Apa abang tidak keberatan kalau adek menyimpan moment ini dibmedia sosialku? aku ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan kita." tanya Marinka.

"Tidak masalah, lakukan saja."

"Bagaimana dengan kak Jihan? aku takut dia keberatan." tanya Marinka.

"Jihan tidak berfikiran sempit,"

"Baiklah." Marinka tersenyum gembira dan mulai memposting foto-foto di media sosialnya yang baru.

"Minumlah kopinya selagi hangat,"

"Emm. Makasih bang."

"Malam ini kita makan di hotel saja ya? besok kita baru bisa merencanakan jalan-jalan sepuasnya."

"Iya. Adek nurut abang saja."

"Oh iya, kemarin Yuda sudah membuatkan kartu ini untukmu."

"Kartu? kartu untuk apa bang?"

"Ini ada dua kartu untukmu, yang satu untuk nafkahku, yang satu lagi kartu untuk biaya pendidikkanmu. Kamu bebas menggunakan uang itu sesukamu karena itu adalah hak mu."

"Apa ini tidak terlalu berlebihan bang? aku bisa menggunakan uang nafkah untuk pendidikkan juga kan?"

"Jangan menolak. Aku sudah bilang, itu adalah hak yang harus kamu terima. Nanti tiap bulan aku akan mentransfer uang di ATM itu."

"Aihh...terserah abang saja kalau begitu,"

"Kalau begitu simpanlah!"

Marinka meraih dua kartu yang Ezra sodorkan dan menyimpannya didalam tas. Mereka kemudian mulai menikmati kopi dan camilan bersama-sama.

*****

Seperti pagi-pagi sebelumnya, Marinka bangun lebih dulu dan mendapati kondisi tidur mereka berdua kembali intim. Seperti pagi yang lain pula, Ezra harus berpura-pura masih tertidur nyenyak agar keadaan tidak canggung.

"Melihat kita yang nyaman saling berpelukkan, aku merasa seperti jadi istri beneran kamu bang. Tapi aku nggak boleh menghayal ketinggian, agar saat jatuh nggak terlalu sakit," ucap Marinka lirih namun masih bisa Ezra dengar.

Marinka mengusap puncak kepala Ezra, dan membenahi selimut Ezra hingga keleher pria itu.

Tok

Tok

Tukang layanan kamar mengetuk pintu mereka untuk mengatarkan sarapan pagi. Marinka mengambil makanan itu dan meletakkannya diatas meja. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Seperti biasa, Ezra membuka matanya setelah Marinka memasuki kamar mandi. Pria itu menyunggingkan senyumnya mengingat ucapan Marinka, karena sejujurnya dia merasakan rasa nyaman yang sama terhadap Marinka.

Ceklek

Marinka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk diatas kepalanya, meskipun begitu sama sekali tidak mengurangi kecantikkan dan keseksian wanita itu.

"Abang sudah bangun? mandi gih, habis itu kita sarapan sama-sama."

"Ya."

Ezra mulai beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi. Sementara itu Marinka berpakaian, lengkap dengan baju hangat karena mereka berencana akan pergi jalan-jalan seharian hari ini.

Lagi-Lagi Marinka disuguhkan dengan pemandangan indah saat Ezra keluar dari kamar mandi. Marinka segera memalingkan wajahnya, karena tidak mau Ezra berfikiran yang tidak-tidak terhadapnya.

Ezra segera berpakaian, dan juga mengenakan baju hangatnya. Setelah itu mereka sarapan bersama.

"Kita rencananya mau jalan kemana bang?"

"Kemana saja, yang penting tempatnya seru dan bisa memenuhi memori ponselmu itu."

Marinka terkekeh, sejak dulu dirinya memang suka mengabadikan moment-moment tertentu di kamar ponselnya. Namun sejak dia menikah, kebiasaan itu benar-benar hilang, karena memang tidak ada yang perlu diabadikan.

"Apa kegemaran adek itu membuat abang tidak nyaman?"

"Sama sekali tidak. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu sukai,"

"Baiklah. Habiskan sarapanmu, setelah itu kita bisa pergi jalan-jalan,"

"Emm." Marinka mengangguk.

Setelah menghabiskan sarapan mereka, Ezra dan Marinka pun pergi berjalan-jalan mengelilingi kota Turki sepanjang hari. Mereka benar-benar menikmati waktu liburan di kota yang sedang dilanda musim salju itu.

"Adek senang banget deh bang hari ini, ini rasanya seperti sebuah mimpi,"

"Baguslah kalau kamu senang. Aku tidak ingin melihat kamu sedih lagi gara-gara menangisi pria yang tidak penting."

"Tidak lagi. Sekarang Abanglah orang yang penting bagiku. Eh? emm...maksudku abang sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri," Marinka cepat-cepat meralat ucapannya.

"Kalau begitu aku menerimamu sebagai adikku, Adeknya abang yang tersayang."

Mata Marinka berkaca-kaca karena terharu, ini kali pertama ada orang yang benar-benar tulus menyayanginya seperti layaknya keluarga.

"Maukah abang memeluk adek?"

Ezra merentangkan tangannya, dan Marinka berhambur masuk kedalam pelukkan tubuh kekar Ezra.

Jika orang tidak tahu hubungan mereka sebenarnya, tentu orang mengira mereka adalah pasangan yang sangat romantis. Saling berpelukkan mesra diantara turunnya putih salju.

"Terima kasih abang sudah memberikan kehidupan yang baru untuk adek. Adek senang sekali punya kakak seperti abang,"

"Abang juga senang, karena selama ini abang memang tidak memiliki seorang adik yang manis sepertimu. Jadi teruslah bahagia,"

Marinka menganggukkan kepalanya dalam dekapan hangat Ezra. Pelukkan yang sangat enggan dia lepaskan.

"Yuk kita pulang," ujar Ezra.

Marinka mengangguk sembari menyeka air mata harunya.

"Cengeng," Ezra mengusap puncak kepala Marinka.

Marinka dan Ezrapun pulang menuju hotel dengan bergandengan tangan, sesekali mereka tersenyum satu sama lain sembari berbincang. Namun saat mereka akan memasuki kamar, Ezra dikejutkan dengan suara yang sangat dia kenal.

"Sayang,"

Ezra tertegun saat melihat Jihan sudah berada dihadapan mereka. Sementara itu Jihan menatap kearah tautan tangan antara Marinka dan Ezra yang membuat wanita itu berwajah masam.

TO BE CONTINUE...🤗🙏

1
Reaz
wah Thor... salut, tulisannya banyak kali/Determined/
tetap semangat/Ok//Good/
Nani Maulani
goblok bnget sih c marinka nya Thor jngan d buat gblok ath
Sariambar Wati
jangan lupa nifas😁
Dodah Saodah
jangan jadi cewek lemah, pergi saja
Dodah Saodah
ga suka sama wanita yang lemah
Nazwaputri Salmani
Kecewa
Nazwaputri Salmani
Buruk
Ai Hajariah
ok
Askaaskooll
sumpah gedek delokk wedoke koyok GK due harga diri blasss
Majotiku
Luar biasa
Author_Ay: baca juga karyaku kak klik aja profilki
total 1 replies
Majotiku
Lumayan
Majotiku
Luar biasa
Diyan Suri
👍👍
Rat Miyati
Luar biasa
Taslim Rustanto
tak kira si Jihan.
Taslim Rustanto
Ansher...Bru nggeh. Ando- shera..yugie - yure = yuda- Regia.Yuda-reGia.😁😁😁sa AE Thor bikin namanya..😊😊
Taslim Rustanto
Luar biasa
Sina Roselina
kenapa marinkabegitu bodoh nya demi se org laki laki
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
Marinka yang melakoni, kok aku yang ikut merasakan sakit hatinya..tak terbayangkan..Marinka saat lahir ke dunia dibuang oleh ortunya, setelah dewasa dan menikah dibuang dan nyaris dibunuh oleh suami dan keluarganya. bahkan sekarang ia pun harus bersiap dengan mengulanginya walau tak sekejam prilaku mantan suami dan keluarganya.
Widarto Saja
yg ini baru novel gk bosen dah bacanya.. lanjut thor.. 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!