Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan istri vs istri sah.
Elmira duduk melamun di rumahnya, di temani Niken. Elmira sibuk dengan pikirannya, ia berpikir keras bagaimana caranya merebut hati Ken dan kedua putranya lagi.
"Kalau kau mau menang, gunakan cara lembut," ucap Niken membuyarkan lamunan Elmira.
"Maksudny?" tanya Elmira balik.
Niken tersenyum sinis, berkali kali menggelengkan kepalanya.
"Kau bodoh, atau memang bodoh?" sindir Niken. "Untuk merebut hati mantan suami dan anak anakmu dengan cara kelembutan."
Elmira diam mendengarkan seksama, arahan yang di berikan Niken. Poin poin untuk mendapatkan tempat di hati Ken dan kedua putra kembarnya yang sudah berubah menyayangi Tianyfa.
"Apa yang mama katakan benar sekali!" sahut Elmira menganggukkan kepala dan tersenyum lebar.
"Sekarang pergilah, atur semuanya dengan baik." Kata Niken, menatap wajah Elmira.
"Baik!" sahut Elmira.
Sementara di kediaman Ken.
Tianyfa baru saja selesai membersihkan diri. Ia duduk di sofa kamar pribadinya memeluk boneka beruangnya. Dari arah pintu, Ken berdiri di ambang pintu menggunakan piyama.
Ken berjalan menghampiri Tianyfa yang tersenyum padanya.
"Ken..." sapa Tianyfa pelan, tengadahkan wajahnya menatap Ken.
"Aku suamimu, kau jangan panggil nama lagi.." Pinta Ken. Namun Tianyfa menggelengkan kepala.
"Mas." Ucap Ken lagi. Lagi lagi Tianyfa menggeleng.
"Sayang, bagaimana?" tanya Ken.
Tianyfa menggelengkan kepala lagi.
Ken menarik napas dalam dalam, melipat kedua tangannya di dada.
"Kau tidak menyukaiku?" tanya Ken mulai kesal.
Tianyfa menggeleng lagi. "Aku tidak tahu."
"Cinta?"
"Aku juga tidak tahu," jawab Tianyfa.
"Kalau ini dan itu kamu nggak tau, kenapa kau mau menjadi istriku?" tanya Ken membungkukkan badan, menatap wajah Tianyfa dari dekat.
"Aku tidak tahu." Tianyfa beranjak berdiri.
Ken termangu dengan posisi yang sama, lalu ia berdiri tegap menghadap Tianyfa.
"Cinta, suka, mas, sayang, semuanya tidak tahu. Lalu bagaimana dengan aku?" ucap Ken kesal.
"Kau kenapa? sakit?" tangan Tianyfa terulur, menyentuh kening Ken. "Tidak panas."
Ken menurunkan tangan Tianyfa. Menatap jengah istrinya. "Aku bukan sakit."
"Lalu?" tanya Tianyfa.
"Maksudku, kalau kau tidak cinta dan tidak menyukaiku. Bagaimana aku bisa menyentuhmu.." ucap Ken pelan.
"Menyentuhku?" ucap Tianyfa mengulang, lalu ia menarik tangan Ken. Ia letakkan di lengannya. "Kau bisa menyentuhku bukan?"
Ken menarik tangannya, menepuk keningnya sendiri. "Bukan itu.."
Tianyfa menautkan kedua alisnya, lalu melangkahkan kakinya.
"Kau mau kemana?" tanya Ken.
Tianyfa menoleh ke arah Ken. "Tidur?"
"Ya Tuhan.." Ken berdecak kesal lalu mendekati Tianyfa. "Kau tidur di sini bersamaku, bukankah kau istriku?"
"Teman." Kata Tianyfa.
"Teman?" ucap Ken mengulang.
Tianyfa tersenyum, menganggukkan kepalany. "Aku, kamu, teman."
"Terserah, mau teman mau apa juga. Pokoknya kau tidur di sini." Ken menarik tangan Tianyfa.
"Tok tok tok!"
Suara ketukan pelan di pintu mengejutkan Ken. Tianyfa menepis tangan Ken, lalu berjalan menuju pintu dan membukanya lebar lebar
"Minah?"
"Maaf bu, pak, di ruang tamu ada bu Elmira." Kata Minah memberitahu Ken dan Tianyfa.
"Mau apa lagi dia ke sini?" tanya Ken, lalu berjalan menghampiri Tianyfa.
"Kau tunggu di sini, biar aku menemuinya." Kata Ken. Setelah berpesan seperti itu, Ken mengikuti langkah Minah menemui Elmira, dan Minah kembali ke dapur.
"Ada apa?" tanya Ken.
Elmira tersenyum, lalu meraih tangan Ken dan menggenggam erat.
"Bisakah kita kembali menjadi suami istri?" tanya Elmira, menatap kedua bola mata Ken.
"Aku sudah punya istri." Kata Ken, menarik tangannya sendiri.
"Kau tidak mencintainya bukan?" tanya Elmira lagi.
Ken terdiam, tengadahkan wajahnya menatap ke arah Tinyfa yang berdiri di lantai dua, tengah mendengarkan perbincangannya.
"Jawab Ken!"
Ken mengalihkan pandangannya ke arah Elmira. "Aku tidak tahu."
"Tidak tahu?" Elmira tersenyum samar. "Jawaban apa itu? ayolah Ken, kau bukan anak remaja yang tidak mengenali perasaannya sendiri."
"Pulanglah, sudah malam. Aku mau istirahat!" Ken balik badan, lalu melangkahkan kakinya.
Elmira menarik napas panjang, tengadahkan wajahnya menatap Tianyfa.
"Lihat saja, aku akan merebut mantan suamiku lagi." Ucap Elmira dalam hati, lalu ia beranjak pergi meninggalkan rumah Ken.
Sementara Ken, memperhatikan kepergian Elmira dari lantai atas, lalu mendekati Tianyfa.
"Kau cemburu?" tanya Ken.
Tianyfa menggelengkan kepalanya. "Tidak."
"Tidak? tapi kenapa kau memperhatikan aku dan Elmira?" tanya Ken.
Tianyfa menggelengkan kepala. "Kamu menyuruhku menunggu di sini?"
Ken menganggukkan kepalanya. "Ya."
"Kalau kamu nyuruh aku ikut, pasti aku ikut denganmu." Kata Tianyfa tersenyum.
Mata Ken mendelik, menarik tangan Tianyfa masuk ke dalam kamar. "Sudah malam, ayo kita tidur."
Tianyfa mengikuti langkah Ken, lalu menutup pintu kamar.
"Ayo tidur!" perintah Ken.
Tianyfa tertawa kecil, lalu naik ke atas tempat tidur milik Ken. Ia berdiri di atas kasur lalu loncat sana sini layaknya anak kecil, tertawa bahagia.
"Tian!" seru Ken.
Tianyfa berhenti meloncat, menatap wajah Ken lalu menundukkan kepalanya.
"Aku memintamu tidur, bukan loncat sana sini, Tian!"
Tianyfa bergegas membaringkan tubuhnya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ken naik ke atas tempat tidur, lalu berbaring di samping istrinya.
"Ah sudahlah!" Ken menarik selimut, lalu tidur miring membelakangi Tianyfa.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt