NovelToon NovelToon
Reincarnation : A Quite Revenge

Reincarnation : A Quite Revenge

Status: tamat
Genre:Action / Tamat
Popularitas:352.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Hiro membalas dendam bersama temannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Trauma Akira

Mentari menyapa dari ufuk timur. Hiro dan Shima segera pergi meninggalkan sauna. Keduanya berniat akan pergi ke klinik lebih dahulu. Sedangkan Kogoro, tidak kelihatan lagi batang hidungnya setelah kepergiannya tadi malam.

Sebelum meninggalkan sauna, Hiro menemui Hayate. Jujur saja, dia ingin tinggal lebih lama dengan lelaki tua tersebut. Hiro ingin tahu lebih banyak tentang Hayate. Selain itu, dia juga mau mengetahui bagaimana cerita tentang keturunan Yamada dari sudut pandang Hayate. Namun Hiro tahu, kalau masalah pemilik tubuh asli yang ditempatinya, adalah hal utama baginya. Jadi, dia memilih untuk pergi lebih dahulu.

"Aku berjanji, akan sering berkunjung ke sini," tutur Hiro seraya sedikit membungkukkan badan. Di ikuti Shima yang juga berdiri di sebelahnya.

Hayate menepuk pelan pundak Hiro dan Shima sekaligus. "Haha... ke sinilah, asal jangan lupa untuk bayar!" ujarnya, tersenyum hingga membuat kedua matanya menyipit. "Sebenarnya uang yang diberikan Kogoro tidak begitu banyak!" lanjutnya, kemudian beranjak pergi masuk ke dalam rumah.

Hiro dan Shima reflek saling berpandangan. Sepertinya mereka sama-sama terkejut dengan respon yang ditunjukkan oleh Hayate. Ternyata selama ini lelaki tua tersebut menolongnya hanya karena uang. Namun tetap saja, hal itu tidak melunturkan niat Hiro untuk pergi menemuinya lagi.

Kepulangan Hiro disambut dengan wajah cemberut Akira. Ibunya tersebut langsung menyuruh Hiro bersiap untuk ikut bersamanya. Akira hendak mencarikan sekolah lain untuk putranya.

Hiro terpaksa menurut. Dia juga sebisa mungkin menutupi luka tembaknya dari Akira. Yaitu dengan cara mengenakan jaket. Lagi pula sekarang sudah memasuki musim gugur, jadi cuaca lumayan agak dingin. Membuat Hiro mempunyai alasan yang kuat untuk memakai jaket.

Shima terlihat sudah berangkat ke sekolah. Raut wajahnya merengut karena tadi dia dan Hiro sempat dimarahi Akira. Lelaki tersebut melangkah dengan gontai keluar dari rumahnya.

...***...

Hiro dan Akira sedang berjalan beriringan di trotoar. Mereka mendatangi salah satu sekolah terdekat. Anehnya Hiro mendapatkan penolakan, bahkan tanpa adanya pertimbangan sedikit pun. Awalnya Akira berpikir positif, dan mencoba mencari sekolah yang lainnya lagi. Akan tetapi responnya sama. Setelah pihak sekolah mengecek identitas Hiro, saat itulah terjadi adanya penolakan.

Semuanya terus terulang di beberapa sekolah lain yang didatangi Hiro dan Akira. Sekarang dua ibu dan anak tersebut sedang duduk beristirahat di sebuah taman.

"Apa yang sudah kau perbuat? sampai-sampai hampir seluruh sekolah di kota ini menolakmu?!" timpal Akira menatap getir ke arah sang putra.

"Entahlah..." Hiro menggeleng pelan. Kepalanya tengah berpikir dan mencari tahu dibalik alasan dirinya tidak diterima di sekolah manapun. Hingga terbersitlah nama Izumi. Gadis yang sudah membuatnya dikeluarkan dari sekolah.

'Seperti inikah kekuasaan keluarga Nakagawa yang dimaksud Shima? apakah hanya karena kekesalan Izumi, aku diperlakukan begini?' batin Hiro. Dahinya mengerut dalam. Menurutnya kelakuan gadis tersebut sangat berlebihan. Entah apa yang akan dilakukannya, jika Hiro mencoba mencelakakannya. Mungkinkah Hiro akan mendapatkan siksaan seperti seorang budak?

"Lalu kenapa bisa semua sekolah menolakmu? setelah mereka mengetahui nama panjang dan tanggal lahirmu, saat itu pula mereka menolak... apa yang harus aku lakukan sekarang..." lirih Akira yang dilanjutkan dengan helaan nafasnya.

Hiro menatap Akira dengan sudut matanya. Dia menyunggingkan mulut ke kanan, lalu terpikir untuk menanyakan perihal ayahnya. Nampaknya Hiro tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Akira.

"Bagaimana kalau kita minta pertolongan ayah!" celetuk Hiro asal, yang sontak menyebabkan mata Akira menyalang ke arahnya.

"Hiro!!" Akira mengeratkan rahangnya. Dia mendadak bangkit dari tempat duduknya.

"Kenapa? apa kata ayah adalah hal yang tabu bagimu?!" balas Hiro sembari mendongakkan kepala. Membalas tatapan tajam sang ibu dengan santainya.

Akira terdiam seribu bahasa. Kali ini tatapannya tampak kosong. Badannya terlihat gemetar ketakutan. Dia seolah membayangkan sesuatu diotaknya. Akira mulai mencengkeram kepalanya sendiri. Kemudian berjongkok sambil merengek histeris.

Keadaan Akira tentu membuat Hiro cemas. Dia berusaha menenangkan sang ibu. Dari gelagat yang diperlihatkan Akira, dia nampaknya mengalami trauma. Sepertinya kenangan perihal ayahnya Hiro-lah yang menjadi pemicu hal itu.

Hiro lantas membawa Akira ke salah satu kedai terdekat. Kemudian membelikan minuman hangat dan makanan manis untuk menenangkan ibunya.

"Maafkan aku, Bu... aku tidak bermaksud membuatmu begini," tutur Hiro pelan. Memancarkan binar nanar di manik hitamnya.

Akira menggeleng dan membelai puncak kepala Hiro dengan lembut. "Akulah yang harus minta maaf, karena selalu menghindari pertanyaanmu."

"Sebenarnya, aku sudah tahu kalau ayah sudah meninggal." Hiro tidak ingin berbelit-belit. Dia langsung bicara ke intinya.

Mata Akira membulat sempurna. "Ba-bagaimana kau... apakah Kogoro yang memberitahumu?!"

"Tidak masalah siapa yang memberitahu. Aku hanya ingin kau tahu kalau aku sudah mengetahui bagaimana keadaan ayah sekarang." Setelah mengucapkan kalimatnya, Hiro segera menyesap teh hijau yang dipesannya.

"Maafkan Ibu, aku masih tidak bisa menceritakan..." Akira tak kuasa melanjutkan perkataannya. Dia terus menggeleng seolah sedang menolak untuk mengingat sesuatu yang harusnya tidak terlintas dalam kepalanya. "Semuanya aku lakukan agar kehidupan kita bisa tenang."

"Tidak apa-apa." Hiro mencoba mengerti. Dia menatap rupa Akira yang sendu. 'Benarkah? nyatanya kehidupanmu sekarang masih saja terkesan sulit. Lebih bahkan.' Hiro berpendapat dalam hatinya. Dia sekarang paham kenapa Akira tidak pernah mau membahas perihal masa lalunya.

Pikiran Hiro mulai menerka-nerka. Terutama mengenai apa yang telah terjadi kepada Akira dan suaminya. Apakah semuanya memang berkaitan dengan keluarga Nakagawa? Tetapi jika iya, kenapa Akira seolah tidak tahu menahu dengan keberadaan Katashi di kota Kyoto. Bila memang ingin melupakan semuanya, harusnya Akira pergi keluar kota. Bukannya terus menetap di lokasi yang sama dengan Katashi. Banyaknya pertanyaan itu hanya membuat Hiro memegangi bagian kepala dengan sebelah tangan.

'Kalau begini, aku harus secepatnya mendekati Izumi,' pikir Hiro yang sudah kehabisan cara untuk menguak segala teka-teki. Dia ingin lekas-lekas menemukan semua informasi.

Karena tidak mendapatkan hasil apapun, Hiro dan Akira akhirnya memilih untuk pulang. Toh Akira juga harus segera pergi bekerja dalam tiga jam ke depan.

"Ibu pulang duluan saja. Aku ingin mengurus sesuatu dahulu," ujar Hiro, saat bus berjalan perlahan. Kemudian berhenti di sebuah halte.

"Kau mau kemana?" tanya Akira. Melakukan tatapan menyelidik.

"Aku mau mengurus perihal sekolah. Aku janji, akan kembali memperbaikinya!" sahut Hiro. Pernyataannya menyebabkan mulut Akira mengembang membentuk sebuah senyuman. "Apa kau perlu bantuanku?" tawarnya, yang merasa Hiro tidak akan mampu melakukannya sendiri.

"Tidak! aku bisa sendiri, toh kau harus pergi bekerja sebentar lagi."

"Baiklah, Ibu harap kau berhasil." Akira menepuk pelan pundak Hiro. Lalu benar-benar beranjak pergi untuk segera turun dari bus.

Setelah melewati beberapa menit dalam perjalanan. Sampailah Hiro di sekolahnya dahulu. Dia berdiri di halaman, tepatnya di bawah pohon sakura yang sedang menggugurkan daunnya. Dia sekarang hanya perlu menunggu Izumi keluar dari pintu gerbang.

1
Herybae Hery
Luar biasa
cupa
😂😂😂
Jakaria Hidayat
Lumayan
Shinta Dewiana
ada pula mc nya bodoh...😅
Shinta Dewiana
narkoba ini...
Shinta Dewiana
kan bener hironya bodohh...😅
Shinta Dewiana
hiro oon keras kepala..
Shinta Dewiana
kok enggak ada ingatan dr pemilik tubuh sih
Kokoro No Tomo
Terima kasih😊
Kokoro No Tomo
semakin tegang 😊
Kokoro No Tomo
hmmmm
Kokoro No Tomo
😋
Kokoro No Tomo
tegang 😁
Kokoro No Tomo
ceritanya keren thor🤩
Kokoro No Tomo
hadeeh🖕
Kokoro No Tomo
😊
Kokoro No Tomo
mantab
Kokoro No Tomo
ceritanya. 👍👍👍👍👍👍👍
Kokoro No Tomo
hampir saja
Kokoro No Tomo
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!