NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_29 Pujian Untuk Al

Al dan bodigat nya hendak pergi ke kantor setelah memastikan Ia melihat Cinta sudah pulang bersama Arman dan para pengawalnya yang lain.

Sedangkan empat sekawan Al yang satu hati , satu jiwa itu menatap Cinta masuk mobil milik keluarga Pranoto dengan penuh keheranan. Jika tak ada satu diantara keempatnya maka hilanglah cahaya ketampanan ke empatnya. "Woy!" Ilyas berteriak ditelinga Delpa sambil menyenggol lengan nya dengan keras.

"Ih, apaan sih Yas? mau aku bogem lo!" sungut Delpa emosi sambil menunjukkan kepalan tanganya.

Ilyas merangkul pundak sahabatnya itu sembari cengengesan. "Sorry Boy,cuma becanda, eh tapi ngomong-ngomong taruhan lo sama Al gimana kok udah hampir sebulan aja gak ada kabar?" tanya Ilyas penasaran.

"Mana aku tau, Al saja tidak ada waktu menemui kita bahkan Ia di kawal dengan amat ketat." Delpa menunjuk kearah Al yang baru saja masuk ke dalam mobil.

Ilyas dan ke tiganya melipatkan tangan didada dengan kompak sembari berpikir. "Apa Al sedang di hukum ya?" gumam Bara yang didengar ketiganya lalu menatap Ia dengan tatapan menusuk.

Bara yang sadar pun ter jengah. "Hey, ada apa dengan kalian? apa aku melakukan kesalahan?" Bara mengangkat kedua tangannya karena mempertanyakan tatapan ke tiganya yang membuat nya merasa tidak nyaman.

"Lo bener Sob, mungkin saja kan dia dilarang berteman dengan kita atau jangan-jangan_." Tomky menggantung ucapnya hingga ketiganya beralih menatap nya berharap Ia melanjutkan perkataannya.

"Jangan-jangan apa?" tanya mereka bersamaan.

"Dia...."

Ketiganya terus menunggu ucapan Tomky dengan penuh rasa penasaran.

"Dasar bocah, aku kerjain aja sekalian," batin Tomky yang mulai usil.

"Dia...., i..i.. ada ular di kaki kalian!"

Ketiganya terkejut dibuatnya hingga melompat-lompat tak tentu arah. "Mana, mana?" tanya Bara mencoba memperhatikan kearah bawah sedangkan Ilyas dan Delpa sudah lari menjauh hingga deg-degan.

"Tapi bo'ong, hahaha... ."Tomky tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengelabuhi ketiganya yang sudah memasang wajah panik.

"Sialan lo, Tom!" maki mereka. Mereka pun mengejar Tomky yang sudah berlari untuk menghindari amukan mereka.

🌷🌷🌷🌷🌺🌺🌺🌺🍁🍁🍁🍁🌺🌺🌺🌺🏵️🏵️🏵️🏵️

CVE Group

"Al, ini jadwal mu hari ini." Dekha yang merangkap jadi asistennya, membacakan agenda hari ini.

"Pertama, Bapak Al ada pertemuan dengan rekan bisnis dari Malaysia pukul dua siang."

Dekha yang melihat Al hanya mendengarkan saja tersenyum lalu melanjutkan opsinya.

"Kedua, Bapak Al akan menghadiri peresmian motel anak cabang dari CVE Group di daerah terpencil.

"Ha? ada dua kali pertemuan hari ini?" Tanya Al menatap Dekha.

Dekha pun menumpukan kedua tanganya diatas meja.

"Ini adalah pertemuan pertama mu untuk mendapatkan lebih banyak lagi para kolega yang mau bergabung ke perusahaan kita, tunjukkan kemampuan mu!" Dekha menyeringai lalu menepuk pundak sang adik.

"Tenanglah, akan ku buat kau terpukau dengan kemampuan ku," jawab Al dengan tenang.

Dekha menaikkan kedua alisnya saat sang adik bersikap biasanya saja tampa rasa gugup sedikit pun. "Kalau begitu buktikan." Dekha merasa ragu akan kemampuan Al.

"Ya tenanglah," jawab Al percaya diri.

Sekitar pukul dua siang pertemuan pertama pun dimulai.

Para partner bisnis sudah menunggu Ia di ruang meeting.

"Selamat siang semuanya!" sapa Al saat Ia melangkah masuk diikuti Dekha dan Arya.

"Siang Pak," jawab mereka yang langsung memandang Al dengan penuh rasa hormat.

Al mengambil posisi duduk dan langsung membuka materi yang akan mereka bahas untuk menarik minat partner bisnisnya dari Malaysia.

"O ya Pak saye sudah membace proposal yang anda ajukan kemaren dan saye ingin awak menerangkan langsung bagai mane sistem kerja peluncuran produk ini agar daye tarik pembeli mudah meningkat dengan produk yang akan kite luncurkan itu hingge bise mencapei target, Pak." Pak Sasongko menatap Al menunggu jawaban Al, Ia adalah pengusaha terkenal dari Malaysia.

Dekha menghela nafas agar merasa rileks, Ia harus menerima segala konsekwensinya jika Orang Malaysia itu tiba-tiba membatalkan kontrak kerja sama karena Al akan melakukan tindakan mengecewakan atas jawabannya yang notabennya belum pernah berkecimpung didalamnya.

Al tersenyum dan tentu saja Ia selalu bersikap tenang, karena tabiatnya yang memang tidak menganggap semuanya musuh melainkan teman.

"Oke, Pak anda benar, kita harus tau dulu bagaimana cara kerja produk yang kami akan segera luncurkan ke publik. saya akan jelaskan cara kerja produk ini karena sistem peluncuran produk yang akan kita keluarkan kepada konsumen harus lah selaras dengan kebutuhan konsumen kebanyakan, dan agar produk ini tidak salah sasaran, maka kita akan memakai sistem Slow But Sure yang artinya Perlahan namun pasti, kita akan menurunkan terlebih dahulu barang ini ke kumpulan menengah bawah. jika menengah bawah menganggap harga yang kita pakai mampu meningkatkan minat mereka untuk membeli, baru kita akan perluas ke bagian kalangan atas."

Mereka mengangguk. "Tapi mengapa Bapak justru ingin kalangan bawah dulu yang mengkonsumsinya, Pak?" tanya Pak Roy asisten Pak Sasongko.

Al tersenyum, Ia sudah menduga pertanyaan itu akan keluar dari mulud mereka. "Karena aku ingin menyejahterakan orang yang tidak mampu untuk bisa membeli makanan instan ketika mereka dalam kesulitan," terang Al. "Tentunya tidak seperti kita yang bisa membeli apa pun yang kita mau, karena minat orang kaya untuk membeli akan sangat berkurang karena lebih meninggikan ego dan gengsi dari pada kebutuhan pokok. Oleh karena itu, dengan menyejahterakan rakyat kecil terlebih dahulu maka mereka akan merasa bahagia dan imbasnya apa?" tanya Al yang menatap mereka satu persatu namun tak ada yang berani menjawab.

"Maka penjualan kita akan naik ke level atas, dengan begitu kita akan mendapat keuntungan yang tidak terduga dari penjualan ini," lanjut Al memaparkan.

Pak Sasongko pun bertepuk tangan lalu berdiri menjawab tangan Al. "Wah keren Pak, ide Bapak dalam hal ini sungguh luar biase, saye merase senang bapak telah memikirkan mereke yang lebih membutuhkan dari pade orang-orang kaye kebanyakan."

Al langsung menyambut uluran tangan beliau dengan senang hati."Terima kasih Pak, saya merasa tersanjung."

Pak Sasongko menepuk pundak Al berkali-kali. "Pantes saje CVE Group semakin jaye ternyate penghuni nya memanglah orang-orang yang mempunyai pemimpin luar biase seperti Pak Al masih mude tapi sudeh menjadi CEO berhati mulye, tidak di pungkiri semua kolega yang kujumpei menyanjung perusahaan ini, aku beruntung bise manjadi orang yang bise bergabung di dalamnye."

"Terima kasih Pak, atas kepercayaannya," timpal Al balik.

Dekha pun menghela nafas lalu menatap Al dengan penuh rasa bangga.

Setelah saling menanda tangani kontrak kerja sama, pertemuan mereka pun usai, sedangkan Al dan Cinta melanjutkan pertemuan kedua untuk menghadiri peresmian motel di daerah B.

Ternyata banyak orang tidak mampu datang untuk menyaksikan kedatangan penerus CVE Group. Mereka penasaran ingin melihat secara langsung wajah yang mereka lihat wira-wiri di televisi.

"Pak Al, Pak Al!" teriak mereka histeris menyambut kedatangan Al yang turun dari mobil kebesarannya beserta beberapa mobil yang berjejer dibelakang mengiringi nya.

"Halo, selamat sore!" sapa Al antusias sambil melambaikan tangan. Entah mengapa Ia sangat bahagia melihat orang-orang yang tidak mampu itu histeris saat melihatnya.

"Halo, Pak," jawab mereka serempak.

"Kalian mau nunggu Motel ini di resmikan? apa mau liat aku ni?" candanya pada mereka sambil menaikan kedua alisnya.

"Dua-duanya Pak," timpal seseorang.

"Iya Pak, terima kasih telah membuka lapangan kerja di desa kami sehingga suami kami bisa ikut bergabung didalamnya, meski pun sekedar menjadi kuli nya!" seru seorang Ibu yang sedang menggendong bayinya dengan pakaian yang lusuh dan nekat ikut menanti kedatanganya padahal matahari masih sangat menggigit meski pun sudah jam empat sore.

Al merasa miris melihatnya, baru kali itu Ia merasa iba menatap Ibu itu.

Al terkekeh dengan perasaan sedih. "Terima kasih ya sudah mendukung pembangunan Motel di daerah ini dan terima kasih juga atas doa-doanya untuk kami," ucap Al kemudian.

"Sama-sama Pak, kami justru bersyukur bahwa masih ada orang yang memikirkan kebutuhan rakyat kecil untuk membuka lapangan pekerjaan, kami berharap anak-anak kami yang susah payah kami kuliah kan suatu saat bisa bekerja disini," ucap seorang bapak.

Al lagi-lagi terharu melihat ke bahagiaan mereka.

"Bapak dan Ibu juga adek-adek yang sudah kuliah tidak perlu khawatir, Motel ini hanya kami dirikan untuk orang-orang yang memang membutuhkan, daerah ini banyak pemandangan yang indah sayang sekali jika tidak dimanfaatkan untuk berwisata, saya yakin sebentar lagi motel ini akan kedatangan turis dari berbagai negara," tukas Al senang.

Dekha lagi-lagi merasa bangga melihat Al begitu peduli pada rakyat kecil, Ia terpukau dengan adik yang Ia pikir manja dan tidak bisa apa-apa tampa bantuan nya bisa bersikap sebijak itu.

Setelah Doa bersama, Al pun menggunting vita tanda Motel resmi di buka. Setelah acara usai Al meminta para pengawalnya membagikan sembako hingga matahari terbenam. Dengan perasaan senang mereka pun kembali ke kota hingga malam hari.

🙏🙏🙏Makasih sudah bersedia mampir ke novel ini, seperti Slogan Al, novel ini akan berjalan Slow But Sure (Perlahan Namun Pasti) Maka ikuti terus ya💓💓💓💓

1
Asma
keren nih ceritanya...
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉
rudi iskandar
ceritanya terlalu bertele tele kaya ga ada alurnya saja
Ka'Unna
semangat kak🥰jangan lupa mampir ya kak
its me- safea
jangan -jangan key hamil lagi waduh
kosong
✌✌✌✌...ok pakcik....nti aku smbung baca lg...😊😊
kosong
✌✌✌✌💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊✌✌
kosong
✌✌✌✌✌😊😊
kosong
✌✌✌✌😎😎
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😂😂
kosong
✌✌✌✌😘😘
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
✌✌✌✌✌
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊eya author kesayangan ku....semoga kamu juga secsus ya.....sabar menempuhi dugaan/perjuangan mu/keluargamu/ luv uu...😘😘
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
✌✌✌✌✌✌
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!