Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terobosan Ranah Baru, Sentuhan Es yang Intim
Kesadaran Lin Huang terapung-apung di antara batas antara hidup dan mati. Setiap sel di dalam tubuh perunggunya menjerit kesakitan, terasa seperti jaringan otot dan meridian jiwanya telah dipelintir dan dirobek secara paksa akibat menahan hantaman kapak Jenderal Xing Tian. Sisa-sisa energi Inti Emas Puncak yang liar masih mengamuk di dalam dadanya, mencoba menghancurkan Dantian-nya yang sudah kosong melongpong.
"Lin Huang... bertahanlah, manusia bodoh..."
Sebuah suara yang dipenuhi oleh kecemasan mendalam samar-samar menembus kegelapan benaknya.
Ketika Lin Huang membuka mata dengan kelopak yang terasa seberat timah, pandangannya langsung disambut oleh pendaran cahaya biru pucat yang menenangkan. Dia mendapati dirinya tidak lagi terkapar di atas tumpukan tulang belulang altar yang berdebu. Tubuhnya yang telanjang dada kini setengah tenggelam di dalam sebuah kolam kecil berisi air suci yang jernih di sudut tersembunyi Altar Utama.
Air kolam itu memancarkan aura spiritual yang teramat murni—Cairan Sumber Kehidupan Kuno, hadiah yang otomatis dimuntahkan oleh sistem ke dalam area Altar begitu tugas kelima selesai secara sempurna.
Namun, yang membuat jantung Lin Huang berdetak dua kali lebih cepat bukanlah air suci tersebut, melainkan sosok yang berada tepat di depannya.
Ye Qingyue duduk di tepi kolam, membiarkan bagian bawah gaun biru langitnya terendam air. Kedua tangan indahnya yang seputih porselen kini menempel erat di dada bidang Lin Huang yang dipenuhi oleh retakan luka berdarah emas. Pendaran cahaya es murni yang teramat lembut mengalir secara konstan dari telapak tangan sang Dewi, meresap masuk menembus kulit Lin Huang untuk menjinakkan energi liar yang mengamuk di dalam tubuhnya.
Wajah surgawi Ye Qingyue berada sangat dekat, hanya menyisakan jarak beberapa jengkal. Napasnya terengah-engah, dan keringat lembut membasahi keningnya yang indah. Untuk pertama kalinya, sang Dewi mengabaikan kesombongan dan hukum penolakan fana miliknya; dia melakukan transfer energi langsung melalui kontak kulit yang teramat intim demi mempertahankan nyawa Lin Huang.
"Dewi... Ye..." Lin Huang memaksakan sebuah suara parau dari tenggorokannya yang kering. Merasakan kelembutan tangan sang Dewi di dadanya, seringai tebal nan lancang khas seorang anti-hero perlahan kembali muncul di bibirnya yang pucat. "Pelayanan yang luar biasa... Apakah ini... bonus karena aku berhasil memenangkan kunci emasnya?"
Mendengar suara kelancangan itu, Ye Qingyue seketika membuka mata peraknya. Ada kilatan rasa lega yang melintas sangat cepat di matanya sebelum dia kembali memasang ekspresi dingin yang dipaksakan.
"Kau masih bisa bicara omong kosong dalam kondisi sekarat?!" Ye Qingyue mendengus pelan, menekan telapak tangannya sedikit lebih keras ke dada Lin Huang, membuat pemuda itu meringis tertahan. "Jika aku tidak menggunakan esensi jiwaku untuk mengunci aliran darahmu yang mendidih, tubuh perunggunu ini sudah meledak menjadi serpihan batu sejak tadi!"
"Heh... terima kasih, istriku..."
"Diam! Sekali lagi kau menyebut kata itu, aku sendiri yang akan membekukan mulutmu!" wajah porselen Ye Qingyue seketika merona merah muda yang pekat, sebuah pemandangan langka yang sangat memukau di tengah kegelapan makam kuno.
BZZZZT!
Tepat pada momen keintiman yang intens tersebut, energi dari Cairan Sumber Kehidupan Kuno di dalam kolam dan esensi es murni dari Ye Qingyue yang mengalir di tubuh Lin Huang mendadak mencapai titik jenuh. Resonansi ekstrem terjadi antara dualitas energi panas perunggu dan dingin es surgawi.
Boom!!!
Di dalam perut Lin Huang, Dantian yang semula kering dan retak mendadak bergetar dengan sangat hebat. Pusaran energi berwarna emas-perunggu meledak secara masif, menyerap seluruh air suci di kolam ke dalam tubuhnya dalam waktu satu kedipan mata. Belenggu takвиди yang mengunci batas kultivasinya selama ini—dinding tebal Ranah Kondensasi Qi—seketika hancur berkeping-keping di bawah tekanan energi gabungan tersebut.
CRACK!
Sebuah fondasi spiritual baru yang berkilau warna emas transparan mulai terbentuk di dalam lautan kesadaran Lin Huang, memancarkan gelombang kesadaran ilahi (Divine Sense) yang sanggup mendeteksi pergerakan ruang hingga radius ratusan meter.
Lin Huang mendongak, meraung keras saat energi baru yang teramat murni melonjak keluar dari pori-pori kulitnya, menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan air kolam yang tersisa.
[Selamat! Anda telah memecahkan belenggu fana!]
[Kultivasi Anda berhasil menerobos masuk ke: 'Ranah Fondasi Jiwa (Soul Foundation Realm) Tingkat 1'!]
[Kapasitas Qi murni meningkat 10 kali lipat, jangkauan Kesadaran Ilahi terbuka!]
Luka-luka retakan di dada Lin Huang menutup secara instan dengan kecepatan yang kasat mata, menyisakan kulit keemasan yang jauh lebih padat, bersih, dan memancarkan aura keagungan yang samar—sebuah tanda bahwa terobosan ini telah membawa Fisik Perunggu Kuno-nya selangkah lebih dekat menuju evolusi tingkat dewa.
Lin Huang mengembuskan napas panjang yang dipenuhi gas putih spiritual. Dia mengepalkan tangan kanannya, merasakan kekuatan baru yang mengalir deras di setiap urat nadinya. Akhirnya, dia bukan lagi seorang kultivator tingkat bawah yang hanya mengandalkan fisik mentah; dia telah resmi menjadi seorang ahli Ranah Fondasi Jiwa!
Ye Qingyue menarik kembali kedua tangannya, menatap Lin Huang dengan keterkejutannya yang mendalam tersembunyi di balik mata peraknya. Melompat langsung dari Kondensasi Qi ke Fondasi Jiwa setelah bertarung hidup dan mati... bakat dan ketahanan mental pemuda ini benar-benar berada di tingkat yang menakutkan.
"Selamat atas terobosanmu, Lin Huang," Ye Qingyue berdiri dengan anggun, membalikkan badannya untuk menyembunyikan sisa rona merah di wajahnya. "Sekarang kau memiliki kekuatan untuk bergerak lebih cepat."
Namun, kegembiraan atas kenaikan ranah baru itu tidak bertahan lebih dari tiga detik.
BZZZZT!
Pergelangan tangan kiri Lin Huang kembali bergetar dengan frekuensi yang sangat mengerikan. Kali ini, tato jam pasir itu tidak memancarkan cahaya merah atau hijau, melainkan meledak dalam pendaran cahaya hitam pekat yang pekat bagai tinta kegelapan, menyelimuti seluruh lengan kiri Lin Huang hingga terasa dingin membeku.
Di dalam lautan kesadarannya, teks digital berdetak dengan kecepatan yang mengerikan, memancarkan aura kematian absolut yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
[00:59:59]
[00:59:58]
[Peringatan Darurat Tertinggi! Tugas Berantai Keenam (Klimaks Fase 1) telah dipicu!]
[Deskripsi: Kehadiran energi Ranah Fondasi Jiwa Anda telah memicu mekanisme kuno pembersihan makam. Altar Utama Xing Tian telah mengaktifkan 'Formasi Penghancuran Diri Sembilan Kematian'!]
[Kondisi Lapangan: Seluruh labirin bawah tanah gurun akan meledak dan runtuh total menjadi lautan magma dalam waktu 1 jam!]
Melihat kata "Penghancuran Diri", senyuman di wajah Lin Huang seketika lenyap total.
Belum sempat dia mencerna situasi, getaran yang teramat dahsyat—jauh lebih besar dari getaran akibat bangkitnya Jenderal Xing Tian—mulai mengguncang seluruh Altar Utama. Pilar-pilar granit raksasa di sekeliling mereka mulai runtuh satu per satu, dan dari celah-celah lantai batu yang hancur, cairan magma berwarna merah menyala mulai menyembur ke atas bagai air mancur maut. Jam keenam ini bukan lagi sekadar ujian bertarung... ini adalah pelarian dari neraka bawah tanah yang sesungguhnya!